The Great Star System

The Great Star System
Eps 39




(Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 6, Gina)


(Sumber: Pixiv)


...----------------...


1 Minggu Kemudian


Rumah Mito


Shina tengah merawat Mito yang sedang terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur


(Notes: Disini Kondisi nya Mirip sama si Kiritod di Season Alicization)


Shina melihat ke arah Mito dengan tatapan yang tidak pasti


"1 minggu sudah berlalu.... tapi kamu masih terbaring seperti ini..."


Ucap Shina


Kemudian Shina duduk di tepi Tempat Tidur dan mengelap keringat yang ada di wajah Mito


"Sebenarnya..... Perasaan apa yang selalu mengganggu ku ini....? Ini terasa sangat menyakitkan setiap kali aku melihat Mito seperti ini...."


Ucap Shina


Jantung Shina berdegup kencang saat dia berada di dekat Mito, perasaan seperti itu terus menerus mengganggu Shina, namun Shina belum tau pasti Perasaan apa yang muncul di dalam diri nya itu


...****************...


Dapur


Setelah Selesai merawat Mito, Shina pergi ke dapur untuk membuat makanan


Shina memang tidak paham dengan masakan yang ada di Dunia itu, Tapi minggu lalu, Shina menemukan sebuah Resep Masakan yang tersimpan di Laci Dapur dan membuat nya bisa Memasak Makanan untuk diri nya dan juga untuk Mito


1 Jam Kemudian


Beberapa Hidangan telah tersaji di Meja makan


Shina mengelap keringat yang ada di wajah nya dengan menggunakan tisu


"Fuuhh.... Butuh usaha lebih untuk Memasak dengan sempurna...."


Ucap Shina


Kemudian Shina pergi ke lantai atas dan masuk ke Ruangan Mito


Pintu Ruangan Mito terbuka secara perlahan


Shina masuk ke dalam Ruangan Mito dan menghampiri Mito yang tengah terbaring di Tempat Tidur


"Mito... Ayo Bangun.... Ini waktu nya makan..."


Ucap Shina


Kemudian Shina membantu Mito bangun, Kemudian Shina membantu Mito berdiri dan memegangi Mito lalu berjalan perlahan keluar dari Ruangan untuk menuju ke Lantai bawah


Shina membawa Mito ke Meja makan dan mendudukkan Mito di Kursi


Kemudian Shina mengambil semangkuk Sup yang ada di Meja


Shina mengambil sepotong daging dengan sendok


Karena Mito tidak bisa makan dan mengunyah sendiri, maka dari itu, Shina harus mengunyahkan makanan untuk Mito


Setelah merasa makanan yang dia kunyah sudah cukup halus


Kemudian Shina mencium Bibir Mito dan memberikan makanan yang ada di mulut nya kepada Mito


Dengan begitu, Mito bisa menelan makanan nya dengan lebih mudah berkat bantuan Shina yang telah mengunyah kan makanan nya


"Ini sudah 1 minggu.... dan sudah 1 minggu pula aku selalu menyuapi mu seperti ini.... memang rasa nya agak memalukan tapi.... entah kenapa ini membuat ku bahagia karena bisa merawat dirimu seperti ini...."


Ucap Shina


Senyuman manis terpancar dari wajah Shina


Shina merawat Mito dengan sepenuh hati nya, meskipun Shina tidak begitu mengenal Mito dengan baik, Namun itu tidak menjadi penghalang bagi Shina untuk terus merawat Mito


Perasaan Shina tidak bisa lepas dari Mito dan dia selalu Khawatir serta cemas apabila Mito tidak ada di sisi nya


30 Menit kemudian


Shina selesai menyuapi Mito dan juga sudah selesai dengan makanan nya


Kemudian Shina membersihkan sisa sisa makanan yang tercecer di mulut Mito dengan Tisu


Shina menatap wajah Mito dengan Perasaan yang sedih


Lalu Shina menyentuh pipi bagian kanan Mito dengan tangan nya dan mengelus pipi Mito dengan lembut


"Dingin...."


Ucap Shina


Shina merasakan dingin nya suhu tubuh Mito


Kemudian Shina naik ke pangkuan Mito dan memeluk Mito dengan erat berharap agar suhu tubuh Mito kembali normal dengan kehangatan sebuah pelukan


"Aku tidak tau ini berhasil atau tidak.... tapi ini sangat memalukan...."


Ucap Shina


Wajah Shina memerah saat diri nya memeluk Mito


...****************...


Waktu berlalu dengan cepat


Hari pun berubah dari waktu ke waktu dan tibalah malam hari yang sunyi dan sepi


Ruang Tamu


Sadar bahwa hari sudah semakin larut, Shina memutuskan untuk membawa Mito untuk beristirahat


Secara perlahan, Shina membantu Mito berdiri dan memegangi Mito, setelah itu, Shina mengantarkan Mito pergi ke Ruangan nya


...****************...


Ruangan Mito


Setelah Sampai ke Ruangan Mito, Shina menidurkan Mito ke Tempat Tidur dengan sangat hati hati


Kemudian Shina menyelimuti Mito dengan sebuah Selimut


Shina memperhatikan Mito dengan tatapan yang terlihat sedih


"Seperti nya.... aku sudah mulai sedikit mengerti mengenai perasaan yang menyakitkan ini..."


Ucap Shina


Kemudian Shina memeluk Mito yang sedang terbaring di Tempat Tidur


"Meskipun keadaan mu seperti ini... entah mengapa aku benar benar tidak bisa meninggalkan mu.... aku ingin terus bersama mu... di sisi mu... dan selalu merawat mu... aku tidak peduli pada kondisi mu yang sedang sakit ataupun sehat.... yang aku ingin kan hanyalah bersama mu.... saat kamu sakit... aku akan merawat mu sampai sembuh.... dan jika kamu sehat... mungkin kita bisa menjalani hubungan seperti sepasang kekasih...."


Ucap Shina dengan nada yang terdengar sedih


Kemudian Shina mengarahkan pandangan nya ke arah wajah Mito lalu mencium bibir Mito


"Aku Mencintaimu Mito.... Aku Berharap kamu mau menerima diriku ini...."


Ucap Shina


Kemudian Shina berdiri dan menghapus air mata nya


Shina menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya untuk melegakan perasaan nya


Shina meninggalkan Tempat Tidur Mito dan beralih pergi ke sebuah lemari pakaian


Kemudian Shina membuka Lemari Pakaian tersebut dan membuka sebuah laci yang ada di dalam Lemari Pakaian Tersebut dan mengambil 3 Buah Buku Tulis yang ada di dalam laci


Lalu Shina duduk di sebuah Kursi yang ada di dekat lemari itu dan membaca Buku Buku tersebut


Salah satu alasan mengapa Shina bisa mencintai Mito adalah karena Buku Buku itu


3 Buah Buku dengan 3 Buah nama yang tertulis di halaman depan


Nama Nama itu adalah Chia, Airi dan Aria


Sebuah Buku yang terdapat Tulisan Tangan Seorang Anak Kecil


Meskipun Agak Berantakan namun Shina tetap bisa membaca isi buku buku tersebut


Di Buku Chia, Chia memanggil Mito dengan sebutan Ayah, Sedangkan di Buku Airi dan Aria memanggil Mito dengan sebutan Master dan Papa


Isi Buku tersebut mempunyai 1 Kesamaan yang sama di setiap halaman, Yaitu tentang Rasa Cinta dan Rasa Sayang Mereka terhadap seseorang yang tak lain adalah Mito


Setiap hari selama 1 minggu, Shina selalu menyempatkan diri nya untuk membaca buku buku tersebut


Buku yang memberi nya alasan untuk bisa mencintai Mito


Walaupun sekarang mereka berada di Dimensi Mati, namun Rasa Cinta yang timbul tidak akan pernah mati melainkan akan menjadi abadi


Kemudian Shina mengarahkan pandangan nya ke arah Tempat Tidur Mito


Di balik keadaan Mito yang seperti sekarang ini, Terdapat Luka yang tak terlihat namun sangatlah menyakitkan yang di alami oleh Mito


Kehilangan seseorang atau bahkan semua yang dia sayangi


Sesuatu yang sangat menyakitkan


Secara Tiba Tiba, Hati Shina merasakan sakit selama beberapa saat


Itu selalu di rasakan Shina sesaat setelah diri nya selesai membaca buku buku itu


Shina akhirnya mengerti alasan di balik keadaan Mito saat Ini


Kemudian Shina meletakkan buku yang dia pegang ke atas meja dan berdiri dari kursi nya kemudian menghampiri Mito di Tempat Tidur, Lalu Shina langsung memeluk Mito


"Jangan Menangis.... Ada aku di sini... Aku tidak akan pernah meninggalkan mu.... Aku akan terus berada di sisi mu.... selama nya.... aku berjanji...."


Ucap Shina


Shina mengucapkan Sebuah Janji kepada Mito


Shina terus memeluk Mito dengan air mata nya yang mengalir melalui kedua belah pipi nya


Beberapa waktu kemudian


Akhirnya Shina tertidur dalam pelukan nya kepada Mito


...****************...


Tengah Malam


Masih seperti sebelumnya, Pandangan Mito penuh dengan kekosongan


Kemudian Mito mengalihkan pandangan nya ke arah tubuh nya dan dia Mendapati Seorang Gadis yang tak lain adalah Shina yang tengah tertidur di atas tubuh nya


Dengan perlahan Mito memindahkan Shina dari atas tubuh nya dan menidurkan Shina di Tempat Tidur


"Uhmm.... Mito...."


Shina menggumam dalam Tidur nya


Kemudian Mito beranjak dari Tempat Tidur dan berjalan perlahan lalu Pergi dari Ruangan nya dan Pergi ke lantai Bawah untuk mencapai ke Pintu Depan


...****************...


Pintu Depan Terbuka dengan Perlahan


Perlahan Mito menginjakkan kaki nya keluar dari Rumah


Mito mencoba melihat ke sekeliling


Dari Segala Penjuru Arah, hanya ada Kegelapan Tanpa Batas dan Tidak Terdapat Apapun sejauh mata memandang


Rumah, Pohon, Jalanan dan segala nya yang ada di lingkungan Rumah Mito lenyap dan Di Gantikan dengan Kegelapan yang ada di segala arah


Hanya terdapat Rumah Mito yang ada di Tempat tersebut


Tanah yang Mito injak bukanlah Tanah yang sesungguhnya


Tanah itu berwarna Biru Muda dan bercahaya putih


Tanah Cahaya itu berada di segala penjuru arah sebagaimana Menjadi bagian dari Kegelapan yang ada


Mito berjalan perlahan


Tak tentu arah dan hanya berjalan kemana kaki nya bisa membawa nya pergi


Beberapa waktu kemudian


Mito Berhenti Berjalan saat di jalan yang ada di depan nya terdapat Sebuah Patung Yang Memegang Sebuah Tombak dengan tinggi nya yang menyamai seorang Pria dewasa


Patung Itu terlihat seperti sebuah Robot Dengan Kombinasi Warna Silver dan Warna Putih yang menghiasi nya


Tombak nya Runcing dan Tajam


Dan Mata Patung itu berwarna Ungu


"................"


Mito hanya berdiam diri dan memperhatikan Patung Itu


"MAKHLUK RENDAHAN....."


Tiba Tiba sebuah Suara terdengar dari arah Patung itu


"Kembalikan........"


Tiba Tiba Mito membuka mulut nya dan Melontarkan sebuah Kalimat


"KEMbalikan......."


Sebuah Ucapan yang sama keluar dari Mulut Mito


"KEMBALIKAN PADAKU......."


Tiba Tiba Mito Melontarkan Kalimat Tegas


"AAAAAARRRRRGGGGKKKKKK"


Listrik Biru Menyelimuti Tubuh Mito dan secepat Kilat Mito langsung berada di hadapan Patung Tersebut


Mito meluncurkan sebuah pukulan keras ke arah Patung Itu


Saat Mito Meluncurkan Pukulan nya ke arah wajah Patung Tersebut dan hampir mengenai nya, Sebuah Perisai Transparan Muncul dan melindungi Patung itu dan membuat Pukulan Mito tak berhasil menghantam patung itu dengan pukulan nya


"UUAAAGGGKKK"


Sesaat setelah pukulan Keras Mito menghantam Perisai Transparan Milik Patung itu, Sebuah Gelombang Kejut muncul dan membuat Mito terpental cukup jauh


Mito langsung berdiri setelah diri nya hampir jatuh ke tanah


"BENAR BENAR MAKHLUK RENDAHAN"


Patung itu kembali berbicara


"BAGAIMANA BISA ENTITAS RENDAHAN SEPERTI MU BISA MENJADI ANCAMAN BAGI SANG PENJAGA DIMENSI?"


Ucap Patung itu


Mito hanya berdiam diri dan mendengarkan ocehan patung tersebut


"SESUATU SEPERTI INI SANGAT LAH TIDAK BISA DI MAAFKAN.... OLEH KARENA ITU.... TEBUS LAH KESALAHAN MU DENGAN KEMATIAN MU!!!"


Kurang dari 0,5 Detik, Patung itu sudah berada tepat di hadapan Mito dengan menghunuskan Tombak nya ke arah Mito dan langsung menyerang Mito dengan Tombak nya


"HEAAAAGGGHHH"


Mito membalas Serangan milik Tombak Patung itu dengan Pukulan nya yang tepat mengenai Ujung Tombak Patung itu


"UGGHHHKK....."


Mito langsung terpental saat diri nya menahan serangan Tombak milik Patung itu


Mito terlempar cukup jauh sebelum akhirnya terkapar di Tanah dan hampir tak bisa berdiri


Tangan Kanan Mito Hancur dan tak bisa di gerakkan karena tak kuat menahan serangan yang dia Terima sebelum nya


"Hukkk... Uhukk Uhuk...."


Mito batuk dan mengeluarkan darah, dan sekujur tubuh Mito terasa sangat lemah


"JADI.... KAU BERANI MELAWAN? HUKUMAN UNTUK PERBUATAN MU INI BENAR BENAR TAK BISA DI TOLERANSI LAGI...."


Sesaat setelah nya, Sebuah Serangan Kembali tertuju ke arah Mito, namun Mito berhasil berdiri dan menghalau serangan patung tersebut dengan tangan kiri nya


"KHHEEEGHHH"


Mito berusaha keras menahan serangan Patung itu


Tak di sangka oleh Mito, Patung Itu menendang Mito dengan sangat Kuat


Mito terhempas dan kembali terkapar di tanah


"Cih...."


Sekuat Tenaga Mito berusaha bangkit kembali


Kemudian, Terjadi pertarungan Sengit antara Mito dengan Patung itu


Mito mati matian melawan Patung itu dengan segala kekuatan yang dia punya


Tetapi Patung itu bahkan tak mengeluarkan sedikit pun dari kekuatan nya untuk bisa melawan Mito


Patung Itu hanya bermain main dengan Mito yang sudah melawan nya dengan seluruh kekuatan yang Mito miliki


Namun apalah daya, perbedaan kekuatan sangatlah besar


Perantara Kekuatan Mito dan Patung itu mencapai 1 banding 1.000.000


Itu hanyalah angka saat Patung Itu bermain main dan bukan saat serius


Mito kembali terpojok karena kekuatan nya sangat lah kurang untuk menghadapi Patung Itu


"HUMPH.... SERANGGA LEMAH SEPERTI MU... TIDAK AKAN MUNGKIN BISA MELAKUKAN APAPUN TERHADAP DIRIKU.... MENYERAH LAH DAN AKAN KU AKHIRI HIDUP MU TANPA RASA SAKIT...."


Ucap Patung itu


Mito hanya diam tak menjawab


"SUNGGUH KERAS KEPALA.... KALAU ITU YANG KAU INGINKAN... MAKA AKAN KU MUSNAHKAN DIRIMU YANG HINA ITU!!!"


Kemudian Patung Itu Menarik Tombak nya ke arah belakang dan memegang nya seperti seorang Atlet yang hendak melempar Lembing


"TERIMA LAH KEMATIAN MU!!!"


Tombak Milik Patung itu meluncur dengan sangat cepat ke arah Mito dengan Aura yang sangat kuat mengitari Tombak Tersebut


"HHHEEEEEAAAAAAAAAAAGGGGGHHH"


Mito mencoba menahan Tombak Tersebut dengan Seluruh kekuatan yang dia punya


"KHHHUUUGGGHHHH"


Serangan dari Patung itu berhasil menembus Pukulan Mito yang telah mengeluarkan segala yang dia punya


Sampai pada akhirnya, kekuatan Mito terkuras dan Tombak yang di halau Mito menusuk jantung nya dan membuat darah mengalir deras ke arah belakang


Tombak yang tertancap di dada Mito terbang kembali ke arah Pemilik nya


Beberapa saat setelah nya, Mito terjatuh ke tanah dengan Luka yang sangat fatal tersebar di tubuh nya


"LEMAH..... AKU BAHKAN TIDAK MENGGUNAKAN 1 DARI 1.000.000 KEKUATAN KU...."


Ucap Patung itu


Mito terkapar tak berdaya


Darah Menggenangi seluruh tubuh Mito


Terdapat sebuah lubang bekas Tusukan sebuah Tombak di tengah dada Mito yang menghancurkan jantung nya


Sekujur tubuh Mito mengalami Luka Fatal yang tak Mungkin bisa di sembuhkan


Nafas Mito semakin lama semakin melemah


Jantung Mito sudah hancur bagaikan debu


Beberapa saat setelah nya, Kematian Datang Menjemput Mito


[ Sang Master Telah Mati ]


Sebuah Akhir yang tertulis di Atas Sebuah Panel System


...........


..........


.........


........


.......


.......


...[ The Seal Has Been Opened ]...