
Asura mengangangkat tubuh rusa tersebut dibahunya yang sudah terkapar mati dengan diikuti Raisa dari belakang hingga sampai di perkemahan.
Perjalanan yang ditempuh Asura dan Raisa tidak terlalu jauh sehingga mereka tidak terlalu lama sampai di perkemahan. Asura meletakkan rusa mati di dekat api unggun yang sudah dinyalakan oleh Damon. Asura langsung mengambil potongan kayu untuk memanggang rusa dari hasil berburunya. Ketika Raisa dan Asura tengah membersihkan tubuh rusa, Damon dan Pinky datang membawa air dari danau sana lalu mereka bergabung dengan berlarian kecil sambil menyebut nama Raisa.
Raisa menoleh ke sumber suara dengan senyum tipis.
“Akhirnya mereka tiba”, ucap Raisa.
Asura pun menegakkan kepalanya dengan menoleh ke arah kanan. Ia melihat Damon dan Pinky.
“Sepertinya mereka telah akur”,komentar Asura.
“Iya” ucap Raisa.
Saat Damon mengambil posisi duduk di samping Raisa dan Pinky mengambil duduk dekat Asura, Asura bertanya, “ kalian dari mana saja?”
“Kami habis mengambil air”, jawab Damon.
“Kenapa salah satu dari kalian tidak ada yang menjaga tempat ini?” tanya Asura sambil membolak-balikkan panggangannya.
“Damon ketakutan”, ejek Pinky.
“Siapa bilang. Aku tak takut dengan apapun. Aku hanya ingin melindungimu saja” sangkal Damon.
“Oh ya” seru Pinky dengan ekspresi mengejek.
“Iyap, aku mengikutimu bukan maksud karena aku takut. Akan tetapi aku mau melindungi temanku dari mara bahaya. Tempat ini juga aman-aman saja”, jelas Damon dengan ekspresi cemberut.
“Aku gak percaya. Aku gak percaya” ejek Pink.
“Shit up!” kesal Damon.
“Sudah, sudah, aku percaya dengan kalian katakan. Sekarang kita harus memberikan minum kepada kuda-kuda kita sambil menunggu rusa nya matang” ucap Raisa.
Damon dan Pinky beranjak mengikuti Raisa ke arah kuda mereka yang di ikat di dahang pohon besar. Sementara Asura memanggang rusa dari hasil tangkapannya.
...
“Raisa, kamu merasakan sesuatu yang aneh gak malam ini?” tanya Pinky yang merasakan adanya iblis yang mengintainya.
“Aku merasakan. Namun aku tidak melihat wujud mereka ada dimana?” ucap Raisa.
“Berpura-puralah tidak tahu dan bersikap biasa”, ucap Pinky.
Raisa dan Damon menganggukkan kepala.
Sementara Asura meninggalkan api unggun dan pemanggangannya. Ia berjalan dengan sedikit menjauh untuk mengelabui musuhnya.
Saat kepergian Asura, iblis itu datang mengubah wujudnya menjadi Asura. Begitu juga iblis lainnya mengubah wujud ketiga teman Asura untuk mengelabui mereka.
Mereka telah berubah menjadi Damon, Raisa, Pinky dan Asura. Mereka tinggal menunggu Raisa beserta kawan-kawannya pergi berpencar dengan melihat dari semak-semak.
...
Beberapa lama kemudian sesuai dugaan para iblis, Raisa beserta kawan-kawannya berpencar. Para iblis mulai rencananya untuk mengelabui musuhnya.
Raisa bersembunyi di balik pohon beringin besar sementara Damon dan Pinky ke area semak-semak lalu Asura begitu juga bersembunyi di pohon-pohon tinggi.
Raisa sedikit mengintip melihat iblis yang akan mendekat setelah membasuh wajahnya dengan air suci. Raisa melihat iblis tersebut mendekat dengan mengubah wujudnya seperti Asura dan Pinky.
Ketika akan bersiap memanah tiba-tiba dari belakang ada sebuah telapak tangan yang menepuk pundaknya beberapa kali sampai Raisa menghempaskan. Lalu setelah itu telapak tangan iblis yang bersisik itu menepuk kembali dan Raisa menghempaskan kembali dengan merasakan bahwa tangan yang ia hempaskan memiliki sedikit cairan seperti nanah dan Raisa mencoba menoleh ke arah belakang dengan pelan-pelan lalu ia terkejut dengan mata melotot dan tubuhnya bergetar melihat wujud iblis tersebut.
“Iblis ini telah mengubah wujudnya seperti Damon. Aku harus berpura-pura tak menyadari wujud aslinya. Tenang Raisa. Jika kamu ingin selamat”.
Iblis itu malah tersenyum melihat ekspresi Raisa yang terkejut dengan ekspresi seperti ketakutan dengan dirinya. Namun sekejap ekspresi itu berubah tenang dan Raisa menyapa sambil menepuk pundak iblis yang mengubah dirinya menjadi seperti sahabat karibnya.
“Ho, ho, Damon”, dengan tawa dibuat-buat.
“Apakah aku boleh ikut bersembunyi di sini?”
“Tentu.”
“Aku harus memikirkan cara untuk mengatasi iblis yang menyerupai Damon..”
“Berpikirlah Raisa, bau menyengat ini membuatku sulit untuk berfikir. Aku harus menggunakan serbuk suci yang diselipkan oleh Riby ke dalam tasku. Semoga aku membawa serbuk suci itu di kantong.”
Raisa meraba saku celananya mencari serbuk suci di saat iblis tersebut lengah. Ketika merogoh saku, Raisa menemukan serbuk suci tersebut di dalam saku belakang. Saat Raisa akan mengeluarkan iblis itu menoleh ke arahnya dengan senyum liciknya. Raisa hanya dapat membalas senyumannya sambil menahan bau menyengat yang keluar dari tubuh iblis itu. Raisa menunggu iblis tersebut lengah untuk melemparkan serbuk suci di wajahnya. Saat iblis itu mulai lengah Raisa mengambil serbuk tersebut dengan cepat lalu ketika iblis itu menoleh dan akan membuka suara dengan cepat Raisa melemparkan serbuk itu ke wajahnya lalu berjalan mundur ketika iblis tersebut berteriak kesakitan. Kemudian Raisa berlari sebelum para kroco-kroconya mengejar dirinya.
Suara teriakan itu juga di dengar oleh Asura, Damon, dan Pinky dari jarak jauh. Iblis yang berada di sekitar mereka mulai menyerang. Damon, Asura, dan Pinky mengeluarkan senjata mereka namun yang di dapat adalah sebuah serbuk suci yang diselipkan oleh para tetua agung gereja. Mereka tidak tahu yang di temukan dalam kantong mereka masing-masing.