
“Izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama keluarga saya Bazooxa, dan nama saya John, yang saat ini adalah presiden Grup Bazooxa saat ini.”
John Bazooxa, Presiden Grup Bazooxa!
Ketika mendengar perkenalan John Bazooxa, tiba-tiba Gin Wijaya mengingat sesuatu berkaitan dengan Grup Bazooxa, bahwa memiliki setidaknya 20% saham di sana. Hei... rasanya sedikit dejavu! Lupakan!
Ya, saat itu proses transaksi telah diserahkan kepada Fatty Bryson Cow, karena Gin Wijaya lebih suka menunggu hasilnya. Setelah itu melupakannya!
Gin Wijaya memandang pria itu yang memiliki rasa atasan di matanya, namun jika dilihat dari dekat, hei, jejak kelelahan diwajahnya terlihat jelas, tetapi itu cukup tersembunyi dengan baik.
“Mr. Gin Wijaya, sudah kuduga anda tidak akan terkejut, karena anda pemilik saham terbesar kedua di Grup Bazooxa.” John Bazooxa menatap Gin Wijaya dengan wajah polos, kecuali sedikit perubahan di matanya, ketika di baru saja menyatakan identitasnya.
John Bazooxa tidak menyangka akan bertemu dengan pemegang saham terbesar kedua, yang tidak pernah datang ke perusahaan, dan yang dilebih-lebihkan telah menyelamatkan putrinya, Sarah Bazooxa. Keluarga Bazooxa memiliki saham terbesar urutan pertama sebesar 50%, yang kedua atas nama Gin Wijaya 20%, dan sisanya terbagi untuk orang-orang kecil yang tidak perlu disebutkan.
Sebenarnya hanya dengan 50% saham, Keluarga Bazooxa tidak dapat menjadi pemimpin Grup, menurut aturan harus lebih dari 50% saham. Sebagai pemegang saham terbesar kedua, Gin Wijaya langsung mengusulkan agar keluarga Bazooxa yang memimpin, dan pemilik saham kecil-kecilan lainnya hanya mengangguk setuju. Karena sulit menentang pemilik saham yang lebih besar dari milik mereka sendiri. Hei... Lupakan!
“Itu adalah kecelakaan kecil. Aku tidak menyangka bahwa putri dari Grup Bazooxa yang terkenal juga akan diculik.” Kata Gin Wijaya setengah bercanda.
Gin Wijaya sedikit bersimpati dengan... Sebelumnya, dia hanya tahu bahwa wanita itu adalah Sarah. Dia juga tidak menyangka bahwa Sarah akan menjadi putri dari Grup Bazooxa.
“Saya mendengar dari putri saya sendiri, saat berjalan di jalan, anda berusaha menghentikan putri saya, dan juga mengatakan kepadanya bahwa itu berbahaya, dan menyarankan putri saya segera pulang.” Kata John Bazooxa, sejak awal penasaran dengan hal ini.
“Saya sebenarnya sangat ingin tahu, kenapa dua orang yang tidak pernah berhubungan, anda tahu bahwa putri saya akan dalam bahaya."
“Mr. John, apakah anda ingin mendengar sebuah kebenaran atau kebohongan?” Gin Wijaya menanyakan dengan ekspresi main-main.
“Mr. Gin, tentu itu benar... “John Bazooxa belum menyelesaikannya, tetapi artinya sudah jelas.
Gin Wijaya langsung menyela: “Sebenarnya aku dapat meramalkan kemalangan orang lain, percaya atau tidak, itu terserah anda.”
Mendengar kata-kata Gin Wijaya,” Ramalan”, wajah John Bazooxa berkerut. Jelas tidak mempercayai hal-hal aneh seperti itu.
“Mr. Gin, pasti sedang bercanda, sepertinya kita tidak perlu melanjutkan. Terima kasih atas bantuan anda sebelumnya, di lain waktu saya akan bersulang dengan anda untuk beberapa cangkir. Nando, ayo pergi.” John Bazooxa berbalik, dan hendak memanggil pengawalnya untuk segera pergi.
“Tunggu sebentar.” Gin Wijaya tidak ingin tinggal di tempat ini juga:
“Aku tahu hal semacam ini akan terjadi, Mr. John mungkin tidak percaya apa yang aku katakan, namun aku memiliki cara untuk membuktikan bahwa apa yang aku katakan itu benar. Bisakah kamu membiarkan pengawalmu datang? Aku akan mengatakan beberapa patah padanya.”
Gin Wijaya berkata dengan misterius. Akhir-akhir ini merasa bosan, mungkin ada baiknya ikut campur dengan urusan orang lain.
John Bazooxa berhenti, mata sedikit kusut, namun dia masih berkata dengan sopan: “Baiklah, karena anda juga mitra keluarga kami, dan kami juga berutang banyak, Aku akan memberimu kesempatan!”
Segera memerintahkan pengawal yang kekar.
Dengan perintah bos, pengawal yang kekar itu berjalan ke arah Gin Wijaya.
“Kemarilah, dan dengarkan....” Kata Gin Wijaya misterius, berbisik di telinga pengawal yang kekar. Pengawal yang kekar sedikit mengeryit, dan....
Gin Wijaya juga menekankan pada akhir kalimat,: “Tolong ingat waktunya, dan jangan sampai membuat kesalahan.”
Pengawal yang kekar berdiri dengan canggung, mengerutkan keningnya, dan mau tidak mau menatap Gin Wijaya dengan mata penuh kecurigaan.
Pengawal yang kekar bergegas kembali ke John Bazooxa, dengan ekspresi yang sedikit aneh.
“Nando, apa yang Mr. Gin, katakan padamu?”
Suara Gin Wijaya terdengar setelah John Bazooxa bertanya.
“Mr. John, ada beberapa hal yang tidak berhasil. Aku berjanji kamu akan segera datang kepadaku.” Gin Wijaya tersenyum tidak berbahaya terhadap hewan, dan manusia.
*******
John Bazooxa menahan rasa ingin tahu di dalam hati yang terdalam, dan berjalan dengan Nando yang kekar untuk meninggalkan ruang interogasi. Ketika dia pergi, tidak lupa mengembalikan kunci kepada Komisaris.
“Mr. John, bagamana hasilnya?” Komisaris sedang merokok di luar, dan setelah melihat John Bazooxa keluar, dia segera menyapanya dengan senyum yang tidak membahayakan hewan dan manusia.
“Mr. Komisaris, saya benar-benar merepotkan anda. Masalah disini sudah berakhir.” Setelah John Bazooxa selesai berbicara, pergi berjalan ke luar.
Nando mengikuti sepanjang waktu, namun dirinya memiliki satu gerakan, yakni melihat arlojinya dari waktu ke waktu. Kata-kata Gin Wijaya sebelumnya masih bergema dibenaknya, membuatnya menjadi waspada.
Sedangkan John Bazooxa pergi jauh-jauh, hatinya yang terdalam sedikit kesal, bukan karena masalah bayi perempuannya.
Apa yang terjadi kali ini telah berhasil menyentuh intinya. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu, melakukan apa pun untuk mencapai tujuan mereka, kali ini untuknya Sarah terhindar.
Setelah kepergian John Bazooxa yang tidak sopan itu, Gin Wijaya juga keluar dari ruang interogasi, melihat Komisaris dan menyapa:
“Hei... Komisaris, lain kali jika aku berada di kantor polisi bisakah anda juga menyediakan air minum gratis yang kualitasnya telah diuji secara klinis terhindar dari racun, secara mendalam, untuk membasahi tenggorokanku.”
Wajah Komisaris menjadi gelap ketika berbalik melihat, dan tersenyum canggung mengabaikan ejekan:
“Ehem... Masalah itu, Benar-benar mohon maaf atas kecerobohan saya karena tidak dengan cepat mengetahui masalah ini, saya akan memarahi orang yang berlaku tidak adil kepada anda nantinya. Karena telah menyusahkan Mr. Gin Wijaya untuk berurusan... Mohon maafkan kami,... Hei... anda harus tahu sendiri menjadi Komisaris bukan hal yang mudah, banyak tekanan di mana-mana. Lain kali hal-hal yang sekarang ini terjadi, tidak akan terulang kembali...”
Menepuk-nepuk dadanya, bahwa yakinlah lain kali tidak akan.....
Gin Wijaya tersenyum ramah tidak membahayakan hewan, dan manusia: “Cut, aku ingin segera pulang, dan mandi. Aku tidak ingin mendengar keluhanmu yang membuatmu menyemprot kemana-mana, sampai jumpa lagi. Bye... Bye...”
Melambaikan tangan berjalan melewati Komisaris.
“Saya sungguh benar-benar minta maaf, saya harap anda tidak marah.”
“Jangan khawatir, aku dalam suasana hati yang baik kali ini, karena novel langgananku sudah update. Lupakan saja masalah hari ini, tetapi tidak untuk lain kali.”
Komisaris ingin mengirim, namun segera ditolak Gin Wijaya dengan alasan, pergilah dengan bisnismu sendiri. Namun juga merasa lega karena tidak membuat marah. Tahukah kamu bahkan para atasan bahkan tidak berani ceroboh saat berurusan Mr. Gin Wijaya. Semua ada sejarahnya!
Mendesah dalam hati: ‘Hei... punggungku benar-benar basah, mendapat teguran dari atasan hanya karena memiliki keberanian menahan Mr. Gin Wijaya. Kurasa nanti malam aku harus curhat dengan istriku, agar merasa lebih baik. Tidak ada yang lebih mengerti aku kecuali istriku. Sial karena kepanikanku, aku telah menghabiskan lima batang rokok, huh... uhuk... uhuk..’
*Tersedak saat merokok.
Hei tidak berdaya, Komisaris hanya mengangkat bahu, siapa yang berani memprovokasi orang yang seharusnya tidak dapat di provokasi, di kalangan atas yaitu pemerintah siapa yang tidak mengenal Mr. Gin Wijaya yang tidak membahayakan hewan, dan manusia. Itu hanya omong kosong, orang tersebut dapat memicu badai ,dan menenangkan badai pada tingkat nasional. Sebaiknya siapapun kalian jangan memprovokasinya, karena akan ada harga yang harus di bayar. Bisa digambarkan dia adalah harimau yang berjongkok, dan naga yang tersembunyi yang sebenarnya.