The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 3



Malam yang panjang pun berganti menjadi pagi hari...


Maria yang tidur dengan adiknya pun mulai membuka matanya perlahan - lahan menyesuai kan cahaya matahari yang masuk ke mata nya.


Ia pun duduk di kasur nya dan mengusap - usap matanya berusaha menetralkan pandangan nya yang masih buram.


Dilihatnya adik kecil nya yang masih tertidur lelap disebelah nya, bagaikan bidadari kecil yang sedang tertidur pulas.


"Tidur lah yang nyenyak..." Ucap Maria mengecup dahi adiknya dan berlalu pergi kekamar mandi.


....


Beberapa saat kemudian...


Maria kini sudah selesai mandi juga berpakaian, ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat adiknya sudah bangun sambil mengusap lucu matanya dengan tangan kecil nya itu.


Sang kakak yang melihat itu hanya tersenyum hangat melihat adik kecil nya itu.


"Kakak..." Ucap nya sambil mengangkat kepalanya untuk melihat Maria yang jauh lebih tinggi di atasnya.


"Hm?... Kenapa?" Tanya Maria sambil mengusap rambut coklat keemasan adik kecilnya.


"Tidak...kakak sudah bangun?" Tanya Agnes dengan suara lucu nya.


"Ya, tentu saja." Ucap Maria, dengan gemas mencubit pipi tembam adiknya.


"Hehehe...hanya bertanya saja kak." Ucalnya sambil menyengir kuda.


Maria hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kelakuan lucu adik nakal nya itu.


β€”β€”β€”


Di suatu tempat, yang tak diketahui oleh orang - orang.


Seorang laki - laki berambut hitam, tengah memegang foto seorang perempuan cantik berambut putih sambari tersenyum


"Rey...tolong cari tahu tentang dia lebih dalam lagi..." Ucap lelaki bersurai hitam itu.


"Baik tuan, hamba mohon undur diri." Ucap pria berambut ungu, yang diketahui bernama Reyhan.


Setelah Reyhan selesai memberi penghormatan kepada lelaki berambut hitam, yang seperti nya adalah tuannya.


Ia pun pergi untuk mencari informasi lebih lanjut tentang gadis dalam foto itu, yang ternyata adalah Maria Weizia O'sero, puteri kerajaan Milan yang tidak di inginkan oleh para rakyat Kerajaan Milan.


'Ternyata, seorang puteri yang dibuang ya...hm...tunggu aku gadis kecil.' Batin nya tersenyum, yang menurut orang - orang adalah senyuman mematikan untuk para perempuan pencinta pria tamvanπŸ˜…πŸ€«.


β€”β€”β€”


Maria saat ini tengah berada di pasar bersama Bibi Cillin dan adik kecilnya itu.


Ia mengitari pasar sedari tadi untuk mencari kebutuhan pokok lainnnya.


Eits...jangan salah...walaupun diusir, Maria yang jenius itu sudah mengopong kan setengah harta ayahnya terlebih dahulu atau lebih tepatnya pemberian ayahnya itu ( Warisan ).


"Apakah sudah semua bi?" Tanya Maria yang membawa barang belanjaan yang sudah dibeli.


"Belum nona, kita harus membeli buah strawberry. Nona kecil sangat menyukai saat memakan buah strawberry, benarkan nona kecil.?" Ucap Bibi Cillin sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Benar kak." Ucap adik kecil Maria, polos tanpa dosa.


Maria hanya tersenyum sambil menggeleng - geleng kan kepalanya, melihat tingkah laku kedua nya.


Hatinya menghangat merasakan kebahagiaan tiada tara saat ini.


Mereka pun akhirnya berbelanja sampai hari menjelang petang...


"Huh...kurasa ini sudah cukup bi..." Ucap Maria dengan wajah capek nya.


Jelas saja, ia sekarang sedang membawa banyak barang belanjaan kedua orang tersebut, sedangkan dirinya tidak membeli apa - apa.


"Baik...aio kica puyang, pacsti paman cudah menyunggu di yumah..." Ucap adik kecil Maria dengan tampang imutnya.


Bibi Cillin pun menggendong Agnes yang masih kecil dan membiarkan Maria dibelakang nya seperti pengawal hebat.


Maria hanya mendengus kasar dan membuang nafasnya, tanda ia harus bersabar dengan kelakuan kedua orang gila shopping itu.


....


Malam hari...


Maria P.O.V


Setelah selesai berbelanja dipasar, aku pun berjalan menuju kamarku...


Dikamar ku...


Aku merebahkan diri di kasur empuk nan nyaman itu.


Aku juga sudah berfikir, besok adalah hari yang tepat untuk memberitahu mereka tentang rencana ku ini.


Bahwa aku akan pergi untuk menjelajah...


Huft...


Aku tahu ini sangat berat bagi mereka juga untuk ku, tapi mau bagaimana lagi...


Aku juga harus menyelesai kan pengembaraan ku untuk menjadi kuat...


Huh...!! Lihat saja rubah itu...heh, kau tak akan pernah kubiarkan begitu saja.


Memikirkan itu membuat kepalaku menjadi pusing tujuh kepayang.


Karena terlalu kelelahan, tanpa sadar aku pun menutup mataku dan tertidur lelap di dalam kamar ku.


Sedangkan Bibi Cillin yang melihat Maria dari balik pintu hanya tersnyum lembut.


Tadi nya... setelah selesai masak, ia ingin memanggil Maria untuk makan


Ia pun pergi terlebih dahulu meninggal kan Suami nya dan Agnes diruang makan untuk memanggil Maria makan malam.


Tetapi saat ia mengetuk pintu tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar.


Ia pun membuka pintu dan melihat Maria yang tertidur begitu saja, sepertinya ia terlalu kelelahan.


Bibi Cillin akhirnya mengurungkan niatnya untuk membangunkan Maria dan memilih untuk makan bertiga saja dengan Agnes dan Suami nya.


Iapun kembali menutup pintu kamar Maria dan kembali keruang makan.


β€”β€”β€”


Bersambung...


Hai...hai...


Semoga sehat selalu para readers ku...😁😁


Caritanya asik ga? Kalau ga coba komen dibawah kritik dan saran kalian akan di terima oleh author .


Aku juga baru bikin cerita kerajaan bertema kerajaan bangsawan eropa ini...


Jujur aja...setelah aku pelajari tentang bangsawan - bangsawan eropa, aku sedikit susah buat nulisnya...lebih tepatnya sih kurang mengerti.


Coba kalian yang mengerti tentang itu, Comment dibawah untuk masukan nya yang guys...


Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote ~ Ya...


See You...β™‘β™‘