
Ilmu bela diri dan kekuatan dewa telah dikuasai oleh Raisa. Kini saatnya Rigby melepaskan Raisa untuk menjelajah negeri dimana ia harus mencari sebuah spirit untuk melindungi setiap kaum adam dan hawa.
Basudewa yakin kalau Raisa bisa mengemban tugas sebagai ksatria utusan dewa dalam membasmi para makhluk hitam di sekitar manusia.
Raisa menjelajah negeri tak hanya sendirian. Ia ditemani oleh Damon, Pinky, dan Asura. Mereka mengubah wujud menjadi bentuk manusia atas ijin Basudewa, imam besar dan dewa agung.
Raisa begitu takjub akan perubahan wujud ketiga temannya.
“Oh my god, Pinky kamu terlihat cantik. Lalu kalian berdua pun begitu tampan. Manusia yang melihat kalian pasti akan terpanah dengan wajah dan tubuh kalian yang terlihat menawan” puji Raisa dengan menggenggam kedua tangan Pinky.
“Tapi..,”
“Tapi, apa Raisa?” tanya Damon.
“Kalian harus ganti nama. Mana mungkin nama kalian tetap dengan perubahan wujud manusia kan?” ucap Raisa.
“Benar juga” ucap Damon.
“Kita pikirkan nama kalian” ucap Raisa dengan jari telunjuk ia tempelkan ke dagu sambil berlagak berfikir.
“Nama kalian saya yang memutuskan” ucap Basudewa.
“Damon namamu Althia, Pinky (Emma), dan Asura (Rama)” ujar Basudewa.
“Itu luar biasa” seru Raisa.
“Sebelum kalian pergi, bawalah pedang ini yang sudah diberikan kekuatan suci” ucap salah satu imam besar berjanggut putih nan sedikit panjang.
Raisa menerima pedang tersebut dari imam besar begitu juga Damon, Pinky, dan Asura.
“Dalam menjelajah seluruh negeri, kalian harus berhati-hati kepada setiap makhluk yang mendekati kalian. Jangan sampai kalian tertipu dengan wujud iblis, penyihir, monster, dan makhluk jahanam lainnya” nasehat imam besar.
“Baik tuan”ucap Pinky.
“Nanti di perjalanan kalian akan melewati lembah gelap, gua, yang jarang mendapati penerangan cahaya sehingga kalian harus waspada meski sudah dibekali alat penerangan. Lembah dan gua yang dilewati kalian sangatlah berbahaya apalagi melewati jembatan bergantung. Para penyihir, dan iblis berada di sana. Mereka memiliki kekuatan yang besar terutama raja dari segala raja iblis. Apabila kalian menemui itu, siramlah matanya dengan air suci yang diberikan oleh imam besar. Kalian berhati-hatilah. Kami hanya bisa membantu kalian dari sini lewat telepati” jelas Basudewa.
“Ingat, di perjalanan jangan mudah tergiur iming-iming iblis. Kalian harus fokus dan jangan rakus” nasehat Riby.
“Baik, kalau begitu kami pamit pergi” ucap Raisa.
“Berhati-hatilah nak”ucap imam agung.
...
Raisa, Damon, Asura, dan Pinky mulai melakukan perjalanan menyusuri hutan. Mereka melewati dengan berkuda. Di perjalanan yang mereka tempuh tiba-tiba ada orang yang sedang berjalan membawa rumput yang ia panggul dibahunya. Raisa menghentikan perjalanannya dengan mengangkat tangan kanannya agar mereka melihat kode berhenti. Damon bertanya, “ada apa Raisa? Kenapa kita berhenti?”
“Damon lihatlah ke depan. Ada seorang laki-laki yang sedang memanggul karung berisi rumput. Bukankah aneh?”
“Aku tidak melihat Raisa” ucap Damon.
“What?!” terkejut Raisa.
“Lihatlah baik-baik ke depan Damon” bisik Raisa.
“Aku tak melihat apa pun” ucap Damon.
“Asura, apakah kamu melihat sesuatu di depan? Mungkin mataku tak awas”.
“Aku gak melihatnya. Pinky?”
“Akupun gak melihatnya”.
Raisa mendengus kasar. Raisa turun dari kuda namun tiba-tiba orang yang ia lihat menghilang dari pandangannya membuat Raisa bingung.
“Kemana pria paruh baya itu pergi?” tanya Raisa.
“Aku gak tahu Raisa. Lebih baik kamu kita lanjutkan perjalanan untuk sampai ke kota” saran Damon.
“Raisa mungkin yang kamu lihat adalah iblis yang menampakkan diri seperti manusia”ucap Asura.
“Kamu jangan terbuai. Ingat pesan yang disampaikan Basudewa, imam besar dan Rigby.. Dalam perjalanan kita akan penuh gangguan dan bahaya yang merupakan rintangan yang harus kita lewati”imbuh Pinky.
Raisa menyerap perkataan Pinky dengan mengangguk anggukkan kepala. Lalu ia kembali menunggang kuda menyusuri perjalanan di hutan menuju pusat perkotaan.
Sementara iblis yang menggoda Raisa tersenyum menyeringai.
“Selamat berjumpa kembali. Permainan akan semakin seru”