The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 11



"Cucu?!!..." Ungkap Maria masih dengan raut wajah tak percaya.


Akan tetapi tanggapan dari kakek itu hanya tersenyum senang yang terpancar dari wajah nya dan seperti nya mata nya mengatakan kebenaran.


Maria pun menjauhkan pedang nya dari kakek itu dan mensejajarkan posisi mereka.


"Apa maksud mu kakek tua?" Tanya Maria yang masih tak mengerti.


Huft....


Kakek tua itu menghela nafas panjang, tak bisa dipungkiri dari raut wajah nya terpancar jelas kesedihan dalam brekspersi.


"Apakah kamu melupakan kakek mu yang sudah tua ini?" Ucap nya dengan.


"...." Jelas Maria mentap nya dengan bingung.


"Sudahlah...Sekarang ikut aku." Ucap nya yabg langsung berlalu lebih dulu daripada Maria yang masih terbengong sedaritadi.


"Apakah kau akan tetap berada disitu anak muda?." Ucap kakek tua itu yang berhasil menyadarkan Maria yang sedari tadi terbengong dan memikirkan ucapan kakek tua tadi.


"Eh...ya." Balas Maria dengan cepat mengembalikan ekspersi seperti sebelum nya dan beranjak dari jongkok nya, langsung mengikuti si kakek yang sudah lumayan jauh jarak nya


..............


Di Istana Kerajaan Milan...


Semua rakyat bersukacita dengan pengangkatan puteri mahkota mereka.


Suara para tamu riuh didalam maupun diluar istana.


Sebab rakyat juga diundang oleh sang ratu yang dimata masyarakat adalah ratu yang bijaksana, padahal masyarakat kerajaan Milan saja yang buta akibat suapan dan citra yang ditunjuk kan oleh sang ratu baru itu kepada mereka.


Beralih kedalam istana dengan pesta meriah yang diadakan sang ratu untuk puteri sulung nya.


"Puteri ku, ini adalah hadiah untuk mu yang sudah dewasa nan cantik ini." Ucap nya sambil menyodorkan sebuah kotak yang dihias dan bungkus secantik mungkin dengan binar kebahagiaan yang ditunjuk kan oleh ekspresi nya.


"Terima kasih ibu." Balas Requeel dengan senang dan jangan lupakan senyum manisnya yang membuat semua lelaki atau para pangeran yang berada diruangan terpana aka kecantikan nya.


"Sama - sama anak ku." Ucap Ratu.


"Ya...em...sayang ayah tak ada disini...aku ingin sekali merayakan ini bersama ayah. Hiks..." Ucap nya berdramatisir.


"Tenang lah sayang...ayah pasti baik - baik saja dialam sana. Tenang ya...kan ada ibu disini yang nemenin kamu." Ucap Ratu dengan lembut seraya membawa Raqueel kedalam pelukan hangat nya layaknya orangtua penuh kasih.


"Hiks...makasih bu." Ucap nya dan langsung mengelap air matanya tangan nya.


Semua tamu pun yang melihat itu terharu bukan main dengan kelakuan Ratu baru mereka.


"Em...bu..." Ucap Raqueel yang kini sudah tak menangis lagi dan digantikan dengan mata berbinar nya.


"Ya, ada apa?" Ucap Ratu dengan nada memanjakan.


"Aku ingin bertanya, kenapa Pangeran Felix tidak datang?" Bisik nya malu - malu kucing.


"Em...ibupun juga tak tahu. Tapi ibu sudah mengirim surat undangan untuk kerajaan nya." Ucap ratu lemah lembut.


Raqueel yang mendengar itu pun tersenyum sumringah nan senang.


"Pasti bu." Ucap nua antusias.


Tak lama kemudian...


"Keluarga kerajaan dari Àunthius telah tiba...!!" Ucap penjaga istana dengan teriakan nya yang seperti toa.


Setelah teriakan dari sang penjaga gerbang, seorang pri setengah paruh baya yang masih saja kelihatan gagah pun keluar dari keretanya.


Kemudian di ikuti oleh seorang perempuan cantik nan anggun, diulurkan tangan pria paruh baya itu untuk membantu perempuan setengah paruh baya itu dengan tersenyum lemah lembut.


Ya, mereka adalah Raja dan Ratu dari kerajaan Authius.


Tak lama kemudian disusul dengan seorang lelaki yang sangat tampan hingga memukau para kerumunan wanita bangsawan yang mulai mengerumuni nya.


Lelaki tamvan seumuran Maria itu adalah pangeran kerajaan Authius, yaitu Pangeran Felix A'Xendoar.


Pangeran itupun masuk kedalam istana Milan bersama Raja dan Ratu, tanpa menghiaraukan teriakan demi teriakan para wanita maupun warga kerajaan Milan yamg bersorak ria untuk kedatangan nya.


Aura suram nan menyeramkan mengeluar dari tubuh pangeran Felix, yang menandakan bahwa ia tidak suka diteriaki seperti itu.


Para warga yang tentu saja tertekan dengan aura nya pun diam dan pesta itu hening dan sunyi seketika.


Mereka pun berjalan di atas karpet merah yang disediakan untuk para tamu terhormat kerajaan Milan.


Di dalam istana Milan...


"Ibu...ibu lihat.!!!" Seru Raqueel dengan riang dan mata yang berbinar - binar.


Seperti nya ia memang mengidolakan pangeran Felix yang terkenal dingin dan kejam itu.


Ratu yang sedang mengobrol dengan para wanita bangsawan lain nya pun menoleh karena perkataan anak nya.


"Eh...permisi sebentar ya nona - nona." Ucap Ratu dengan sopan nan anggun yang menunjukan pesona dan aura ratu kerajaan.


"Ya...silahkan ratu." Ucap salah satu nona yang diangguki oleh para nona bangsawan lain nya.


Ia pun menyampari anaknya yang tengah berada di dekat jendela sedang mengamati kedatangan pangeran Felix ( Bebe author tentunya 😅😅🤣🤣 ).


"Huh...baiklah, sekarang giliran mu anakku...jalankan dengan baik ya." Semangat ibunya kepada anak nya, yang seperti nya mau melakukan sesuatu untuk menarik perhatian para pangeran kerajaan Aunthius itu.


"Tentu nya ibuku..." Ucap Raqueel mengeluarkan smirknya dan dengan cepat kembali ke ekspresi polosnya.


'Bersiaplah Eliza..sebentar lagi dan sedikit lagi aku akan mengusai apa yang menjadi milikmu, karena kau sudah berani merebut milik ku...hahahhaha...' Batin Ratu yang senang dengan kematian ibunya Maria yang dan menginginkan semuanya.


———


Bersambung....


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya guys....~


See You...♡♡