
_______________
ππππππ
Melihat mu dari jauh saja sudah membuat hatiku tenang, akan tetapi bisakah aku melihatmu bahagia bersama dengan diri nya?!
Rasanya hati sesak dan kesal mendengar nya...
Tetapi bila kau mengnginkan itu, apa dayaku untuk merubah keinginan mu.
Walaupun sakit kurasakan saat melihat mu bersama nya, bila melihatmu bahagia dengam nya dan tersenyum kepada nya aku rela...
Biarkan hati ini sakit, sesak, dan marah...
Asalkan kau bahagia, aku tak apa.
ππππππ
______________
1 Tahun kemudian...
Maria P.O.V
Selama setahun ini, aku terus berlatih bersama kakek untuk menguasai kekuatan iblis yang berada dalam diriku.
Tak hanya itu, aku juga sudah meningkatkan ilmu berpedang, bela diri dengan tangan kosong, memanah, dan sihir ku tentunya.
Kadang...aku juga masih memikir kan tentang masa laluku, keluarga ku...dan bibi juga adik ku yang berada dirumah.
Huft...andai saja aku bisa kesana lagi...aku ingin, tetapi aku berjanji kepada diriku sendiri sebelum pergi ke hutan larangan untuk tidak akan kembali sebelum berhasil mendapat kan kekuatan dan membalaskan dendam pada rubah busuk itu.
Hah...hari - hari yang kulalui bersama si kakek dihutan ini juga cukup menyenangkan.
Kadang kami membuat racun mematikan bersama dan lain - lain...
Huh...tak terasa sudah setahun aku berada dalam hutan larangan ini.
Seperti nya ini waktu yang tepat untuk keluar dari hutan ini, akan tetapi aku akan membawa kakek untuk ikut pergi bersama ku, daripada ia menua disini tanpa cahaya. Ya kan...??
Maria P.O.V End.
Kembali kepada pov author heboh...
Maria yang saat ini sedang melamun diatas bebatuan aliran sungai yang berada tak jauh dari goa pun berdiri dan mengambil nafas dalam - dalam sambil menghebuskan nafas kasar nya.
Tak terasa tahun ini sudah hampir turun salju...
Dikatakan bila salju turun, seseorang yang mengucapkan permintaan akan terkabul.
Entah kenapa setiap perturunan musim saljut seluruh rakyat dari kerajaan pasti akan mengadakan acara berburu atau festival lampion setiap tahun nya.
....
Hari menjelang malam, Maria pun memutuskan untuk kembali ke dalam goa tempat tinggal ia dengan kakek nya.
Akan tetapi, diperjalanan pulang dilihatnya seorang lelaki bersurai ungu dengan netra emasnya sedang dalam keadaa berdarah - darah dan terduduk lemas di sebuah batang pohon sebagai sandaran tubuhnya yang sudah terkulai lemas.
Maria yang melihat itu pun tampak acuh saja, akan tetapi sebagai manusia. Ia juga masih memiliki rasa iba walaupun dalam dirinya tak ada niatan untuk menolong.
Karena merasa sedikit iba, ia pun berjalan kearah pemuda yang sudah memejam kan matanya. Berniat untuk menyembuhkan nya dan langsung pergi tanpa membuang waktu nya lagi.
Sesampainya ia disana, mungkin...pemuda itu tak menyadari keberadaan nya sehingga Maria akhirnya berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan pemuda yang sedang duduk di tanah.
Ia pun mulai mengeluarkan sihir healer nya untuk mengobati pemuda itu tanpa menunggu lama.
....
Huft...
Setelah lamanya ia mengobati pemuda itu dengan healernya, akhirnya selesai juga.
Ia pun bangkit berdiri setelah urusan nya selesai. Akan tetapi...
"Tunggu..." Ucap pemuda itu dengan nada rendah.
"Hm...ada apa?" Ucap Maria dingin sambil menatap netra emas sang pemuda.
"Em...terima kasih telah menolongku..." Ucap pemuda itu malu - malu.
Akan tetapi, pergelangan tangan nya ditahan lagi oleh sang pemuda.
"Bi-...bisakah...kau merawat ku sebentar lagi, aku takut akan langit malam apalagi tempat yang gelap." Ujar pemuda itu dengan nada lemahnya.
"Hm...ma..." Sebelum Maria menyelesaikan penolakan nya pun pemuda itu segera memotong nya.
"Kumohon...aku tau, kau adalah orang baik. Jadi tolong temani aku sampai hari menjelang siang ya..." Ucap pemuda itu dengan mata puppy eyes nya.
Maria yang diminta pun akhirnya menyerah, daripada pemuda itu bergerak dan mengeluarkan banyak darah...yang ada, sia - sia mana sihirnya healer nya tadi.
"Baiklah..." Putus Maria dengan tenang nya langsung duduk disamping pemuda itu dan mengeluarkan ranting kayu yang berada di ruang penyimpanan nya dan membakarnya dengan sihir apinya.
Pemuda yang melihat itu hanya diam saja sambil memperhatikan wajah cantik Maria yang sedikit tertutup tudung jubahnya serta rambutnya yang diurai, menambah kesan misterius dalam dirinya.
"Em...tidurlah." Tutur Maria sambil sibuk membaca buku yang entah kapan sudah berada di dalam genggaman nya.
"Baiklah. Terima kasih..." Ucap pemuda bersurai ungu itu disertai dengan senyum tipis misteriusnya.
.....
Matahari pun menggantikan bulan, diatas langit matahari pun mulai memancarkan sinarnya.
Di bawah pohon itu, Maria yang tanpa sadar ikut tertidur dengan lelaki yang baru ditemui nya malam tadi.
Pemuda bersurai ungu yang bersandar dipundak Maria semalaman pun terusik dengan sinar matahari yang mengenai wajahnya pun langsung terbangun dari tidurnya.
Dilihatnya Maria yang yang sedang tertidur dengan buku sihir diwajahnya.
Disingkirkan nya buku itu dari wajah cantik Maria, sehingga wajah cantik, bibir tipis merah muda, serta hidung mancung yang terkena sinar matahari itu membuatnya terpesona akan kecantikan yang dimiliki Maria.
Tanpa sadar dirinya terhipnotis dan mendekatkan diri hingga jarak diatara mereka tinggal beberapa sentimeter saja.
Maria yang memang sedari tadi sudah terbangun dan hanya memejamkan matanya pun menendang pemuda itu hingga terpental jauh darinya
Netra merahnya langsung terbuka lebar dan langsung berdiri tegak. Ia mentap sang pemuda dengan tatapan membunuhnya na tajam.
"Uhk...Uhuk....uhuk..."
Pemuda bersurai ungun yang melihat itu pun bangun dari jatuhnya bernia untuk berjalan dengan tertatih - tatih.
Maria yang melihat itu dari jarak yang cukup jauh pun hanya diam dan membalikan badan nya berniat untuk pergi.
"Tunggu...maafkan atas kelancangan ku tadi." Ucap pemuda bersurai ungu itu dengan memegang perutnya yang tadi ditendang oleh Maria.
"..." Maria hanya diam dan berbalik menatap nya sekilas lalu berlalu lagi.
Pemuda bernetra emas itu pun mengejarnya, walaupun perutnya masih sakit akibat ulahnya sendiri.
"Uhk...kalau boleh tau siapa nama mu." Ucap Pemuda itu seraya berjalan untuk mensajejerkan posisi mereka.
Maria pun menatap lelaki itu masih dengan tatapan kosong nya dan berjalan pergi.
"Maria. Dan berhenti mengikuti ku atau tidak..." Ucap Maria yang masih berjalan lalu membalikan tubuh nya dan menatap tajam lelaki bersurai ungu itu.
"Mati." Satu kata yant keluar dari bibir Maria membuat lelaki itu merinding seketika.
Maria pun melanjutkan jalan nya yang tanpa hambatan itu kembali menuju goa dan meninggalkan lelaki tadi yang masih termenung dengan apa yang terjadi semalam juga tadi.
"Hm...sebelum nya aku tak pernah senyaman ini dengan seorang perempuan." Ucapnya kecil sambil memandangi giok Maria yang tertinggal tadi.
"Hah...gadis kecil nan dingin yang menarik, tunggu aku kembali. Kita pasti akan bertemu lagi..." Ucapnya senang dan kembali mengingat wajah perempuan cantik yang baru ia lihat tadi dengan senyam senyum sendiri.
( "Seperti orang gila...!!!, huh...mending mikirin author heboh. Ya ga para readers..." Author hebohππ )
βββ
Bersambung...
Hai....hai...author comeback...
Semoga suka ya para readers author yang ternyata masih sedikit...
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya guys....
Terima kasih.
See You Later...β‘β‘