
Kini waktu nya makan malam, Maria pun ke rostoran dekat tempat penginapan nya, bersama lelaki itu yang mengekorinya sampai sekarang.
Ia pun duduk dengan tenang tanpa memperdulikan lelaki berambut bitu yang mengikuti nya.
"Permisi...nona, tuan. Ingin pesan apa?" Tanya Pelayan dengan sikap perfesional nya.
"Steak dan strawberry...kau ingin pesan apa?" Ucap Maria yang seperti nya msih peduli dengan pria berambut biru muda itu.
'E...eh...dia...peduli padaku..." Batin nya merasa senang.
"Cepatlah." Ucap Maria sedikit teriak.
Karena lelaki berambut biru itu seperti nya sedang melamun kan sesuatu...
"Ah...iya, aku pesan yang sama saja." Ucapmya tiba - tiba dengan gugup.
Pada akhirnya pelayan pun pergi meninggal kan mereka berdua yang sedang menunggu di meja makan.
"Ehem...kalau boleh tau...namamu siapa.?" Ucap lelaki berambut biru muda itu dengan gugup.
Sedangkan Maria hanya menlihat nya sekilas lalu beralih ke arah lain.
'Akh...kenapa mengajak nya berkenalan susah sekali...' Batinnya merasa terabaikan.
"Maria." Ucap Maria singkat and padat.
"Eh...oh...nama yang indah..." Puji nya masih memerah malu.
"Namamu?" Tanya balik Maria.
"Aku...Racheel...ya...racheel." Ucap nya berbohong.
Maria yang sebenarnya sudah tahu hanya diam saja dan mengabaikan nya lagi...
Suasana saat menunggu pun menjadi hening seketika...
Pangeran Blosstom itu masih tamoak malu, lihatlah kedua rona merah dipipi nya saat mengetahui nama Maria.
Maria hanya menatap semua orang dengan dingin nan cuek..
Sampai akhirnya makanan yang dipesan pun sudah datang.
"Nona...ini daging steak yang anda pesan..." Ucap pelayan itu dengan ramah dan sopan.
"..." Maria tidak menjawab dan hanya menyerahkan sekantong emas kepada pelayan itu.
"Pergilah.." Ucap nya singkat setelah memberikan sekantong koin emas itu.
"Ini...terima kasih nona..." Ucap pelayan itu gugup tetapi sekaligus juga merasa senang.
Maria pun menyantap makanan nya lebih dulu karena sudah lapar, sedangkan lelaki berambut biru yang bernama Racheel itu hanya diam memperhatikan wajah cantik Maria yang sedang makan.
'Cantiknya...' Batin nya bahagia.
Acara makan malam itu pun berlanjut sampai selesai...
Setelah selesai makan, Maria dan pria berambut biru itu pun keluar dari restoran.
Maria yang lebih dulu berjalan di depan pun menghiraukan lelaki yang berada di belakang ia.
Sebuah bayangan hitam melesat kearah lelaki berambut biru muda itu, yang disadari oleh Maria yang memiliki pandangan tajam.
"Maaf tuan...seperti nya kita harus krmbali ke kerajaan." Ucap penjaga bayangan itu, yang diangguki oleh pria yang sedari tadi mengikuti Maria.
Huft...
'Huft...sudahlah Maria, lain kali saja...' Batin Maria.
Ia pun masuk kedalam kamar penginapan nya dan mengunci pintu.
Sebenarnya ia ingin mengajak pria itu untuk ke hutan larangan bersama nya, tetapi...
Akh...sudahlah...
Good Night!...
———
Di istana atau lebih tepatnya di penjara bawah tanah terdapat wanita cantik yang memakai pakaian sederhana dan juga ada wanita yang duduk sambil membawa pecutan yang panjang.
Pasti sangat menyakitkan dipecut oleh pecutan seperti itu?
Tentu saja...
"Cepat...katakan dimana token itu berada?..." Ucap wanita dengan dandanan menor yang dihiasi makhota ratu dikepala nya.
"Heh...sampai mati pun, aku tak akan memberitahumu. Dasar rubah gila." Ucap wanita cantik yang berpakaian sederhana, yang tak lain dan tak bukan adalah Bibi Cillin.
"Berani sekali kau! Pelayan rendahan yang tidak tahu malu...!" Ucap nya murka.
Plak...
Bibi Cillin yang ditampar oleh ibu tiri nya Maria hanya diam saja...
Toh...tangan dan kaki nya saja dirantai seperti seorang penjahat.
"Aku katakan sekali lagi...dimana token itu?" Ucap nya dengan nada yang terdengar memaksa.
"Aku yang tidak tahu diri, lalu kamu apa?." Ketus Bibi Cillin.
Plak...
Ctar...
Penyiksaan itu terus berlanjut, sampai malam hari...
"Pikirkan ulang itu.!! Kalau keputusan mu masih sama saja, bersiap lah kepala mu akan terputus dari tubuhmu.!" Ucap nya dengan tawa kejam dan langsung pergi meninggal kan Bibi Cillin yang sudah mengeluarkan banyak darah yang berceceran di lantai.
'Ria...'
————
Bersambung...
Hai...hai...kembali lagi di Author heboh...
Bagaimana kabarnya para readers tercinta? Semoga pada sehat ya...Amin!!
Khusus minggu ini author upnya gak menentu yah guys...
Soalmya kalau tangan ini kebablasan nulis, jadi bisa up banyak deh guys...😅😅
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya...
See You...♡♡