
Orang itu tiba-tiba saja meninju Yu Sha. Dengan cepat Yu Sha memasang kuda-kuda bertahan.
"Huh...tak kusangka ada seorang pendekar disini. Siapa namamu, tuan pendekar."
Yu Sha tidak menjawab. Hanya satu tinjuan saja sudah membuat kedua lengannya bergetar. Yu Sha menyadari seberapa kuatnya orang yang berada di hadapannya ini.
"Maafkan diriku" orang itu menarik tangannya. "Dimana sopan santunku."
Yu Sha masih dalam posisi bertahan walau orang di hadapannya ini terlihat santai.
"Namaku Yaru! Gui Yaru! Perompak dari gunung selatan!"
Yu Sha dan Wei terkejut mendengarnya.
Perompak gunung selatan. Sebuah kelompok besar dimana kelompok ini selalu membuat masalah. Markas besar mereka berada di gunung selatan, gunung besar yang hanya dihuni oleh para perompak.
"Gui Yaru, apa kau ingin membuat masalah di desa kami."
Wei mulai berbicara. Di dalam pikirannya, masih ada tempat untuk bernegosiasi walau kecil kemungkinannya.
Gui Yaru menatap Wei serius. "Sebenarnya, kami kekurangan uang setelah berbulan-bulan berlayar di laut lepas..."
Wei menjadi curiga.
Gui Yaru tersenyum lebar. "Jadi aku dan bawahanku akan mencari budak untuk dijual."
Yu Sha tidak dapat menahan dirinya lagi. "Kau! Kau sialan! Apa kau pikir warga yang tinggal di desa kami adalah budak!"
Gui Yaru menatap tidak suka pada Yu Sha. "Manusia, kau terlalu banyak bicara."
Gui Yaru kembali memukul Yu Sha, tapi kali ini Yu Sha sudah mempersiapkannya. Sebuah gelombang besar muncul, membuat Wei yang berada di belakang Yu Sha terhempas kebelakang. Bahkan kapal yang yang mereka tempati sekarang bergoncang karena gelombang energi itu.
Gui Yaru melunturkan senyuman lebarnya. "Kau, kau berada di tingkat perunggu tingkat 7!"
"Hmph! Jangan remehkan aku!"
Yu Sha melawan. Dia tidak lagi memasang posisi bertahan, tapi memberikan pukulan demi pukulan di tubuh Gui Yaru.
Gui Yaru mundur beberapa langkah ketika menerima pukulan Yu Sha. Pukulan Yu Sha tidaklah main-main, setiap pukulan mengandung energi roh yang sangat besar.
Energi roh adalah energi yang berada di dalam tubuh manusia. Energi roh di setiap manusia berbeda-beda. Energi bisa menentukan jalan bagi para manusia.
Mereka bisa memilih untuk menjadi manusia atau pendekar. Untuk menjadi seorang pendekar, ada beberapa tingkatan.
Yang pertama adalah tingkat perunggu. Tingkat perunggu dibagi menjadi 8 tingkat. Jika ingin menjadi pendekar kelas perunggu tingkat satu harus memiliki energi roh sebesar 100. Perunggu tingkat dua 200 energi roh, perunggu tingkat tiga 300 energi roh begitu seterusnya.
Yang kedua adalah tingkat perak. Tingkat perak dibagi menjadi 5 tingkat. Lima tingkat ini adalah perak kuning, oren, merah, ungu, dan biru. Seorang pendekar akan menjadi tingkat perak jika pendekar bisa membuat energi rohnya berubah warna dari putih menjadi kuning. Perak kuning memiliki energi roh sebesar 1.000 energi roh, oren, 2.000 energi roh, merah 3.000 energi roh, dan seterusnya.
Yang ketiga adalah tingkat emas. Tingkat emas dibagi menjadi 3 tingkat. Yaitu emas putih, emas ungu, emas hitam. Seorang pendekar akan diakui sebagai tingkat emas putih jika memiliki energi roh sebesar 6.000 energi roh. Emas ungu 7.000 energi roh, emas hitam 10.000 energi roh.
Yang keempat adalah tingkat legenda. Tingkat legenda disebut dengan gerbang. Tingkat legenda memiliki tujuh gerbang. Gerbang pertama disebut gerbang kehidupan, gerbang kedua disebut Gerbang kebahagiaan, gerbang ketiga disebut gerbang kesedihan, gerbang keempat gerbang keputusasaan, gerbang kelima gerbang kesenangan, gerbang keenam gerbang kedustaan, dan gerbang ketujuh adalah gerbang kematian. Seorang pendekar akan dianggap sebagai pendekar tingkat legenda jika berhasil membuka gerbang kehidupan.
Yu Sha sekarang berada di tingkat perunggu tingkat tujuh. Berarti Yu Sha memiliki energi roh sebesar 700.
"Kekekeke....pendekar, kau terlalu meremehkan musuhmu."
Tiba-tiba saja Gui Yaru membalas. Gui yaru memberikan serangan kombinasi antara pukulan dan tendangan. Setiap pukulan dan tendangannya mengeluarkan energi roh yang lebih besar dari Yu Sha. Yu Sha kembali memasang posisi bertahan.
"Hahaha....! Mana serangan yang kau berikan padaku pendekar!"
Yu Sha tidak menjawab. Dia sibuk untuk menghindar dan bertahan. Pukulan dan tendangan Gui Yaru sangatlah cepat membuat Yu Sha kewalahan.
"Kau, kau berada di tingkat 6?"
Gui Yaru tersenyum mendengarnya. "Ya, aku berada di tingkat enam. Tak kusangka orang yang berada satu tingkat lebih tinggi dariku selemah ini!"
Satu pukulan mendarat di perut Yu Sha. Yu Sha yang menerimanya terhempas kebelakang. Yu Sha menabrak tiang kapal membuat Yu Sha jatuh berlutut sambil memegang perutnya. Segumpal darah Yu Sha muntahkan, Yu Sha terbatuk-batuk setelah itu.
Gui Yaru menghampiri Yu Sha. Dia menjambak rambut Yu Sha dengan kasar.
Tiba-tiba saja Yu Sha meludah pada wajah Gui Yaru. Ludah bewarna merah itu mengenai wajah Gui Yaru.
"Ma-makhluk rendahan!"
Gui Yaru menatap tajam Yu Sha. Wajahnya terlihat mencekam, terlihat dari wajahnya bahwa dia merasa sangat marah sekarang.
"Pendekar, aku tak tahu siapa namamu. Tapi...matilah."
BRAKK...!
Yu Sha tidak bergerak. Gui Yaru menghantamkan kepala Yu Sha pada lantai kayu kapal. Lantai kayu kapal itu langsung hancur hanya dengan menghantamkan kepala Yu Sha.
Merasa kurang, Gui Yaru kembali menjambak rambut Yu Sha, dia menarik tangan kanan Yu Sha.
"Sepertinya kau tidak perlu tangan ini."
KRAKK...
"ARGHH...!"
Sebuah teriakan pilu terdengar. Yu Sha berteriak dikarenakan tangan kanannya baru saja dipatahkan oleh Gui Yaru.
"Dimana desa tempat kalian tinggal."
Tidak ada yang menjawab. Mereka semua merasa takut dan terkejut. Saat ini mereka sangat sulit berbicara.
Gui Yaru menyentuh kaki kiri Yu Sha.
"Aku bertanya sekali lagi. Dimana tempat desa kalian tinggal."
"Ti-tidak akan kubiarkan kau menjadikan para warga menjadi budak!"
Gui Yaru menatap wajah Yu Sha. "Sebegitu gigihnya kau tidak ingin memberitahukannya. Apa kau memiliki istri dan anak?"
Yu Sha melebarkan bola matanya. Gui Yaru yang melihatnya tersenyum lebar.
"Ternyata kau memiliki istri dan juga anak. Tenang saja, aku akan menjaga istri dan anak-anakmu."
"Pergi kau ke neraka, ba*ingan!"
Gui Yaru semakin tersenyum lebar. "Jadi, dimana desa tempatmu tinggal. Jika kau tidak menjawabnya juga, masih banyak orang yang akan ku tanyakan sepertimu."
"Tidak sudi!"
Yu Sha menendang kepala Gui Yaru. Gui Yaru melepas jambakan Yu Sha, dia lebih memilih menghindar daripada bertahan. Dia merasakan tendangan yang akan dia terima akan berakibat fatal.
"Kau, apa yang kau lakukan?"
Gui Yaru menyentuk pelipisnya. Dia merasakan darah yang mengalir dari pelipis kanan-nya.
Yu Sha sambil memegang tangan kanan-ya yang baru saja di patahkan menatap tajam Gui Yaru.
"Gui Yaru, ayo kita pergi ke neraka bersama-sama."
Yu Sha merendahkan tubuhnya, kaki kirinya maju kedepan dan kaki kanannya ia tekuk.
"Tendangan Air mengalir teknik pertama."
Aura bewarna biru menguar dari tubuh Yu Sha. Tatapannya tajam membuat Gui Yaru merasakan sedikit rasa takut.
"Hei, hei, hei, apa yang kau lakukan pendekar."
"Tendangan air pecah!"
"Kuh!"