The Great Star System

The Great Star System
Eps 37




(Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 4, Seira)


(Sumber: Pixiv)


...----------------...


Pesawat Milik Pasukan Luxer terus mengejar Shina yang telah masuk ke sebuah Celah Misterius


"CEPAT MASUK KE DALAM CELAH ITU SEBELUM ITU TERTUTUP RAPAT"


Teriak salah Satu Komandan Pasukan yang tengah mengejar Shina


Celah Misterius yang di lalui Shina mulai menutup dengan cepat saat Shina memasuki nya


Suara Keras saat Celah itu tertutup terdengar hingga ke Ribuan Tahun Cahaya jauh nya


Dan belum sempat Seluruh Pasukan Luxer memasuki Celah tersebut, Celah itu telah tertutup sepenuhnya dan membuat Pasukan Luxer menjadi tak bisa mengejar Shina karena Shina telah menghilang bersamaan dengan Celah Misterius itu


Semua Pasukan Luxer mengelilingi area sekitar tempat Celah Misterius itu muncul namun mereka tak menemukan apapun


"Sial..... Yang Mulia pasti akan membunuhku...."


Ucap Salah Seorang Komandan Pasukan


...****************...


Pesawat Shina melesat dengan cepat dan akhirnya keluar dari Celah Misterius yang sebelumnya dia masuki


"Huff.... Huff.... Huff.... Akhirnya...."


Ucap Shina dengan nafas nya yang terengah engah


Seluruh Tubuh Shina sudah hampir tak bisa di gerakkan karena sebelumnya dia sudah berusaha mati matian saat melarikan diri dari Pesawat Induk milik Luxer


Tangan Shina yang memegang kemudi pesawat bergetar hebat, seluruh tubuh Shina sudah sangat lemah dan lelah dan Shina juga hampir kehilangan kesadaran nya


"Uhuk... Uhuk Uhuk.... Ugghh.... Kemana.... Aku Harus Pergi....?"


Ucap Shina dengan nada yang terasa sangat lemah


Meskipun Shina sudah berhasil Melarikan Diri dari Neraka yang telah menyiksa nya selama lebih dari 50 tahun, tetapi, sekarang Shina tidak tau kemana dia harus pergi karena tempat itu bukanlah tempat dimana Rumah nya Berada


"Haahhh.... haaahhh.... hahhhh...."


Nafas Shina mulai terasa sangat berat


Secara perlahan, Shina mulai kehilangan kesadaran nya karena diri nya terlalu Lemah dan Letih


Dan Akhirnya Shina kehilangan seluruh kesadaran nya dan pingsan di Kursi Pilot


Namun Shina sungguh beruntung, Ketika Shina Pingsan, tangan nya yang jatuh tak sengaja menekan Tombol Auto-Pilot yang membuat Pesawat nya Mengemudi dengan sendiri nya dan menghindari segala halang rintang dan bahaya yang ada di Jalur Angkasa yang Shina lalui


...****************...


Malam Hari, Rumah Mito


Mito sedang duduk di kursi yang ada di Balkon dengan Reina yang mengenakan Lingerie Putih nya dan Kaus Kaki Panjang nya yang berwarna Putih dan tengah duduk di Pangkuan Mito


Kemudian Reina meraih kedua tangan Mito dan meletakkan nya di Perut nya


"Mito.... kapan aku bisa mengandung anak mu?"


Ucap Reina


Wajah Reina terlihat memerah saat mengatakan hal itu


Mito tersenyum setelah mendengar ucapan Reina, Kemudian Mito mencium Bibir Reina


"Kita masih berstatus pelajar.... Tidak baik Jika kamu bersekolah dengan Keadaan Hamil...."


Ucap Mito


Reina hanya bisa menuruti apa kata Mito


Perhatian Mito tertuju kepada Collar yang selalu di kenakan Oleh Reina di leher nya


"Reina.... apa kamu bisa melepaskan benda yang ada di leher mu itu?"


Ucap Mito


Reina menggelengkan kepala nya


"Tidak.... Tidak bisa.... ini adalah bukti bahwa aku hanyalah Milikmu...."


Ucap Reina


Saat Mito hendak mengucapkan sesuatu, Jari Telunjuk Reina menahan Mulut Mito


"Aku Mencintaimu Mito.... Jadi.... aku akan melakukan apapun supaya aku bisa layak untuk berada di sisi mu...."


Ucap Reina


Reina tersenyum dan menurunkan Jari Telunjuk nya dari mulut Mito


Sesaat setelah nya, Mito langsung menyerang Bibir Reina dengan Ciuman yang bertubi tubi


"Aku juga mencintaimu Reina.... Selama nya aku akan tetap mencintai mu...."


Ucap Mito


Senyuman hangat terpancar di wajah Mito


Reina tersenyum bahagia dengan apa yang Mito ucapkan


"Terima Kasih.... Mito...."


Ucap Reina dengan Senyum manis terpancar dari wajah nya yang cantik


Kemudian Mito dan Reina kembali berciuman dan menikmati momen indah tersebut di bawah Sinar Bulan Purnama yang Indah


Di Hati Reina hanya ada Mito, Mito, Mito dan Mito, tidak ada lagi Ruang untuk orang lain selain Mito, hanya Mito dan Mito


Tubuh, Hati, Jiwa, Cinta, Raga dan semua yang Reina miliki hanya untuk Mito seorang


...****************...


Halaman Belakang Rumah


Wako dan Emio sedang duduk di sebuah Kursi yang ada di belakang Rumah


Mereka sedang menikmati sejuk nya angin malam yang sunyi dan tenang


"Kakak.... Apa menurut mu Master benar benar menyayangi Kita?"


Ucap Wako


Kemudian Emio mengalihkan pandangan nya ke arah Wako


"Kita tidak boleh berpikiran seperti itu.... Sudah sangat jelas bahwa Master sangat menyayangi dan mencintai Kita.... Jadi Kita tidak boleh berpikiran seperti itu.... Itu sama saja seperti kita mengkhianati Master.... Apa kamu tau itu?"


Ucap Emio


Kemudian Wako memalingkan pandangan nya ke arah lantai dan merenungi apa yang baru saja dia lakukan


"Kakak Benar.... Sejak bertemu dengan Master.... Kehidupan kita menjadi ratusan kali lebih baik daripada sebelum nya.... Ini adalah kesalahan ku karena aku meragukan Cinta yang Master berikan kepada Kita...."


Ucap Wako dengan Rasa Bersalah yang sangat mendalam di hati nya


Emio mencoba menenangkan Wako dari Rasa Bersalah nya


"Jangan menyalahkan diri mu sendiri.... Sebenarnya aku juga sempat meragukan Master.... Tapi semenjak aku tau bahwa Master adalah orang yang sangat baik... Perlahan Rasa Keraguan ku mulai menghilang seiring berjalan nya waktu... dan sekarang... aku sudah bertekad untuk mengabdikan seluruh hidup ku kepada Master untuk selama nya...."


Ucap Emio


Wako mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Emio


"Berarti...."


Ucap Wako


Kemudian Emio memberikan HeadPat kepada Wako


"Master adalah orang yang baik... jika kamu merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan... maka kamu harus meminta maaf kepada Master.... Master pasti akan memaafkan mu...."


Ucap Emio


Wako hanya mengangguk dengan apa yang Emio ucapkan


Kemudian Wako berdiri dan menarik tangan Emio


"Kakak.... Tolong temani aku untuk meminta maaf kepada Master...."


Ucap Wako


Emio tersenyum


"Baiklah...."


Ucap Emio


Kemudian Emio menemani Wako untuk pergi meminta maaf Kepada Mito


...****************...


Balkon


Wako menemui Mito yang tengah berada di Balkon Rumah


Kemudian Wako meminta maaf kepada Mito dengan perasaan yang penuh akan Rasa Bersalah


Mito tak mengerti mengapa Wako meminta maaf kepada nya, Kemudian, setelah Wako menjelaskan isi hati nya yang sebenarnya, barulah Mito paham maksud dari ucapan permintaan maaf Wako


Kemudian Reina berdiri dari pangkuan Mito


Mito berdiri dan menghampiri Wako lalu memberikan HeadPat kepada Wako


"Tidak apa apa...."


Ucap Mito


Pandangan Wako langsung tertuju dan terkunci ke arah Mito


Wako melihat senyuman yang terpancar dari Wajah Master nya


Lalu, semua hal buruk tentang Mito yang ada di dalam Hati dan Pikiran Wako langsung lenyap seketika seakan akan tidak pernah ada


Mata Wako mulai berkaca kaca dan akhirnya Air Mata pun jatuh dan mengalir di pipi Wako


Kemudian Wako langsung memeluk Mito


"Terima Kasih.... Master....."


Ucap Wako dengan Nada Penuh Kesedihan


Mito tersenyum dan membalas pelukan Wako


"Tidak Perlu Berterima Kasih.... dan juga maaf karena diri ku membuat mu takut...."


Ucap Mito


Wako menggeleng kan kepala nya


"Tidak... Ini bukan kesalahan Master.... Ini semua adalah salahku karena aku meragukan Master...."


Ucap Wako


"Master.... Mulai hari ini.... Aku tidak akan pernah Meragukan Master lagi.... Aku akan sepenuhnya memberikan seluruh hidup ku pada Master...."


Ucap Wako


Mito tersenyum kemudian memberikan HeadPat kepada Wako


"Wako...."


Ucap Mito


Kemudian Wako mengarahkan dan mengunci pandangan nya ke wajah Mito


"Master...."


Ucap Wako


Kemudian Mito memberikan sebuah Ciuman di bibir Wako


Mito terus mencium Bibir Wako dan terus mengulum lidah Wako tanpa henti


Reina dan Emio menjadi H*rny saat melihat Mito dan Wako yang saling mengulum lidah mereka satu sama lain


Malam Pun Berlalu dengan Erangan Reina, Wako dan Emio yang tak pernah berhenti hingga Fajar tiba


...****************...


Keesokan Hari Nya


Mito kelelahan karena bermain selama semalaman dengan Reina, Wako dan Emio


Mito memutuskan untuk kembali Tidur di Ruangan nya dan di temani Ketiga Putri Kecil Nya


Meskipun Ketiga Putri Kecil Mito sudah cukup tidur dan tidak mengantuk, namun dengan senang hati mereka mau menemani Mito tidur


...****************...


Kota S, Kediaman Pangeran Julius


Pangeran Julius duduk di sebuah Sofa sambil meneguk segelas wine yang ada di tangan nya


Beberapa menit kemudian


Bawahan Pangeran Julius datang menghampiri nya


"Lapor Pangeran..."


Ucap Bawahan Pangeran Julius


Pangeran Julius meletakkan Wine nya di Meja dan mengarahkan pandangan nya ke arah bawahan nya


"Ada apa?"


Ucap Pangeran Julius


"Rencana yang Anda jalankan semua nya berjalan dengan baik, Dokter yang Anda Gunakan Sebagai Umpan berhasil meracuni Kakek Putri Erina tanpa ketahuan sedikit pun, Dokter itu meracuni Kakek Putri Erina sedikit demi sedikit dan sampai hari ini Kesehatan Kakek Putri Erina hampir berada di depan Gerbang Kematian"


Ucap Bawahan Pangeran Julius


"Bagus.... Rencana ini jangan sampai gagal.... Lakukan dengan hati hati dan segera eksekusi si Tua Bangka itu"


Ucap Pangeran Julius


"Baik Pangeran...."


Ucap Bawahan Pangeran Julius


Kemudian Bawahan Pangeran Julius itu pergi dari Ruangan tersebut


"Rencana ku berjalan dengan sempurna.... Cepat Atau Lambat, Si L*cur Erina itu akan jatuh ke tangan ku...."


Ucap Pangeran Julius


Kemudian Pangeran Julius berdiri dari Sofa dan berjalan menuju ke sebuah jendela


"Putri Erina..... Bersiaplah Untuk menjadi budakku"


Ucap Pangeran Julius


...****************...


Rumah Mito


Mito sedang tertidur nyenyak bersama Ketiga Putri Kecil Nya


Sementara Istri Istri Mito sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing


Rumah Mito selalu Ramai dengan Istri Istri nya yang sedang beraktivitas


Mito tidur dengan sangat nyenyak bersama Ketiga Putri Kecil Nya


[ Keadaan Baru Telah Terbuka ]


Tiba Tiba sebuah Panel System Muncul saat Mito sedang tertidur nyenyak


[ Di Karenakan Rasa Cinta Dan Rasa Sayang Yang Teramat Mendalam Dari 3 Putri Kecil Master, Tahap Extreme Telah Terbuka ]


Kemudian Sebuah Panel System lainnya muncul


[ Jika Master Mengambil Keperawanan Putri Kecil Anda, Maka Status (Incest) Akan Di TambahKan Secara Permanen, Dan Secara Bertahap Akan Meningkatkan Perasaan Cinta Dari Putri Kecil Anda Hingga Ke Titik Maximal, Hadiah Dari Status Ini Adalah Menghapus Segala Kelainan Maupun Efek Buruk Akibat Hubungan Sedarah, Baik Itu Dari Ibu, Anak, Ataupun Cucu Master ]


Kemudian Sebuah Panel System Lain Muncul


[ Master Bisa Mengambil Keperawanan Putri Kecil Anda Untuk Mendapatkan Status Terbaru, Dapat Di Lakukan Saat Ini Juga Ataupun Di Masa Depan ]


Notifikasi System tidak terbaca oleh Mito karena Mito sedang tertidur nyenyak bersama Ketiga Putri Kecil nya


Panel Panel System yang muncul perlahan menghilang dengan sendiri nya


...****************...


Beberapa Jam Kemudian


Mito terbangun dari Tidur nya


Saat Mito bangun, Mito menyadari bahwa Ketiga Putri Kecil Nya sudah tak berada di sisi nya


"Huh...? Chia? Airi? Aria?"


Ucap Mito memanggil Ketiga Putri Kecil nya


Namun tak ada jawaban dari Ketiga Putri Kecil nya


Kemudian Nito bangkit dari Tempat tidur dan melihat ke sekeliling


Semua terasa sangat aneh, Ketiga Putri Kecil Mito selalu ada di sisi nya baik saat Tidur ataupun di rumah, Tapi sekarang, Ketiga Putri kecil Mito tidak ada di sisi nya


Mito keluar dari Ruangan nya dan mengecek keberadaan yang lain nya


"Reina? Liyu?"


Mito memanggil Reina dan Liyu namun tak ada jawaban dari mereka berdua


Mito berjalan menuruni tangga dan mengecek Lantai Bawah


Tak ada seorang pun di sana, Baik Putri Kecil Mito maupun Istri Mito


"Ini Aneh.... Kemana semua nya pergi?"


Ucap Mito


"AV....? AV....?"


Ucap Mito


Mito memanggil AV namun AV juga tak kunjung muncul, tetapi System milik Mito tetap aktif dan bekerja normal seperti biasa nya


Mito menjelajahi seluruh isi Rumah, Setiap kamar, Dapur, Ruang Tamu, Balkon, Halaman Belakang dan Halaman Depan, namun Mito tak kunjung menemukan siapapun


Mito menuju ke balkon dan melihat ke sekeliling


Bahkan Lingkungan Sekitar sangatlah sunyi dan tak ada suara sedikit pun


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kemana semua nya pergi?"


Ucap Mito


Beberapa saat kemudian, muncul sesuatu yang terbang melintasi Rumah Mito dan menuju ke suatu tempat dengan kecepatan yang luar biasa


"Apa apaan itu....?"


Ucap Mito


Kemudian Mito mengambil Dual Combat Knife dari Inventory nya dan mengejar benda misterius itu


...****************...


Pegunungan, Area 1 Bagian Timur


Benda Itu jatuh dan menghantam tanah


...****************...


5 Menit kemudian


Akhirnya Mito sampai di tempat benda itu jatuh


Benda Itu sangat besar yang besar nya setara dengan setengah lapangan sepak bola


Benda itu terlihat seperti sebuah pesawat namun Mito tak bisa memastikan pesawat jenis apa itu, pesawat itu bukanlah model pesawat pada umumnya


Pesawat itu berbentuk seperti Huruf V dengan ukuran nya yang cukup besar


Mito mendekati Pesawat Misterius itu dengan perlahan sambil memegang Dual Combat Knife nya


Mito berjalan perlahan menuju ke arah depan pesawat misterius tersebut


Kemudian Mito melihat sebuah Tempat di Pesawat yang seperti nya itu adalah tempat dimana Pilot Pesawat itu berada


Beberapa saat setelah nya


Pintu Pilot pesawat Misterius itu terbuka dengan perlahan


Kepulan Asap tebal Muncul dari dalam Kokpit Pesawat


Mito bersiap untuk menyerang jika sesuatu yang mengancam akan keluar dari dalam Kokpit pesawat yang di penuhi asap tersebut


Sesuatu bergerak dari dalam Kokpit pesawat yang di penuhi oleh asap tebal


Mito tetap waspada dengan apa yang akan terjadi, kemudian mengambil beberapa langkah mundur dan mengganti senjata nya dengan Dual D-Eagle untuk mengantisipasi keadaan terburuk


Sesuatu mulai keluar dari dalam Kokpit


Mito membidik ke arah Kokpit pesawat


Lalu, Sebuah tangan keluar dari kepulan asap dan menyentuh bagian luar Pesawat


Setelah nya, Sesuatu tersebut terjatuh dari Kokpit pesawat dan terkapar di tanah


Mito terkejut


Kemudian Mito menurunkan bidikan nya


"Seorang.... Gadis....?"