The Power Of The Ruler Of Nature

The Power Of The Ruler Of Nature
Episode 4 ( Berlatih kungfu dan mengumpulkan kekuatan2)



Keesokan harinya tepat hari ke lima, Rigby mengajak Raisa kembali berlatih kungfu dan mengumpulkan kekuatan setelah beristirahat cukup panjang bagi Rigby, tetapi bagi Raisa mungkin waktu beristirahat masih belum cukup semenjak Damon sering mengajak Raisa kecil berkeliling area terdekat ia tinggal. Namun bagaimana lagi, ia harus menuruti kemauan Rigby agar ia memperbolehkan dirinya tetap tinggal dan tak terusir dari tempat yang nyaman itu.


Sebenarnya Rigby dapat mengajak Raisa berlatih setelah istirahat satu hari namun ia mendapatkan perintah dari imam agung penjaga lahan dan tanah yang seperti surga ini, Rigby harus mengabulkan meski berlawanan dengan hatinya.


Kali ini Rigby menyuruh Raisa mengikuti gerakan berbagai macam kungfu sambil memberikan penjelasan setiap teknik yang ia ajarkan kepada Raisa.


“Kungfu di dunia bela diri sangatlah menganggumkan di setiap teknik. Teknik kungfu ada berbagai macam yaitu kungfu kuda-kuda untuk mengontrol tenaga dan melakukan gerakan lainnya, teknik tangkis untuk bertahan, teknik tendangan untuk melawan musuh, teknik tapak budha merupakan teknik pamungkas dalam dunia kungfu”, jelas Rigby.


“Kamu harus menguasai itu semua untuk menyeimbangkan kekuatan dan aliran tenaga dalam yang kau miliki”, imbuh Rigby sambil terus memberikan contoh gerakan untuk Raisa kecil.


Beberapa lama kemudian Raisa dan Rigby beristirahat. Saat mereka tengah beristirahat Damon datang membawa kantong yang berisi minuman dan camilan. Raisa dan Rigby menerimanya. Raisa meneguk air minum lalu berterimakasih kepada Damon. Damon pun menjawab dengan anggukan dan senyuman.


“Kamu sahabat yang terbaik”, puji Raisa sambil mengunyah roti panggang.


“Apakah latihan kalian telah usai hari ini?”, tanya Damon.


“Hari ini belum usai, ia harus memperbaiki semua gerakan kungfu. Kamu kembalilah jika bosan di sini. Raisa gak ada waktu untuk bermain denganmu”, ucap Rigby sambil mengunyah roti yang diberikan Damon.


“Baiklah-baiklah aku mengerti”, ucap Damon.


“Kamu harus semangat agar pak tua tidak terus mempersulitmu. Jika butuh apa-apa kamu bisa meminta bantuan dariku dengan meniupkan peluit”. Damon menyodorkan peluit yang ia buat.


“Thank you”, ucap Raisa.


“Aku pergi dulu! Bye”, seru Damon sambil menyuarakan khas kudanya.


Raisa kecil melambaikan tangannya lalu kembali berlatih setelah sekian lama beristirahat. Rigby memperhatikan setiap gerakan dan teknik yang ia ajarkan. Hingga ia dapat menguasai seluruh teknik dengan sempurna.


Hari demi hari, pagi berganti malam, waktu terus berjalan, Raisa kecil semakin lincah dalam seluruh teknik kungfu. Empat tahun yang ia lalui tidak sia-sia. Setiap kali ada waktu untuk berlatih Raisa terus menggunakan waktu itu dengan sungguh-sungguh tanpa lelah. Bahkan tanda di punggungnya sering menyala. Raisa belum menyadari tanda yang ada di punggung kanannya. Rigby pun belum tersadari juga akan tanda di punggung milik gadis kecil itu yang telah beranjak umur empat belas tahun.


Raisa juga di pagi buta sering melakukan pengambilan tenaga dalam di salah satu tempat yang sering di datangi oleh Rigby diatas bebatuan besar dengan dikelilingi pohon besar. Ia selalu sempatkan untuk bermeditasi. Di tengah hembusan angin dingin Raisa tak pernah pantang untuk tidak melakukan meditasi dj setiap pagi yang telah diajarkan oleh Rigby. Raisa tidak mau semua ilmu yang telah di pelajari sia-sia.


Seluruh perjalanan dalam latihan ia terus lewati sampai tanpa terasa ia harus melakukan bagian latihan selanjutnya. Raisa menerima semua yang akan di ajarkan Rigby. Sebelum menerima pelatihan Raisa selalu menyempatkan untuk berjalan-jalan dengan Damon untuk sekadar refreshing sambil bersenandung ria. Mereka menyanyikan lagu milik Idina Menzel berjudul let it go. Lagu itu sedang menggambarkan hati milik Raisa yang tengah ingin melepaskan semua beban di pundak yang selama ini membanyangi dalam pikirannya yang membuat ia ketakutan. Lagu itu menghiburnya sampai ia menceburkan diri di danau dan berenang juga bersenang-bersenang bersama Damon. Damon pun ikut menikmati sampai waktu makan malam pun tiba.


Rigby mengangkat satu alis. “Aku tidak berbicara dengan siapa pun”, sangkal Rigby.


“Aku tadi melihatnya. Makanya aku memanggilmu karena aneh”, ucap Raisa.


“Aneh kenapa?”


“Iya aneh, kamu mengajak berbicara dengan sesuatu benda seperti sebuah kabut asap berbentuk awan dan warnanya hijau”, jelas Raisa.


“Masa sih”, sangkal Rigby kembali.


“Damon juga melihatnya kan?”, tanya Raisa.


Damon menatap Rigby lalu menyangkal perkataan Raisa. “aku tidak melihatnya girl”.


“Mungkin kamu terlalu kelelahan. Sekarang pergilah bersihkan dirimu. Dan kamu Damon, kembalilah ke rumahmu”, ucap Rigby.


“Baiklah”, ucap Damon.


“Raisa, sepertinya kita harus berpisah. Aku harus kembali bersama keluargaku. Jika perlu bermain lagi seperti biasanya kamu memanggilku dengan peluit pasti aku datang jika tidak ada sesuatu yang mendesak”, ucap Damon kepada Raisa.


“Baiklah, hati-hati”, ucap Raisa dengan memeluk tubuh Damon. “Sampai bertemu lagi”, bisik Raisa.


“Aku pergi dulu Raisa!”, seru Damon sambil bersorak khas suara kudanya. Raisa melambaikan tangan kepada Damon yang berjalan pergi sambil mengepakkan sayapnya.


Usai kepergian Damon Raisa masuk membersihkan diri lalu bergabung dengan Rigby untuk makan malam yang sudah tersedia di atas dipan depan teras.


“Kamu besok berlatih memanah dan berkuda”, ucap Rigby.


“Baiklah paman”, ucap Raisa sambil menikmati jagung manis yang telah di rebus oleh Rigby.


Kemudian Raisa beristirahat begitupun dengan Rigby untuk mengumpulkan energi untuk berlatih selanjutnya.