
Keesokan harinya, jennie terbangun dalam keadaan baekhyun memeluknya dengan erat. Jennje pun mencoba melepaskan pelukan baekhyun dengan sangat hati-hati, bukannya terlepas baekhyun malah semakin mengeratkan pelukannya dan membisikan sesuatu pada jennie.
"jangan bergerak, jika kau bergerak, kau akan membangunkan adik kecilku, dan kau juga yang harus menidurkannya kembali"bisik baekhyun dengan suara khas orang bangun tidur dan itu membuat jennie takut,dan dia pun diam.
"tapi baek, area sensitif ku sangat sakit dan kau belum melepaskan ‘Itu’ mu dari dalam diriku” kata lisa hati-hati
"tidak, biarkan ‘dia’ disana, ‘dia’ sangat nyaman disana"kata baekhyun sama sekali tidak membuka matanya
"tapi, 'itu'ku sangat sakit"kata jennie sambil menangis, baekhyun yang mendengar jennie menangis pun langsung membuka matanya
"baiklah, tapi berhentilah menangis, aku tak suka mendengarnya"kata baekhyun sambil melepaskan penyatuan mereka, jennie pun berhenti menangis, setelah penyatuan mereka lepas, baekhyun dengan santai bangun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi tampa memakai sehelai kainpun.
'aish,apakah dia tidak punya rasa malu'batin baekhyun
Setelah baekhyun masuk kekamar mandi dengan hati-hati jennie bangun dari tempat tidurnya, tapi itu sangat sulit karna 'itu'nya sangat sakit akibat perbuatan baekhyun yang bermain dengan kasar, mengingat itu ada rasa malu dan kesal pada diri jennie, dia kesal karna baekhyun telah mengambil kehormatannya, dan dia malu karna dia juga menikmati permainan baekhyun.
Usaha jennie untuk berjalan sangatlah sia-sua karna dia hanya mampu jalan selangkah saja, dia hanya bisa meraih kaos milik baekhyun yang dibuang sembarangan oleh baekhyun, dengan terpaksa jennie memakai kaos baekhyun, daripada telanjang bulat pikirnya.
Baekhyun yang telah selesai mandipun keluar dari kamar mandinya hanya menggunakan handuk yang dililit di penggangnya, lagi-lagi jennie masih saja terpesona akan ketampanan dan kesexyan pria itu. Baekhyun yang menyadari jennie menggunakan kaosnya pun bertanya pada jennie
"kenapa kau menggunakan kaosku" tanya baekhyun
"karna hanya ini yang bisa ku gapai, bajuku kau buang sangatlah jauh, lagipula 'itu'ku sangat sakit untuk diajak berjalan"kata jennie menunduk malu, baekhyun hanya terkekeh melihat jennie yang malu karna tidak bisa berjalan akibat ulahnya
"bilang dong kalau nggak bisa jalan" kata baekhyun mendekati jennie, dan itu membuat jennie ketakutan
"ap-apa yang kau lakukan"kata jennie gugup, baekhyun menghiraukan pertanyaan jennie, dia pun langsung menggendong jennie ala bridal style
"kau mau mandi kan?" tanya baekhyun dan diangguki jennie.
"aku akan membawamu kekamar mandi"kata baekhyun lagi
sesampainya dikamar mandi, baekhyun menurunkan jennie dalam bath up yang berisi air hangat.
"setelah kau selesai mandi, panggil aku, mengerti" kata baekhyun, jennie pun mengangguk, baekhyun pun keluar dalam kamar mandi, ada perasaan aneh yang jennie rasakan sekarang, dan jennie pun tak tahu perasaan apa ini.
***
Jennie pun telah menyelesaikan mandinya, dan ia segera memanggil baekhyun yang berada di luar sana.
"Baekhyun" panggilnya dalam kamar mandi, baekhyun pun segera kekamar mandi
"kau sudah selesai?"tanyanya pada jennie, jennie pun mengangguk,baekhyun pun langsung mengendong jennie, dan membawa jennie keluar.
Baekhyun meletakkan jennie diatas kasurnya. Jennie terpesona akan ketampanan baekhyun pagi ini.
walaupun dia selalu tampan, tapi pagi ini terasa berbeda,baekhyun yang sadar sedang diperhatikan lekat-lekat oleh jennie pun hanya terkekeh.
"sudah selesai memperhatikan ku nona?, aku tau aku sangat tampan" ucapnya sombong, jennie hanya memutar mata nya , baekhyun pun langsung tertawa, jennie yang melihat baekhyun makin terpesona akan ketampanan pria ini saat tertawa.
"sudah, jangan terlalu memperhatikanku seperti itu, kau membuatku ingin memakanmu sekarang, jika aku tidak ada metting penting, mungkin kau sudah ku makan sekarang" kata baekhyun dan berhasil membuat jennie menunduk malu.
"aku akan kekantor, kau jangan kemana2, dikamar saja, kalau mau sesuatu minta kepada pelayan atau bibi inha, dan jangan berfikir untuk kabur, mengerti?"kata baekhyun, jennie hanya mengangguk, baekhyun pun tersenyum lalu mengacak-acak rambut jennie.
"aku pergi" kata baekhyun, jennie pun mengangguk, setelah baekhyun keluar dari kamar.
Jennie pun bisa bernafas kembali pasalnya dia sudah tidak tahu cara nya bernafas saat baekhyun mengacak-acak rambutnya dan tersenyum, jennie rasa dirinya sudah gila, karna telah menyukai mafia itu, yaaaaaa.. jennie menyukai mafia itu, cukup cepat emang tapi itulah perasaan seseorang.