The Power Of The Ruler Of Nature

The Power Of The Ruler Of Nature
Episode 1 (Bercocok Tanam)



Sinar matahari terbit menyinari lembah, danau, pepohonan dan lain-lain dengan perpaduan kicauan burung yang bersahut sahutan membuat pagi hari terasa indah. Raisa terbangun dari mimpinya. Raisa mengusap mata yang sedikit perih. Lalu ia beranjak dari tempat tidurnya. Ia berjalan keluar mencari Rigby. Ketika membuka pintu Raisa amat terkagum dengan keindahan pemandangan yang ada di depan matanya.


Saat tengah mengagumi keindahan pemandangan, Rigby datang dari belakang. Raisa mengalihkan pandangan ke arah orang yang menepuk pundaknya. Raisa langsung menyapa Rigby, “morning”, dengan mengulum senyum.


Rigby tak membalas sapaan dari Raisa. Ia langsung menyuruh Raisa untuk membasuh wajah dan segera berganti pakaian.


Raisa mengikuti perintah Rigby. Ia masuk berjalan ke kamar mandi. Raisa membasuh wajahnya dengan bercermin melihat luka yang ada di wajahnya yang sudah tidak terlihat. Raisa bergumam, “ajaib”, sambil menyentuh wajahnya dengan senyum.


Sementara Rigby tengah mengasah cangkul, pisau besar, dan pemotong rumput. Di tengah kesibukan Rigby tiba-tiba Damon datang dengan bersorak dengan suara khas kuda. Rigby mengetahui Damon datang langsung di cerca sebuah pertanyaan.


“Tumben pagi-pagi datang ke rumahku??”


Damon menyuarakan suara khas kudanya dengan berjingat.


“Aku ingin menjadi sahabat gadis kecil itu”.


“Apa kau kekurangan teman?”


“Aku bosan bersama mereka yang hanya berkelana mengelilingi danau dan lembah. Aku ingin memiliki persahabatan dengan manusia”.


Di tengah mereka mengobrol Raisa keluar dan menyapa Damon yang ada di depannya.


“Hai Damon”. Raisa mendekatinya setelah Damon menyuarakan khasnya. Raisa mengusap kepala Damon dengan penuh kasih sayang.


“Apakah semalam mimpimu indah?”


“Ya, tentu”, jawab Raisa dengan senyum.


“Senyummu manis nak”, puji Damon.


“Thank you”, ucap Raisa.


“Ayo, kita segera ke ladang sebelum kesiangan”, sela Rigby di tengah obrolan mereka.


“Baik”, ucap Raisa.


Mereka pergi ke ladang beriringan. Sampai di ladang Raisa dan Rigby memasang sepatu boots untuk turun ke ladang. Mereka mulai bercocok tanam.


Damon ikut membantu namun membuat segala yang ada di ladang menjadi berantakan sehingga membuat Rigby kesal.


“Hei, kau kembalilah naik ke atas! Kamu tak akan membantu kami di sini!”, seru Rigby.


“Kau, kenapa membedakan aku dengan makhluk lain? Bahkan kamu gak pernah berubah sedikitpun denganku. Aku hanya ingin membantu sahabatku untuk bercocok tanam. Apa aku salah?”


Rigby menghembuskan nafas kasar mendengar rengekan Damon. Raisa berada di dekatnya menceriakan suasana yang tidak baik.


“Hei Damon, kau bisa membantu kami tanpa turun di ladang”, ucap Raisa.


“Bagaimana?”, tanya Damon dengan nada sedih.


“Dengan bersenandung. Kamu bisa bernyanyi kan?”


“Tentu”. Damon bangkit kembali dengan ekspresi ceria.


“Sambil bersenandung kamu bisa membawakan kami benih dan pupuk menggunakan sayapmu. Kamu bisa memberikan kami. Itu sudah membantu dan pekerjaan akan terselesaikan”, seru Raisa.


Damon melirik ke arah Rigby untuk mendapatkan ijin darinya. Raisa melihat Damon tengah menatap Rigby, Raisa membantu agar Damon mendapatkan ijin untuk ikut bercocok tanam.


“Paman, berilah ijin untuk Damon. Dia tidak akan mengacaukan kita bercocok tanam. Biarkan dia membantu dengan kemampuannya sebagai sahabat yang baik”, ucap Raisa dengan memohon. Damon pun ikut memohon dengan berharap bahwa Rigby akan mengijinkannya untuk bisa ikut bercocok tanam dengan cara lain.


Rigby menatap dua makhluk dengan tatapan memohon membuatnya tidak tega untuk membuat mereka sedih lalu Rigby mengijinkan Damon untuk ikut membantu. Damon dan Raisa bersorak senang setelah mendapatkan ijin dari Rigby.


Mereka mulai bercocok tanam dengan bersenandungkan lantunan lagu A Million Dream (A pink). Rigby pun ikut terbawa dengan lagu yang mereka senandungkan lalu tertawa bersama.


Beberapa lama kemudian tidak kerasa acara bercocok tanam berlalu begitu cepat. Lalu mereka pergi ke bangunan pondok yang telah di bangun Rigby bertahun-tahun dengan tetap kukuh. Mereka meneguk air dengan menghilangkan dahaga.


“Bercocok tanam ternyata mengasyikkan ya”, ucap Raisa dengan senyum cerianya.


“Tentu, itu berkat Damon..”, ucap Rigby dengan raut wajahnya agak bersalah.


“Damon, maafkan aku”, ucapnya dengan tulus.


“Sudahlah, itu telah berlalu. Aku sudah ceria lagi berkat Raisa sahabat baruku. Aku bangga dengan diriku juga yang telah membuat ladang menjadi indah”, ucap Damon dengan penuh percaya diri.


Raisa beranjak dari tempat duduknya lalu berlari memeluk Damon dan mengusap punggungnya membuat Damon senang. Rigby melihat gadis kecil itu dengan ekspresi ceria membuatnya ikut terhanyut akan suasana itu.


Di tengah suasana gembira tiba-tiba Rigby mendengar suara yang dikenalnya namun tanpa wujud. Ia berkata, “apakah gadis kecil itu membuatmu repot? Sepertinya tidak. Ia malah membuatmu ceria. Sudah aku duga, bahwa gadis itu benar-benar luar biasa. Suatu hari nanti ia akan menunjukkan kekuatannya untuk membinasakan para iblis, penyihir dan monster sekalipun. Aku harap kamu harus mengajarinya agar kekuatan dewa dalam dirinya dapat keluar. Aku harus berkelana kembali. Sampai bertemu lagi”.


Rigby mendesah dan membenarkan perkataan Arva. Rigby mulai membuka hati untuk Raisa kecil. Raisa kecil menatap Rigby yang tiba-tiba mengulum senyum membuat Raisa kikuk dan membalas senyuman Rigby. Damon melihat senyum Rigby ikut senang dengan bersorak sambil berlari berputar-putar. Raisa ikut Damon berputar dengan keceriaan.


Lalu Damon mengangkat tubuh mungil Raisa ke punggungnya untuk mengajaknya berputar sebentar di atas udara. Raisa menerima meski sedikit terkejut yang tiba-tiba tubuhnya terangkat tanpa sepengetahuannya. Raisa bersorak dengan merentangkan kedua tangannya. Damon pun ikut bersorak kembali dengan perasaan senang.