The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 17



...Happy Reading.....


.


.


.


.


.


Langit bergemuruh, meneteskan air hujan yang begitu deras.


Sama seperti seorang gadis yang tengah panik di dalam penginapan nya itu.


Ya. Siapa lagi kalau bukan Maria.


Mengingat hari dimana ia meninggalkan bibi dan adiknya, masing terngiang - ngiang di istana memori ingatannya.


Mencoba tidur dan menutup matanya agar bisa tertutup. Akan tetapi, matanya tetap saja kembali terbuka lebar.


Karena tak bisa tidur pun Maria memilih untuk bangun dan duduk di bangku bernuansa kuno itu dengan tenang sambil membuka buku kuno yang diberikan kakeknya sebelum ia meninggalkan kakeknya seorang diri.


Yah...


Bukan tanpa alasa dirinya pergi ke kerajaan ini. Niatnya mencari sekutu dan menghancurkan hama pengganggu yang sedang bersarang di istana indahnya.


Entah mengapa, kerajaan ini lah yang ia pilih karena lumayan dekat dengan keluar nya ia dari hutan terlarang yang ditempati kakeknya itu.


_____


Pagi hari...


Suasana pagi menyambut, matahari mulai menunjukan dirinya malu - malu ke arah langit berwarna biru.


Lain halnya dengan Maria yang sedang meracik beberapa obat dan racun yang pasting dibutuhkan nya saat negosiasi nanti.


Pusat Kota.


Terlihat kerumunan manusia yang sedang berdesakan untuk mengetahui rumor yang baru saja disebarkan oleh istana.


Ya.


Rumor tentang ratu kerajaan Esither telah tersebar, sehingga mengakibatkan seluruh tabib terkenal mengikuti kompetisi tersebut agar mendapat kan hadiah yang berupa 1000 permata Ruby juga istana kecil di sebelah selatan.


Hadiah yang tak main - main itu pun membuat para tabib bergelar bangsawan itu tergiur.


Sedangkan Maria yang saat ini sedang membeli roti di kedai kecil pun terkejut mendengar kabar tersebut.


Wah...


Maria yang mendengar kabar tersebut pun tersenyum tipis dan langsung pergi dari sana setelah membayar roti yang ia pesan tadi.


Istana Utama Esither.


Para penjaga sedang sibuk untuk mengeksekusi tabib - tabib palsu yang datang kemari hanya untuk membuang waktu.


Saat sedang menuliskan beberapa berkas, prajurit yang bertugas sebagai repsesionis itu pun tak menyadari bahwa Maria yang memakai tudung sihir kebanggaannya sudah berada tepat di hadapan prajurit itu.


"Saya ingin daftar." Ucap Maria dingin.


Sedangkan si prajuit yang melayani bagian pendaftaran pun terkejut dengan aura kekosongan dan seram ini.


Prajurit itu pun memaksakan agar ia menatap Maria dengan sekuat tenaga, walupun keringat di pelipis nya sudah berceceran ketakutan.


Glek!


Menghirup udara secara rakus, mata itu...


Terlihat gelap dan hampa! Hanya kekosongan yang berada dalam lautan hampa netra itu.


Penjaga pendaftaran yang sudah ketakutan itu, merasa bahwa gadis yang dihadapan nya ini bukan seorang yang biasa pun langsung mengantarkan nya ke kamar ratu agar aura yang hampir mencekik mati nya itu cepat hilang.


"No-na..si-silahkan." Ucap prajurit itu gugup.


Baru saja pintu terbuka dan memperlihatkan orang - orang yang sedang menunggu di dalam.


Yah...


Disana terlihat seorang wanita tua yang terlihat awet muda tertidur cantik di atas kasur queenzinya dengan ketiga laki - laki yang mungkin anaknya itu atau bisa kita sebut para pangeran juga sang raja yang sedang menyemangati ratu dengan memegang tangannya.


Dan Yap. Salah satunya adalah lelaki yang selalu mengganggu Maria.


Siapa lagi kalau bukan...


"Ria!" Pekik laki - laki itu lalu berlari dan mendekap Maria dengan erat.


Huft...


Sudah Maria duga tidak akan semudah itu menghindari orang yang mempunyai status besar ini.


_____


Bersambung...


Jangan Lupa, Like, Komen, Dan Votenya ya guys.


Papay<( ̄︶ ̄)>