
Damon tengah menceritakan kekuatan dewa di persinggahan Rigby agar Raisa mengerti.
“Kekuatan dewa itu tidak sembarang orang memilikinya. Seperti halnya Rigby si kakek jenggot nan tua itu. Dia hanya memiliki kekuatan dewa sangat kecil karena bantuan dari imam. Sementara kekuatan dewa yang dimiliki oleh diri sendirilah yang sangat luar biasa. Kekuatan itu bisa mengalahkan para penyihir, iblis, dan mahluk hitam lainnya. Ia juga bisa membedakan mana manusia dan mana iblis yang mengubah wujudnya jadi manusia. Makanya kamu tanyakan dahulu kepada Rigby. Mungkin ia tahu tentangmu ataupun kekuatan dewa. Coba kamu meminjam buku milik Rigby”, jelas Damon.
“Baiklah nanti aku meminjam buku darinya”, ucap Raisa.
“Yaudah, aku mau pamit pulang sebelum senja itu menghilang. Kamu jangan berkelana kemana-mana itu bahaya. Saat ini situasi tidak memungkinkan. Kamu lebih baik menunggu pak tua di dalam rumah, takutnya ada mahluk hitam yang lewat ke sini”, ucap Damon.
“Ya. Kamu segeralah pulang, nanti di perjalanan kamu mendapati mara bahaya. Cepatlah. Aku di sini cuman sebentar”, ucap Raisa.
“Baiklah. Sampai jumpa sweety!”, seru Damon dengan mengepakkan sayapnya.
Kini Raisa tengah menyendiri sambil membaringkan tubuhnya di atas dipan dengan kedua tangannya di gunakan sebagai bantalan kepalanya sambil menatap langit yang akan gelap.
“Bagaimana caranya aku bisa memancarkan kekuatan dewa? Apakah Rigby bisa membantuku untuk mendapatkan kekuatan dewa dari para imam besar?Seberapa kuasanya kekuatan dewa apabila aku memilikinya?”
Ketika Raisa tengah berkecamuk dengan pikirannya Rigby datang.
“Kamu sedang apa di luar?”
“Oh.., s..saya sedang memikirkan perkataan Damon dan Asura”, jawab Raisa sambil bangun dari posisi terbaringnya.
“Perkataan apa?”
“Tentang kekuatan dewa”, jawab Raisa.
“Oh ya, omong-omong uncle tahu tentang kekuatan dewa?”
“Ya, aku tahu. Saatnya kamu harus tahu. Namun sebelum aku menjelaskan, aku pergi bersihkan badan. Kamu masuklah, di sini sangat tidak aman. Kamu pasti sudah mendengar dari Damon”, ucap Rigby.
Raisa menganggukkan kepala. Lalu Raisa beranjak dari dipan dan ikut Rigby masuk ke dalam rumah. Saat Rigby berjalan ke kamar mandi, Raisa mencoba membuat makan malam. Raisa menyiapkan bahan-bahan mulai dari beras sampai ikan yang ada di ruang penyimpanan. Raisa mencuci ikan tersebut lalu memotong setelahnya ia menanak nasi.
Beberapa lama kemudian Raisa telah menyelesaikan semua hidangan makanan yang sederhana. Raisa menghela nafas lega. Tak berselang lama Raisa selesai menata semua makanannya, Rigby keluar lalu menyuruh Raisa untuk bersihkan badan dahulu.
“Kamu bersihkan badan dahulu, baru kita makan malam bersama”, perintah Rigby. Raisa langsung pergi melewati Rigby ke kamar. Sementara Rigby dengan sabar menunggu Raisa selesai bersihkan diri.
Rigby tengah duduk berdiam menunggu Raisa bersihkan diri tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar. Rigby beranjak dari tempat duduk lalu ia berjalan ke jendela mengintip siapa yang datang. Rigby melihat sosok hewan yang menakutkan tengah menunggunya. Rigby mencoba menjauhkan diri dengan menutup jendela secara pelan-pelan. Lalu ia berjalan mengendap-endap. Saat Rigby sedang akan menghindari iblis tiba-tiba Raisa datang dari belakang memanggil namanya dengan suara keras namun Rigby lebih cepat membungkam bibir milik Raisa. Rigby membisikan sebuah perintah untuk menyuruhnya diam. Raisa pun menerima perintah dari Rigby. Rigby membawa Raisa ke tempat persembunyian sebelum mahkluk buas itu mengetahui keberadaannya dengan Raisa. Sampai di ruang rahasia Rigby melepaskan tangannya dari mulut Raisa. Raisa dapat bernafas lega dengan menghirup udara. Kemudian Raisa bertanya kepada Rigby yang sudah ia pendam semenjak Rigby menyuruhnya diam.
“Uncle ada apa?!”, seru Raisa.
“Jangan berbicara terlalu keras”, ucap Rigby memberikan peringatan kepada Raisa.
“Uncle ada apa?”, bisik Raisa.
Rigby menghela nafas lalu menjelaskan apa yang terjadi di luar sana sambil berjalan menuju tempat duduk.
“Tadi di luar ada iblis yang menghampiri tempat persinggahan kita. Iblis itu sangat berbahaya untuk kita lawan. Kekuatan kita tidak bisa mengusir iblis sebab kita belum memiliki kekuatan dewa”, jelas Rigby.
“Bukankah kata Damon, uncle memiliki kekuatan dewa dari para imam besar?”
“Kekuatan yang ku miliki bukan kekuatan dewa yang agung melainkan hanya sebuah ilmu seperti sihir. Itu tak akan mempan untuk melawan para iblis. Kekuatan yang sebenarnya yang bisa melawan iblis memiliki tanda lahir simbol dewa. Seribu banding satu sangat sulit menemukan orang-orang yang memiliki kekuatan itu. Makanya kita hanya bisa menghindar kecuali imam besar bisa membereskan para iblis itu”, jelas Rigby.
“Apakah aku bisa mendapatkan kekuatan dewa?” tanya Raisa.
“Bisa, jika kamu memiliki tanda simbol dewa”, jawab Rigby.
“Tanda simbol dewa?” Raisa mulai bertanya-tanya dalam pikirannya.
“Seperti apakah tanda simbol dewa itu? Apabila aku memilikinya, apakah aku bisa membinasakan para mahkluk hitam itu?”
Saat Raisa tengah berfikir, tiba-tiba Rigby menyodorkan sebuah buku kuno. Raisa menyentuh buku tersebut sambil bertanya, “ini apa uncle?”
“Itu adalah buku tentang dewa. Kamu pelajarilah agar kamu gak banyak tanya dan menunggu penjelasan satu persatu dariku”, ucap Rigby.
Raisa mencoba membuka buku tersebut. Di sana banyak tulisan asing dari suku maya. Seharusnya Raisa tak mengerti tulisan tersebut namun nyatanya Raisa bisa memahami tulisan itu. Rigby yang mengamati ekspresi Raisa yang tengah membaca tersenyum menyeringai. Rigby sudah menduga kalau gadis yang di temukan oleh Basudewa benar-benar istimewa. Kini Rigby menunggu Raisa menyelesaikan membaca sambil bertelepati dengan Basudewa yang tengah berteleportasi ke wilayah medan perang dimana para iblis dan penyihir sedang beradu sengit.
“Anda memang jelih melihat keistimewaan setiap orang”, puji Rigby.
“Itulah keahlianku. Kamu jangan meremehkan mata jelihku. Sekarang kamu mengakuiku”, ucap Basudewa dengan berkepala besar.
“Latihlah dia, suatu saat dia bisa menjadi seorang gadis hebat seperti dewa agung”, imbuh Basudewa.
“Baiklah”, ucap Rigby.
Beberapa jam kemudian Raisa telah usai membaca sampai tidak menyadari bahwa Rigby tengah bermeditasi di atas dipan kecil. Raisa menutup bukunya dengan menghela nafas lalu meneguk air yang sudah di tuangkan sejak tadi.
“Bagaimana penjelasan di buku yang kamu baca?”
“Sangat luar biasa uncle sampai aku tak bisa menghela nafas”, jawab Raisa.
“Apa kamu tahu isi buku tersebut?”
“Tentu” ucap Raisa dengan percaya diri.
“Coba ceritakan kepadaku tentang buku itu”, perintah Rigby.
“Baiklah”, ucap Raisa.
“Di buku itu menceritakan bahwa dewa tertinggi adalah dewa Zeus dari dua belas dewa yang ada. Ia disebut Jupiter. Ia yang menguasai langit dan petir. Nomor dua dewa Poseidon atau Neptunus. Ia merupakan penguasa lautan yang sering membawa tongkat trisula. Nomor tiga Haides atau Pluto. Ia dewa penguasa dalam bumi. Ia juga memiliki kekayaan yang berlimpah. Nomor empat dewi Hera atau sering disebut Juno yaitu dewi pelindung kaum perempuan dan ia melindungi kekayaan. Nomor lima dewa Ares atau Mars. Ia dewa cukup buruk namun ia sosok yang dihormati karena menginspirasi masyarakat membangun pertahanan dalam sektor militer. Nomor enam...”
“Cukup penjelasannya, saya sudah paham dan pernah baca tentang kedua belas dewa. Saya bangga dengan kecerdasan kamu. Kamu gadis yang hebat”, ucap Rigby yang telah memotong penjelasan dari Raisa. Raisa tersenyum mendengar pujian dari bibir Rigby. Ia merasa bangga dengan dirinya.
“Aku akan ajarkan kamu bagaimana caranya bisa mendapatkan kekuatan dewa. Aku akan meminta para imam besar untuk membangkitkan kekuatan dalam dirimu. Sekarang kamu beristirahatlah”, ucap Rigby kembali.
“Baik uncle. Good night”, ucap Raisa sambil membaringkan diri di atas dipan.
...
Pukul 08.00 Rigby telah bangun dari tidurnya begitu juga dengan Raisa. Raisa merenggangkan otot-otot di tubuhnya. Lalu ikut Rigby keluar dari ruang rahasia. Di sana ia melihat ruang tamu, dapur bahkan kamar hancur seperti kapal pecah.
“Uncle, bagaimana bisa mereka menghancurkan persinggahan kita?”
“Mereka tidak memperdulikan perasaan manusia. Lebih baik kita membereskan semua. Pekerjaan akan menumpuk jika kita tidak segera membereskannya. Hari ini akan panjang untuk membuat semuanya seperti semula”, ucap Rigby.
“Kalau begitu kita bersihkan mulai menyapu barang-barang yang pecah dahulu sambil menyingkirkan barang lain yang tergeletak di lantai”, imbuh Rigby.
“Baiklah uncle”, ucap Raisa.
Rigby dan Raisa mulai bekerja membereskan kekacauan di rumah. Kemudian Damon datang dengan suara khas kudanya. Raisa memanggil Damon ketika melihat kedatangannya.
“Damon!” panggil Raisa sambil berlari untuk memeluk Damon. Lalu Damon membalasnya sambil memanggil Raisa.
“Raisa!”
“Syukurlah kamu baik-baik saja”, ucap Damon melepaskan pelukkannya.
“Iya” senyum Raisa.
“Apakah tempat tinggalmu juga mendapatkan ancaman dari para mahluk hitam?”
“Sebenarnya cuman sedikit. Saat di perjalanan aku melihat pohon besar tumbang”, ucap Damon.
“Benarkah?”
“Berarti kejadian tadi malam sangat luar biasa”.
“Benar nak..”Raisa menoleh ke arah sumber suara. Basudewa berjalan menghampiri Damon dan Raisa.
“Semalam, sangat luar biasa mereka beradu dalam memperebutkan soal wilayah dan spirit”, ucap Basudewa.
“Anda siapa?” tanya Raisa.
“Oh ya, saya lupa memperkenalkan diri” ucap Basudewa.
Basudewa mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri kepada Raisa. “perkenalkan namaku Basudewa salah satu imam besar. Damon pun mengenalku. Yah, namaku mirip dengan dewa di India, namun aku diberi nama itu karena aku memiliki kekuatan suci yang bangkit dalam diriku. Orang tuaku memberikan ku nama Basudewa atas berkat dewa agung yang memberikan kekuatan suci kepadaku sebagai terima kasihnya kepada dewa yang memilihku sebagai orang spesial”.
“Namaku Raisa”, senyumnya.
“Aku tahu namamu dari Rigby. Senang bertemu denganmu gadis manis”, ucap Basudewa.
“Apakah anda tahu tentang kekuatan dewa?”
“Tentu. Kekuatan itu sangat luar biasa. Kamu bisa memilikinya karena aku menyakini kalau kamu juga pilihan dewa”, jawab Basudewa.
“Bagaimana cara aku bisa mendapatkan kekuatan itu?”
“Tentu saja dengan cara spesial. Kita bisa latihan esok hari. Sekarang kamu bantulah Rigby membereskan semua barang yang dihancurkan para mahkluk hitam”, ucap Basudewa.
Raisa menganggukkan kepala. Lalu Basudewa menghilang tiba-tiba tanpa di sadari oleh Raisa dalam sekejap mata. Raisa melihat Damon dengan ekspresi bertanya-tanya namun Damon hati hanya memberikan mengedikan bahu.