
(Ilustrasi Untuk Putri Kecil Mito Yang Ketiga, Aria)
(Sumber: Pixiv)
...----------------...
Beberapa Menit Sebelum Nya
Kantor General Manager
Gina sedang berdandan untuk menghadiri Acara yang berlangsung di Hotel Nya
Di Ruangan tersebut juga ada Mashiro yang telah bekerja sebagai Asisten Gina
"Gina... Berapa lama lagi kau akan berdandan?"
Ucap Mashiro
"Sebentar Lagi...."
Ucap Gina
Gina tengah memakai Lipstik nya untuk mewarnai bibir nya
Sembari menunggu Gina selesai berdandan, Mashiro mengecek beberapa dokumen
Beberapa saat setelah nya, Ponsel milik Mashiro yang di letakkan di atas meja berbunyi
Mashiro mengambil ponsel nya dan menjawab panggilan telfon yang masuk
"Halo....? Baik... Saya akan segera ke sana"
Ucap Mashiro
Kemudian Mashiro Mematikan ponsel nya
"Gina.... Seperti nya ada masalah yang terjadi"
Ucap Mashiro
Kemudian Gina langsung menaruh Lipstik nya di meja
"Aku sudah selesai.... Ayo segera ke sana...."
Ucap Gina
Kemudian Gina dan Mashiro bergegas menuju ke tempat Acara berlangsung
...****************...
Function Room
"Aku Ingin Lihat Siapa Yang Berani Mengusir Nya Pergi...."
Sebuah Suara terdengar dengan nada yang tegas
Kemudian dari sebuah arah kerumunan yang ada di kanan Mito, Seorang Wanita dan Asisten nya Berjalan menghampiri Wang Hu dan Mito, Kerumunan yang menghalangi jalan mereka langsung menyingkir untuk membuka jalan
Terlihat Seorang Wanita Cantik Berambut Merah dan Mengenakan Gaun yang indah, Wajah nya sangat Cantik dan Mempesona, Tubuh nya sangat sempurna untuk di bilang sempurna, Wanita tersebut menjadi perhatian semua laki laki yang ada di sana
Dan Asisten nya yang juga tak kalah Cantik, Mengenakan Sebuah Kacamata yang menambah kecantikannya dan mempunyai Body yang tak kalah menawan
Semua laki laki yang ada di sana menatap kedua wanita tersebut dan tidak bisa mengarahkan pandangan mereka ke mana pun kecuali ke arah Kedua Wanita Tersebut
Kedua Wanita itu adalah Gina dan Mashiro
Gina dan Mashiro berjalan perlahan melewati Kerumunan yang sudah menyingkir dari jalan mereka
"M-manager....."
Ucap Salah satu Security
"Manager Hotel....? Kenapa dia bisa sampai ada di sini....?"
Ucap Ayah Wang Hu dalam dalam benak nya
Kemudian Gina menghampiri Suami Tercinta nya
Setelah berada di hadapan suami nya, Gina hanya bisa melihat ke arah lantai
"M-maafkan aku suamiku.... s-s-seharusnya aku mengawasi jalan nya Acara ini.... T-tapi aku malah membuat mu terkena masalah...."
Ucap Gina
Ayah Wang Hu tidak percaya dengan yang dia lihat dan dia dengar, begitu pula dengan Wang Hu dan semua orang yang ada di sana
Seorang Manager Hotel Bintang 5 bersikap begitu Hormat dan Sopan bahkan terlihat ketakutan kepada seorang Pecundang Miskin
"Manager.... Kurasa anda salah mengenali orang.... Bagaimana mungkin anak sampah ini adalah Suami anda....?"
Ucap Ayah Wang Hu
"DIAM..... BERANI BERANI NYA KAU MENGHINA SUAMIKU...."
Ucap Gina dengan nada tegas membentak Ayah Wang Hu
Gina tidak Terima suami tercinta nya di hina di depan mata nya
Ayah Wang Hu tersentak karena terkejut setelah di bentak oleh Gina
"S-s-samiku.... M-maaf.... Ini... Ini tidak akan pernah terjadi lagi... Aku... Aku akan lebih memperhatikan semua yang ada.... T-tolong maafkan aku Suamiku.... a-aku benar benar minta maaf"
Ucap Gina dengan nada yang ketakutan dan tubuh nya mulai gemetar
Mito hanya diam tak bergerak maupun bersuara dan membuat Gina semakin ketakutan karena mengira Mito marah pada nya
Kemudian Mito berjalan melewati Gina dan pergi dari tempat tersebut
Gina merasa semakin merinding karena sikap Suami nya yang tak seperti biasa nya
"Apa yang sebenarnya terjadi...? Aku tidak tau, jangan tanya aku... aku sangat bingung dengan situasi ini...."
Semua orang yang hadir di sana mulai berbisik satu sama lain
Wang Hu kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi
"Manager Hotel.... Apa Anda baik baik saja...?"
Tanya Ayah Wang Hu
Ayah Wang Hu melihat Gina yang tidak berhenti gemetaran
"Tutup mulut mu...."
Ucap Gina
Ayah Wang Hu kembali terkejut
Kemudian Gina mencoba bersikap tegar kembali
"Aku Umumkan Bahwa Acara Ini Di Batalkan Dan Keluarga Wang Akan Di Tambahkan Ke Daftar Hitam Hotel Lion Star...."
Ucap Gina dengan lantang dan Tegas
Ayah Wang Hu terkejut dengan apa yang Gina katakan dan tidak Terima dengan apa yang di lakukan oleh Gina
"OMONG KOSONG APA INI...? BAGAIMANA MUNGKIN KAU MENAMBAH KAN KELUARGA WANG KU KE DALAM DAFTAR HITAM MU..."
Ucap Ayah Wang Hu
"Silahkan Kalian Semua Pergi Dari Hotel Ini...."
Ucap Gina
Kemudian Gina melihat ke arah 3 Security yang sebelumnya menegur Suami Tercinta nya
"Dan Untuk kalian bertiga.... Silahkan ambil gaji kalian bulan ini dan pergi dari sini.... kalian di pecat...."
Ucap Gina
Ketiga Security yang Gina pecat hanya bisa pasrah dengan nasib mereka
Kemudian Gina pergi dari Ruangan tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata apapun
Semua orang yang di undang ke acara pesta ulang tahun Wang Hu pergi dari hotel tersebut
Acara Ulang Tahun Wang Hu hancur total dan nama baik Keluarga nya tercemar
"Pecundang Sialan.... Lihat Saja Nanti... Akan Kubunuh Dirimu itu...."
Ucap Wang Hu
...****************...
Kantor General Manager
Mito sedang duduk di Kursi General Manager sedangkan Gina duduk di lantai
Gina ketakutan dan Seluruh Tubuh nya gemetaran
Mashiro benar benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Seorang Pembunuh Yang Namanya Terkenal Di Mana Mana dan Menjadi Salah Satu Pembunuh Yang Mematikan yang bahkan Tidak Takut dengan Apapun, sekarang Pembunuh Yang Terkenal itu sedang berlutut dan gemetar ketakutan di hadapan seorang Pemuda
Mito hanya duduk diam tidak berbicara sepatah kata pun dan membuat Gina semakin ketakutan
"S-suamiku......"
Ucap Gina
Gina memanggil Mito dengan nada yang ketakutan
"A-a-aku... aku... aku minta maaf dengan apa yang terjadi hari ini.... K-kedepannya aku akan berusaha agar kejadian kali ini tidak terulang lagi.... J-jadi.... K-kumohon... T-tolong maafkan aku...."
Ucap Gina dengan nada yang sangat ketakutan
Kemudian Mito menghela nafas berat nya dan membuat Gina semakin tegang dan tubuh nya semakin gemetar
"Aku tidak akan mempermasalahkan hal ini, aku ke sini untuk menanyakan sesuatu kepada mu...."
Ucap Mito
Kemudian Gina melihat ke arah Mito
"Aku... aku... aku akan menjawab semua yang kamu tanyakan.... Tapi... tapi tolong jangan tinggalkan diriku... Aku Mohon Suamiku..."
Ucap Gina dengan nada penuh harapan agar Suami Tercinta Nya tidak meninggalkan Diri nya
Kemudian Mito berdiri dan Menghampiri Gina
"Tidak Akan.... Aku tidak akan pernah meninggalkan mu...."
Ucap Mito
Langsung saja, Gina yang mendengar apa yang Mito katakan langsung berhenti berpikiran tentang Mito yang akan meninggalkan diri nya
"B-benarkah.....?"
Ucap Gina
Gina memastikan bahwa Mito tidak akan meninggalkan nya
Mito hanya mengangguk dan tersenyum
Langsung saja Gina menghapus air mata yang mengalir dari pipi nya dan langsung memeluk Mito
Mashiro yang menyaksikan hal itu merasa Iri karena kemesraan Gina dan Mito di hadapan diri nya
Beberapa Menit Kemudian
"Aku ke sini untuk menanyakan beberapa hal, bagaimana cara agar bisa mendapatkan uang dengan cepat?"
Tanya Mito
Ucap Gina
Gina berniat untuk memberikan seluruh kekayaan nya kepada Mito
"Tidak... Tidak perlu sampai seperti itu.... Aku hanya ingin tau cara nya...."
Ucap Mito
"Jika kau ingin banyak uang dengan cara yang mudah.... maka aku sarankan untuk Ikut dalam Arena Pertarungan Ilegal Bawah Tanah...."
Ucap Mashiro
Mashiro sedang memeriksa beberapa dokumen dan langsung ikut mengobrol bersama dengan Jina dan Mito
"Tidak.... Aku tidak setuju dengan saran mu Mashiro..."
Ucap Gina
Gina membantah saran Mashiro
"Tapi memang itu adalah tempat yang tepat jika ingin mendapatkan uang dengan mudah...."
Ucap Mashiro
"Kau mungkin benar tapi tempat itu terlalu berbahaya...."
Ucap Gina
Mito sedikit tertarik dengan apa yang Mashiro sarankan kepada nya
"Mashiro... Bisa kau jelaskan lebih detail lagi?"
Ucap Mito
"Suamiku.... Kamu benar benar ingin mengikuti saran Mashiro?"
Ucap Gina
"Aku hanya sedikit tertarik...."
Ucap Mito
Gina tidak bisa melawan kata kata Mito dan kembali duduk tenang
"Salah satu dari mereka ada di Kota A, letak dan tempat nya tidak bisa ku beritahu karena bersifat rahasia.... Di sana orang orang kaya dan berkuasa akan bertaruh pada orang yang akan bertanding.... Tetapi di sana sering kali ada yang Mati saat bertanding, jadi ini adalah hal yang sangat berbahaya.... Tempat ini Ilegal dan jelas tidak memiliki Izin.... Segala konsekuensi akan di tanggung sendiri.... tidak jarang juga ada beberapa orang yang membawa Petarung modifikasi atau lebih tepat nya seseorang yang telah menjalani segala eksperimen gila untuk meningkatkan daya tempur mereka.... jika beruntung maka kau hanya akan bertarung dengan orang biasa.... jika tidak mungkin akan lebih buruk lagi...."
Mashiro Menjelaskan dengan jelas tentang Arena Pertarungan Ilegal Bawah Tanah
Mito berpikir sejenak dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Mashiro
"Jika ingin menstabilkan kekuatan ku dan memperoleh adaptasi penuh... maka ini adalah pilihan terbaik untuk ikut di Arena itu.... Dengan begitu... aku bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dan bisa meningkatkan stats ku dengan segera setelah aku selesai beradaptasi.... dan juga dengan uang yang akan di dapat dari sana bisa ku gunakan untuk memperlengkap pertahanan yang ku buat...."
Ucap Mito dalam hati nya
"Baiklah.... Aku akan mencoba ikut ke Arena itu..."
Ucap Mito
"Tunggu.... Suamiku.... Di sana terlalu berbahaya.... jangan mempertaruhkan nyawa mu hanya demi segelintir uang... aku bisa memberikan seluruh kekayaan ku kepada mu.... tapi jangan pertaruhkan nyawa mu di tempat berbahaya itu...."
Ucap Gina
Gina mencoba menghentikan Mito agar tidak mengikuti Pertarungan di Arena Pertarungan Ilegal bawah tanah
Kemudian Mito berdiri dan menghampiri Gina lalu mencium Bibir nya
"Jangan khawatir.... Aku tidak akan memaksakan diri ku..."
Ucap Mito
Kemudian Mito tersenyum kepada Gina
Hati Gina langsung luluh dengan perlakuan Mito dan Gina tidak bisa lagi menghentikan Mito dan hanya bisa berharap bahwa Suami Tercinta nya bisa melewati hal yang berbahaya di Arena
...****************...
Keesokan Hari Nya
Pinggiran Kota A
Mito, Gina dan Mashiro menaiki sebuah Mobil Khusus Pengantar dan Jemput Arena Pertarungan Ilegal Bawah Tanah dan segera berangkat
Mereka menaiki mobil yang kaca nya benar benar berwarna hitam gelap dan tidak bisa melihat keluar, alhasil Mito tidak tau dia ada di mana dan di bawa ke mana
...****************...
30 Menit Kemudian
Akhirnya Mobil berhenti di sebuah Tempat dan Mito segera turun dari Mobil
Mito melihat sekeliling dan mendapati diri nya berada di sebuah Tempat Parkir yang begitu Luas bahkan ada Ratusan Mobil yang terparkir di tempat tersebut
Kemudian Gina dan Mashiro menghampiri Mito
"Hebat Bukan....?"
Ucap Mashiro
"Ada berapa banyak orang yang ada di sini?"
Ucap Mito
"Entahlah.... Paling sedikit hanya ada Ribuan Saja.... Tempat Parkir ini hanyalah 1 tempat di antara Ratusan Tempat Parkir lain...."
Ucap Mashiro
"Sudah lama aku tidak ke tempat ini...."
Ucap Gina
Kemudian Mashiro Melihat ke arah Gina
"Tempat ini sama persis seperti dulu bukan?"
Ucap Mashiro
"Memang.... Tapi tetap saja.... Merekomendasikan tempat berbahaya seperti ini kepada Suamiku itu terlalu berlebihan..."
Ucap Gina
"Aku tak bisa menyangkal hal itu...."
Ucap Mashiro
Kemudian Gina menghela nafas nya
"Jika bukan karena Suamiku... maka aku malas datang ke tempat ini...."
Ucap Gina
Kemudian Mereka Bertiga berjalan menuju sebuah tangga dan turun ke bawah lalu masuk ke sebuah Pintu yang di jaga oleh beberapa orang bersenjata
Suara Kegaduhan, Keramaian dan Teriakan sudah terdengar saat Mito memasuki Pintu yang di jaga Tersebut
Mito menggunakan Identitas Grim Reaper nya agar mencegah beberapa hal buruk yang mungkin akan terjadi di dalam Arena
...****************...
Lobby Arena
Banyak orang yang ada di Lobby
Mereka semua tentu nya bukan orang biasa, mereka adalah orang Kaya, Berkuasa, dan Memiliki Reputasi mereka sendiri
Di antara mereka semua, beberapa dari mereka membawa Orang yang akan menjadi Petarung bagi mereka di Atas Arena
"Ayo... Kita Masuk Ke Arena...."
Ucap Mashiro
Kemudian Mito mengikuti Jina dan Mashiro yang memasuki sebuah Pintu
...****************...
URRRAAAAA..... WOOOOOOOAAAAAHHHH HAAAJJAAR DIIIAAA..... BUNUHHH.....
Suara Sorakan dan Teriakan dari Ribuan Orang menggema di Tempat Yang Sangat Teramat Luas tersebut
Terdapat Ribuan Orang yang ada di Tempat Tersebut
Langit Langit Arena menjulang tinggi ke atas dengan warna tembok nya yang berwarna abu abu kehitaman
Dan Dari tempat Mito berada, Mito melihat ke arah atas dan mendapati sebuah Ruangan Terpisah yang ada di sekeliling Arena yang pasti nya itu adalah Ruangan VIP untuk Orang Orang Ternama
Bangku Penonton sangat Luas mengitari Arena yang ada di bawah mereka
Di tengah tengah tempat tersebut adalah Arena Pertarungan
Tempat Hidup dan Mati tergantung pada diri sendiri
Tempat Tersebut Sangat Luas dan Ramai bahkan lebih Luas dan Ramai daripada Sebuah Stadion Sepak Bola
"Luar Biasa......."
Ucap Mito
Mito cukup kagum dengan tempat tersebut
"Ikuti Aku...."
Ucap Mashiro
Kemudian Mito mengikuti kemana Gina dan Mashiro pergi, lalu mereka bertiga masuk ke sebuah Pintu, di dalam nya terdapat ruangan lain
Sebuah Koridor menuju ke kanan dan kiri ada di tempat tersebut dengan beberapa orang penjaga yang menjaga tempat tersebut
Mashiro dan Gina berbelok ke kiri setelah masuk ke tempat tersebut di ikuti oleh Mito
Kemudian Mashiro dan Gina masuk ke sebuah Ruangan
...****************...
Di Dalam Ruangan
Ruangan VIP memang berbeda, Ruangan Tersebut berfasilitas lengkap layaknya Ruangan VIP pada umum nya
Kemudian Gina dan Mashiro duduk di sebuah Sofa yang menghadap ke sebuah tembok kaca yang dari sana bisa langsung melihat ke Arah Arena yang tengah melangsungkan Pertarungan
"Suamiku.... Duduklah di sini...."
Ucap Gina
Kemudian Mito duduk di tengah tengah Gina dan Mashiro
Setiap waktu adalah kesempatan bagi Gina
Kemudian Gina berdiri dan melepaskan Sepatu nya dan duduk di pangkuan Mito dan membiarkan bagian bawah nya yang tertutup stocking berwarna Hitam terlihat dengan sangat jelas
Mashiro terkejut saat melihat sifat Gina yang manja, Bagi Mashiro, itu tidak terlihat seperti Gina yang dia kenal
Kemudian Gina meraih kedua tangan Mito dan meletakkan salah tangan Mito di area rawa miliknya dan meletakkan tangan Mito yang satu nya di Gunung Milik nya
Walaupun melihat hal itu secara langsung, Mashiro tak mau ambil pusing dengan hal tersebut
"Apa Kau mau bertarung....?"
Ucap Mashiro
"Mari Kita Lakukan...."