The way I love you

The way I love you
Part 16



Malam harinya semua murid di panggil untuk berkumpul bersama di sebuah lapangan luas yang dapat menampung dua kelas sekaligus, Terdapat api unggun yang besar di tengah-tengah lapangan serta telah tersedianya meja panjang yang telah di penuhi oleh barbeque yang lezat. Tak sedikit dari para murid menyantap makanan yang telah di siapkan beberapa bahkan asyik bersenda gurau, memainkan gitar dengan diiringi nyanyian merdu yang membuat malam itu terasa sangat menyenangkan.


Seseorang tiba-tiba bersorak untuk bermain truth or dare, Mereka yang ingin memainkannya pun bergegas membuat lingkaran besar, awalnya Hani tidak ingin bermain namun Tania dengan paksa menarik lengannya untuk duduk bersama. Hani melirik semua murid yang ingin bermain permainan itu dengan wajah cemas, Kemudian ia mencari sosok Bima yang entah berada di mana sejak semuanya berkumpul di lapangan.


Permainan pun di mulai dengan mengopor sebuah tongkat kecil diiringi musik di mana jika musik berhenti maka yang memegang tongkat lah yang akan di beri pertanyaan soal truth or dare tersebut, Hani berharap dirinya tidak mendapat bagian dan setelah lagu berhenti untungnya tongkat tersebut jatuh pada salah satu temannya yang lain.


" Truth or Dare.. " Begitulah semua pemain bersorak dan yang mendapat tongkat pun memilih Dare, Ketua kelas kemudian menyuruhnya untuk menari di tempat dengan eskpresi konyol.


Setelah dia melakukannya permainan pun di lanjutkan, Sesuatu yang tak terduga pun terjadi, Hani sial mendapatkan tongkat tersebut dan ketika semua orang berkata truth or dare dia pun memilih dare untuk mencari aman.


" Peraturan mengatakan kalau sebelumnya sudah dare berikutnya harus memilih truth. " Sahut Anna yang tiba-tiba membuat yang lain melongo.


" Emang iya? "


" Anna benar..., Jadi Hani harus memilih truth. " sambung seseorang yang membuat Hani tampak kebingungan.


" Oke kalau gitu aku pilih truth. " Lanjut Hani kemudian.


" Siapa nih yang mau bertanya sama Hani? " Seru Tania.


Semua tampak diam dan saling melirik satu sama lain, Tiba-tiba Anna bangkit dan menatap Hani dengan tatapan yang tidak dapat di mengerti oleh gadis itu.


" Kalau nggak ada yang mau bertanya, Biar gue aja. " Hani tiba-tiba merasa sulit bernafas entah kenapa tiba-tiba udara di sekitar situ amat terasa sangat dingin.


" Apa alasan lo selama ini bohong ke kita, soal bokap lo yang seorang pelaut.., dan semua yang lo ucapin selama ini ke kita? " Ucap Anna seketika membuat semua melongo mendengarnya.


" Maksud lo apa An ? " Tanya ketua kelas.


" Biar Hani yang jawab dulu. " Lanjut Anna


Hani menunduk ketakutan, ia tak bisa berpikir dengan jernih sekarang dan rasanya benar-benar tidak nyaman.


" Kok diem.? "


" Ayo Han di sanggah dong, kalau emang lo beneran nggak bohong. "


" Well guys, karena Hani nggak jawab artinya dia ini seorang penipu.., Selama ini dia menipu gue sama Tania biar bisa bergaul sama kita berdua. Dia bohong soal kosmetik kw dan soal pekerjaan orang tuanya.., Awalnya gue percaya sama dia tapi beberapa waktu terkahir kebetulan kakak gue sering pesan makanan di warung makan Honey, Gue tahu soal itu setelah Hani sendiri yang mengantar makanannya ke rumah, Gue nggak abis pikir aja kok bisa yah dia nipu sampai seperti itu. " Jelas Anna sukses membuat Hani semakin takut dan malu terlebih lagi ketika semua murid menatapnya seperti itu.


" Selama ini gue dan Anna diem aja bukan berarti kita nggak tahu, Kita cuma butuh waktu aja buat mengatakan semuanya. " Sambung Tania.


" Wah.. Gue nggak nyangka kalau si Hani itu tukang tipu. "


" Jangan-jangan selama ini nilainya Bagus karena dia suka nyontek? "


" Soal hubungan lo sama Bima jangan bilang palsu juga? "


" Waduh hebat banget si Hani bohongnya. "


Semua murid tampak nya tidak mau berhenti mengolok-olok Hani sehingga membuat gadis itu semakin malu hingga akhirnya berdiri dan meninggalkan lapangan, Semuanya berteriak mengatakan tukang tipu hingga membuat kelas lain menoleh heran termasuk Helen yang saat itu sudah tahu kalau hal ini pasti akan terjadi, Helen pun bangkit dan berusaha mengejar Hani.


 


\*


 


Gadis itu berusaha mencari ke beberapa tempat demi menemui sahabatnya yang saat ini sedang dalam keadaan tidak baik, Ketika ia tiba di pantai sosok yang tak asing baginya sedang duduk menghadap luasnya pantai dan tanpa basa basi lagi ia pun melanjutkan langkah nya dan segera menghampiri Hani.


Langkah Helen tiba-tiba terhenti ketika melihat seorang cowok menghampirinya, Helen ingat dengan wajah cowok itu di mana Hani pernah mengirimkan foto serta menceritakan soal pria yang tak lain adalah Bima.


Helen berbalik meninggalkan tempat itu dan membiarkan Bima yang menghibur Hani, Di samping itu Bima yang baru saja ikut duduk di sebelah Hani menyodorkan sebotol minuman kepadanya.



" Kenapa kamu di sini? Bukannya lebih baik menghindariku seperti sebelum nya. " Ucap Hani terdengar parau, Matanya tampak sembab dan tidak bersemangat seperti biasa


" Mereka sudah mengetahuinya? " Tanya Bima membuat Hani menoleh dengan wajah yang super sedih.


" Biarkan aku sendiri. " Balas Hani lirih


" Kau yakin ingin sendiri,? " Bima bangkit namun masih melirik Hani dan menunggu keputusan gadis itu.


Hani meraih tangan Bima dan menahannya untuk tidak pergi, Nyatanya ia menginginkan Bima untuk tetap tinggal dan menemaninya melampiaskan kesedihannya malam ini. Setelah Bima kembali duduk, Tangis Hani pecah ia menangis sejadi-jadinya dan Bima hanya dapat menghela nafas panjang kemudian mengusap punggung Hani.


" Jangan menangis, Hal itu tidak perlu di tangisi..., lo tau kalau kebohongan lo suatu saat pasti akan terbongkar.., Dan kesalahan nya ada di diri lo sendiri. "


" Iya aku salah, aku terlalu berambisi untuk menjadi populer dan sampai terus berbohong kepada mereka. "


" Sekarang karena mereka sudah tau siapa lo yang sebenarnya, Lo harus buktikan ke mereka kalau ternyata diri lo yang asli pun tidak kalah populernya saat lo bohong ke mereka. "


Hani tersentuh mendengar nasihat dari Bima yang membuatnya tiba-tiba kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.


" Nggak salah aku suka sama dia, Selain tampan dia memiliki sisi lembut yang baru di tampakkan sekarang. " Benak Hani mulai tersenyum manis.


Untuk menghibur Hani yang masih dalam keadaan down, Bima pun mengajaknya untuk berjalan-jalan di sekitar penginapan dan tanpa berpikir panjang lagi Hani pun langsung menerima ajakan dari Bima barusan.