
Episode Terakhir
.
.
.
.
***Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan mampir di karya Author, semoga kalian suka dan jangan lupa untuk berikan rating serta like dan comment yang banyak yah guys.. 😍😍.
Happy Reading***...
Siapa yang sangka sosok Rendy lah yang bisa membuat Hani sedikit melupakan Bima, sejak saat Hani memberikan nomornya ia dan Rendy semakin akrab dan sering kontekan satu sama lain bahkan sesekali mereka pulang bersama hingga hang out bareng, Hani benar-benar bisa melupakan Bima ketika bersama Rendy, mungkin karena sikap Rendy yang tulus serta penyayang membuat Hani merasa nyaman bisa dekat dengan cowok itu.
Tak hanya sepulang sekolah saja mereka bersama, Saat jam istirahat pun Rendy selalu datang di kelas Hani sekedar meminta cewek itu untuk mengajarkannya pelajaran matematika, Beberapa teman kelas Hani sudah menganggap Hani sebagai Hani yang asli, Mereka mulai menerimanya kembali setelah Hani akrab dengan Rendy. Begitu pun dengan Tania dan Anna yang merasa bersalah karena telah menjauhi Hani hanya karena ia berbohong.
Hari itu ketika Rendy kembali datang di kelas 1-A, Hani melirik Bima yang tampak risih berada di kelas hingga dirinya beranjak pergi dengan wajah yang di tekuk, Hani tidak ingin memperdulikan nya lagi dan kembali fokus mengajarkan Rendy rumus matematika yang tidak di ketahui nya.
Sepulang sekolah lagi-lagi Rendy datang untuk mengajak Hani pulang bersama, Hari ini Rendy baru saja memiliki motor baru sehingga ia ingin mengajak Hani untuk mencobanya dan berkeliling Jakarta bersama.
Di parkiran, Keduanya bertemu dengan Bima yang baru saja mengeluarkan sepeda nya dari parkiran keduanya saling melempar pandangan hingga akhirnya Hani meminta Rendy untuk segera melaju. Bima hanya dapat melihat kepergian mereka dengan wajah dingin setelah itu mulai menaiki sepeda nya dan mengayuh sepeda nya dengan cepat.
\*
Hari minggu yang menyebalkan bagi Hani ketika dirinya tidak bisa melakukan apa-apa , Entah kenapa ia rindu sekolah dan beberapa teman-teman nya dan saat itu sosok Rendy tiba-tiba terbayang dan membuat Hani tersadar kemudian menggeleng pelan.
" Ada apa denganmu Han, Kamu nggak mungkin suka sama Rendy secepat itu. " Ucap Hani menepuk-nepuk pipinya.
Dering ponsel Hani tiba-tiba bergetar sehingga membuat gadis itu segera menyambar ponsel nya yang berada di atas meja, Melihat nama Rendy di layarnya membuat Hani langsung menjawab nya tanpa berpikir panjang.
" Halo Ren, ada apa ya nelpon? " Lontar Hani dengan pelan.
" Aku mau ngajak kamu nge-date hari ini, kamu bisa nggak ?" Jawab Rendy di seberang sana.
" Nge-date ? Kamu serius ngajak aku nge-date ?" Balas Hani.
" Aku serius, Ini aku udah ada di depan rumah kamu. " Hani sontak melompat dari tempat tidurnya menuju jendela dan melirik ke bawah, tampak sosok Rendy lengkap dengan pakaian sehari-hari tengah menunggunya di luar rumah.
" Kamu tunggu di bawah aku turun lima menit lagi. " Seru Hani segera mengakhiri percakapannya dan bergegas bersiap-siap.
Lima menit yang di katakan oleh Hani sama dengan dua puluh menit belum lagi ketika ia memilih pakaian yang tepat serta dandan yang cantik untuk kencannya hari ini, Hani tak tahu kenapa ia sampai lebay seperi ini untuk bisa pergi kencan bersama Rendy.
Kini Hani telah siap dan bergegas menemui Rendy di luar, Cowok itu tampak dengan sabar menunggu nya sambil duduk santai di atas motor dan ketika Hani datang ia pun langsung tersenyum senang, seperti yang di harapkan oleh Hani.
" Kita mau kemana? " Seru Hani tak sabar.
" Jalan-jalan, Naik aja dulu. " Lontar Rendy sambil menepuk jok belakang motornya
Hani pun bergegas untuk naik ke motor Rendy, Dan dalam hitungan ketiga cowok itu mulai menancap gas nya cukup kencang sehingga membuat Hani sepontan memeluk pinggang Rendy.
\*
Setelah berjalan-jalan cukup lama ke beberapa tempat seperti toko buku, Game Zone hingga yang terkahir sebuah taman yang menyajikan keindahan senja yang membuat siapa saja yang melihat nya akan merasa sangat bahagia. Rendy dan Hani duduk di sebuah kursi panjang sambil menatap langit jingga yang mulai gelap di makan hari.
" Apa ?" Tanya Hani penasaran melihat wajah Rendy yang seperti ingin mengatakan sesuatu.
" Jadi gini.., Selama ini aku deketin kamu tuh ada maksud nya, Jadi sebenarnya aku suka sama kamu, Kamu mau kan jadi pacar aku.? "
Mungkin terlalu dini Rendy mengatakan hal itu melihat respon Hani yang cukup terkejut sambil mengalihkan pandangannya, Hani cukup berpikir panjang hingga akhirnya memutuskan untuk menerima Rendy sebagai pacar nya.
" Iya.., Aku mau jadi pacar kamu. " Balas Hani mantap
" Apa-apa an itu..., Gue pikir lo bakal nolak karena si Bima ternyata lo cewek murahan juga. " Lontar Rendy yang tiba-tiba berubah di hadapan Hani.
Satu pukulan keras baru saja mendarat di wajah Rendy, cowok itu langsung tersungkur ke tanah sambil memegang pipinya yang terasa nyeri, Hani menatap cowok yang baru saja datang dan memukul Rendy dengan penuh amarah seketika tangis Hani pecah.
" Bima.. " Ucap Rendy berusaha bangkit.
" Apa maksud lo deketin Hani kalau ujung-ujungnya cuma mainin dia? " Sahut Bima tegas.
Rendy yang sudah bangkit kemudian membersihkan. Pakaian nya dengan menepuk pelan, Ia melirik Bima dengan senyum kecil setelah itu menatap geli ke arah Hani yang tengah menangis.
" Alasan gue simple aja, Gue deketin Hani biar bisa balas dendam sama lo, Tapi gue nggak tahu kalau akhirnya akan seperti ini..., Gue kira selama gue deket dengan Hani lo bakal cemburu ternyata kalian memang tidak memiliki rasa suka satu sama lain, Rugi dong gue selama ini deketin dia. " Ucap Bima seakan menyesal telah dekat dengan Hani selama ini.
" Lo bilang mau balas dendam ke gue ? Gue salah apa sama lo, bahkan gue baru kenal lo di SMA Mahadewa." Lontar Bima gagal paham
" Lo ingat Nancy kan, cewek yang dulu ngejar-ngejar lo dan akhirnya lo permainin gitu aja.., Nancy itu pacar gue sekarang tapi selama kita pacaran dia selalu aja bahas Bima.. Bima…Bima, buat gue muak tau nggak ! Setelah tau lo ada hubungan dengan Hani ya mau nggak mau gue harus balas dendam. " Jelas Rendy.
Kali ini tamparan keras lah yang mendarat di wajah Rendy, Bukan Bima yang melakukannya tetapi Hani. Cewek itu memperingati Rendy untuk tidak macam-macam lagi ke padanya hingga akhirnya Hani memutuskan untuk pergi di ikuti oleh Bima yang mempercepat langkahnya agar bisa menggapai tangan Hani.
" Han.. Tunggu dulu. " Ucap Bima yang berhasil menarik tangan Hani.
" Apa lagi sih, Kamu mau aku ngucapin makasih karena udah nolong aku, Iya? " Balas Hani menatap Bima dingin.
" Bukan itu. "
" Terus apa? Udah deh Bim, Kalo kamu nggak suka sama aku please jangan berbuat baik seperti ini, "
" Siapa bilang. ?"
Hani terdiam sambil mengerjap beberapa kali.
" Gue suka sama lo, dan kali ini gue nggak main-main. " Lanjut Bima kembali membuat tangis Hani pecah, Hani kembali teringat saat kejadian di Cafe waktu itu, jujur ia sangat sedih sampai membuatnya harus melupakan Bima.
" Aku suka sama kamu sejak kita pura-pura pacaran, Tapi karena aku masih trauma dengan kepergian ibuku aku memutuskan untuk tidak mengenal cewek dulu, Tapi siapa sangka kamu berhasil membuatku melawan trauma itu. " Bima bahkan mengubah bahasanya menjadi lebih sopan sehingga membuat Hani percaya dengan ucapan Bima kali ini.
" Gimana, Kamu mau kan pacaran beneran sama aku. " Lanjut Bima menatap Hani dengan serius.
" Aku mau. " Jawabnya singkat penuh semangat.
T. A. M. A. T
Salam Hangat Dari Pemeran Bima & Hani.