
Hari ini Raisa tengah berlatih bela diri bersama Basudewa untuk membangkitkan kekuatan dewa yang ada dalam dirinya. Basudewa terus mengawasi latihan Raisa. Raisa terus bergerak tanpa henti sampai keringat bercucuran karena terik matahari yang menyinarinya. Lalu Basudewa menyuruh Raisa untuk duduk bersila dengan kedua tangan saling menangkup seperti saat ia tengah bermeditasi. Raisa mengikuti perintah dari Basudewa sebab ia ingin segera bisa mengeluarkan kekuatan yang dimilikinya. Basudewa mencoba membantu Raisa untuk mengeluarkan batu permata dalam tubuhnya yang sudah di tanam oleh dewa. Basudewa yakin jika kekuatan Raisa bangun akan memberikan kehidupan cermelang untuk negaranya maupun kekuasaannya di lembah. Ia juga bisa menguntungkan masyarakat karena mendapatkan rasa aman. Jika ada orang lain lagi yang seperti Raisa memiliki kekuatan dewa pasti bisa menjamin bahwa seluruh penjuru dunia tidak akan dikuasai oleh makhluk-makhluk hitam.
Basudewa berulang-ulang menghidupkan kekuatan batu permata dalam tubuh Raisa terus menolak membuatnya berulang kali terjungkal. Lalu ia meminta tolong Rigby lewat telepati. Ia juga menghubungi ketujuh imam besar untuk membantunya. Sementara Raisa masih terus fokus masuk ke dalam alam bawah sadarnya untuk mencari kekuatan dalam dirinya hingga tanpa menyadari bahwa sekelilingnya terdapat sembilan orang yang membantu membangkitkan kekuatannya.
Beberapa lama kemudian kekuatan milik Raisa bangkit. Kekuatan yang dimilikinya sungguh luar biasa. Alam memberikan hormat untuknya. Angin semilir, tumbuhan bergoyang, sinar terang nan hijau terlihat perpaduan yang menakjubkan sampai beberapa iblis, penyihir, dan para monster merasakan akan kekuatan yang luar biasa milik dewa agung.
Pancaran sinar dari tubuh Raisa sangatlah menakjubkan. Para hewan yang pernah berkenalan dengannya keluar dari tempatnya melihat sinar yang keluar dari tubuh Raisa.
Para imam berpamitan secara diam-diam setelah memberikan berkat untuk Raisa. Sedangkan Rigby menemani basudewa untuk ikut mendampingi Raisa dalam latihan tenaga dalam. Begitu juga Damon, Pinky, dan Asura ikut mendampingi Raisa sampai ia kembali dari alam bawah sadarnya.
Waktu sudah cukup panjang. Raisa kembali ke alam nyata. Raisa mengatur nafas dengan menarik dan menghembuskan beberapa kali. Lalu ia bangkit dari tempat duduknya namun ia hampir limbung karena akibat terlalu banyak melatih tenaga dalam untuk mendapatkan kekuatan dewa. Untungnya Damon langsung menangkapnya dan Raisa tidak jatuh ke tanah. Lalu Rigby menyodorkan air minum.
“Minumlah” perintah Rigby.
Raisa mengambil kendi tersebut lalu meminumnya sampai tandas.
“Thank you”, ucap Raisa.
“Beristirahatlah” ucap Basudewa.
Damon membawa Raisa ke tempat teduh di bawah pohon besar. Asura dan Pinky menghampiri Raisa.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Pinky.
“Ya, aku baik-baik saja” jawab Raisa dengan senyum.
“Tadi, kau sangat luar biasa dalam membangkitkan kekuatan dewa di tubuhmu” puji Pinky.
“Oh ya” Raisa tidak percaya dengan perkataan Pinky.
“Benar, apa yang dikatakan Pinky, nak” nimbrung Basudewa.
“Tapi, kamu akan dalam bahaya setelah ini” ucap Rigby.
“Bahaya?” tanya Raisa dengan mengerutkan dahinya.
“Ya” jawab Asura.
“Sebab kebangkitan kekuatan dewa yang kau miliki akan terus diincar oleh para makhluk hitam. Mereka akan membunuhmu karena kekuatan yang kamu miliki sangat istimewa. Mereka akan berlomba mengambil kekuatan yang dimiliki olehmu. Apalagi darahmu mengandung obat yang mujarab yang bisa menyembuhkan banyak penyakit termasuk kawanan seperti kami” jelas Asura.
“Apakah itu benar uncle?”
“Ya, benar. Dikatakan oleh Asura sangat benar. Kamu harus berhati-hati. Ilmu yang kamu miliki belum cukup tinggi” ucap Basudewa.
“Kamu harus rajin berlatih, nak” imbuh Rigby.
“Kalau begitu aku akan rutin berlatih dan bisa melindungi para makhluk di alam semesta ini dari penyihir jahat, iblis, monster, dan para makhluk hitam lainnya” seru Raisa dengan semangat.
Rigby, Basudewa, Asura, Damon, dan Pinky ikut merasa senang dengan kebaikan hati Raisa yang mau berjuang melindungi para makhluk di alam semesta ini.
...
Beberapa hari telah banyak beristirahat, kini Raisa pergi latihan bersama Damon dan Pinky. Ia menganyunkan pedang sambil memanjat pohon satu persatu dengan ringan. Ia juga berlatih ketangkasan memanah dan berkuda sampai menyusuri area hutan. Kemudian ia berhenti beristirahat setelah cukup lama berlatih. Ia duduk di bawah pohon bersama Pinky dan Damon.
“Apa kalian lelah?” tanya Raisa.
“Kami tidak lelah, namun bosan melihatmu berlatih sepanjang hari sweety” keluh Damon.
“I’m sorry” ucap Raisa.
“Bagaimana kalau kita menghilangkan kebosanan dengan bersenandung untuk menghibur rasa letih juga?”
“Itu ide bagus Pinky” jawab Raisa.
Mereka mulai bersenandungkan lagu berjudul Don’t give up on me by Andy Grammer.
Lirik lagu
I will fight
I will fight for you
I always do until my heart is black and blue
And I will stay
I will stay with you
We’ll make it to the other side like lovers do
Reff
I'll reach my hands out in the dark
And wait for yours to interlock
I'll wait for you
I'll wait for you
'Cause I'm not givin' up
I'm not givin' up, givin' up
No not yet
Even when I'm down to my last breath
Even when they say there's nothin' left
So don't give up on...
I'm not givin' up
I'm not givin' up, givin' up
Even when nobody else believes
I'm not goin' down that easily
So don't give up on me
And I will hold
I'll hold onto you
No matter what this world'll throw
It won't shake me loose
I'll reach my hands out in the dark
And wait for yours to interlock
I'll wait for you
I'll wait for you
'Cause I'm not givin' up
I'm not givin' up, givin' up
No not yet
Even when I'm down to my last breath
Even when they say there's nothin' left
So don't give up on...
I'm not givin' up
I'm not givin' up, givin' up
Even when nobody else believes
I'm not goin' down that easily
So don't give up on me
Whoa, whoa
Whoa, whoa
Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah
I will fight
I will fight for you
I always do until my heart
Is black and blue
Usai bernyanyi mereka tertawa sampai tak menyadari bahwa sejak tadi ada iblis yang mengintai mereka dari balik pohon besar.
“Gadis manis, kita akan bertemu. Selamat bersenang-senang. Kesenanganmu tak akan lama karena kita akan dipertemukan seperti halnya takdir. Sampai jumpa nanti”
Wanita berjubah merah menghilang meninggalkan tempat tersebut.
...
Raisa mengajak kedua temannya kembali ke rumah.
“Yuk pulang, takut Rigby khawatir kepada kita”.
Mereka menganggukkan kepala.
Raisa menunggang kuda menyusuri hutan bersama Pinky dan Damon. Meski mereka mengepakkan sayap namun mereka tetap bisa bersama tanpa adanya jarak yang jauh.
Perjalanan cukup panjang, Raisa, Damon dan Pinky telah kembali ke persinggahan Rigby.
“Akhirnya sampai juga sebelum menjelang malam” ungkap Raisa dengan mengusap pilu di dahinya.
“Karena kamu sudah sampai di persinggahan Rigby aku pamit Raisa. Sebelum langit mulai gelap. Aku takut di perjalanan nanti menemui penyihir” ucap Pinky.
“Baiklah, hati-hati Pinky” ucap Raisa dengan memberikan kecupan untuk Pinky.
“Begitu denganku Raisa. Aku juga pamit” ucap Damon.
“ Oke. Kamu juga hati-hati” kecup Raisa.
“Sampai jumpa lagi!” teriak Pinky dan Damon.
Setelah Damon dan Pinky menghilang dari hadapannya. Raisa masuk menyiapkan makan malam bersama Rigby. Lalu beristirahat untuk menanti hari esok.