The Power Of The Ruler Of Nature

The Power Of The Ruler Of Nature
Episode 2 (Mengumpulkan energi alam)



Angin pagi cukup dingin namun tidak mematahkan tekad Rigby untuk bermeditasi di bawah rindam pepohonan di sekelilingnya. Ia mencoba kultivasi kekuatannya dengan membaca mantra. Ia menyatukan kekuatan dengan alam. Rigby telah berjam-jam duduk di sana sampai tubuhnya di kelilingi ilalang yang memberikan energi untuk tubuhnya.


Sementara Raisa tengah bermain dengan Damon sambil menunggu Rigby kembali. Damon mengajak Raisa ke danau. Raisa menyipratkan air sambil bernyanyi lagu How far I’II Go (Allesia Clara) sampai tak menyadari adanya Rigby yang telah datang.


Rigby berdehem berkali-kali dan mereka menghentikan keasyikannya. Rigby mengajak Raisa untuk sarapan pagi yang sudah terlewat. Damon pun ikut sarapan bersama Rigby dan Raisa walaupun ia sudah bersarapan dengan keluarganya.


“Makanlah dengan baik Damon”, ucap Raisa dengan mengusap kepala Damon.


“Kamu juga makanlah dengan baik agar memiliki energi untuk berladang”, ucap Rigby.


“Baik paman”, seru Raisa dengan tawa.


Mereka menikmati makanannya dengan nikmat tanpa suara obrolan. Beberapa lama kemudian sarapan pagi mereka telah selesai lalu pergi ke ladang untuk memanen bahan makanan yang sudah bisa untuk di panen.


Raisa berjalan bersama Damon mengikuti Rigby dari belakang sambil bersenandung lagu-lagu yang mereka ketahui.


Sampai di ladang Raisa terperangah dengan pemandangan yang ia lihat. Raisa langsung turun ikut memanen dengan Rigby. Begitupun dengan Damon.


“Paman, bagaimana kau bisa merawat ini semua tanaman? Padahal ladang ini tidak kecil”.


“Gunakan dengan ketulusan hati”, ucap Rigby.


“Tentunya menggunakan kekuatan dewa”, lanjut Rigby dalam hati.


“Wahh, wortelnya rasanya manis”, ucap Raisa dengan mengunyah.


“Tentu saja”, ucap Rigby.


Beberapa lama kemudian mereka selesai memanen hasil cocok tanam. Lalu mereka istirahat dengan meneguk air. Raisa membaringkan tububnya di atas rerumputan dan diikuti oleh Damon. Sementara Rigby mengikat semua hasil panen dalam karung.


Ketika Raisa menikmati pemandangan di bawah langit bersama Damon tiba-tiba hembusan angin datang dan membuat semua penghijauan terlihat indah. Raisa menikmati angin itu dengan menutup mata. Damon pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Raisa. Raisa merasakan rasa segar dengan kedatangan angin yang berhembus begitu hangat.


“Wahhh, rasanya nikmat”, ucap Damon.


“Tentu, ini merupakan anugerah Tuhan”, ucap Raisa dengan mengulum senyum.


Rigby melihat Raisa menikmati semilir angin membuat hati Rigby luluh. Rigby ikut menikmati suasana alam yang ia tinggali saat ini.


Lalu setelah berlama-lama menikmati hembusan angin dan pemandangan yang menakjubkan Rigby mengajak Raisa dan Damon kembali sebelum hari mulai gelap.


“Baik paman”, ucap Raisa berlarian.


Setelah mereka sampai di rumah, Rigby menyuruh Raisa untuk membersihkan diri dan Rigby juga menyuruh Damon kembali ke kediamannya. Raisa dan Damon mengikuti perintah dari Rigby. Sebelum Raisa berpisah dengan Damon, Raisa memberikan pelukan hangat, Damon menerima pelukan itu.


“Sampai bertemu besok Damon”, ucap Raisa.


“Ya, sampai bertemu besok”, ucap Damon.


“Semoga hari-harimu selalu diberkati”, ucap Raisa mengecup kening Damon.


“Begitu juga denganmu”, ucap Damon.


Lalu Damon bersiap pergi dengan mengepakkan sayapnya untuk kembali ke rumahnya sambil berteriak pamit dengan Raisa dan bersorak dengan suara khas kuda. Raisa melambaikan tangan dengan unjuk gigi lalu masuk ke dalam rumah.


Usai makan malam telah di lewati, Raisa melihat pemandangan malam lewat jendela dengan perasaan bahagia selama tinggal di lembah penghijauan yang belum pernah ia lihat.


“Malam yang bergulita sangat indah karena para bintang menghiasinya”, monolog Raisa.


“Andai seluruh dunia seperti di sini, pasti akan terlihat indah nan menakjubkan”. Mata Raisa tak berhenti berbinar melihat keindahan alam yang saat ini sebagai persinggahannya.


Ketika menikmati itu, Rigby datang menyuruh Raisa untuk tidur.


“Tidurlah. Besok akan ada hari yang membuatmu lelah”, ucap Rigby.


“Baik Paman”. Raisa menutup jendela lalu membaringkan tubuhnya di atas dipan yang diselimuti karpet hijau. Ia menyelimuti diri sampai ke atas dada lalu mengucapkan selamat malam kepada Rigby. Rigby mebalas dengan lirih, “selamat malam, semoga kau diberikan mimpi indah”.


Sebelum meninggalkan rumahnya, Rigby memastikan Raisa yang telah terhanyut dalam mimpi di bawah sadar. Lalu ia pergi bersama dengan sebuah asap tipis berwarna hijau ke sebuah danau.


“Bagaimana menurutmu tentang Raisa?”


“Ia gadis baik dan penurut”, jawab Rigby.


“Sudah aku pastikan kalau dia benar-benar gadis baik. Dia pasti akan menjadi seorang gadis yang luar biasa. Cobalah kau melatihnya. Pasti suatu hari ia akan memunculkan kekuatan dewa dalam dirinya. Perasaanku gak pernah salah”.


“Ya. Besok sudah waktunya ia harus berlatih diri untuk membentuknya seperti kesatria. Akan aku ajarkan apa yang selama ini ku pelajari”, ucap Rigby.


Rigby mulai bermeditasi dengan alam dan diikuti oleh kepulan asap hijau dengan mengubah wujudnya berbentuk manusia. Mereka melakukan bersama membuat seluruh penghijauan ikut merasakan. Bibit-bibit tanaman yang baru saja di taburi benih satu persatu tumbuh bersamaan. Penghijauan di lembah terasa berbeda karena ada kekuatan dewa yang diberikan. Semua hewan ikut merasakan akan kekuatan dewa. Mereka tertidur seperti berada di atas awan. Malam ini adalah malam yang berbeda untuk kehidupan semua makhluk hidup begitupun yang dirasakan Raisa yang tengah bermimpi indah bersama ke dua orang tuanya.