
Setelah selesai membagi tugas untuk Nst, Baekhyun memutuskan untuk menemui jennie dikamar mereka.
****
Saat baekhyun masuk kamar, baekhyun kemudian dikejutkan oleh pelukan yang sangat mendadak oleh jennie yang hampir membuat baekhyun terjatuh.
"Hati-hati jen,ingat! kau sedang mengandung anakku". Ujar baekhyun memperingati jennie yang selalu bertingkah luar biasa dan selalu membuat baekhyun khawatir
"Iiyaaa oppaa". Ujar jennie tanpa berniat melepaskan pelukannya kepada baekhyun, jennie merasa begitu nyaman saat memeluk tubuh wangi baekhyun.
“Lepaskan dulu pelukanmu,Aku harus mengganti pakaianku dulu, aku baru saja kembali dari luar, baunya tidak sedap”. Ujar baekhyun berusaha memberi pengertian pada jennie.
"Tidak mau!aku suka bau oppa seperti ini, oppa tidur menggunakan baju ini saja". Ujar jennie tanpa berniat melepaskan pelukannya.
"Apa? Tidak mungkin, aku harus ganti baju dulu jen”. Ujar baekhyun pada jennie.
"Tidak boleeehhh, aku tidak mauu”. Ujar jennie sambil terisak, jennie benar-benar menjadi sangat sensitif dan mudah menangis, membuat baekhyun mau tidak mau harus mengalah.
"Baiklah,berhenti menangis dan ayo tidur". Ujar baekhyun langsung menggendong jennie karna jennie tidak mau melepaskan pelukannya.
"Perutmu semakin membesar saja". Ujar baekhyun merasakan perut jennie semakin membesar dan berat badannya semakin meningkat.
"Iiyaa oppa, lihat, babynya semakin membesar didalam sana". Ujar jennie sambil menunjuk perutnya saat baekhyun menurunkannya diatas ranjang.
"Oppa mau berbicara dngan baby??". Ujar jennie sambil menatap baekhyun, berharap baekhyun mau berbicara dengan baby mereka yang masih berada dalam perut.
"Dia tidak bisa bicara". Ujar baekhyun dengan polosnya.
"Bisaaa, coba saja". Ujar jennie lalu memaksa baekhyun dengan pasrah baekhyun mendekatkan wajahnya keperut jennie dan mulai berbicara, jennie yang melihat tingkah baekhyun tersenyum senang
"Hhmmm.. cukup menyenangkan berbicara dengan baby ku". Ujar baekhyun setelah selesai mengobrol dengan perut jennie
"Tentu saja, dia mirip denganku, suka berbicara, tidak sepertimu irit bicara". Ujar jennie meledek baekhyun
"Apa?? kau meledekku?". Ujar baekhyun
"Iyaa.. kau seperti limbad! Irit berbicara”. Ujar jennie meledek baekhyun sambil menjulurkan lidahnya.
"Woah berani-beraninya kau, kau harus diberi hukuman". Ujar baekhyun langsung membungkam bibir jennie dengan bibir tipisnya.
Hanya sebatas ciuman.
*****
Paginya...
Subuh-subuh, Jennie kembali merengek pada baekhyun bahwa ia ingin ikut pergi kekantor bersama baekhyun.
"Oppaaa, aku ingin ikutt". Ujar jennie sambil merengek
"Tidak boleh,kau akan kelelahan disana,sudah disini saja ada lucas,nana dan jisung yang menjagamu, lay oppa mu juga ada". Ujar baekhyun berusaha membujuk jennie
"Tidak mau! baby ku mengingikan ayahnya". Ujar jennie merengek
"Hhuftt.. baiklah-baiklah, segera bersiap-siap dan pakailah pakaian yang baik". Ujar baekhyun akhirnya menyerah dan turun menuju meja makan, sedangkan jennie dia mulai bersiap-siap
Saat memasuki kamar, baekhyun langsung dikejutkan oleh penampilan jennie yang sangat membuat baekhyun terpesona.
Make up dan fashion jennie terlihat sangat dewasa, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat femini dan girlly, dan jennie terlihat semakin sexy dengan baju ini
Baekhyun yang masih di ambang pintu terkejut dengan penampilan wanita yang sedang mengandung anaknya itu
"Ooppaaaa, bagaimana penampilanku??". Ujar jennie dengan sedikit berlari menuju arah baekhyun yang masih berada di pintu kamar mereka.
"Cantik". Ujar baekhyun yang hanya mengeluarkan satu kata yang terlontar namun bisa membuat jennie terbang melayang
"Makasih”. Ujar jennie sambil tersipu malu.
Kemudian, keduanya turun dan menuju ruang tengah, semua yang ada disitu (lay,jisung,jaemin,lucas) terkejut melihat penampilan baru jennie.
"Are you Jennie?”. Ujar lay merasa pangling melihat penampilan baru jennie.
"Yes, I am”. Ujar jennie dengan senyum manisnya.
"Woah, you are so beautifull and Sexy". Ujar lay memuji jennie tanpa sadar bahwa baekhyun berada disna.
"She’s Mine”. Ujar baekhyun sambil merangkul jennie dan membuat semuanya tertawa karna melihat baekhyun cemburu.
"Apa nya yang lucu? Bisakah kalian berhenti tertawa, ayo berangkat". Ujar baekhyun dan langsung membuat tawa mereka terhenti dan melaksana kan perintah baekhyun.
Mereka semua ikut kekantor baekhyun untuk bertugas menjaga jennie.
****
Saat sampai kekantor baekhyun seperti biasa, saat pemilik perusahaan itu datang, seluruh karyawan akan berbaris untuk menyambutnya.
Baekhyun masuk kekantornya dengan menggandeng tangan jennie posesif, sungguh, Baekhyun yang sekarang sangat posesif terhadap jennie,apalagi gaya pakaian jennie yang semakin dewasa membuat baekhyun kesal jika ada yang memperhatikan/melihat Wanitanya.
Kedatangan jennie dikantor baekhyun bukan yang pertama kali, tapi kedatangannya hari ini sanagt special, selain perut jennie yang semakin terlihat membesar tapi penampilan jennie juga semakin dewasa dan cantik membuat karyawan-karyawan pria dikantor itu mencuri pandang kepada jennie, tentu saja mereka tidak berani memandang jennie secara terang terangan, jika mereka melakukannya Tamatlah Riwayat mereka.
Jennie ,lay dan baekhyun langsung masuk keruangan baekhyun. sedangkan jeamin,lucas dan jisung diluar menjaga.
Baekhyun memulai aktifitas kantornya, sedangkan jennie memulai memperhatikan baekhyun saat sedang bekerja, menurut jennie ketampanan baekhyun bertambah berkali-kali lipat saat sedang serius apalagi sedang cemburu.
Awalnya, kedatangan jennie dikantor hari ini sangat lancar, jennie tidak ingin yang aneh-aneh atau semacamnya, hanya ingin dipangku oleh baekhyun yang sedang bekerja saja, itu pun dengan senang hati baekhyun menuruti keinginan jennie, tapi...
tiba-tiba jennie meminta sesuatu pada lay
"lay oppa". Ujar jennie memanggil lay yang sedang duduk disofa ruangan baekhyun sambil memainkan handphonenya sedangkan jennie sendiri masih dipangku an baekhyun yang terus melanjutkan pekerjaannya.
"Ya jen?”. Ujar lay masih fokus ke handphonenya
"Aku ingin boneka kambing". Ujar jennie tiba-tiba dan membuat lay dan baekhyun terkejut
"Apa??boneka kambing??". Ujar lay terkejut
"Ya! dan kau harus membelinya, hanya LAY OPPA". Ujar jennie dengan mempertegas lay oppanya
"Hhufftt.. baiklah my princess". Ujar lay, dengan berat hati dia keluar dari ruangan itu dan menuju ke toko boneka untuk membelikan apa yang diinginkan oleh jennie.