The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 10



Maria pun diserang oleh monster suruhan tua bangka itu...


Sedangkan tua bangka itu duduk di atas batu menyilangkan kaki nya sambil meminum minuman yang entah apa itu.


"Hahaha...cepat habisi jalang itu, aku sudah tak sabar ingin mencicipi daging nya." Ucap tua bangka itu tertawa renyah dengan wajah psikopat nya.


"Cih..." Decih Maria kesal.


Maria memilih untuk melawan para monster itu daripada kabur seperti pengecut.


Diangkat pedang berwarna biru krystal nya dan dengan gesit menebas kepala monster itu satu persatu.


Akan tetapi, semakin ia tebas mereka malah semakin berevolusi menjadi banyak.


....


Setelah beberapa lama nya ia bertarung menggunakan pedang krystal nya, Maria memutuskan untuk menggunakan sihir nya sekali lagi walaupun mana nya belum pulih sepenuh nya.


"Đèjûø ķàèřîňõì..." Maria pun meluncurkan sihir bola apinya agar membakar mereka semua.


Buar...


Buar...


Tembakan demi tembakan dekenai nya tepat sasaran, akan tetapi setelah asap nya pudar sepertinya sihir bola api Maria tidak berguna.


Malahan sebalik nya, ternyata sihir Maria malah di serap oleh monster - monster ciptaan si tua bangka.


"Hahahaha...anak muda...anak muda...masih terlalu bau kencur untuk melawan ku. Hahaha..." Ketus nya dengan smirk iblis nya, akan tetapi itu tak membuat Maria takut dengan nya.


Maria yang mendegar itu pun menjadi jengkel nan sebal kepada si tua bangka.


"Tak menyadar diri kah engkau, wahai engkau tua bangka yang bau tanah... yang berani nya melawan anak kecil bau kencur seperti ku ini..." Sindir Maria sambil menebas para monster.


"Kurang ajar...seperti nya kau memang sudah mau mati...dasar jalang.!!" Marah si tua bangka.


Karena marah ia pun mengeluarkan satu monster besar seprti raksasa dari kolam racun itu lagi.


"Ckck..." Kesal Maria.


Maria pun tak kehabisan ide untuk mencari kelemahan si tua bangka agar monster - monster ini cepat musnah.


Ia pun memperhatikan cara si tua bangka itu bertindak...


Aha...!!


Sesudah ia memperhatikan nya dengan seksama, akhirnya ia pun menemukan kelemahan para monster itu, yang ternyata adalah si tua bangka sang pengendali nya.


Di perhatikan si tua bangka sambil berpura - pura menyerang dan menebas, padahal matanya mengarah kepada si tua bangka.


Di temui nya sebuah benang mana, yang digunakan dalam penggunaan sihir hitam. Salah satunya adalah sihir boneka.


Ya, sihir boneka adalah salah satu sihir hitam tingkat dua. Yang dimana pengguna nya akan mengendalikan manusia yang sudah mati atau yang mereka sebut boneka Furu dengan benang mana yang berfungsi sebagai prantara antar si pengendali dan si boneka itu sendiri.


'Sungguh tua bangka ini sudah gila sekali...sudah berapa banyak manusia yang ia bunuh? Ckckck...' Pikir Maria setengah marah.


Meskipun Maria juga salah satu manusia yang haus akan darah, akan tetapi ia tak akan melampiaskan hasrat darah nya itu kepada orang yang tidak bersalah.


Ia hanya akan membunuh orang yang menurut pantas untuk dibunuh atau juga melampiaskan nya kepada manusia yang sudah mati ( Mayat ) seperti tadi.


Maria pun berusaha mencari celah agar dapat menggunakan sihir berpindah tempat nya dan memukul muka si tua bangka itu dari dekat, kalau perlu sampai babak belur.


Setelah mengalahkan para monster itu hingga mundur kebelakang, Maria menggunakan kesempatan itu untuk menggunakan sihir teleportasi ke depan muka si tua bangka itu.


"Hiat..."


Buak...


Tak cukup sampai tua bangka itu jatuh, Maria yang pernah belajar bela diri seperti tinju pun mencombo nya dengan menendang nya sekeras mungkin.


Buak...


Sekali lagi!!..


Buak...


Lagi...


Buak...


Buam...


Bam....


"Akh..." Darah segar keluar dari mulut si kakek tua bangka itu hingga tersungkur ke tanah.


"Uhuk...uhuk...uhuk..." Rintih si tua bangka menahan sakit di titik - titik fital nya yang ditinju dan di tendang oleh Maria.


"Menyerah? Mati? Bagaimana?..." Ucap Maria dengan senyum psikopat nya sambil di arahkan pedang krystal ny kepada si tua bangka yang masih kesakitan


"Ber...berhen ...ti...ampun..." Ujar nya dengan memelas.


Maria tak tunggu lama dengan iblis tua itu langsung menancap kan pedang krystal nya ke jantung tua bangka itu.


"Akh..." Rintih nya.


"Kau sudah kalah tua..." Ucap Maria yang diakhiri dengan sebuah ejekan.


Lalu entah apa yang merasuki si tua bangka itu yang tiba - tiba tersnyum sediri.


"Uhuk....ahhahaha..." Tawa gilanya.


"Ternyata kau sama kejam nya dengan dulu nak...baguslah, aku memang tak salah, kau memang adalah cucuku..." Ucap nya sambil tersnyum tulus.


"Cucu mu tua bangka?" Ucap Maria dengan bingung setengah kesal.


"Ya...ternyata benar kau adalah reinkarnasi nya... Selamat datang kembali cucuku...Maria O'Lazee Ra Qee..." Ucap nya tersenyum bahagia.


Begitu pun dengan warna matanya yang berubah menjadi warna merah sayu...


'Apa maksudnya...?' Pikir Maria.


———


Bersambung...


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya guys ~..


Thank You...


And See You The Next Episode...~


Bye...