The Mafia

The Mafia
14



Dengan kecepatan tinggi Baekhyun mengendarai mobil sportnya, dia tidak peduli dengan keselamatannya yang hanya ada dipikirannya sekarang yaitu JENNIE.


****


BRUK


Baekhyun membuka pintu rumahnya dengan keras, dan langsung berlari menuju kamarnya, saat ia masuk dilihatnya jennie yang sedang ditenangkan oleh sehun, dan ia langsung menghampiri jennie.


"Kau tak apa-apa?, ada yang luka?". Ucap baekhyun khawatir, bukannya menjawab jennie langsung memeluk baekhyun sambil menangis


"aku hiks takut, jangan hiks tinggalkan aku hiks". Ucap jennie sambil menangis dalam pelukan baekhyun.


Baekhyun pun menenangkan jennie dengan menepuk-nepuk pelan punggung jennie, sampai akhirnya jennie tertidur dalam pelukannya akibat kelelahan menangis.


Baekhyun pun langsung merebahkan jennie di kasur, dan dia menghampiri sehun yang sedari tadi dibawah ruang tamu semenjak kedatangannya.


***


Sekarang baekhyun dan sehun berada diruangan tersembuyi dirumah baekhyun.


Diruangan ini, terdapat banyak sekali senjata api, senjata tajam, dan bahkan sejenih bom pun ada.


"Ini pasti ulah wanita sialan itu". Ucap baekhyun geram


"Menurutku juga begitu, tapi sepertinya sekarang dia bersembuyi, dan ada orang yg melindunginya". Ucap Sehun


"Hah!, aku tidak peduli! Siapa pun yang melindungi dia!, cari dia! Dan bawa ke hadapanku!". Ucap baekhyun marah.


"Pasti, aku akan cari wanita itu, tpi ingat baek keselamatan jennie juga sangat penting sekarang!". Ucap sehun


"Itulah yang sedang aku pikirkan, aku pasti akan menjaganya dengan kesibukanku sekarang tidak bisa menjaganya 24 jam karna aku harus mengurus perusahaan". Ucap baekhyun cemas


"Kau tahu baek, Jennie tadi menangis karna dia merasa merepotkan dirimu,jangan perlihatkan kemarahanmu didepan jennie, itu membuatnya merasa merepotkan mu”. Ucap sehun


"Yaaku mengerti, tpi sekarang siapa yang akan menjaganya saat aku sedang sibuk?”. Tanya baekhyun


"Bagaimana dengan Chanyeol, Chen atau kai?". Saran baekhyun


“Mereka harus mengurus bahan penyeludupan kita". Ucap baekhyun


"Bagaimana dengan lay? Jennie pasti akan nyaman dengannya, karna kau kan tahu, lay seperti apa". Saran sehun


"Hey! bagaiman kalau jennie menyukainya". Ucap baekhyun protes


"Emang apa pedulimu, dia kan hanya pemuasmu saja". Ejek sehun, sehun tau bahwa baekhyun menyukai jennie bahkan mencintai jennie, Tapi dia sengaja melakukan ini untuk melihat reaksi baekhyun jika ia mengatakan itu.


"Hey! dia miliku, mu-mungkin, aku men_cin-tainya". Ucap baekhyu terlihat gugup dan tidak jelas saat mengatakannya , dan ucapan sehun berhasil memancing baekhyun untuk mengatakan itu, sehun pun tersenyum.


"Pertahankan jennie, dia juga mencintaimu dan hilangkan ego mu itu!". Ucap sehun menasihati baekhyun, dan baekhyun hanya mengangguk saja


“Kau berbicara seolah kau lebih tua dariku”. Baekhyun menyindir sehun


“Kau boleh lebih tua dariku! Tapi aku lebih pengalaman mengenai cinta”. Ucap sehun sok bijaksana, dan membuat baekhyun muak mendengarnya


"Jadi? lay hyung?". Sambung sehun


"Baiklah,panggil dia!". Ucap baekhyun akhirnya menyerah dan langsung dilaksanakan oleh sehun.


****


Sesuai perintah baekhyun, sehun telah memanggil lay untuk kerumah nya , dan lay pun datang.


Akhirnya, mereka bertemu setelah beberapa lama tidak bertemu karna kesibukan masing-masing.


"Ada apa? Tumben kau meminta ku untuk kesini?". Tanya lay


"Jennie? Siapa dia?”. Ucap lay bingung


"Sehun, ceritakan!". Ucap baekhyun kepada sehun.


Sehun pun menceritakan dari awal bagaimana baekhyun bertemu dengan orang tua jennie dan membelinya hingga sampai sekarang, dan lay pun mengerti kenapa baekhyun menyuruhnya menjadi bodyguard jennie. Ya karna Baekhyun mencintai wanita itu namun, masih malu untuk mengatakannya.


"Baiklah, berapa upahku”. Ucap lay bercanda


"Hyung! apapun yang kau mau, itu upahmu". Jawab baekhyun serius


"Baiklah, adik kecilku". ejeknya pada baekhyun, lay selalu menganggap baekhyun sebagai adik kecilnya yang tak akan pernah tumbuh dewasa, mereka sangat dekat sejak dulu.


"Berhenti memanggilku seperti itu". Ucap baekhyun dengn muka datarnya.


"Baiklah-baiklah, mana gadis itu, oh, bukan gadis, wanita itu, aku yakin jika dia tinggal bersama tuan byun ini pasti sudah tidak gadis". Ucap lay mengejek baekhyun


"Hyung, ku mohon berhenti". Ucap baekhyun memohon untuk berhenti mengejeknya apalagi disepan bocil sehun, sehun dan lay pun tertawa bahagia


"Dia berada dikamar ku, ayo ikut aku”. Ucap baekhyun mengajak mereka ke kamarnya


****


Mereka pun menuju kamar baekhyun, dan ternyata jennie sudah bangun dan sedang melamun


saat ketiga pria itu datang, sontak membuat lamunan jennie buyar


"Kau sudah bangun?". Tanya baekhyun dengan lembut


"Ya”. Jawab jennie


"Bagaimana keadaanmu?pusing?apakah ada yg sakit?". Sekali lagi baekhyun bertanya pertanya yang sama dan banyak


"Aku baik-baik saja”. Jawab jennie


"Baiklah, oh ya, ini, perkenalkan, lay hyung”. Ucap baekhyun memperkenalkan lay pada jennie.


Awalnya jennie takut pada lay apa lagi tatapan lay, membuat jennie bersembunyi dibalik tubuh baekhyun, dan membuat lay terkekeh karna dia tahu jennie takut padanya.


"Tidak apa-apa, aku orang baik-baik, ah, sebenarnya tidak juga, tpi ,aku tidak akan menyakitimu". Ucap lay dan membuat ketakutan jennje menghilang, apalgi dengan senyum polos lay beserta lesung pipinya.


"Kau sangat manis nona Kim". Ucap aku memuji kecantikan jennie


"Terimakasih ". Ucap jennie malu-malu dan masih bersembuyi dibalik tubuh baekhyun dengan sedikit memperlihatkan kepalanya


"Tidak apa-apa, dia tidak akan menyakitimu, atau aku akan membunuhnya, dia pengawalmu". Ucap baekhyun


"Pengawal? kenapa perlu pengawal? kau akan meninggalkanku?". Ucap jennie hampir menangis, ia berfikir baekhyun akan meninggalkannya


"Tidak akan, aku tidak akan meninggalkanmu, aku hanya ingin ada yang menjagamu disaat aku tidak ada dirumah, mengerti?". Ucap baekhyun menenangkan jennie


"Baiklah, jangan tinggalkan aku". Ucap jennie sambil memeluk baekhyun dan menyembunyikan wajahnya didada bidang baekhyun.


"Tidak akan". Ucap baekhyun meyakinkan


“Hun, sepertinya kita harus keluar". Ucap lay menyindir kedua insan yang sedang berpelukan dihadapan nya dan sehun.


"Akhirnya kalian mengerti, keluar sana!". Ucap baekhyun mengusir kedua orang itu dan membuat keduanya kesal dan keluar, jennje hanya terkekeh melihat kedua org yang sedang kesal itu, terlihat sangat lucu


"Istirahatlah, kau pasti lelah". Ucap baekhyun lembut


"Kau juga, jangan tinggalkan aku". Ucap jennie


"Tidak, ayo tidur". Ucap baekhyun sambil membaringkan tubuh mereka, tanpa melepaskan pelukannya.