The Mafia

The Mafia
2



-Dirumah Jennie-


Jennie Kim, gadis berusia 22 tahun ini, sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya, yaa.. dia berkuliah, itu sebabnya keluarganya pindah kekorea, karna Jennie melanjutkan kuliahnya di korea, Jennie mengambil jurusan bisnis, saat sedang asik mengerjakan tugas, orangtua Jennie yang baru pulang dari entah dimana (Jennie tak tahu), baru saja masuk rumah dengan wajah yang susah untuk Jennie deskripsikan.


"ayah,ibu baru pulang?"tanya Jennie


"iya Jen"kata ibunya (Yura)


"hmm, baiklah, ibu dan ayah sudah makan?, kalau belum akan aku siapkan makanan untuk kalian" tanya Jennie


"sudah, ayah dan ibu sudah makan" jawab ayahnya (Hyunsuk)


"Jen, kemari nak, ada yang ibu dan ayahmu ingin bicarakan" kata Yura ibunya, jennie pun duduk di depan mereka


"ada apa bu, sepertinya ada sesuatu yang terjadi, ibu dan ayah terlihat sangat gelisah" kata Jennie kepada ayah ibunya


"Jen, ayah dan ibu minta maaf pada mu" kata Yura ibunya sambil menanggis sesegukkan, Hyunsuk yang berada disamping Yura pun hanya bisa menenangkannya, Jennie pun semakin bingung dibuatnya


"ada apa ini, jelaskan padaku, kalian membuatku bingung" kata Jennie binggung


"pertama2 ayah minta maaf padamu nak, ayah tau ini salah ayah tapi ini semua demi kau, jadi, ayah meminjam uang kepada seorang mafia, untuk biaya kuliah,kehidupan,aprtemen,mobil,dan modal usaha ayah" ucap ayah Jennie


"lalu?, apa hubungannya denganku?" tanya Jennie, dia semakin binggung


"hutang ayah, semakin besar, sampai 5 miliar, dan ayah tidak sanggup membayarnya, mafia itu tidak memberi ayah waktu lagi Jennie" ucap Hyunsuk frustasi, Jennie pun semakin mengerti arah pembicaraan ayahnya


"kuharap apa yang aku pikirkan tidak terjadi"kata Jennie


"mungkin saja Jen, mafia itu, menginginkanmu anakku" kata ayah Jennie


"tidak, tidak, kalian tidak mungkin menjualku pada mafia itu" kata Jennie tidak percya


"maafkan ayah da ibu mu jennie"ucap ayah nya sambil menanggis, Jennie pun menunduk dan menanggis


"TEGA KALIAN, KALIAN MENJUALKU, HIKS HIKS, APA SALAHKU PADA KALIAN HAH!!, KALIAN HIKS HIKS, AKU BENCI KALIAN" tangis Jennie dan dia berlari ke kamarnya, dan mengunci kamarnya.


"hiks hiks, lihatlah hiks sekarang anak ku membenci diriku hiks" ucap Yura ibu Jennie sambil menangis


-tok tok tok-


"siapa itu?" tanya Yura kepada suaminya


“aku tak tahu, biar aku saja yang membukanya" kata ayah Jennie, sambil mengusap air matanya dan beranjak dari tempat duduk nya dan menuju pintu untuk membukakan pintu tamunya.


"permisi" ucap tamunya


"iya" kata ayah jennie sambil membuka pintu


"saya Taeyong, Bodyguard tuan Byun Baekhyun, saya ditugaskan untuk menjembut nona Jennie"ucap nya


"oh ya, silahkan masuk, kami akan bersiap-siap” kata ayah Jennie sopan


"ah nee, kamsahamida, kalau begitu saya masuk dahulu, untuk memberikan ini pada lisa" kata ayah Jennie, dan Taeyong pun mengangguk, ayah jennie pun segera masuk kerumahnya


"Yura,kau tolong berikn ini pada Jennie untuk dipakainya, bodyguard tuan Baekhyun telah sampai" ucap ayahnya Jennie pada istrinya, sambil memberikan paper bag berisi pakaian yang diberikan oleh mafia itu.


"hmm baiklah" kata ibu Jennie, sambil mengusap air matanya


Yura ibunya Jennie pun segera menuju kamar Jennie


tok tok tok


"Jen, ini ibu, bodyguard tuan Baekhyun telah datang untuk menjemputmu nak, ibu mohon sekali ini saja keluarlah nak"kata Yura memohon dan dia kembali menangis


"tidak, aku tidak mau, pergilah" teriak Jennie dari kamarnya


"Jennie ibu mohon, jika kamu tidak mau menemui mafia itu, ibu dan ayahmu akan dibunuh hiks hiks, ibu mohon hiks, ibu melakukan ini hiks, agar kau juga hiks tidak hiks dibunuh juga Jen, setidaknya hiks kau aman bersamanya hiks" kata Yura semakin menangis


"aman kau bilang, kau menjadikan ku seorang ******, kau tahu itu" teriak Jennie


"ibu mohon hiks Jennie, ini hiks yang terbaik untuk mu hiks, jika hiks kau tidak menemuinya hiks ibu dan ayah mu akan dibunuh hiks, dan kau hiks akan tetap hiks jadi incarannya hiks" Mohon Yura sambil menangis , Jennie pun mulai luluh, semarah apa pun ia kepada orangtuanya ia tak tega jika mendengar ibunya menangis dan memohon pdanya


Klik (pintu terbuka)


"baiklah" kata jennie


"makasih anaku, ini , kau pakai gaun ini" ucap Yura, sambil memberikan paper bagnya, Jennie pun menerimannya dan langsung menutup kembali pintu kamarnya


Jennie pun telah selesai bersiap2



"aku sudah selesai"kata nya pada orangtuanya


"woah, anakku cantik sekali"puji Hyunsuk


"kapan kita berangkat?apakah aku harus membawa semua pakaianku?" tanya Jennie, ia tidak menghiraukan pujian ayahnya, Hyunsuk yang menyadari putrinya menyuekinya pun hanya bisa diam,ia pantas mendapatkan itu.


"sakarang nona, tidak, anda tidak perlu membawa barang apapun, karena telah di siapkan oleh tuan Baekhyun" jawab Taeyong


"baiklah, oh ya, siapa namamu" tanya Jennie pada Taeyong


"nama saya Taeyong nona" jawab Taeyong, Jennie pun hanya mengangguk dan masuk kemobil


"apakah kalian akan ikut" tanya Taeyong pada orangtua Jennie


"tidak usah, aku tidak memerlukan mereka, lagipula aku telah dijual pada tuan mu, jadi sekarang aku milik tuanmu, bukan mereka lagi" kata Jennie,dan itu sangat menohok hati kedua pasutri itu


"baiklah" kata Taeyong


Taeyong dan Jennie pun pergi meninggalkan kedua pasutri yang menatap kepergian putri nya itu.