
( Ilustrasi Untuk Budak Milik Mito Yang Ke 2, Mika )
( Sumber: ~ )
...----------------...
Malam Hari Di Perbatasan Antara Kota F dan Kota G
Sebuah Truck Militer yang mengangkut Muatan Penuh Perlengkapan Militer tengah Melaju Melewati Jalanan yang Gelap dan Sepi di Pinggiran Hutan
Hampir Tak ada lampu jalan yang terpasang di Jalanan tersebut
Seorang Tentara Berpangkat Sersan 1 tengah mengendarai Truck Militer nya dengan rasa bosan yang terus menghantui nya
"Ck... Sial... Kenapa hanya aku yang di tugaskan untuk mengangkut Seluruh Perlengkapan yang di butuhkan oleh Markas..."
Ucap Sersan 1
Kemudian Sersan 1 kembali fokus ke jalan
"Muatan Penuh Persenjataan Militer di angkut oleh Seorang Tentara Berpangkat Sersan Melintasi Hutan dan Gunung Untuk di kirim ke Markas Militer di Kota G... Mungkin Lain Kali aku akan di suruh Terjun sendirian ke wilayah musuh..."
Ucap Sersan 1
Beberapa Waktu kemudian, Truck yang di Kendarai oleh Sersan 1 itu masuk ke dalam sebuah Terowongan 1 arah yang ada di sebuah Kaki Gunung
Terowongan yang seharusnya Bersinar terang karena Ratusan lampu yang ada di dalam nya malah menjadi Terowongan yang Gelap Gulita karena tak ada lampu yang menyala di dalam nya
Sersan 1 menyalakan Lampu Sorot pada Truck nya dan terus menyusuri terowongan
Sampai beberapa waktu setelah nya, Truck yang di Kendarai Sersan 1 berhenti karena ada sebuah Truck Container yang berhenti di tengah jalan
"Sialan..."
Ucap Sersan 1
Karena Truck yang menghalangi nya tak kunjung bergerak, Akhirnya Sersan 1 memutuskan untuk turun dari Truck nya dan menghampiri Truck Container yang ada di hadapan nya
Sersan 1 menyalakan Senter nya dan berjalan menghampiri Truck Container yang ada di depan nya
"Hey... Kenapa kau berhenti di tengah jalan?"
Ucap Sersan 1
Sersan 1 mencoba berkomunikasi dengan Pengemudi Truck Container, Namun tak ada jawaban sama sekali dari arah Truck Container
"Apakah Ada Orang?"
Ucap Sersan 1
Sersan 1 menjadi penasaran karena tak ada jawaban dari arah Truck Container
"Sialan..."
Ucap Sersan 1
Karena kesal, Sersan 1 langsung menghampiri Tempat dimana Sopir Truck Container itu berada
Kemudian Sersan 1 langsung Membuka Pintu Pengemudi Truck Container
"APA KAU TU--"
Suara Tembakan Menggema Di Dalam Terowongan
Sersan 1 yang kepala nya sudah berlubang akhirnya jatuh dan terkapar
Seseorang Keluar dari dalam Truck Container
Dia mengenakan Jubah Hitam dan Sebuah Topeng berwarna Putih dengan angka 1 yang ada di tengah Topeng nya
Dia adalah Si Nomor 1, Salah Satu Bawahan Grim Reaper
Kemudian Nomor 1 mengambil kunci Truck Militer yang ada di Saku Rompi milik Sersan 1 yang terkapar di tanah
Setelah nya, Truck Container yang ada di sana Mulai bergerak dan meninggalkan Terowongan
Kemudian Nomor 1 menghampiri Truck Militer yang ada di sana dan masuk ke dalam nya
Setelah nya, Nomor 1 mengemudikan Truck Militer tersebut keluar dari Terowongan lalu membawa nya ke Tempat Tujuan nya
...****************...
Hari Berikutnya
Mito mengatur perlindungan Untuk Mia dan juga Mimi
Karena mereka berdua lah yang selalu sendirian saat keluar dari Rumah
Mito Memerintahkan Katya untuk melindungi Mia saat Berangkat Maupun Pulang sekolah
Terlepas dari Pekerjaan yang Katya jalani, Katya lebih memilih Mundur dari Pekerjaan nya yang sekarang dan Bekerja sebagai Guru di sekolah Mia agar Senantiasa Bisa Melindungi Mia dan Bisa Pergi serta Pulang bersama dengan Mia
Untuk Mika, Mito memerintahkan Mika untuk melindungi Mimi, Baik saat di rumah maupun di Luar Rumah, Dan di kesempatan lain, Karena Mika tidak mempunyai Pekerjaan Tetap, Mika di Beri Posisi Wakil Kepala Sekolah oleh Mimi, Dengan Begitu, Mika bisa senantiasa melindungi Mimi di manapun dan Kapan pun
Sementara untuk Istri Mito yang lainnya, Mito telah meningkatkan Penjagaan dengan menambahkan Beberapa Drone yang akan mengawasi Istri Istri Mito yang lain, Baik saat di Rumah maupun Di Luar Rumah
Dengan peningkatan tersebut, Akhirnya Mito bisa bernafas lega karena sekarang, semua Istri nya sudah terlindungi secara maksimal
Walaupun begitu, Mito tak bisa bersantai santai karena harus memikirkan kemungkinan lain yang akan terjadi dan variabel lain yang mungkin saja bisa menembus Perlindungan yang telah Mito persiapkan
...****************...
Malam Hari, Rumah Mito
Ruangan Mito
Mito duduk di tempat tidur sementara Katya dan Mika duduk diam tak bersuara maupun bergerak di lantai
"Jadi... Bagaimana?"
Ucap Mito
"Hari ini Nona Mia Bersekolah seperti biasa Master... Nona Mia tidak mengalami kendala apapun saat berada di sekolah hingga sampai Ke Rumah..."
Ucap Katya
"Nyonya Mimi menjalani hari nya dengan tenang tanpa ada masalah apapun... Pekerjaan Nyonya Mimi berjalan dengan sangat lancar... Adapun beberapa urusan di Luar sekolah, Tidak ada bahaya ataupun masalah yang terjadi selama Nyonya Mimi berada di Luar Rumah..."
Ucap Mika
Mito menghela nafas lega
"Terima Kasih... Aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua..."
Ucap Mito
Katya dan Mika merasa sangat bahagia ketika mendapatkan ucapan Terima Kasih dari Master mereka
"Tidak Perlu Berterima Kasih Master... Ini Semua Sudah Menjadi Kewajiban Kami Untuk Melaksanakan Semua Perintah Yang Master Berikan Kepada Kami..."
Ucap Katya
"Itu Benar Master... Master Tidak Perlu Berterima Kasih... Sebaliknya... Kamilah Yang Seharusnya Berterima Kasih Kepada Master Karena Master Bersedia Menerima Kami..."
Ucap Mika
Kemudian Katya dan Mika bersujud penuh Hormat kepada Mito
Ucap Katya dan Mika secara bersamaan
Mito tersenyum
"Katya... Mika... Bangunlah..."
Ucap Mito
Kemudian Katya dan Mika bangkit dari sujud nya
"Lepaskan Seluruh Pakaian Kalian Kecuali Kaus Kaki Yang Kalian Kenakan Dan Naiklah Ke Tempat Tidur..."
Ucap Mito
Katya dan Mika tersenyum Manis
Kemudian Katya dan Mika segera melepaskan seluruh pakaian mereka Kecuali Sepasang Kaus Kaki yang mereka kenakan dan Segera Naik Ke Tempat Tidur
"Master... Kami Sudah Siap..."
Ucap Katya
"Master... Tolong Gunakan Tubuh Kami Sesuka Hati Anda... Tubuh Kami Hanya Ada Untuk Memuaskan Anda Master..."
Ucap Mika
Mito tersenyum
Kemudian Mito mulai melepaskan pakaian nya
"Ini akan menjadi malam yang panjang..."
Ucap Mito
Katya dan Mika tersenyum bahagia
Setelah nya, Mito mulai mencicipi Katya dan Mika sebagai hidangan pembuka sebelum Pergi untuk mencicipi Istri nya yang lain sebagai Hidangan Penutup
...****************...
Kota S
Pusat Organisasi Menara Langit, Ruangan Rahasia
Lumi tengah memandangi Bingkai Foto yang ada di tangan nya dengan penuh kesedihan
"Mito... Putraku... Maafkan Ibu... Maafkan ibu karena ibu sudah meninggalkan mu... Ini semua salah ibu karena Kamu harus menanggung penderitaan yang begitu berat... Putraku... Tolong Maafkan Ibu... Tolong Maafkan Ibu mu ini..."
Ucap Lumi
Sesaat setelah nya, Lumi mulai meneteskan air mata dan meratapi kesedihan nya
Lumi merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan Mito dan harus membuat Mito hidup dalam penderitaan
Tapi itu semua Lumi lakukan demi Kebaikan Mito, Karena sedari Awal Lumi adalah Pemimpin Dari Sebuah Organisasi Besar Yang Tersebar Di Seluruh Dunia
Dan hal itu pula yang akan mendatangkan bahaya bagi Putra Kesayangan Lumi yaitu Mito
Maka dari itulah Lumi memalsukan kematian nya dan pergi meninggalkan Mito serta menghapus Jejak hubungan nya dengan Mito agar Semua Musuh Lumi tak ada yang menargetkan Mito
Walaupun begitu, Rasa Bersalah karena telah meninggalkan Putra Kesayangan nya terus menerus menghantui nya, Tak jarang pula, Hal itu membuat Lumi tak bisa Tidur di malam hari karena terus menerus mengkhawatirkan Putra Kesayangan nya
Meskipun Rasa Bersalah terus menerus menghantui nya, Lumi masih bisa bernafas lega setiap kali Elise membawa kabar bahwa Mito baik baik saja
Sampai saat ini, Perasaan Bersalah itu terus bersarang di Hati Lumi
Tak Lama setelah nya, Terdengar suara Ketukan Pintu
"Nyonya Lumi..."
Terdengar suara Elise dari balik Pintu
Kemudian Elise mulai mengendalikan kesedihan nya dan menghapus air mata nya
"Elise... Masuklah..."
Ucap Lumi
Pintu Ruangan terbuka, Kemudian Elise masuk ke dalam Ruangan
"Nyonya Lumi... Saya mendapatkan Kabar terbaru mengenai Tuan Muda..."
Ucap Elise
"Benarkah...?"
Ucap Lumi
Elise hanya mengangguk untuk membalas pertanyaan Lumi
Lumi tersenyum bahagia
"Elise... Cepat katakan padaku... Kabar apa yang kamu bawa tentang Putra ku?"
Ucap Lumi dengan penuh semangat
"Soal itu... Kuharap ini tidak akan mengejutkan anda Nyonya..."
Ucap Elise
Kemudian Elise mulai menceritakan kabar yang dia dapatkan dari Informan nya yang terlambat mengatakan kabar yang dia ketahui
Elise mengatakan kepada Lumi bahwa Mito sekarang telah Pindah Dari Apartemen Kecil nya ke sebuah Rumah yang cukup besar
Dan Elise juga mengatakan bahwa Mito telah memiliki 14 Istri dan 4 Anak Angkat
Elise juga memberitahu Lumi bahwa Mito telah membeli Lion Star Hotel yang merupakan Hotel Nomor 1 Dalam List Hotel Bintang 5 yang ada di Kota A
Setelah Elise selesai memberitahu semuanya kepada Lumi, Mata Lumi mulai berkaca kaca, Dan tak lama setelah nya, Lumi tak lagi bisa membendung Air Mata nya
"Putraku... Putraku Telah Tumbuh Dewasa..."
Ucap Lumi
Sesaat setelah nya, Lumi menangis dan memeluk Bingkai Foto yang ada di tangan nya dengan sangat erat
Perasaan Lumi di banjiri oleh Rasa Kesedihan yang sangat mendalam karena Putra Nya Telah Tumbuh Dewasa
Dalam Kesedihan itu, Lumi merasa sangat menyesal karena tak bisa melihat Putra nya yang telah tumbuh menjadi seorang Pria Dewasa
Elise merenung karena dirinya merasa bahagia sekaligus sedih karena hal itu
"Putraku... Putraku... Tolong Maafkan Ibu... Tolong maafkan Ibu mu yang tidak berguna ini..."
Ucap Lumi
Kesedihan terus melahap Lumi
Setelah mendengar Kabar yang Elise bawa, Lumi tak bisa menahan Kesedihan nya lagi
Bagaimana pun juga, Lumi bisa merasakan Penderitaan dan Perjuangan yang Mito alami hingga bisa menjadi seperti sekarang ini
Perasaan Bahagia sekaligus Perasaan Sedih bercampur aduk di dalam diri Lumi
Lumi terus menangis karena merasakan rasa sakit yang begitu mendalam di dalam hati nya