
Setelah lama bermain dimarkas, Baekhyun memutuskan membawa Jennie pulang karna hampir tengah malam.
"ayo pulang" ajaknya pada jennie
"ah yaa" jennie, karna dia sudah mengantuk
Baekhyun pun meminta izin pada hyung dan oennienya untuk pulang terlebih dahulu, mereka pun mengizinnkanya, sebenarnya izin hyung dan oennienya tidak ada gunanya juga, mereka mengizinkannya atau tidak, baekhyun akan tetap pulang.
"aku pulang dulu" pamitnya pada semua orang pada markas, dan diangguki oleh mereka.
"Ya hyung, hati-hati" dua anggota termuda dalam kelompok mafia ini yaitu sehun dan kai.
Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawabanya, baekhyun dan jennie pun keluar dari markas dan masuk kemobil baekhyun
***
selama diperjalanan, jennie hanya diam saja
"kau mengantuk?" Baekhyun
"Tidak" jawab jennie berbohong, sebenarnya sekarang jennie sangat mengantuk tapi dia memaksakan untuk tidak tidur karna tidak ingin baekhyun kesepian saat menyetir
"terserah kau sajalah" ucap baekhyun
Dan selama perjalanan pulang tanpa disadari, jennie sudah tertidur pulas, baekhyun yang menyadari itupun hanya terkekeh melihat jennie yang tertidur begitu pulasnya.
"ck, siapa tadi yang bilang tidak mengantuk?" katanya sambil memandangi wajah jennie sambil terkekeh
***
mereka pun telah sampai rumah, baekhyun dengan sigap menggendong jennie ala bridal style menuju kamarnya, bodyguardnya menawarkan untuk menggendong jennie namun ditolak mentah-mentah oleh baekhyun bahkan dia mengancam bodyguardnya untuk tidak sekalipun menyentuh jennie atau dia akan membunuhnya.
Baekhyun dengan hati-hati meletakan tubuh jennie di atas ranjangnya, saat dia ingin bangun setelah menurunkan jennie dari gendongannya, tangan mungil jennie malah menarik baekhyun dalam pelukannya sambil mengigau
"jangan tinggalkan aku" ngigau jennie, dan berhasil membuat baekhyun tersenyum
"tidak akan" jawabnya sambil memandangi wajah jennie
saat sedang menikmati keindahan wajah jennie, seseorang mengetuk pintu kamarnya
'****, tidak mengerti moment saja' batin baekhyun
awalnya baekhyuntidak memperdulikan, tpi ketukan pintunya kembali terdengan, dan akhirnya baekhyun dengan amat sangat terpaksa melepaskan pelukan jennie dengan amat sangat hati-hati karna dia tidak ingin membangunkan jennje. setelah itu, baekhyun menuju pintu kamarnya dan membuka pintunya, dan ternyata itu bibi In Ha.
"Ada keperluan apa?" ketus baekhyun
"maafkan sya tuan, didepan ada nona taeyon" kata bi In ha terbata2
"Taeyon?usir saja! aku tidak ingin melihat wajah ****** sialan itu" Baekhyun marah
"dia tidak mau tuan jika tuan tidak menemuinya, dia akan tetap disana" Bi In Ha terbata
"aissh, merepotkan saja, baiklah aku akan segera turun" baekhyun dan kemudian dia masuk kekamarnya menutup pintu kamarnya
Baekhyun menghampiri jennie yang masih terlelap, dia mengusap surai indah jennie dengan lembut, dan mengecup kening jennje dengan lembut, dia pun menuju lemarinya, mengambil sebuah. pistol?. dan turun kebawah untuk menemui, nona teayon?.
***
Baekhyun menghampiri wanita berpars cantik, yang sedang menunggunya diruang tamunya, wanita itu tersenyum sangat cantik ketika melihat Baekhyun turun dari kamarnya
"cepat, aku tidak ingin basa basi" baekhyun to the point
"langsung saja pada intinya, kau membuang waktu yang sngat berharga" baekhyun ketus
"baiklah, laki2 yang bersamaku malam itu, menjebakku baek, dia, menaruh obat pada minumanku, kumohon percayalah" mohon wanita itu
"aaiish, sudah berapa kali ku katakan!!, aku sudah tidak peduli lagi padamu, dan lagipula aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu, jadi penjelasanmu tidak ada artinya" baekhyun
"Tapi, baekhyun aku mencintaimu" mohon wanita itu
"Cinta? benarkah? kau tahu, kau yang datang masuk ke dalam dunia ku, menghancurkan segala nya Taeyon, Kau yang membuat ku seperti ini!! Sudah ku katakan sejak awal! Jangan mencoba masuk kedalam dunia ku tapi kauuu! Dengan sombongnya mengatakan akan meruntuhkan dinding es dalam diriku, dan yaa.. kau berhasil! Tapi setelah kau merobohkan dinding es itu kau kembali membangun benteng es yang lebih besar!! Jadi pergilah!! " Baekhyun sambil mengarah kan pistolnya pada wanita itu, baekhyun hanya ingin mengancam wanita itu.
“Tapi semua itu karna kau baek!! Meski sudah ku hancur kan dinding es itu kau masih membuat penghalang di antara kita!!” Teriak Taeyon sambil menangis, baekhyun dengan wajah datarnya hanya diam menatap kasihan ke arah Taeyon.
"Andai kau dulu tidak begitu saja melepaskan ku, seharusnya kau meminta penjelasan pada ku baek! Bukannya pergi begitu saja!! Dan ingat ini, aku akan mendapatkan mu kembali!!” Ucap Taeyon dengan percaya diri
"Untuk apa aku mendengarkan penjelasan darimu? Kau yang menginginkan sentuhan dari pria itu, lantas apa hak ku untuk itu? Seharusnya kau bahagia sekarang dengan pria yang penuh kehangatan di samping mu, dan ingat ini! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali kepada masa lalu ku apalagi kembali ke padamu, TIDAK AKAN PERNAH!" Ucap baekhyun penuh penekanan
“Sebaiknya kau segera meninggalkan rumah ku, aku tidak suka berlama-lama menghirup udara yang sama dengan mu” usir baekhyun
“Aku akan pergi tapi akan segera kembali dengan kau yang memohon padaku” ucap Taeyon
“Ya.. Ya.. Yaa terus lah bermimpi” balas baekhyun
Taeyon lalu meninggalkan kediaman baekhyun dengan penuh air mata dan ambisi untuk kembali ke pelukan baekhyun.
***
Baekhyun pun memutuskan untuk kembali kekamarnya, dan menelpon kyungsoo
"Kyung, dia kembali" baekhyun
"siapa?" Kyungsoo
"wanita itu" baekhyun
"wanita yang mana? Baekhyun, kau punya banyak musuh, kau punya banyak wanita jadi yang mana, sebut namanya" kesal kyungsoo
"Kim Taeyon" tekan baekhyun
"aisshh, wanita sialan itu, baiklah, aku akan memantau nya" kata kyungsoo, dia bahkan sudah tau tugasnya sebelum baekhyun mengatakannya apa yang harus di lakukan nya.
"baiklah, aku mengandalkanmu" ucap baekhyun
"Ya..yaa, baiklah, tutup telponnya" Kyungsoo
"yak!, kau memerintahku?" Baekhyun
"ya benar, aku sedang bersama jisoo sekarang, kau yg tutup atau aku saja?" Kyungsoo
"menyebalkan" ucap baekhyun lalu memutuskan panggilanya secara sepihak.
***
Baekhyun kembali ke kamarnya
Setelah menyelesaikan masalahnya itu, baekhyun mengarahkan pandangannya ke jennie yang masih terlelap, baekhyun pun memutuskan membaringkan tubuhnya disamping jennie
dan baekhyun pun terlelap bersama jennie.