The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 9



Seseorang dari kegelapan yang ternyata adalah lelaki paruh baya dengan mata hitam itu pun keluar.


"Siapa kau?" Tanya Maria dengan nada was - was, akan tetapi dengan ekspresi yang tenang.


Lelaki itu tak menjawab, melainkan terus menatap Maria dengan pandangan mengerikan yang haus akan darah.


"Kutanya!...siapa kau kakek tua?! Apakah kau begitu bisu untuk menjawab nya.?" Tukas Maria dengan nada sinis nan dingin nya.


"..." Lagi - lagi lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Maria, melainkan mengeluarkan taring gigi nya yang siap menyantap Maria dari kejauhan layaknya monster.


Maria hanya diam ditempatnya, tak bergeming sedikit pun.


Kakek tua itu...seperti monster yang menyamar menjadi lelaki paruh baya.


Hening....


Tak lama kemudian warna mata kakek itu berubah menjadi merah darah dan siap menerjang Maria yang tak lagi memperdulikan nya dan malah asik dengan setumpuk mayat manusia.


Dilirik nya lelaki paruh baya yang berlari kearah nya, ia pun berlari menjauh sedikit dari tempatnya tadi dan merapalkan mantra penyerang nya.


"Ŕúśœŕ þĺòþò ýùķýò..." Cahaya terang menghiasi nya dan berjalan menyerang kakek tua yang seperti mayat hidup itu.


Tetapi itu tidak mempan, malahan ia berlari lebih cepat seperti orang gila yang kerasukan.


Maria pun berlari lagi dan mencari kondisi yang tepat untuk menyerang balik si kakek tua itu.


Berlari menjauh membuat Maria tak menyadari keberadaan nya berada dimana ia sekrang.


Sedangkan dibelakang nya kakek tua tadi masih mengejar nya dan menatap nya seperti mangsa.


Apa ia akan berakhir di sini?


Tidak.


Karena tak ingin berakhir disini, Maria pun mengeluarkan sihir andalan nya, yaitu sihir campuran penyerang nya dengan racun yang sengaja ia buat kemarin sebelum perjalanan nya kehutan larangan.


Bomm...


Bomm...


Bomm...


Karena goa nya tidak cukup kuat untuk menahan sihir milik Maria yang begitu kuat sehingga goa itu pun hancur berkeping - keping, bahkan ledakan yang dibuatnya bisa di dengar sampai keluar hutan larangan.


Selesai merapalkan sihir itu, kondisi Maria pun sekrang masih baik - baik saja. Hanya sebagian anggota tubuh nya yang terluka akibat pecahan batu goa yang sedikit tajam tersebut.


"Uhuk...uhuk..." Karena mengeluarkan mana yang terlalu banyak untuk sihir kombinasi tersebut, Maria akhirnya memutus kan mencari tempat aman terlebih dahulu.


......


Sekian lamanya berjalan, akhirnya ia pun menemukan tempat yang bagus untuk nya berlindung yaitu diatas pohon yang menjulang tinggi.


Dibuatnya sihir perlidung tingkat tinggi disekitar pohon.


Setelah dirasa cukup aman, ia pun memanjat pohon itu dengan gesit nya walaupun tubuhnya sudah sedikit terluka.


Sesampainya ia di atas pohon menjulang tinģgi itu.


Ia pun mendudukan dirinya di atas pohon dengan tenang dan menggunakan sihir healer untuk menyembuhkan luka kecil nya itu.


Fiuh...


Akhirnya selesai juga...


Saat sudah selesai mengobati tubuh nya yang terdapat luka kecil itu, ia pun melanjut kan perjalanan nya dan memasuki hutan lebih dalam lagi.


Beberapa saat kemudian...


'Tempat apa ini.?' Batin nya bertanya - tanya.


Brublup...


Brublup...


Brublup...


Air itu beruap seperti percobaan racun di dalam laboratorium.


Maria pun mengambil racun tersebut dengan sihir nya, dilihat nya dari dekat racun itu dengan teliti.


Setelah memastikan racun nya beberapa saat, ia pun langsung memasukan nya di cincin penyimpanan dan berjalan mengitari area hitam suram tersebut.


Beberapa pepohonan juga menumbuhkan tanaman beracun biasa, seperti jamur beracun yang berwarna hitam pekat dan masih banyak lagi tumbuhan yang berwarna hitam pekat lain nya.


'Bunga apa itu? Kenapa bersinar sekali?' Pikir Maria yang melihat sebuah bunga, yang mirip seperti teratai tetapi berwarna hitam keunguan sama seperti tempatnya berasal ini.


Berjalan ia mendekati bunga tersebut...


Hingga akhirnya ia pun sampai di hadapan bunga teratai hitam itu atau bisa disebut bunga mimpi buruk.


Di ingat nya dari buku yang pernah ia baca, bunga itu adalah bunga yang dapat membuat seseorang berhalusinasi tentang kejadian buruk yang pernah dialami nya, sama seperti sihir ilusi yang dapat membuat seseorang berhalusinasi akan tetapi perbedaan nya adalah bunga ini bisa mengganggu pikiran psikologis seseorng terganggu dan mati secara perlahan - lahan akibat racun mematikan yang dipunyai nya.


'Heh...sperti nya bunga ini sudah menemukan pemiliknya...' Batin Maria tertawa jahat yang sama halnya dengan iblis.


Ia pun mengambil bunga itu dengan sihir pengangkut nya lagi tanpa ragu - ragu dan pergi berlalu dari sana.


"Heh...sudah mengambil di wilayah ku, kau ingin kabur...?" Ucap seorang misterius yang tiba - tiba datang.


Siapa.


"Mimpi." Ucap seorang misterius yang ternyata adalah kakek tua di goa tadi.


Maria pun berbalik dengan santai dan melirik sekilas kakek tua tadi.


"Hihi...tak kusangka seorang kakek bau tanah seperti mu bisa berbicara juga..." Ledek Maria dengan nada sinis nan dingin nya.


Lelaki tua itu pun seketika naik pitam akibat sikap tidak sopan yang di tunjukan Maria.


"Kamu...!!" Geram si kakek tua.


"Apa.?" Ucap Maria santai.


"Ckck...jangan harap untuk keluar dari sini hidup - hidup. Anak - anak ku habisi gadis jalang tak tahu diri ini yang berani memasuki dan mencuri di wilayah kita...!!" Seru si kakek tua dengan nada tidak enak di dengar.


Tak lama kemudian...


Kolam racun yang Maria lihat tadi, mengeluarkan seorang monster sama seperti si kakek tua cuman ini lebih mengerikan.


Lihat lah, tubuh yang berlubang akibat jahitan dan fisik nya...iuh...menjijikan.


Maria hanya menatap datar kerumunan monster yang keluar dari sana.


'Sial.!!' Umpat Maria dari dalam hati.


———


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya...


Terima kasih...


See You The Next Time...♡♡