The Mafia

The Mafia
6



**


Baekhyun sekarang sedang mengurus seorang yang di anggap hama diperusahaannya, ada seseorang yang berani menggelapkan uang perusahaan seorang Byun Baekhyun dan itu membuat Baekhyun sangat marah, apalagi orang tsb adalah orang kepercayaannya. tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun menangkap hama itu, sekarang Baekhyun menuju markas EXVO,  untuk bertemu hama perusahaannya.


***


Tiba di markas


Baekhyun pun langsung masuk kedalam markas EXVO dan menuju sebuah ruang bawah tanah, yaah ruangan itu biasanya untuk menyiksa para hama. 


"aku tak menyangka, pria tua bangka ini, berani menggelapkan uang perusahaanku"kata Baekhyun pada lelaki tua yang sudah lemas akibat dipukuli oleh anak buah Baekhyun.


"maafkan aku tuan, aku terpaksa melakukan ini, karna anakku sedang sakit"kata pria itu sambil memohon dibawah kaki Baekhyun, tapi bukan Baekhyun yang langsung memaafkan orang begitu saja, dengan tanpa perasaan Baekhyun men*ndang dan meng*njak pria tua itu.


"jangan harap kau dapat maaf dariku"kata Baekhyun sambil terus men*ndang dan meng*njak pria tua itu.


"habisi dia" katanya, sambil meninggalkan ruangan itu


**


Di lain tempat, Jennie sangat bosan berada terus dalam kamarnya, dia hanya berbaring diatas kasurnya sambil membaca buku , dan itu membuatnya semakin bosan


"aaaaaaah aku akan mati kebosanan disini" kata jennie, tiba-tiba dia memiliki sebuah ide, diapun menuju telpon rumah yg berada di samping ranjangnya dan menelpon seseorang.


Drrttt-drttt


Tut (telpon tersambung)


"halo bi, bisa kah kau kekamarku sekarang"katanya


"tentu saja nona" jawab sesorang itu yang tak lain bi inha


"baiklah, terima kasih"kata jennie senang, dan tak lama kemudian.


tok tok tok


"masuk" kata jennie


"ada apa nona memanggilku"tanya bi inha


"tak ada, aku hanya bosan dikamar, Baekhyun tidak membolehkanku untuk keluar kamar dan juga aku tak bisa jalan" kata Jennie sedikit malu


"nona sakit?"tanya bi inha khawatir


"tidak, aku baik-baik saja, hanya sajaa.."kata jennie mengantung karna dia malu mengatakannya, bahwa dia tak bisa berjalan akibat ulah baekhyun, bibi inha pun mengerti karna jennie malu mengatakannya


"apakah nona menyukai tuan?" tanya bi inha hati-hati dan sukses membuat mata jennie membulat


"apakah terlihat sangat jelas?"tanya jennie pada bi inha, bukan nya menjawab dia malah bertanya kembali, dan itu membuat bi inha sedikit terkekeh.


"tidak, bibi jugakan perempuan, bibi bisa merasakan apa yang kau rasa"jawab bi inha, dan membuat jennie sedikit lega


"apakah wajar bi, jika aku menyukainya?" tanya jennie


"tentu saja, kalian bahkan melakukan' nya'" kata bibi sedikit menggoda jennie, dan sudah membuat jennie malu


"tapi, kami kan baru bertemu bi"kata jennie lagi


"nona, cinta tidak perlu waktu yang lama untuk tumbuh, jika kau nyaman dan merasa aman bersamanya benih cinta pasti akan tumbuh perlahan lahan" kata bibi


"apakah aku sudah mencintainya?"tanya jennie lagi


"hanya kau yang bisa menjawabnya"jawab bibi


"tapi aku sangat bingung bi" kata jennie lesu, dan itu membuatnya terlihat menggemaskan


"bagaimna kalau dia tidak menyukaiku bahkan tidak mencintaiku?" kata jennie frustasi


"maka kau akan membuatnya menyukaimu dan mencintai"jawab bi2


"bisa kah aku?" tanya jennie


"tentu saja, kau bahkan telah menjadi miliknya"kata bi2


"aku menjadi miliknya, karna aku telah di beli bi" kata lisa pelan ada sedikit rasa sedih disitu


"kau pasti bisa memiliki hatinya nona"kata bibi menyemangati jennie, jennie pun sedikit merasa lega karena telah menceritakan isi hatinya pada bibi


"terima kasih bi, telah mendengarkan ceritaku" kata jennie


"sama2 nona, saya juga senang mendengarkan cerita nona, jangan sungkan untuk menceritakan isi hati nona pada sya" kata bibi dan di angguki lucu oleh jennie



"aigooo, kau sangat manis nona" kata bibi inha memuji senyum manis jennie


"terima kasih bi, bi? bolehkah aku memelukmu?" tanya jennie dan diangguki oleh bi inha merekapun berpelukan layaknya anak dan ibu kandung