
Dan di sinilah mereka.
Di Tempat wahana yang telah di sewa oleh Byun Baekhyun.
“Hari ini akan sangat melelahkan”. Ucap baekhyun pelan, namun terdengar oleh sehun yang berada tepat di sampingnya
“HAHAHA Hyung! Semangat! Ini demi anak mu!”. Ucap sehun menyemangati namu terkesan mengejek juga
“Diam kau bocah!”. Ucap baekhyun kesal
***
Berbeda dengan baekhyun yang terlihat tidak semangat, Jennie sangat bersemangat sekarang.
Sejak awal menginjakkan kaki di tempat ini, senyum jennie tidak pernah luntur sedikit pun.
“Oppaaa..”. Panggil jennie, membuat kesembilan oppa nya menengok
“Hehe.. maksudku, baekhyun oppa”. Ucap jennie menyadari kesembilan pria tampan dihadapan ya itu menatap kearah nya
“Iya sayang? Kenapa?”. Ucap baekhyun lembut sambil merapikan anak rambut jennie yang berterbangan.
“Terima kasih ya! Aku sangat menyukainya!”. Ucap jennie
“Iyaa.. Hari ini kau harus bersenang-senang! Tapi tetap utamakan keselamatan mu! Mengerti!!”. Ucap baekhyun, jennie dengan semangat mengangguk patuh
Lalu ia kembali bergabung dengan para wanita, dan mulai berkeliling.
Sedangkan baekhyun, dan yang lainnya, mau tak mau ikut menikmati wahana ini.
Bahkan Kedua member termuda EXVO pun ikut menaiki wahana
Sebelum berangkat, kedua member termuda ini memutuskan untuk berganti pakaian, ia tidak ingin ikut-ikutan kulot seperti para Hyung nya yang berpakaian sangat kaku.
“AAAAAKHHHH”. Teriak kedua nya
Mereka semua menikmati wahana dan permainan disini, apalagi jennie yang tak hentinya tertawa melihat tingkah teman-temannya, baekhyun ikut merasa senang melihatnya.
“Baek!”. Panggil xiumin
“Iya Hyung?”. Ucap baekhyun
“Bagaimana? Apa kau sudah memastikan perasaanmu? Apalagi kau ingin menikahinya, dan bahkan kau memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’”. Ucap xiumin, baekhyun dan xiumin kini mengobrol sambil menatap ke arah jennie yang asik bermain dengan Rose, jennie terlihat sangat bahagia sekarang.
“Entahlah Hyung, aku belum bisa memastikan perasaan ku”. Ucap baekhyun lesu
“Apa maksudmu baek? Kau menggantung perasaan seorang wanita?”. Ucap xiumin tak percaya apa yang ia dengan dari mulut baekhyun.
“Tidak Hyung, aku hanya tidak bisa mengungkapkannya, aku tidak tau apa yang ku rasakan! Saat aku tahu ada orang yang meneror jennie, aku sangat marah, saat aku tau jennie mengandung anakku, aku sangat senang, saat melihat jennie bahagia aku pun ikut bahagia, aku hanya tidak ingin salah mengartikan perasaanku Hyung”. Ucap baekhyun menjelaskan kebingungan nya pada Hyung tertua nya
“Baek! Kau hanya perlu memahami itu semua, itu sudah sangat jelas bahwa kau juga mencintai jennie! Katakan padanya! Yakinkan dirimu baek! Jangan sampai kau melukai hari kecilnya, cukup orang tua nya yang tega menjualnya padamu!”. Ucap xiumin menasihati ketua mafia yang sudah di anggap nya seperti adik kandung.
“Aku hanya takut Hyung.. takut itu terjadi lagi!”. Ucap baekhyun
“Apa yang kau takut kan baek! Kau yang membawanya ke dunia mu, bukan dia yang memaksa untuk masuk ke dunia mu! Kau yang membuatnya jatuh cinta padamu bukan dia yang memaksa untuk jatuh cinta padanya, jennie hanyalah gadis polos biasa, jika orang tuanya tidak menjualnya atau mengenal mu, mungkin jennie sekarang sedang menyelesaikan kuliahnya”. Ucap xiumin panjang lebar, xiumin rasa baekhyun harus bisa memastikan perasaan nya pada jennie apalagi mereka akan segera menikah.
“Baek! Pikirkan lagi! Jika kau belum bisa memastikan perasaan mu! Aku tidak akan membantu pernikahan mu! Aku akan menghentikan semua persiapan itu!”. Ancam xiumin
“Hyung..”. Ucap baekhyun tertahan
“Ini untuk kebaikan mu baek! Jangan menjadi pengecut!”. Ucap xiumin.
Kini, mereka berdua kembali terdiam, fokus dengan pikiran masing-masing.
Hingga, jennie datang menghampiri baekhyun dengan sedikit berlari membuat mata baekhyun melebar.
“JENNIE JANGAN LARI!”. Teriaknya saat melihat jennie berlari kecil kearahnya
“Hehe.. maaf!”. Ucap jennie tepat dihadapan baekhyun, wajah baekhyun terlihat sangat khawatir melihat jennie berlari ke arahnya.
“Jangan pernah seperti itu lagi! Jika kau butuh aku! Panggil saja aku! Aku yang Akan menghampirimu”. Ucap baekhyun sambil mengusap-usap wajah kecil jennie.
Xiumin yang berada disamping baekhyun melihat semua itu, melihat rasa khawatir baekhyun yang sangat besar akan keselamatan jennie, melihat bagaimana besar rasa sayang baekhyun terhadap jennie, melihat bagaimana besarnya cinta baekhyun terhadap jennie, begitu pula jennie terhadap baekhyun.
“Kau tidak bisa mengungkapkan nya tapi kau menunjukan nya dengan sikap mu baek!”. Batin xiumin.
“Siap BOSS!”. Ucap jennie sambil memberi hormat kepada baekhyun, tingkahnya semakin menggemaskan
“Kau tau! Tadi aku naik kuda-kudaan.. seru sekali!! Dan aku juga makan gulali bersama Rose dan Lisa, Jisoo oennie tidak mau memakannya, dia bilang dia sedang diet!”. Ucap jennie menceritakan apa yang baru ia lakukan padahal baekhyun pun memperhatikannya dari jauh, jennie tampak seperti seorang anak kecil dihadapan baekhyun.
“Lalu?”. Ucap baekhyun memancing jennie agar terus bercerita, karna jennie terlihat menggemaskan saat bercerita.
“Lalu! Sehun oppa datang dan mengambil gulali Lisa, dan mereka pun kejar kejaran”. Ucap jennie begitu menggemaskan
Chup
Baekhyun mengecup bibir menggemaskan jennie, membuat jennie mematung dan wajahnya memerah.
“Kau sangat menggemaskan sayang.. aku harap anak kita mirip dengan mu”. Ucap baekhyun membuat jennie melayang.
“Ekhem! Jangan lupakan aku disini!”. Ujar xiumin menyadarkan dua insan ini bahwa ada kakak tertuanya yang memerhatikan tingkah bucin mereka.
“Hyung! Kau mengganggu moment saja”. Ujar baekhyun
“Xiu oppa.. kenapa tidak bermain?”. Tanya jennie
“Aku sudah tua! Tidak cocok bermain seperti ini”. Ucap xiumin
“Lalu! Kau oppa! Kenapa tidak inti bermain?! Apa kau sudah tu juga seperti xiu oppa?”. Ujar jennie pada baekhyun
“Hey! Aku masih muda sayang.. aku hanya tidak cocok dengan ini”. Ujar baekhyun sambil menarik tubuh jennie kedalam pelukannya, entahlah, baekhyun hanya ingin memeluk jennie.
“Oppa lepaskan!”. Ucap jennie membuat baekhyun kaget
“Kau tidak ingin aku peluk?!”. Ujar baekhyun terkejut
“Tidak sekarang! Aku ingin berfoto disana! Fotokan aku!”. Ucap jennie menunjuk spot foto
“Mana handphone nya?”. Ujar baekhyun meminta handphone jennie
“Pake handphone oppa aja!”. Jawab jennie, dan dengan pasrah baekhyun menuruti keinginan jennie.
“Oke! Sana bersiap”. Ucap baekhyun sambil mengarahkan kamera handphone nya, dan jennie dengan riangnya menuju spot foto itu dan berpose
“1…2..3… “ Cekrek
“Cantiknya..”. Ujar baekhyun spotan
“Makasih”. Ucap jennie malu-malu
“Haha.. sana lanjut main”. Kata baekhyun
“Aku lelah..”. Ucap jennie sambil mendekat ke tubuh baekhyun dan memeluk baekhyun.
Baekhyun lalu berinisiatif untuk menggendong jennie seperti koala.
Jennie hanya pasrah karna ia lelah.
Baekhyun lalu memberi isyarat pada teman-temannya untuk menyelesaikan permainan mereka, mereka harus segera pulang karna jennie sudah lelah.
“Oppa..”. Panggil jennie
“Ya sayang?”. Jawab baekhyun
“Kau mencintaiku?”. Ucap jennie tiba-tiba
Degh…
Baekhyun terdiam, tak bisa menjawab
“Kau sebaiknya tidur jen, kau lelah”. Ucap baekhyun mengalihkan topik
“Tapi kau belum menjawab pertanyaanku”. Ucap jennie sambil menguap karna mengantuk
“Apa perlu?”. Tanya baekhyun
“Sangat!”. Jawab jennie
“Bukannya terlihat jelas dari perlakuan ku? Apa perlu aku ungkapkan?”. Ucap baekhyun
“Wanita perlu pengakuan oppa bukan hanya perlakuan”. Ucap jennie pelan dan berakhir tertidur karna kelelahan.
“Kau dengar sendiri kan baek”. Ucap xiumin tiba-tiba berada disamping baekhyun
“Wanita perlu pengakuan bukan hanya perlakuan”. Ucap xiumin lalu meninggalkan baekhyun dan jennie.
…