
Perjalanan yang ditempuh Raisa bersama tiga sahabatnya semakin jauh. Medan lambat laun semakin dekat dengan hutan belantaran yang penuh dengan akar pohon yang menggantung, suara kicauan burung gagak bersorak sorai, tupai liar, suara kera namun wujudnya gak begitu terlihat, rasa lelah di rasakan oleh Damon, Pinky, dan Asura.
“Raisa! Kita sebaiknya cari tempat peristirahatan dulu. Kami lelah setelah tiga hari dua malam tidak tidur” seru Damon.
“Baiklah, kita istirahat” seru Raisa.
Mereka mencari tempat untuk berteduh di sekitaran pohon-pohon menjulang tinggi nan besar. Mereka turun dari kuda yang di tungganginya. Lalu mereka mengikat kudanya ke dahan pohon dengan simpul sedikit longgar. Sebelum beristirahat Pinky menyuruh Asura dan Damon mencari kayu bakar sementara dia dan Raisa mencari alas untuk tidur juga menyiapkan bekal makanan yang di bawa.
Mereka mulai bekerja sesuai tugas masing-masing. Raisa mengambil ransel berisi bahan makanan yang telah disiapkan oleh Rigby. Raisa dan Pinky menyusun sandwich dimulai dari roti panjang, tomat, lada, dan daging yang sudah dibuat oleh Rigby. Kemudian menuangkan minuman anggur putih yang dibawakan oleh imam agung.
Setelah selesai semua tugas mereka melahap makanannya di depan api unggun. Mereka menikmati makanan tersebut usai perjalanan panjang.
“Raisa, kita harus hati-hati di hutan ini. Sebab aku pernah dengar jika hutan belantaran di sini ada penghuni. Penghuni di sini adalah para kanibal dan iblis. Setiap malam mereka berjaga di hutan belantaran ini. Makanya saat kita tidur paling tidak kita mencuci diri sendiri dengan air suci yang diberikan oleh imam agung untuk berjaga. Air suci yang diberikan imam agung sangat ampuh dan kuat untuk menghindari gangguan seperti mereka saat kita tertidur” jelas Asura.
“Aku jadi meradang” akui Pinky dengan mengusap tengkuk yang bulu kuduknya terasa dingin.
“Kamu bisa dekat denganku Pinky” ucap Damon.
“Ihh.. Gak akan pernah berdekat dengan pria sepertimu” tolak Pinky.
Damon berdecak dengan penolakan Pinky.
Raisa menggelengkan kepala melihat dua makhluk yang saling beradu sengit masalah pribadi. Asura yang berada di tengah keributan menghentikannya.
“Stop it! Stop it! Shut up!” teriak Asura.
“Kalian bisa gak sih tidak ribut. Ini hutan yang penuh makhluk hitam. Apabila mereka mendengar suara kalian, kita akan dalam masalah” seruan Asura.
Damon dan Pinky akhirnya berhenti bertengkar setelah Asura menghentikan mereka.
“Lebih baik kita beristirahat. Perjalanan kita masih panjang untuk sampai di perkotaan. Kita harus melewati lembah, perbukitan, dan gua. Esok akan sangat melelahkan” ucap Raisa.
"Baiklah, kita istirahat. Sebelum pergi kita harus basuh diri kita dengan air suci terlebih dahulu untuk berjaga-jaga jika ada iblis atau kanibal yang mau menyerang kita” ucap Asura.
Raisa mengambil kendi berisi air suci di dalam ransel. Lalu membagikan kepada Damon, Pinky, Asura. Mereka membasuh diri dengan air suci bergantian. Kemudian mereka beristirahat.
...
Di tengah mereka sedang beristirahat dengan nyaman, ada sosok iblis datang. Ia mengelilingi empat makhluk yang ia benci dengan membawa tongkat sambil mulutnya menganga dengan jubah merah.
“Sebelum mereka membinasakan keluargaku. Aku lebih dulu akan membinasakan kalian. Akan aku bawa kalian terlebih dahulu ke neraka menemani sanak keluargaku. Hahaha!!” monolognya.
Asura yang setengah tidur mendengar tawa iblis menggema di telinganya ia berwaspada begitupun dengan Raisa.
“Gawat, iblis itu pasti akan membunuh kami. Apakah kanibal juga ikut dalam komplotan iblis? Semoga ia cepat pergi” batin Raisa dengan pura-pura tidur.
“Aku gak boleh melengah, apabila lengah bagaimana nasib Raisa. Aku tidak boleh menyerangnya dahulu. Jika iblis itu bisa menembus kesucian yang diberikan imam agung maka aku harus melindungi mereka terutama Raisa. Akan ku lihat dulu bagaiman iblis tersebut menyerang kami”batin Asura.
Iblis tersebut memanggil para kroco-kroconya termasuk Kanibal untuk memusnahkan makhluk yang mereka benci.
“Wahai para sanak saudaraku, datanglah, di sini ada mangsa yang menyegarkan, kalian semua akan menikmati daging segar dan darah segar” ucap iblis pria tersebut lewat telepati.
Tidak butuh waktu lama sekumpulan iblis dan kanibal datang. Raisa dan Asura mendengar suara itu merasa merinding. Mereka masih tetap menutup mata dengan berpura-pura tidur. Raisa terus memanjatkan doa, “dewa agung, mohon beri kami perlindungan. Lindungi kami dari makhluk-makhluk jahat ini” kata hati Raisa.
Sementara Asura yang tidur diseberang sana berharap teman-temannya mendapatkan perlindungan dari para dewa terutama Raisa yang baru pertama kali mengenali lingkungan seperti ini yang menakutkan.
Iblis itu mendekatkan diri ke Raisa. Saat akan menyentuh pundak milik Raisa tiba-tiba tangannya terasa terbakar. Begitupun dengan para iblis lainnya. Lalu iblis pria bertudung merah marah dan meminta para kanibal untuk memangsa empat manusia akan tetapi para Kanibal itu tak bisa menyentuh dan pada akhirnya mereka pergi dengan tubuh yang terasa panas seperti api yang melahap tubuh mereka. Semua makhluk hitam itu pergi terutama iblis pria bertudung merah yang mengaku utusan dari Lucifer pun ikut pergi.
Raisa dan Asura yang masih bertahan menutup matapun sudah tidak mendengar suara mengaum dan mereka membuka mata. Raisa merasa lega setelah melihat para iblis dan kanibal pergi menghilang dari pandangan matanya.
“Raisa” panggil Asura yang berdiri dihadapannya. Raisa mendongakkan kepala.
“Asura” gumam Raisa.
Asura mengambil tempat duduk dekat dengan Raisa.
“Apa kau mendengar suara mengaum para iblis dan kanibal?” tanya Asura.
Raisa menganggukkan kepala.
“Apa pendapatmu mengenai mereka?”
“Ketika aku mendengar suara mengaum mereka itu membuat bulu kudukku berdiri dan tengkukku terasa dingin apalagi tadi saat para iblis mendekatiku membuat jantungku berdebar seperti akan copot. Mereka begitu mengerikan saat aku mengintip mereka yang tengah kesakitan. Apalagi Kanibal itu sangat menjijikkan karena terus mengeluarkan liur lengketnya” jelas Raisa.
Asura tertawa mendengar cerita dari bibir Raisa. Raisa mendesah tidak suka dengan tawa Asura seolah mengejeknya.
“Maaf” ucap Asura.
Raisa mengedikkan bahunya dengan berkata, “I’ts ok”.
“Kamu akan menemui mereka kembali. Apalagi nantinya kamu akan bertemu sosok wanita berambut ular entah di lembah gelap atau di gua. Kamu juga akan bertemu para kanibal kembali saat perjalanan kita nanti” jelas Asura.
“Kamu harus menyiapkan mental. Meskipun bela diri dan semua ilmu yang diberikan oleh Basudewa, Rigby, bahkan imam agung jika kamu tidak berani menghadapinya maka akan percuma sebab kamu menghindari mereka” ucap Asura dengan serius.
Raisa menganggukkan kepala setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Asura. “Benar kata Asura. Jika aku gak berani menghadapi mereka meskipun ilmu yang semua diberikan oleh Rigby, Basudewa, dan imam besar akan sia-sia. Apalagi latihan aku yang bertahun-tahun. Aku harus siap mental untuk menghadapi mereka”.
...
Esok hari telah tiba, kicauan burung bersuara nyaring yang saling bersahut-sahutan dan suara jangkrik juga terdengar. Suara yang di dengar oleh Raisa tak seburuk suara yang di dengar ketika malam hari. Raisa merenggangkan otot-ototnya begitupun dilakukan Damon.
“Uahhh, rasanya malam tadi tidurku nyenyak” ucap Damon.
Damon beranjak dari tempatnya dan menghampiri Raisa.
“Morning Raisa” sapa Damon.
“Morning” ucap Raisa sambil membersihkan celananya yang kotor.
“Apakah tadi malam tidurmu nyenyak?”
“Ya, tentu” bohong Raisa.
Asura melihat Damon tengah mengobrol, Asura menghampiri mereka dengan diikuti Pinky.
“Morning guys” ucap Pinky.
“Morning” ucap Raisa.
“Apakah semalam tidur kalian nyenyak?” tanya Pinky.
“Tentu” bohong Raisa langsung menyahut.
“Yuk, kita sarapan pagi sebelum melanjutkan perjalanan kita ke kota dan mencari spirit” ajak Raisa.
“Baiklah, aku akan bantu kamu mengambil makanan dan menuangkan minuman” ucap Pinky.
Raisa membuka bekal semalam dan membagikan kepada mereka. Beberapa lama kemudian mereka mulai melakukan perjalanan menjelajah dengan menunggang kuda.Asura memimpin perjalanan yang akan dilewati dan di sampingnya Raisa. Sementara Damon dan Pinky berada di belakang mengawal perjalanan Raisa.