
Oek...Oek...Oek... Suara tangisan bayi yang baru lahir lahir
" suster bawa bayi ini lalu bersihkan " ucap dokter memberikan bayinya pada salah satu susternya
" ayo Bu satu kali lagi ibu tarik nafas lalu mengenjan " ujar dokter memberi instruksi
" kamu pasti bisa demi bayi kita " ucap sang suami menggenggam tangan istrinya
sang istri mengatur nafasnya dan berusaha mengikuti instruksi dokter
" Aaaaarrrrggghhhhhh....." sang istri mengenjan sekuat-kuatnya sambil memegang tangan suaminya dengan sangat erat sang suami yang melihatnya sangat cemas
Oek ....Oek....Oek... bayi keduanya pun akhirnya lahir dalam kurun waktu 5 menit
" selamat kedua anak bapak dan ibuk perempuan saya akan membawanya untuk di bersihkan permisi bapak ibuk " ucap dokter yang di angguki oleh sepasang suami istri dokter dan suster pun pergi
terukir senyuman di bibir suami istri itu
" makasih yah kamu udah melahirkan dua putri kita aku bahagia" ucap sang suami mencium kening istrinya
sang istri hanya tersenyum memandang suami nya itu
pintu ruang persalinan itu terbuka dan masuk lah dokter dan suster membawa bayi mereka
" bapak ibu anak kalian keduanya terlahir dengan sempurna tanpa kekurangan " ucap dokter
" apa bapak muslim? jika muslim tolong azani dahulu lalu berikan pada ibunya untuk mendapatkan asih pertama nya " ucap dokter memberikan satu bayi nya
" iya dok " menerima bayi itu lalu mengazani bayi nya setelah itu menyerahkan bayi nya pada istrinya untuk memberikan asih nya begitupun ia lakukan pada bayi satunya
" yasudah bapak ibu saya pergi dulu " pamit sang dokter
" makasih dok " ujar wirawan ayah dari kedua bayi itu kemudian dokter pun pergi
" anak kita cantik yah " ucap Nita sambil menyusui Putri pertamanya
" iya aku seneng banget punya dua putri sekaligus " ujar wirawan mencium bayi yang di gendongannya Nita pun tersenyum tipis
Clek....pintu ruangan terbuka lagi kali ini yang datang keluarga dari mereka
" Ponakan ku....." Girang wanita cantik yang memasuki ruangan bersama suaminya dan adik dari Nita Anes namanya
" heh kamu bisa pelan kan suara mu ini rumah sakit " pekik suaminya Rana
" Mana ponakan kembar ku ? " Anisa mendekati sepasang suami istri tersebut dan mengabaikan ucapan suaminya
" wow cantik kaya aku " ujar Anes adik dari Nita
" sembarang mirip kamu mirip istri saya lah " ucap wirawan pede
" gak mirip sama kamu bang?" goda Anes pada kakak iparnya
" ya.. ya ada mirip aku juga kali aku kan papah nya yang paling ganteng " jawab wirawan masih dengan pade nya
" pade amat kamu bang kan om nya yang paling ganteng om Rama yah cantik " ucap Rama mengelus kepala dedek bayi nya yang di gendong wirawan
" Tuh dengerin ibunya udah mulai angkat bicara ibunya cantik tapi Tante nya yang paling cantik hehehe" sahut Anes langsung kena jitakan oleh Anisa
" auww sakit tau " rengek Anes mengelus kepalanya
" biarin " ucap Anisa dengan angkuhnya
" eh.. dek suami kamu mana ko gak kesini ? " tanya Nita pada Anes
" selingkuh mbak suaminya hehe " pekik Anisa langsung kena cubitan dari Anes
" sembarang suamiku gak mungkin selingkuh secara istrinya kaya aku cantik pintar " ucap Anes pede
" lah ... terus kemana. suami mu nes?" tanya
wirawan
" masih miting di luar kota paling malam Dateng nya tapi kayak nya jenguk mbak besok aja soal nya dia libur gak papa kan bang mbak? " ucap Anes
" iya gak papa dek " jawab Nita
" eh... ini kamu belum nyusuin anak ini " ujar wirawan mendekati istrinya
" sini bayi yang di mbak aku yang gendong " ujar Anisa menggendong dedek bayi nya
" iya nih hati-hati loh dek " ucap Nita menggendong bayi yang akan di susui nya
" iya mbak aku kan bentar lagi mau punya anak nih kandungan aku udah 3 bulan "ujar Anisa mengelus perutnya yang masih rata
" kamu kayak nya udah siap jadi seorang ibu sayang " ucap Rana memeluk Anisa dari belakang sambil mengelus kepala bayi yang di gendong Anisa
" iya mas tunggu 6 bulan lagi yah kita bakal gendong anak kita " ucap Anisa tersenyum
" hadeuh mulai deh drama nya inget disini aku lagi gak ada pasangannya " melas Anes cemberut
" salah sendiri gak bawa suamimu "ledek wirawan
" dia kan sibuk " Rajuk Anes
Ha....ha....ha... tawa mereka semua pecah di ruang rawat karena melihat wajah Anes yang lagi cemberut itu kelihatan lucu di hadapan mereka
Semua yang ada di ruangan itu terlihat bahagia, tanpa di sadari dari balik pintu ada yang menatap nya tajam tidak suka dengan kebahagiaan di dalam
" ini ada lah hari pertama dan terakhir kamu melihat salah satu bayi mu wirawan" ucap wanita itu tersenyum licik lalu pergi meninggalkan ruangan itu
" oh iya mba anak kalian di kasih nama apa? tanya Anes serius
" itu mbak serahin ke Abang kamu dek" jawab Nita dengan suara serak nya
" aku kasih nama untuk yang itu( menunjuk anaknya yang di gendong Anisa) Ziera Saputri wirawan dan yang ini nama nya Alera Saputri wirawan " ucap wirawan tersenyum melihat kedua putri nya bergantian
" nama yang bagus Alera nama kamu cantik" ucap Anisa mengelus pipi bayi mungil itu dan tersenyum semanis mungkin lalu Alera pun tersenyum kecil di bibir mungilnya membuat Anisa dan Anes yang melihatnya tersenyum senang