The Power Of The Ruler Of Nature

The Power Of The Ruler Of Nature
Episode 8 (Bermain dan mengenalkan diri kepada teman-teman Damon)



Hari-hari sudah ia lewati untuk latihan, kini ia mengajak Damon berkeliling sekitaran lembah yang nan luas. Ia meniupkan peluit memanggil Damon. Setelah tiga kali meniupkan, Damon datang begitu cepat. Ia mendaratkan tubuhnya di hadapan Raisa. Lalu ia menyerukan suara khas kudanya dengan bibirnya menyembur. Raisa memeluk Damon dengan erat sambil berkata kalau dirinya rindu kepadanya. Damon pun juga merasakan kerinduannya dengan Raisa setelah seminggu gak bertemu.


“Bagaimana kabarmu Damon?” Raisa melepaskan pelukkannya.


“Aku sangat baik”, jawab Damon.


“Apakah latihanmu sudah selesai?”


“Tentu. Belum”, senyum Raisa.


“Kapan kamu akan selesai berlatih. Aku menunggumu sangat bosan”, ucap Damon.


“Iya. Aku tahu kalau kamu begitu bosan menungguku usai latihan. Aku tetap berlatih meskipun sudah mahir. Namun, Rigby memberiku kelonggaran untuk latihannya. Dia sudah tidak terlalu ketat menyuruhku untuk latihan bela diri. Jadi, dia memberikan aku untuk bisa bermain denganmu. Aku sungguh rindu denganmu”, ucap Raisa sambil memeluk Damon.


“Baiklah. Kita akan pergi kemana sweety?”, tanya Rigby.


“Kita berkeliling sekitaran lembah dan hutan”, ucap Raisa.


“Baiklah, silahkan naik tuan putri”, ucap Damon dengan memberikan hormat kepada Raisa.


“Thank you prince”, ucap Raisa.


Raisa pergi menaiki punggung Damon. Lalu Damon mengepakan sayapnya setelah Raisa benar-benar duduk dengan nyama di punggungnya. Damon membawa pergi Raisa berkelana. Sesekali Damon memutar tubuhnya membuat Raisa sering kali kaget seperti adrenaline sambil berteriak-teriak. Namun atraksi yang di lakukan Damon membuat Raisa merasa terhibur.


Damon terus mengepakkan sayapnya sampai melihat temannya yang tengah membasahi tubuhnya di aliran danau. Damon menghampiri si kuda poni.


“Pinky!” panggil Damon.


Pinky yang tengah membasuh pun tak mendengarkan suara dari hewan pegasus yang bernama Damon. Pinky masih menikmati guyuran air dari danau dengan mengibaskan bulunya yang lebat sampai Raisa terpukau.


“Wow, beautiful” dengan menutup mulutnya dan memacarkan sorotan mata yang berbinar-binar.


Damon yang melihat Raisa terkagum-kagum dengan penampilan Pinky membuatnya cemburu.


“Raisa, kamu gak perlu sekagum itu dengan penampilan pinky. Kuda poni itu sama saja”, ucap Damon dengan mata membola.


“Apa kau cemburu dengan penampilannya?” tanya Raisa yang tak mengalihkan pandangannya.


“Tentu iya. Pastinya”, sela Pinky yang selesai memanjakan tubuhnya dengan guyuran air danau tanpa di sadari oleh Damon.


“Tidak. Secara lebih bagusan bulu-buluku. Lihatlah”, ucap Damon sambil memamerkan bulunya dan sayapnya untuk memperlihatkan betapa indahnya tubuh miliknya.


“Ha, ha, ha,..” tawa Pinky.


“Kamu sungguh konyol, hanya ejekan saja sampai segitunya kamu menunjukka betapa cantiknya bulumu kepada nona ini. Biasanya kamu gak pedulikan pujian dari orang lain”, sindir Pinky.


“Sudah, sudah, kalian jangan bertengkar. Bisakah kamu memperkenalkan temanmu kepadaku, Damon”, ucap Raisa.


“Kenalkan dia Pinky. Pinky dia, Raisa yang pernah aku ceritakan kepadamu”, ucap Damon dengan ekspresi datar.


“Hai pinky, namaku Raisa. Senang bertemu denganmu”, senyum Raisa dengan tulus.


“Tentu”, ucap Pinky.


“Kalian mau kemana?” tanya Pinky.


“Kami mau berkeliling saja sekitaran lembah dan hutan di sini”, jawab Raisa.


“Kalian harus berhati- hati jika memasuki lembah yang gelap. Di sana banyak penyihir yang suka menjahili. Apalagi di hutan beberapa monster berkeliaran terutama juga penyihir. Mereka ingin menguasai jagat raya. Baik itu dunia manusia maupun alam lainnya. Berhati-hatilah saat menyusuri jalanan”, ucap Pinky.


“Baiklah. Thank you Pinky”, ucap Raisa.


“Kalau begitu kami melanjutkan perjalanan untuk berkelana”, ucap Damon.


“Sampai berjumpa Pinky”, seru Raisa sambil melambaikan tangannya.


Damon mendaratkan tubuhnya menemui seekor naga hijau yang tengah tertidur. Damon mencoba membangunkan naga tersebut.


“Asura!” panggil Damon.


“Asura!”


“Asura!”


Asura terbangun karena merasa terganggu oleh suara teriakan Damon. Ia mengulat dengan mulut menguap.


“Siapa yang berani membangunkan aku?”


“Aku, Asura!”, seru Damon.


“Damon! Ada apa kau ke sini. Ganggu tidurku saja” ucap Asura.


“Aku ke sini mau mengenalkan kamu dengan seseorang. Dia adalah sahabat terbaikku”, seru Damon.


Asura mendekati Damon dengan menerbangkan sayap. Raisa sedikit ketakutan dengan menyembunyikan tubuhnya dari tubuh Damon.


“Kamu gak perlu takut. Dia baik sweety”, ucap Damon.


“Iya, aku naga yang baik. Ha ha ha”.


Tawa Asura membuat gua nya bergetar. Membuat batu-batu di gua hampir saja runtuh. Tawa Asura mereda. Lalu ia menatap Raisa dengan lembut.


“Kenalkan aku, namaku Asura si penjaga gua. Tenang saja, aku sudah tidak jahat lagi setelah mengenal Rigby”, ucap Asura.


“Namaku Raisa”, ucapnya. Raisa keluar dari balik tubuhnya Damon.


“Senang bertemu denganmu Raisa”, ucap Asura.


“Aku juga senang bertemu denganmu Asura”, ucap Raisa.


“Kalian berdua segeralah pulang jangan kembali saat petang. Situasi di hutan tengah genting karena para penyihir dan monster sedang berperang merebutkan wilayah. Kalian harus hati-hati. Jika tidak kalian bisa terbunuh”, ucap Asura.


“Kenapa mereka berperang saat petang?”, tanya Raisa.


“Saat petang, kekuatan dewa kegelapan sangat kuat. Para burung rajawali saja gak berani untuk keluar. Kalian jangan menghiraukan keselamatan kalian. Rigby sekarang tengah berkumpul dengan imam besar”, jelas Asura.


“Tapi, kami ingin bertemu teman-teman lainnya Asura”, ucap Raisa.


“Lain kali saja. Dari pada Rigby khawatir dengan kalian lebih baik kalian kembali. Dia sudah di pusingkan dengan masalah ini. Rigby pernah mengalami muntah darah akibat serangan dari para penyihir dan monster di hutan sebelah selatan. Cobalah untuk mengerti akan situasi ini”, ucap Asura dengan ekspresi cemas.


“Baiklah Asura, aku mengerti. Raisa kita harus menghentikan perjalanan ini sebelum petang. Meskipun kamu sudah mahir dalam bela diri namun itu masih kurang. Kamu harus membangkitkan kekuatan dewa dalam dirimu”, ucap Damon.


“Kekuatan Dewa?”


tanya Raisa yang belum mengerti akan kekuatan dewa.


“Ya, kamu harus menemukan kekuatan dalam dirimu yang namanya kekuatan Dewa. Jika kamu ikut berperang dengan mereka hanya mengandalkan bela diri itu tidak akan cukup. Kamu harus mencoba membangkitkan kekuatan dewa sweety. Rigby membangkitkan kekuatan dewa itu sangatlah lama sampai delapan imam besar turut membantu. Sudahlah, ceritanya nanti. Akan aku ceritakan setelah kita ke persinggahan”, ucap Damon.


“Benar yang di katakan Damon. Kamu kembalilah, jangan buat si pak tua itu khawatir. Lain kali kita bisa bertemu dan membantumu suatu hari nanti”, ucap Asura.


“Kalau begitu kami pamit!” ucap Damon.


“Sampai jumpa Asura”, ucap Raisa melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa lagi Raisa! Senang bertemu denganmu!" teriak Asura.


Mereka pergi melewati beberapa dahan dan menyusuri jalanan begitu panjang. Damon terus mengepakkan sayap sebelum senja menghilang. Beberapa lama kemudian mereka kembali ke persinggahan milik Rigby.