
Raisa berlari sambil meneriakkan kepada ketiga sahabatnya soal serbuk suci yang terselip dalam kantong masing-masing.
“Guys~!serbuk suci itu kalian harus lemparkan ke wajah para iblis sekitar kalian!”
“Di lempar di wajah iblis?” gumam Damon yang mendengarkan teriakan dari Raisa.
“Itu bisa membantu kalian untuk menumpas para iblis!” teriak Raisa.
“Mem..membantu?” gumam Pinky dengan sedikit ragu.
Ketika Pinky dalam keraguan apa yang dikatakan oleh Raisa, iblis itu tiba-tiba dari depan menyerang Pinky dengan pedang api sehingga membuat kulit Pinky di wajahnya tergores dan merasa terbakar membuat Pinky meringis.
“Shit!” umpat Pinky.
Saat Pinky akan bangun, iblis itu menyerang tiba-tiba kembali membuat Pinky gak ada kesempatan untuk melawan. Pinky terus menghindar serangan-serangan yang diberikan iblis tersebut. Lama-lama serangan iblis itu bertambah sampai ia hampir kembali kena pedang api tersebut jika Asura tidak menolongnya.
Asura membantu Pinky bangkit dan membawanya ke tempat aman. Pinky lalu diobati oleh Asura dengan air suci tersebut. Kemudian Asura menyuruh Pinky untuk bersembunyi terlebih dulu. Namun Pinky menolak saran dari Asura. Ia dengan keras kepala ingin ikut bertempur dengan para iblis. Asura menarik nafas lalu dihembuskan setelah berbagai pertimbangan dalam kepalanya, Asura memperbolehkan ikut bertarung dengan syarat Pinky harus tetap bersamanya. Pinky menganggukkan kepala.
“Berhati-hatilah dengan para iblis itu dan hindari serangan karena pedang yang mereka bawa mengandung racun. Jika kamu terkena kembali tubuhmu akan merasakan hawa terbakar”, peringatan Asura.
“Ya, aku mengerti”, ucap Pinky.
“Lawanlah menggunakan serbuk suci itu. Para iblis akan musnah”, ucap Asura.
Pinky mengangguk tanda memgerti.
...
Perasaan Damon lega. Pria yang mengobatinya pun puas dengan hasil penemuannya. Pria tersebut lalu ikut andil membantu menghancurkan para iblis. Beberapa lama kemudian semua iblis tumbang dengan pedang suci miliknya yang mengeluarkan kilat putih.
Pinky, Asura, dan Raisa lega lalu menghampiri Damon yang duduk bersandar dengan mata tertutup.
“Damon! Damon! Damon!”, seru Pinky dengan menepuk kedua pipinya. Raisa ikut pula membangunkannya dengan mengoyangkan tubuh milik Damon yang tak kunjung bangun. Lalu Pinky mencoba mendekatkan telinganya pada dada untuk memastikan bahwa Damon masih hidup.
“Gimana Pinky?”, tanya Raisa.
“Detak jantungnya masih berdegup. Kenapa ia tidak bisa dibangunkan?” tanya Pinky.
Raisa pun bingung mau menjawab. Lalu tiba-tiba pria itu yang membantu membasmi para iblis menimbrung.
“Dia baik-baik saja. Rancunnya tidak banyak menyebar. Dia tertidur karena efek obat yang kuberikan kepadanya”, ucap pria bertubuh kekar itu.
“Kamu siapa?”, tanya Asura dengan wajah datar.
“Perkenalkan namaku Aditya Akandra, aku pengembara hutan”, ucapnya.
“Baiklah acara memperkenalkan diri sudah selesai lebih baik kita membawa teman kalian ke tempat perkemahan kalian”, sambungnya.
Ketiga orang tersebut mengangguk. Asura memapah tubuh Asura yang tidak besar namun memiliki otot yang cukup keras. Raisa, Pinky, dan Aditya berjalan mengikuti Asura. Lalu mereka sampai ke perkemahan.
Asura meletakkan Damon di tenda lalu keluar meneruskan acara memanggang untuk mengisi peru dirinya dan teman-temannya.