
Pagi Hari...
Maria kini sudah bangun dari tidur nya juga sudah selesai bersih - bersih nya, akan tetapi karena hari ini ia begitu malas.
Ia pun memutuskan untuk tiduran sambil membaca buku sihir nya pada pagi hari ini dan pergi kehutan larangan pada siang hari nanti.
...
Tanpa terasa hari pun sudah siang dan sekarang waktu nya Maria untuk pergi ke hutan larangan.
Dengan langkah gontai ia turun dari kasurnya dengan malas dan menatap dingin seluruh ruangan yang berada di kamar.
Sial...Sial...
Jantungnya lagi - lagi berdegup kencang, entah kenapa bayangan Bibi Cillin dan Agnes slalu terbayang di pikiran nya akhir - akhir ini.
Ia sangat khawatir dengan keselamatan mereka berdua.!!
'Huft...sudahlah Ria...kau terlalu berlebihan memikirkan nya...!! Tapi...bagaimana kalau benar?...' Batin Maria bergulat perang.
Walaupun sudah sedikit tenang, Maria tetap saja masih khawatir dengan keluarga nya.
Dari pada memikirkan nya lagi, Maria memilih untuk keluar dari kamar nya mencari udara segar agar bisa menghilangkan pikiran stres nya. Pikirnya.
Karena merasa masih tidak tenang ia pun memilih untuk mandi dan berendam dikamar mandi nya.
....
Setelah beberapa saat Maria pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar tetapi tidak dengan pikiran nya yang tidak sejernih air yang membasahi nya.
Iapun memakai gaun berwarna pink bunga
"Huh...sudahlah Ria, Waktu nya pergi." Ucap nya dan membuang nafas kasar.
Maria pun mengaktifkan sihir teleportasi nya menuju hutan larangan.
Tibalah ia dipinggir sungai, yang diketahuinya itu adalah sungai Rui yang berada di tengah hutan.
Rumor - rumor beredar bahwa air dari sungai Rui tersebut bisa menyembuhkan racun di dalam tubuh.
Maria pun menampung air tersebut kedalam botol minum nya untuk bekal perjalanan nanti.
Setelah selesai mengambil air sungai Rui tersebut, ia pun melanjutkan perjalanan nya untuk memasuki hutan terlarang lebih dalam lagi.
....
Ia pun terus menelusuri hutan itu...
Hingga sampai lah Maria di sebuah goa yang dingin nan gelap, tanpa basa - basi ia pun masuk kedalam goa gelap nan dingin tersebut .
Maria yang sedari tadi sudah memasuki goa dan berjalan kedalam seperti berputar - putar di tempat yang sama seperti yang ia lewati tadi.
'Hem...seperti yang kuduga sihir ilusi rupanya...heh...ingin mengelabui ku...baiklah, apa yang kau sembunyi kan pemilik goa.?' Batin Maria seperti monster gila lalu melirik sekitarnya dengan tatapan tajam dan teliti.
"Țèšýîňú ģòŕìñà pľùťáøś..." Maria pun merapalkan sihir untuk menghancurkan dinding ilusi tersebut dan alhasil berhasil.
Dilihatnya sekrang tempat itu adalah sebuah tempat yang dipenuhi lumuran darah segar dan bau amis yang menyeruak ke penciuman.
Maria menatap dingin tempat itu.
Sebenar nya tempat apa ini??...
Mayat - mayat manusia yang berserakan dilewati Maria begitu saja tanpa rasa jijik sedikit pun, bahkan sesekali ia menginajak dan mencicang mayat yang masih utuh.
Bagi Maria yang sudah mempunyai keinginan membunuh yang besar, itu tak ada masalah apapun.
Mungkin setelah kematian sang ibu ( Ratu ), membuat psikologi nya terganggu dan menjadi seperti psikopat sekarang.
Disadari oleh Maria ada dua pasang mata yang mengintainya sedari tadi dan terus memperhatikan kelakuan nya.
"Keluar.!!" Ucap Maria dengan nada dingin nya dan setengah berteriak.
———
Bersambung...
Info Author Heboh : Maaf ya guys...upnya terlambat, akhir - akhir ini author banyak masalah dan mager jadi ga nulis dulu dh...
Nah ini author ketik dh dapet 500 kata, semoga suka ya...
Lanjutin terus yah membaca novel ini, bagi yang belum mengerti jalan ceritanya...jangan ditinggal dulu. Nanti di eps selanjutnya author bakal jelasin semua konflik yang Maria alami dan juga permasalahan istana nya yah guys.
Juga and nya udh ditentuin kok, cuma kayaknya bakalah panjang banget soalnya ini ceritain perjalanan Maria dari awal sampai akhir, yah...paling 400 episode / 1000 kata setiap eps nya.
Dibaca ya guys semoga suka...♡♡
Jangan Lupa Like, Comment, Dan Vote dari kalian ya...
See You...♡♡