
Keesokan paginya...
Jennie terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dia ketiduran saat pulang dari markas.
“Astaga yang benar saja, aku ketiduran semalam”. batin jennie
Saat ingin bangun dari ranjangnya, tangan jennie di tarik oleh baekhyun dan dibawa ke dalam bekapan tubuh baekhyun. Jennie hanya terdiam, dan merasakan jantungnya sekarang sudah bekerja lebih cepat sekarang.
"Kau mau kemana?hm?". Tanya baekhyun dengan suara khas orng bangun tidur, dan itu membuat kadar kesexyannya bertambah, dan jantung jennie pun bertambah cepat berdetak
'Astaga jika aku berlama-lama disini, jantungku akan meledak'. batin jennie
"kau tidur?" tanya baekhyun kepada jennie belum menjawab pertanyaannya karena posisinya mereka sekarang, berpelukan dengan jennie berhadapan langsung dengan dada bidang baekhyun, sedangkan kepala baekhyun berada di atas kepala jennie, sehingga ia tidak bisa melihat ekspresi jennie atau apa yang sedang jennie lakukan.
Jennie hanya menggeleng sebagai jawabanya.
"Apa kau sedang merasa tidak enak badan,sakit kepala? Atau sakit gigi?". Tanya baekhyun dengan khawatir pada jennie
"Ti-tidak.. aku baik-baik saja”.
ucap jennie gugup
"Kenapa kau gugup?”. Baekhyun bertanya
"Hah? A-aku ti-tidak gugup.. untuk apa aku gugup”. Elak jennie
"Yak! itu kau sedang gugup gadis kecil". Ucap baekhyun sambil memukul pelan kepala jennie, dan jennie hanya bisa tertunduk malu karena ketahuan gugup oleh baekhyun.
"kau menyukai ku?". Ucap baekhyun tiba-tiba, dan membuat jennie sangat terkejut dengan ucapan baekhyun itu.
'Astaga. apakah terlihat sangat jelas? Kalau aku menyukainya? Ya ampun, aku malu sekali untuk mengakuinya'. batin Jennie
Jennie terdiam dan belum berani menjawab apapun.
"Kau diam dan ku anggap iya". Ucapan baekhyun membuat jennie semakin malu, dan keduanya pun terdiam.
"Jen, Dengarkan aku, aku ingin kau mengetahui sesuatu, aku dulu pernah mencintai seorang wanita, aku tidak bisa memastikan apa itu benar cinta atau hanya rasa suka dan ketertarikan saja, wanita itu selalu datang kedalam hidup mu bahkan setelah berkali-kali aku menolaknya untuk masuk kedalam kehidupanku, tapi dengan bodohnya dan sombongnya, ia memaksa untuk masuk sampai aku memberikan ruang tersendiri untuknya, aku mulai menyukainya, hidup ku mulai berwarna, saat itu aku baru saja di angkat oleh ayah ku menjadi ketua mafia, dimana itu membuat ku stress tapi dengan adanya dia, hidupku tidak terlalu sulit”. Baekhyun menceritakan semuanya dengan cepat, bahkan jennie tidak bisa langsung menangkap apa yang di maksud oleh baekhyun, namun jennie masih terus mendengarkan isi hati baekhyun karna ia tau ini ada suatu keajaiban, baekhyun ingin menceritakan kisah cinta nya dulu.
"Hingga, suatu saat, ia mencoba mencari ruangan lain yang lebih hangat dari pada ruangan dingin yang aku sedia kan, dan ia lebih menyukai ruangan hangat itu, aku tahu hal itu, dan aku membiarkannya untuk menetap di ruangan hangat itu, saat itu ia memohon untuk kembali keruangan dingin yang aku sedia kan, tentu saja aku menolaknya, aku bukan orang bodoh yang mau menerima pengkhianat, dan wanita itu kembali lagi ingin menepati ruangan dingin itu, tapi sepertinya ruangan itu sudah ditempati seseorang,". lanjut baekhyun, dia berhenti lagi, dan seperti orang yg memikirkan sesuatu.
"Siapa?". Jennie akhirnya bersuara dan baekhyun tersenyum karna jennie sepertinya penasaran dengan siapa yang menempati ruang di hatinya itu.
"Siapa? Entahlah siapa, aku belum bisa memastikannya, setelah kehilangan wanita itu, aku memuaskan hasrat ku dengan wanita-wanita bayaran, hingga orang tua mu datang dengan hutangnya yang sangat banyak dan ternyata di tidak mampu membayarnya, lalu aku membeli mu untuk menjadikan jaminan atas hutang ayahmu dan, selesai". Akhir cerita baekhyun sangat tidak ingin didengar oleh jennie, kenyataan yang begitu menyakitkan untuknya.
"Ya begitulah, kau membeliku". Jennie lesu
"Tapi apa?". Jennie penasaran, ia sudah siap mendengar kata-kata yang mungkin akan menyakiti hati kecilnya, salahkan dirinya sendiri yang begitu mudah jatuh kedalam pesona baekhyun dan berakhir mencintai seorang mafia kejam ini.
"Aku merasakan, ada getaran yang aneh dalam diriku jika aku berada disamping mu atau saat kita sedang ‘melakukannya’ itu sangat berbeda saat aku melakukan dengan wanita bayar, Entahlah, kau dengan mudah membuat nafsu ku muncul hanya dengan tatapanmu atau dengan sentuhan kecilmu, aku bingung dengan diriku sendiri, dan aku bingun dengan perasaan ku sendiri, Aku belum bisa memastikan perasaan apa ini?!”. Perkataan panjang lebar baekhyun membuat Jennie di landa rasa bingung, ia pun sama dengan baekhyun yang tak mengerti apa itu cinta, bagaimana cinta itu muncul dan seperti apa itu cinta.
Dengan mendengar perkataan baekhyun itu ia takut baekhyun tidak akan membalas cintanya, dan dia lebih takut baekhyun meninggalkannya dan pergi bersama wanita lain karna merasa bosan dengan jennie, memikirkan itu membuat jennie sangat takut, tanpa ia sadari ia memeluk erat Baekhyun
"Ada apa denganmu?". tanya baekhyun saat merasakan tangan jennie yang memeluk erat dirinya
Jennie hanya menggeleng tanpa melepaskan pelukannya.
"kau benar-benar menyukaiku?". Pertanyaan itu lagi keluar dari mulut baekhyun.
Jennie akhirnya memutuskan untuk menjawab jujur, dengan malu-malu mengganguk, dan jawaban jennie tanpa sadar berhasil membuat senyum baekhyun melebar.
"benarkah? Kau tidak sedang menipu ku kan?!". Ucap baekhyun dengan serius, dengan sungguh-sungguh Jennie kembali mengangguk.
"Tunggu sebentar lagi, aku perlu waktu untuk memastikan perasaanku padamu". Ucap baekhyun sungguh-sungguh, dan berhasil membuat jennie melayang dan bahagia mendengar ucapan itu.
“Kau serius?”. Tanya jennie hanya untuk memastikan.
“Iya.. tunggu saja”. Ucap baekhyun meyakinkan.
**
Setelah menyelesaikan Deep talk mereka.
Karna jennie memutuskan ingin mandi, dia pun melepaskan pelukannya terhadap baekhyun, baekhyun yang menyadari jennie melepas pelukannya pun bingung.
"Kenapa?". tanya baekhyun
"Aku ingin mandi". Jawab jennie sambil mendudukkan dirinya
"Baiklah, aku juga ingin mandi". Ucap baekhyun dan membuat jennie terlihat bingung.
"Aku mandi duluan dan tidak mengajakmu". Ucap jennie terus terang, dan membuat baekhyun kesal.
"Hey nona! kau tahu,sejak tadi malam aku berusaha keras agar aku tidak memakan mu, dan sekarang kau harus memberi ku jatah". Ucap baekhyun mutlak, tidak bisa ditawar atau pun di hentikan.
"Jatah? Jatah apa? Aku tidak mengerti” ucap jennie
"Kau ikut saja, aku tidak menerima penolakan apapun". Ucap baekhyun dan menggendong jennie menuju kamar mandi, dan akhirnya mandi bersama yang ujung-ujungnya membuat jennie susah berjalan.
**