The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 14



_________________________


πŸ’—


❀ πŸ–€ πŸ’”


Percayakah kalian akan namanya Cinta?


Hah...aku tak tahu apa itu Cinta?


Akan tetapi aku tahu, bahwa perasaan


Atau Cinta bisa membuat kita senang,


Adapula yang membuat kita bagaikan kehilangan tujuan untuk hidup.


Haruskah Aku Percaya Adanya Kata


CINTA?


πŸ’£πŸ’£πŸ’£


Maria Weizia O'sero


__________________________


Di tempat yang gelap...


"Apa kau sudah menemuka gadis kecil.?" Ucap pria bersurai hitam kepada seseorang yang berjongkok di depan nya.


"Em...hari ini kami mengikuti nya sampai di depan hutan larangan saja tuan. Entah bagaimana gadis itu menghilang ditengah - tengah hutan." Jelas seorang pria yang berjongkok, yang seperti nya adalah asisten pria berambut hitam yang sedang duduk tadi.


"Haha...siapakah dirimu gadis kecil sampai bisa memasuki hutan larangan begitu dalam...?" Ucapnya sendiri berpikir.


"Sudahlah kau boleh pergi." Ucapnya.


"Baik tuan, hamba mohon undur diri." Ucap pria yang berjongkok tadi dengan hormatnya meninggalkan ruangan itu.


"Huft...lama tidak bertemu Lia..." Ucap nya sendu.


β€”β€”β€”β€”


Tak....


Tak....


Tak....


Derap langkah kaki terdengar di lorongan hitam. Terdapat dua orang di dalam nya yang tengah menyusiri lorong gelap nan panjang itu.


Kedua orang itu tak lain adalag Maria dan Kakek nya.


Mereka sudah berjalan...em....entah berapa lama mereka berjalan.


"..."


"..."


Sejak perbincangan tadi, kedua orang itu hanya diam saja. Dan entah kenapa si kakek meminta Maria untuk mengikuti nya...dan jadilah mereka seperti ini.


"Hais...kek, kenapa sedari tadi kau mengajak ku ketempat tidak jelas.?" Ucap Maria yang mulai kesal dengan kakek nya yang satu ini


"Hah....tentu saja ketempat harta karun bangsa demon yang sudah kujaga beratus - ratus tahun yang lalu." Ucap kakek dengan tenang nya.


"Ckckck....menyimpan harta saja, jauhnya sampai keujung langit." Gerutu Maria seperti anak kecil.


"Cih...tenanglah, sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Kakek nya menenangkan Maria.


"Huh...kenapa kita tak menggunakan sihir teleportasi saja kek?..." Tanya Maria yang agak kesal.


"Sudah kubilang, diam saja. Kita tidak boleh menggunakan nya karena, nanti keberadaan mana kita dapat dirasakan oleh penyihir lain yang mempunyai kekuatan lebih dan keberadaan bangsa demon kita akan di ketahui." Jelas Kakek itu, yang masih mencoba sabar menghadapi sikap menyebalkan Maria.


.........


Setelah lamanya Maria menyusuri lorong gelap, yang seperti laboratorium itu.


Sampailah ia di suatu tempat yang...bisa dibilang mengerikan menurut orang - orang biasa.


Bagaimana tidak? Tengkorak kepala manusia berserakan di mana - mana dengan ruangan penuh darah yang kental, menambah kesan horor saat memasuki nya.


Maria dan si kakek pun masuk dengan tenang dan menatap isi ruangan penuh hormat.


"Hah...ini adalah tempat persembahan nya Ria... Kau bisa menyerahkan sumpah mu disini sambil meminta bantuan Lord dan para leluhur terdahulu. Itu seterah mu, kakek tidak memaksa mu..." Ucap kakek nya yang turut prihatin dengan kondisi yang Maria alami saat ini.


Tidak dikehidupan lalunya dan sekarang, Kenapa anak ini slalu menderita.?


Kalau saja dulu ia tak membiarkan Maria jatuh cinta kepada pemuda sialan itu, maka nasib bangsa nya tidak akan menjadi seperti ini.


"Hm...bisakah kakek tinggalkan aku disini terlebih dahulu..." Pinta Maria tersenyum simpul yang mengatakan bahwa ia baik - baik saja.


"Baiklah nak, jangan terlalu memaksa kan diri. Pasti...pasti para leluhur Demon terdahulu akan membantu bangsa kita..." Ucap kakek lirih.


"Itu sudah pasti kakek. Kakek tenang saja...Jika ada yang barani lagi dengan ras kita, aku akan maju paling depan dan menebas para brengsek itu. Istirahatlah kek, kau pasti lelah menjaga semua ini sendirian." Ucap Maria dengan penuh perhatian.


"Huft....yasudah, kakek pergi dulu." Ucap Kakek dan langsung berlalu pergi dari tempat itu.


Kriet...


Pintu tertutup rapat....


Kini tinggal Maria sendirian didalam nya, ia mulai mengeluarkan buliran - buliran kristal dari matanya dan terjatuh duduk.


"Hahahah....kenapa - kenapa...? Kenapa nasib keluarga ku seperti ini?" Ucapnya sambil menangis histeris.


"Bukan kah dulu aku adalah demon, atomatis aku tak mempunyai hati dan jatuh hati kepada 'pria' sialan itu. Hahaaha...memang benar, semua lelaki itu tak patut untuk dipercaya." Lanjut Maria yang masih dengan air mata yang mengalir dari pelupuk mata nya yang kini sudah memerah bengkak.


"Berikan lah aku kekuatan mu leluhur, untuk membalas kan dendam bangsa kita.


Hahaha...aku pasti akan membunuh reinkarnasi mereka semua. Hihi ....aku bersumpah...!!" Ucap Maria yang kini bola matanya berubah menjadi hitam seperti mata seorang keturunan langsung demon.


Setelah mengucap sumpah itu, tanpa disuruh langit mengeluarkan tangisan nya lewat hujan yang kian lebat di permukaan bumi.


Jdar....


Di atas meja, diruangan Maria tadi terdapat gambar lord terdahulu yang diketahui kalau ia bersinar artinya orang itu akan mendapatkan seluruh kekuatan nya.


Lama - kelamaan asap hitam di dalam didalam patung para leluhur terdahulu pun memasuki tubuh Maria.


Dan yah...berhasil, Maria kini mewarisi kekuatan mereka semua untuk membalaskan dendam nya kepada mereka yang sudah bekerja sama untuk membantai habis bangsa mereka.


Akan tetapi, Maria yang kita kenal tetaplah dirinya. Hanya saja jika ia tak bisa mengendalikan kekuatan nya ia akan hilang kendali di bawah kekuatan hitam itu sendiri.


Di balik pintu, kakek nya yang sedari tadi yang sebenarnya melihatnya pun ikut tersenyum miris kepada rakyat maupun bangsa mereka.


"Lihat saja...ini akan berakhir..." Ucap kakek nya lalu meninggalkan pintu dan berbalik untuk bersemedi agar mengembalikan kekuatan lamanya.


β€”β€”β€”


Bersambung...


Hai...guys...


Nah part dimana Maria akan balas dendam pun dimulai...


Dijamin seru dah...πŸ‘


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote novel ini ya...


See You Later...β™‘β™‘