The Mafia

The Mafia
13



Setelah menyelesaikan mandi bersama mereka, baekhyun bersiap-siap untuk berangkat menuju kantornya.


Sedangkan jennie? sekarang dia masih lemas akibat perbuatan baekhyun, jennie hanya bisa terbaring dengan tubuh yang di penuhi karya indah baekhyun, melihat jennnie yang masih lemas baekhyun sedikit terkekeh apalagi melihat hasil karyanya (kiss mark)  yang memenuhi badan jennie.


Baekhyun telah selesai bersiap-siap, dan jennie pun sudah selesai berpakaian.


"Aku akan pulang cepat, ingat! jangan kemana-mana, jika aku tahu kau mencoba kabur, akan ku kejar kau sampai di ujung dunia pun, mengerti!". Ucap baekhyun terlihat serius


"Ya, aku mengerti!". Jennie menjawab dengan wajah imutnya dan berhasil membuat baekhyun sangat gemas, karna terlalu gemas akan wajah menggemaskan jennie, baekhyun sampai mengigit pipi jennie.


Jika sekarang tidak ada rapat penting mungkin dia akan kembali menyerang Jennie sampai benar-benar tidak bisa jalan dan hanya bisa menemani baekhyun di atas ranjangnya.



"Awww baek! Sakit!". Ucap jennie saat baekhyun menggigit pipinya, terlihat sangat menggemaskan dimata baekhyun.


"Astaga, bisakah kau tidak menggodaku!". Ucap baekhyun kesal melihat jennie begitu menggemaskan


"menggodamu?". Jennie binggung dan semakin membuatnya terlihat menggemaskan



Melihat tingkah jennie yang semakin menggemaskan membuat baekhyun langsung membungkam bibir manis jennie dengan bibir tipis nya, jennie sangat kaget akan serangan baekhyun yang tiba-tiba menyerang bibirnya.


"Mmpphhh.. baekhh kauuhh ha rushh beranghhkat". Ucap jennie disela-sela ci*man mereka, jennie harus mengingatkan baekhyun karna jika tidak baekhyun semakin beruntal dia akan kembali menyerangnya.


"Astaga.. kali ini kau selamat lagi". Ucap Baekhyun sambil mengusap-usap bibir jennie yang sedikit membengkak akibat ulah brutal nya barusan.


"Berangkat sana". Ucap jennie seolah mengusir baekhyun


"What? kau mengusirku?". Ujar baekhyun kaget dan sedikit kesal akan hal itu


"Tidak!” Elak jennie


"Hey nona!aku bisa saja membatalkan rapatnya dan membuatmu tidak berjalan selama seminggu, kau mau?". Ancaman baekhyun bisa saja benar terjadi dan ancaman itu berhasil membuat jennie menciut


Baru saja mereka melakukan'nya' bahkan sel*ngkangan jennie masih sedikit sakit dan sekarang baekhyun akan menghukumnya tidak bisa berjalan seminggu, jennielangsung menggeleng cepat.


"Maaf baek, aku tidak bermaksud mengusirmu,aku hanya tidak ingin kamu terlambat bekerja". Ucap jennie dengan mengeluarkan jurus merayu nya.



Baekhyun adalah seseorang yang tidak tahan dengan wajah menggemaskan jennie pun luluh, dan itu sangat mudah meluluhkan hati seorang Byun Baekhyun bagi Jennie Kim.


"Baiklah, aku tidak akan menghukummu,tpi ingat jangan kemana-kemana”. Tegas baekhyun


"Ya baiklah, aku mengerti!”. Ucap jennie


"Baiklah, aku berangkat". Pamit baekhyun sambil mengecup bibir jennie singkat dan mengusap-usap kepala jennie dan itu sukses membuat jantung jennie berdetak 2x lebih cepat dari biasanya dan jennie sangat senang.


'Ya Tuhan ... aku akan matiii'. Teriak jennie dalam hatinya


***


Baru saja baekhyun berangkat menuju kantornya, tiba-tiba bibi inha datang ke kamar dan membawakan sebuah paket untuk jennie.


Tok-tok


Bibi Inha mengetuk pintu kamar baekhyun dan langsung masuk setelah mendapat izin dari jennie.


"Ada apa bi?". Tanya jennie saat melihat bi inha yang datang menghampiri nya dengan membawakan sebuah kotak.


"Akupun tidak tahu nona, aku permisi". Ucap bi inha lalu meninggalkan jennie sendiri di kamar itu


"Baaiklah, terimakasih bi". Ucap jennie


Jennie pun membuka paket itu dan ternyata isinya..



Jennie langsung menjerit ketakutan saat melihat isi paket itu sebuah boneka yang berlumuran darah dan sebuah surat yang dipenuhi darah segar.


Karna teriakan jennie, membuat semua pelayan menghampiri jennie, dan masuk begitu saja ke kamar baekhyun.


"Nona? ada apa?". Tanya seorang pelayan khawatir


"Ituuu, aku takut, dimana baekhyun hiks hiks, aku hiks takut hiks". Ucap jennie menunjuk kotak berisi darah dan boneka itu sambil menangis ketakutan.


Para pelayan pun melihat paket itu, dan sontak saja mereka semua pelayan kaget dan takut.


Sebagian dari mereka ada yang menenangkan jennie, menyingkirkan paket itu, dan menelpon baekhyun.


Karna tidak ada yang berani menelpon baekhyun, akhirnya bi inga yang menelponnya.


Telpon tersambung.


'Halo bi, ada apa?". Ucap baekhyun di sembarang sana


"Begini tuan, ada paket aneh yang di tunjukan untuk nona jennie dan ternyata isi paket tersebut adalah sebuah teror tuan!". Ucap bi inha dengan terbata-bata


"Apa?!!!, Siapa yang berani meneror jennie? Bagaimana keadaannya? Mana jennie?”. Ucap baekhyun terdengar marah dan khawatir.


Bi inha segera mendekati jennie dan memberikan ponselnya kepada jennie agar bisa berbicara dengan baekhyun.


"Maaf nona, tuan ingin bicara". Ucap bi inha memberikan teleponnya pada jennie


Jennie menerima ponsel tersebut lalu


"Ha-Halo baek hiks, aku hiks aku takut hiks". Ucap jennie sambil menangis dan tangannya sedikit gemetar akibat ketakutan


"Halo jen, kau baik-baik saja?ada yang terluka?". Tanya baekhyun khawatir


"hiks hiks, aku hiks membutuhkanmu hiks". Tangis jennie semakin menjadi


"Baiklah, tenangkan dirimu, aku akan segera kesana, aku akan menelpon Sehun terlebih dulu". Ucap baekhyun lalu mematikan sambungan.


****


Baekhyun dengan gusar menelpon Sehun


"Hun, kau dimana?". Ucap baekhyun begitu telponnya tersambung


"Aku sedang dimarkas, mencoba senjata baru". Jawab sehun


"Sekarang kau kerumahku, dirumahku jennie sedang ketakutan, ada yang meneror jennie”. Ucap baekhun terdengar kesal dan marah


"Hah? Benarkah? Jennie baik-baik saja kan?”. Tanya sehun khawatir


"Iya, seseorang mengirimkannya paket yang berisi teror, dan aku tak tahu keadaannya sekarang, kuharap baik-baik saja, kau sekarang kesana dan menjaganya, aku ada rapat penting sebentar". Ucap baekhyun, sebenarnya ia tak tega membiarkan jennie ketakutan sendiri namun, meeting nya pun tak bisa di batalkan.


"Baiklah, kau bisa mengandalkanku, selesaikan saja pekerjaanmu dahulu". Ucap sehun


"Baiklah”. Kata baekhyun langsung mematikanya


Setelahnya, sehun lalu bersiap dengan membawa senjata baru nya menuju kediaman baekhyun.


****


Sehun telah tiba di kediaman baekhyun.


Sehun langsung masuk kekamar baekhyun dan melihat keadaan jennie yang sedang menangis ketakutan, dan sehun langsung membawa jennie kedalam pelukannya.


"Tidak apa-apa, ada aku disini". Ucap sehun menenangkan jennie


"Oppaaa hiks, aku hiks aku takut hiks". Tangis jennie


"Tidak akan terjadi apa-apa denganmu, ada aku disini”. Ucap sehun menenangkan jennie lagi


"Terimakasih oppa, dimana baekhyun?”. Tanya jennie


"Dia harus menyelesaikan urusannya, tenang saja aku ada disini". Ucap sehun.


Jennje pun hanya mengangguk, jujur saja ada rasa sedih dihatinya karna baekhyun tidak datang menenanginya, tpi dia mengerti baekhyun pasti sangat sibuk dan sekarng mengkhawatirkannya, memikirkan baekhyun yang sekarang pasti menghawatirkannya membuat jennie kembali menangis ia merasa sangat merepotkan baekhyun.


"Kau kenapa?”. Tanya sehun melihat jennie kembali menangis


"Apakah hiks aku merepotkan hiks oppa hiks". Ucap jennie sambil menangis


"Tidak, tentu saja tidak, kau sama sekali tidak merepotkan, kau jangan kata begitu lagi, atau kepala ku dipengal oleh mafia kejam itu". Ucap sehun sambil bercanda dan berhasil membuat jennie sedikit tertawa.


"Terimakasih oppa". Ucap jennie


"Ya jen, aku sudah menggangapmu seperti adikku sendiri". Ucap sehun.


****


Sedangkan..


Baekhyun sekarang sangat khawatir dengan jennje bahkan pekerjaannya menjadi sangat kacau karna dia tidak bisa fokus.


Sekarang baekhyun sedang rapat, tpi karna masih mengkhawatirkan jennie bahkan semakin menghawatirkannya, baekhyun langsung bangkit dari tempat duduknya dan membuat kolega-koleganya bingung.


"aku batalkan rapat ini". Ucap baekhyun tiba-tiba dan dia langsung keluar dari ruangan itu.


**