The Power Of The Ruler Of Nature

The Power Of The Ruler Of Nature
Episode 3 ( Berlatih kungfu dan mengumpulkan kekuatan)



Di pagi buta, Rigby membangunkan Raisa untuk saatnya ia melatih gadis kecil itu agar lincah menghadapi para musuh yang nantinya akan ia temui. Rigby terus berusaha membangunkan Raisa kecil meski Raisa terus meminta waktu sampai kesabaran Rigby tak bisa ia kendalikan. Kemudian Rigby pergi mengambil air dari sumur dan ia tuangkan dalam satu ember kecil dan dibawa ke tempat Raisa lalu ia menyiramkan ke wajah gadis kecil itu. Raisa kecil tergagap karena air dingin yang di tumpahkan oleh Rigby. Raisa terduduk dengan ekspresi akan marah kepada Rigby. Namun amarah itu merendam ketika menatap sorotan mata coklat milik Rigby seakan akan mau memangsa dirinya. Ia hanya bisa bersedekap dan mengusap lengannya karena kedinginan akibat siraman air dari Rigby. Rigby gak peduli dengan gadis kecil itu rasakan. Rigby malah menyuruh Raisa untuk pergi berganti baju dan menggosok gigi. Raisa turun dari dipan melewati Rigby sambil tetap bersedekap untuk menghilangkan rasa dingin di sekujur tubuhnya.


Setelah kepergian Raisa, Rigby bersiap mempersiapkan alat untuk latihan Raisa kecil. Sementara Raisa tengah membasuh wajah dan menggosok gigi. Usai selesai berkutat di kamar mandi Raisa kecil berganti pakaian yang telah disiapkan oleh Rigby. Raisa memakainya dan bercermin dengan memutarkan tubuhnya sambil mengatakan kalau dirinya terlihat cantik. Lalu pergi menemui Rigby yang tengah menunggu dirinya. Raisa berjalan keluar melihat Damon yang tengah menemani Rigby sambil terus menguap. Raisa kecil terkikik geli melihat Damon yang merasa bosan dengan menutup kedua telapak tangannya. Raisa kecil menyapanya.


“Morning Damon”. Raisa kecil berlari memeluk Damon sambil mengusap punggungnya.


“Kamu terlalu lama di dalam membuatku bosan bersama pria tua ini yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri”, keluh Damon.


“I’m sorry, aku butuh waktu banyak untuk bersihkan diri agar tercium wangi dan terlihat bersih”, ucap Raisa.


“Ayo kita mulai bekerja”, sela Rigby dengan berjalan dahulu sebelum terlalu panjang pembicaraannya.


Raisa dan Damon mengikuti Rigby dari belakang dengan bersenandung ria. Damon ikut ber-ria dengan Raisa sambil terbang mengitari mereka di atasnya. Dalam perjalanan yang mereka lewati tak terasa telah sampai ke tempat tujuan.


Rigby menyuruh Raisa untuk bersiap berlatih kungfu. Raisa bingung dengan yang dikatakan oleh Rigby.


“Kungfu?”


“Ya, Kungfu”


“Apa yang harus aku lakukan untuk berlatih kungfu?”


“Apakah ini gak terlalu cepat mengajarkan Raisa berlatih kungfu atau bela diri?”, sela Damon.


“Lakukanlah sekarang”, perintah Rigby.


Raisa mengikuti perintah Rigby. Rigby dan Raisa mulai bermeditasi sedangkan Damon duduk menunggu mereka berlatihan. Rigby memandu Raisa untuk terus fokus dengan menarik nafas dan menghembuskan nafas.


Beberapa lama kemudian Raisa tak bisa mengendalikan diri untuk tetap terus fokus bermeditasi. Raisa sesekali melirik ke arah Damon yang terus menguap dengan ekspresi bosan. Saat Raisa akan beranjak Rigby menegur Raisa meski dengan mata tertutup.


“Kamu mau kemana?”


“A..aku”. Raisa tak bisa menjawab pertanyaan Rigby dan ia kembali berlatih bermeditasi dengan lebih fokus karena Raisa kecil takut kalau Rigby akan marah kepadanya. Ketika Raisa memusatkan pikiran ada sesuatu yang menyala dalam punggung. Benda yang ada di punggung miliknya tak ada yang menyadarinya. Benda itu bergambar seperti bentuk dewa. Tanda itu masih belum berkembang. Raisa kecil harus melatih diri untuk menyeimbangkan kekuatan yang ia miliki sebelum kekuatan supranatural mengendalikan dirinya.


Setelah beberapa jam bermeditasi, Raisa kecil diajak untuk menyeimbangkan tubuh diatas kayu yang tertancap di tanah.


“Kamu di sini harus dapat menyeimbangkan tubuhmu. Di salah satu latihan kungfu, kamu harus bisa menyeimbangkan tubuh. Keseimbangan tubuh itu penting untuk mengumpulkan kekuatan. Akan aku berikan contoh untukmu”, jelas Rigby. Rigby naik ke atas kayu besar lalu mengangkat satu kaki sambil menyatukan telapak tangan seperti ketika bermeditasi.


Rigby terus memberikan arahan kepada Raisa kecil tentang cara menyeimbangkan tubuh. Setelah diberikan penjelasan Raisa kecil naik diatas kayu dengan berdiri tegak lalu mengangkat satu kaki kirinya. Ia belum mampu menyeimbangkan tubuhnya. Ia berkali-kali hampir terjatuh dan terjatuh. Kemudian Rigby mengintruksi dengan tegas menyuruh Raisa memusatkan pikiran dengan menarik nafas lalu menghembuskan. Raisa mengikuti instruksi Rigby. Raisa mencoba memusatkan cahaya yang ada di pikirannya lalu akhirnya ia bisa menyeimbangkan tubuhnya meski sedikit terus bergoyang tubuhnya namu lama-lama tubuh Raisa mampu melewati itu. Raisa terus fokus di satu titik cahaya. Rigby yang melihat Raisa mampu menyeimbangkan tubuh dengan cepat membuat Rigby kagum sebab ia bertahun-tahun melatih dirinya sendiri untuk menyeimbangkan tubuh membutuhkan waktu sepuluh hari baru dapat menyeimbangkan tubuhnya diatas sana. Kekaguman itu juga di rasakan oleh sesuatu kabut berwarna hijau.


Usai melatih keseimbangan, Rigby mengajak Raisa untuk mengambil air dari danau dengan di panggul sampai di persinggahan dengan berbolak balik sepuluh kali lalu berakhir dengan beristirahat di persinggahan. Rigby memberikan air minum kepada Raisa. Raisa menerima dan meneguk hingga tandas lalu membaringkan diri diatas dipan yang ada di teras. Damon melihat Raisa begitu kelelahan merasa kasihan namun bagaimana lagi ia tak dapat membantunya. Ia hanya mendoakan agar Raisa cepat terlatih meski umurnya sepuluh tahun.


Raisa menutup mata setelah sekian lama menatap langit yang akan menjelang malam. Damon melihat Raisa tidur terlelap ia pergi meninggalkan persinggahan Rigby untuk kembali ke rumahnya dengan mengepakkan sayap.


Raisa terbangun setelah matahari terbit setinggi tombak. Raisa merasakan tubuh kecilnya seperti remuk. Ia merintih ngilu. Saat Raisa tengah memijat bagian tubuhnya Rigby datang membawakan minyak pijat. Rigby membantu Raisa memijat tubuhnya yang pegal. Karena pijitan Rigby amat nyaman membuat Raisa kecil tertidur kembali sampai menjelang sore lalu Rigby memberikan sarapan untuknya dua kali lipat agar esok ia dapat berlatih kembali. Raisa memakan semua hidangan dengan lahap membuat Rigby senang. Rigby berharap Raisa dapat menjelma seperti dewi yang menolong dan menjaga alam semesta suatu saat nanti.