Twin Girls

Twin Girls
Part 02 (Hilang,panik, sedih)



Anes , Nisa dan Rana pun pergi pulang karena hari sudah mulai malam esok pagi mereka akan kembali untuk menengok nya lagi. Malam semakin larut kedua bayi itu tengah tertidur pulas di box bayi Nita pun tidur begitu pun dengan wirawan yang tertidur di sofa


Clek.... pintu ruang rawat Nita terbuka ternyata wirawan lupa mengunci pintu sehingga orang bisa masuk begitu saja terlihat wanita berwajah cantik dengan makeup tebal dia tersenyum dari balik pintu dan memasuki ruangannya


" Wirawan bisa-bisanya kamu dengan istri mu tertidur dengan pintu tidak terkunci" gumam nya mendekati box bayi


" Nita wirawan kalian harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak " gumam nya menggendong Alera dan tersenyum licik


" maaf kan Tante Karin mu bayi mungil harus memisahkan kamu dengan keluarga mu " ucap wanita itu yang bernama Karin kini wanita itu mengambil Alera dan membawanya pergi secepatnya sebelum wirawan dan Nita terbangun pintu tertutup setelah kepergian Karin


Oek....Oek....Oek....


tangisan baby Ziera kencang setelah Karin keluar bagaikan merasakan kepergian saudara nya tangisan baby Ziera sangat kencang membuat Nita dan wirawan terbangun dari tidurnya


" Mas tolong ambilkan baby Ziera mungkin dia haus " pinta Nita langsung di angguki wirawan


Wirawan mendekati box bayi nya alangkah terkejutnya ia tidak melihat baby Alera dalam box nya wirawan menggendong baby Ziera dengan panik ia menatap Nita istrinya


" Nita di mana Alera ?" tanya wirawan panik


" mas pasti nya Alera ada di box nya " jawab Nita masih tenang


Oek...Oek...Oek....


Ziera menangis makin kencang


" Alera gak ada Nita dia kemana " ucap wirawan masih panik memberikan Ziera pada Nita agar di susui


" apa? gak ada ? " Nita langsung turun dari ranjangnya dan mendekati box Alera


seketika tangisan Nita pecah Nita begitu tidak menyakka akan bertemu dengan bayi nya secepat ini bahkan di belum mengurus nya bermain bersama nya bahkan belum penuh sehari ia melihat baby Alera


" mas kemana ? kemana Alera?" tangisan Nita makin menjadi-jadi sampai ia terduduk di bawah box baby Alera sambil menyusui Ziera


" kamu tenang mas bakal cari bayi kita sampai dapet " ucap nya mengelus pundak Nita " tunggu mas " lanjut nya lagi berjalan menuju pintu ia memegang gagang pintu


Clek... pintu terbuka


mata wirawan terpelotot menatap pintu nya tidak terkunci


" Aaaaarrrrggghhhhh sial " umpat nya mengacak-ngacak rambutnya " kenapa bisa lupa kunci pintu sih " geram wirawan memukul tembok lalu pergi keluar meminta pertolongan kepada satpam dan semua yang ada di rumah sakit agar bisa membatu nya


Di rumah sakit semua sibuk dengan mencari Alera tapi tidak di temukan nya Cctv yang ada di ruang rawat Nita pun sedang rusak dan belum sempat di perbaiki wirawan makin emosi ia menelpon pasukan nya agar mencari putrinya ia sangat frustasi sekali berkali-kali ia memukul tembok dan terduduk di kursi rumah sakit bagian luar dia menangis merasa gagal tidak bisa melindungi anak nya


" mas Dion itu bang wirawan kamu samperin dia aku keruangan mbak Nita kayak nya dia sedih kamu tenangin dia ya mas" ucap Anes pada suaminya Dion yang baru datang di rumah setelah menyelesaikan miting di luar kota langsung bergegas kerumah sakit karena Nita yang menelpon Anes Anes yang sangat hawatir langsung saja mengajak Dion Dion pun mengiyakannya setelah Anes menceritakan apa yang Nita katakan di telfon tadi


" iya " ucap Dion langsung berjalan menuju wirawan


" sudah bang anak mu pasti ketemu" ucap Dion memegang bahu wirawan


wirawan pun menoleh dan menatap Dion yang masih berpakaian kantor


" kita cari ponakan ku sebelum terjadi apa-apa" ucap Dion mencoba menenangkan wirawan


" percuma Yon penculik nya sudah pergi " ucap wirawan melemah dan menangis Dion yang melihat kakak iparnya menangis pertamakali di hadapan nya merasa iba


" bang Abang yang sabar nya aku pasti bantu Abang kita cek cctv rumah sakit " usul Dion


" sudah cctv di ruang rawat Sadang rusak sedangkan di ruang pendaftaran orangnya tidak terlihat begitu jelas hanya terlihat punggungnya itupun sekilas " ucap panjang lebar wirawan menjelaskannya


" cctv parkiran??" tanya Dion


" blom blom di cek " ucap wirawan kini mulai terbuat binar di matanya " ayo kita cek " ajak wirawan melangkah mendahului Dion


Diruang rawat Nita


Nita menangis merasakan kehilangan jiwanya menangis begitu dalam sampai ia lupa kalau posisi nya masih di lantai air matanya yang mengalir deras menyusuri pipinya dan Ziera sudah tertidur dalam pangkuan ibunya


" mbak mbak gak papakan ?" tanya Anes begitu memasuki ruang rawat


" Anes....huhuhu..." tangisan Nita makin kencang Anes pun langsung memeluk nya


" kenapa ? kenapa ini bisa terjadi mbak ? " tanya Anes


" mbak juga gak tau nes he-he-he" jawab Nita sesedukan


" sabar ka Alera pasti ketemu " ujar Anes mencoba menenangkan sang Kaka


" iya nes " lirih Nita


' mbak mbak pasti kuat semua nya sudah di rencanakan oleh tuhan mbak yang sabar yah' batin Anes menatap iba pada sang Kaka


" kita duduk di sofa aja yuk mbak sini biar Ziera aku yang gendong " ucap Anes


Nita dan Anes pun duduk di sofa Anes yang mengelus-elus punggung Nita


" sabar ya ka " Anes mencoba tegar di hadapannya Nita karena di tau kalo dia nangis Nita pasti ngerasa makin terpuruk


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE , COMMEN DAN VOTE😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊