The Princess Story of Maria

The Princess Story of Maria
Episode 12



Ditempat Maria Berada...


Sekarang ini Maria sedang berada ditempat gelap yang ia tidak ketahui bersama dengan kakek tua yang katanya adalah kakek nya di kehidupan masa lalu nya.


Mereka pun terus berjalan dalam keheningan kegelapan yang ada...


Padahal pertama kali bertemu, kakek ini terlihat menyebalkan dan misterius. Tetapi, entah mengapa rasa percaya nya tumbuh saat melihat kejujuran dalam mata sang kakek tua itu.


Selama perjalanan nya pun hening, hingga akhirnya Maria memutuskan untuk berbicara duluan.


"Kau mau membawa ku kemana?." Tanya Maria yang sedari tadi celingak - celinguk.


Kakek itu pun melirik Maria yang berada di samping nya dari ekor matanya yang tajam.


"Ke tempat dimana kau tidak akan mempercayai seluruh lelaki, kecuali aku dan kakak - kakak mu tentunya." Serunya dengan mata yang menampung kekecewan dan kemarahan yang terpendam.


Maria yang sedari tadi mendengarkan nya pun kembali menatap lurus kedepan dan memikir kan, Apa yang dimaksud kakek tua ini?. Pikirnya, tak mengerti.


.....


Sekian waktu ia berjalan, sampailah Maria dan Kakek tua itu disebuah ruangan bercahaya merah redup yang ditutupi oleh tirai berwarna hitam.


'Tempat apa ini?' Batin Maria heran.


Kakek tua yang melihat Maria bingung disebelah nya pun segera menjelaskan.


"Ini adalah tempat dimana roh kakak masa lalu mu beristirahat." Ucap Si kakek tua lirih + sedih.


Maria hanya diam membeku, Apa maksudnya?


"Tenang dan saksikan ini." Kakek itu pun mengeluarkan sihir layar yang merekam kejadian di masa lalunya.


Layar pun dinyalakan dan muncul lah seorang perempuan kecil bersama anak lelaki di sebuah taman.


"Siapa dia?" Ucap Maria yang masih merasa bingung, akan tetapi ia merasakan perlahan kepalanya sakit seakan mau pecah kapan saja.


"Hah...dia adalah dirimu dimasa lalu Ria..." Ucapnya menghela nafas kasar.


"Saat itu... kejadian dimana menimpah kerajaan bangsa Demon kita, yang sekarang sudah musnah dan hancur..." Lanjutnya sedih.


"Demon?!! Tunggu...aku bahkan tak pernah melihat bangsa itu setelah aku lahir? Apakah benar aku adalah Reinkarnasi Puteri Maria O'Liazebet...?" Ucapnya tersentak kaget dengan mata yang membulat sempurna.


"Ya, memang itu kenyataan nya..." Ucap Kakek tua itu berbalik kesamping menatap Maria yang masih kaget.


"Lalu..."


Sebelum pertanyaan lain nya Maria keluarkan, Kakek tua itu berbicara lagi...


"Mungkin ini saatnya untuk membuka segel ingatan lama mu..."Ucap Kakek tua itu dengan serius.


Tanpa menunggu persetujuan Maria yang sampai sekarang masih bengong memikirkan banyak pertanyaan dikepalanya, Ia pun langsung membaca kan mantra sihir...


"Řóùbłįéź..." Angin menerpa dengan kuat hingga membuat Maria kehilangan keseimbangan nya lalu terjatuh dan pingsan di tanah.


Setelah selesai, ia pun mengangkat Maria dan meletakan nya di kasur putih yang cukup besar yang memang sudah berada disana.


Huft....


'Sampai kapan...sampai kapan, kau akan terus mencintai orang yang telah mengkhianati mu nak... Deulus...maafkan ayahmu ini yang tak bisa menjaga cucu nya ketika kau pergi....' Batin nya lirih.


——–


Dilain sisi...


Seorang anak kecil berusia 7 tahun tengah terbaring lemah di tempat tidur nya.


"Kak!!...kakak!!!..." Gumam anak kecil itu.


"Bibi...!!! Tidak!!!!!" Ucapnya yang langsung bangun dari tidurnya atau lebih tepatnya, bangun dari pingsan nya selama 5 hari.


"Hah...hah...hah...huft..."


Nafas nya tersengal - sengal memikirkan kondisi bibi dan kakak satu - satunya yang ia punya.


Dilihatnya tempat pemandangan kamar disekitarnya, yang...bukan kamarnya!!.


'Dimana aku??...' Batin nya setengah takut.


Bagaimana bila yang membawa ia waktu pingsan adalah penyihir agung yang palsu itu?!!.


Tidak!...tidak, ia harus secepat nya membebaskan diri dari sini dan lari menuju rumah Bibi Cillin secepat mungkin.


Disaat sedang panik sekaligus gelisah tengah memikirkan rencana nya untuk melarikan diri, seseorang pun mengetuk pintu lalu membukanya.


Kriet...


' Siapa dia?' Batin Agnes was - was.


Melihat nya begitu waspada kepada seorang lelaki seumuran nya yang masuk tadi dan hal itu berhasil membuat lelaki berambut putih dengan netra hijau terkekeh kecil didalam hatinya.


' Hehe...waspadanya dia...? Lucunya...' Batin lelaki itu yang melihat tingkah Agnes, yang menurutnya sangat - sangat lucu.


"Tenanglah adik kecil...Aku bukanlah orang jahat seperti mereka." Beritahu nya dengan helaan nafas panjang, lalu duduk dikursi dan menaruh makanan yang ia buat untuk Agnes ke atas meja.


"Benarkah?" Ucap Agnes menatap betra hijau itu dengan pandangan curiga.


"Ckck...tentu saja! Apa aku terlihat seperti orang jahat?!" Kesal nya.


"Bisa saja..." Gumam Agnes dan mengarahkan pandangan nya ke lain arah.


Sedangkan lelaki tadi yang sedaritadi memendam emosi pada tingkah laku mengesalkan Agnes pun berdiri dan berjalan mendekati nya dengan tatapan marah.


Agnes yang merasa bahwa ia sedang berada di situasi bahaya menurut insting ny pun segera meminta maaf.


"E...- eh, K...- Kaka tampan, jangan lah marah. Aku tadi hanya bercanda saja..."Ucap Agnes panik, karena ucapan nya sama sekali tidak di hirau kan oleh lelaki itu.


Berjalan ia semakin mendekati Agnes yang sudah kelabakan dengan keringat yang berucucuran di dahinya.


'A...-apa yang mau ia lakukan?.' Panik Agnes ketakutan bahwa ia akan dimasak seperti di cerita - cerita penyihir jahat yang slalu di dongengkan oleh kakak nya setiap malam ketika ia ingin tertidur.


Lelaku itu mendekat...Dan....


Pletak...


"Aw..."


"Sudah lah...jangan berpikir yang tidak - tidak.! Makanlah lebih dulu sana." Ucap nya dengan penuh perhatian nan lembut dan langsung pergi meninggalkan Agnes begitu saja.


"Eh..."


Ditatapnya punggung lelaki itu hingga hilang dari balik pintu kamar Agnes.


Agnes yang melihatnya hanya diam di tempat tidur saja, karena tubuhnya masih sangat - sangat lemah.


"Sudahlah...bila di lihat ia mungkin seorang pangeran dan...tempat ini seperti nya istana nya." Ucap Agnes dengan masa bodo memakan bubur di atas meja tadi dan memakan nya tanpa memperdulikan apa yang terjadi.


Yang terpenting baginya adalah untuk segera sehat kembali untuk mencari keberadaan Bibi Cillin yang diculik oleh ratu rubah itu.


———


Bersambung...


Hai...hai....


Maaf ya guys baru bisa up sekarang...


Curhat Author : Masih sepi ya...huft...ya sudahlah. Lagian author juga kan tidak mengontrak novel ini, juga mungkin tidak di promosin NT/ MT ya...


Thank You yang sudah mau mampir.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya...


See You...♡♡