The Mafia

The Mafia
3



Selama didalam perjalanan, Jennie sangat ketakutan, dia takut jika mafia itu akan melukainya. Taeyong yang sadar akan ketakutan Jennie, ia pun mencoba mengajak jennie mengobrol.


"nona, apa kau baik-baik saja?" tanya Taeyong


"tentu saja tidak, bagaimana perasaanmu jika kau dijual oleh orang tua kandungmu sendiri kepada seorang mafia kejam"kata Jennie ketus, dan itu membuat Taeyong terkekeh.


"nona tenang saja, tuanku itu sebenarnya orang baik, jika kau mau menurutinya, dia tidak akan menyakitimu, ingat ini nona, dia tidak suka dibantah,tidak suka menunggu,dan tidak suka jika keinginannya tidak terpenuhi, sebenarnya itu hanya satu kunci untuk terselamatkan dari kejamnya yaitu menuruti apa yang dia mau" ucap Taeyong panjang lebar, Jennie mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan Taeyong.


"biasannya apa yang dia mau" tanya jennie hati-hati.


"seperti pria normal pada umumnya nona" kata Taeyong santai, dan itu membuat Jennie susah menelan ludahnya sendiri.


merekapun telah sampai di rumah mewah Baekhyun.



Jennie benar-benar terpesona atas kemewahan rumah Baekhyun.


"silahkan masuk nona"ucap Taeyong


Jennie pun memasuki rumah yang lebih pantas disebut istana ini, saat jennie baru memasuki istana Baekhyun ada seorang wanita paruh baya yang mendekatinya.


"selamat datang, nona Jennie " sambutnya, sambil menundukkan badannya, Jennie pun ikut menundukkan badannya.


"ah ya"ucpnya, kikuk


"perkenalkan saya KIM INHA, saya ketua pelayan disini, panggil saja say bibi in ha" ucapnya


"iya bi, saya Jennie Kim" ucap jennie, bi inha pun menuntun jennie sebuah kamar.



merekapun masuk kekamar itu


"kamar siapa ini bi?"tanya Jennie


"ini kamar nona dan tuan" jawab bi inha, jennie pun kaget, bagaimana dia bisa sekamar dengan seorang pria yang bukan suaminya bahkan belum pernah jennie temui, jennie hanya bisa diam.


"kalau begitu, saya permisi nona" ucap bibi inha pamit kepada jennie, jennie hanya bisa mengangguk, dan ia pun hanya bisa duduk terdiam sambil menangisi nasibnya.


saat sedang menangis tiba-tiba ada seorang pria masuk ke dalam kamar itu dan jennie pun cepat-cepat mengahapus air matanya.


"kau sudah datang" tanya pria itu, jennie hanya mengangguk, pria tampan itu jalan melewatinya dan menuju jendela dan sedikit mengintip di jendela.


'siapa pria ini, tampan' batin jennie, sambil memperhatikan gerak gerik pria itu.



pria itupun duduk didepan jennie


"sudah selesai memperhatikan ku?"ucapnya


'bagaimana dia tahu' batin jennie


"tentu saja aku tahu"kata pria itu lagi, dan itu membuat jennie kaget


"kau?, bisa membaca pikiran" tanya jennie, dan itu membuat Baekhyun terkekeh,yaa pria itu Baekhyun, sang mafia kejam yang membelinya.


'woah, baru saja dia terkekeh sekarang dia menunjukan muka datarnya'batin jennie


"yak, kau membicarakanku" kata baekhyun marah, dan itu membuat jennie ketakutan


"Tidak, maaf tuan" kata jennie ketakutan  sambil menundukan wajahnya, baekhyun hanya menyeringai, dan itu membuat jennie semakin ketakutan.


'dia gadis yang polos dan lugu, woah, ini pasti menyenangkan' batin baekhyun


"ingat! KAU SEKARANG MENJADI MILIKKU" ucap baekhyun penuh dengan penekanan di setiap katanya, jennie hanya bisa mengangguk sambil menundukan kepalannya.


"gadis pintar"ucap baekhyun sambil mengelus-eluskan kepala jennie.


Baekhyun dengan tiba2 membuka jas dan bajunya didepan jennie, dan itu sukses membuat mata jennie membulat, bagaimana tidak, dengan perut yang penuh dengan roti sobek, itu sangat mengoda, dengan susah payah jennie menelan ludahnya sendiri, setelah membuka bajunya baekhyun pun membuka celananya dan hanya menyisakan boxernya saja, jennie pun langsung menutup matanya.


"tuan, apa yang anda lakukan" tanya jennie


"aku ingin mandi" jawab baekhyun santai


"bisakan tuan membukannya dikamar mandi saja,kenapa tuan membukannya di depanku"kata jennie sambil menutup matanya, baekhyun pun berjalan mendekati jennie.


Jennie yang masih menutup matanya pun tidak tahu kalau Baekhyun mendekatinnya, Baekhyun sudah tepat dihadapan wajah cantik jennie, bahkan jennie bisa merasakan hembusan nafas baekhyun, jennie pun otomatis membuka matanya,mereka pun saling bertatapan.


'gilaa, mafia ini tampan sekali'batin jennie


'cantik' batin baekhyun


CHUP


Baekhyun menci*mi jennie dengan ganas, jennie hanya bisa membukam bibirnya, tapi baekhyun yang sangat cerdik meng*git bibir bawah jennie, dan membuat jennie sedikit membuka bibirnya , Baekhyun tidak melepaskan kesempatan itu, ia pun memasukan lidahnya dan mengapsen satu persatu gigi jennie, jennie pun terbuai oleh permainan baekhyun dia pun membalas ciuman baekhyun.


Baekhyun tersenyum senang, setelah lama berci*man sampai jennie memukul dada baekhyun tanda kehabisan nafas,baekhyun pun melepaskan ci*mannyanya dan beralih ke leher jennie, dia membuat banyak tanda kepemilikan disana.


"kau telah menjadi milikku" kata baekhyun setelah mengakhiri ci*man mereka, jennie hanya diam karna dia sedang mengatur nafasnya, setelah berciuman dengan baekhyun.


"baiklah,aku pergi mandi dulu" kata baekhyun, namun sebelum itu, tiba-tiba ada ide licik yang timbul.


"Jennie" panggilnya


"ya tuan" kata jennie


"bisakah kau tidak memanggilku tuan, panggil aku baekhyun"kata baekhyun


"iya baekhyun"kata jennie, sedikit gugup, baekhyun pun tersenyum,


"Jen, bagaimana kalo kau memandikan ku"bisik baekhyun pada jennie, dan sukses membuat mata jennie membulat sempurna.


"Tidak, aku sudah mandi" tolak jennie, dan itu membuat baekhyun kesal, dan otomatis membuat jennie takut.


"Maafkan aku, aku betul-betul telah mandi baekhyun"kata jennie sambil ketakutan dan sedikit gemetar


"baiklah, hari ini kau lolos, kalau begitu aku pergi mandi dulu"kata baekhyun sambil meninggalkan jennie yang masih ketakutan.


Jennie pun bisa bernafas lega.