
( Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 14, Mia )
(Sumber : ~ )
...----------------...
Minggu Pagi Yang Cerah
Rumah Mito
Mito tengah tertidur di Sofa yang ada di Ruang Tamu dengan Bantalan Paha Inari
Sementara Istri Mito yang lain nya tengah melakukan pekerjaan mereka masing masing
Reina, Liyu, Myu dan Seira tengah memasak Di Dapur
Sybil, Shina dan Remi tengah menjemur Baju di halaman belakang
Wako dan Emio sedang belajar di Ruangan Mereka
Mia Tengah mengerjakan Tugas Sekolah di Ruangan nya
Sementara Gina dan Mimi memiliki Beberapa Urusan dan Pekerjaan yang harus di selesaikan
Sedangkan Ke 4 Putri Kecil Mito yaitu Chia, Airi, Aria dan Yui tengah Menggambar Bersama di Meja yang ada di Ruang Tamu
Inari Membelai Rambut Mito dengan lembut
Senyum manis tak pernah hilang dari wajah Inari yang Paha nya di Gunakan sebagai Bantal oleh Mito
Kemudian Mito membalikkan Badan nya dan menghadap ke arah TV
"Inari... Tolong Nyalakan TV nya"
Ucap Mito
Inari Tersenyum
"Baiklah Suamiku..."
Ucap Inari
Kemudian Inari mengambil Remote TV yang ada di samping nya dan menyalakan TV
Acara yang tersiar saat TV menyala adalah sebuah berita yang tengah menginformasikan mengenai Kasus Orang Hilang
// Beberapa Waktu Ini, Kerap Kali Terjadi Kasus Orang Hilang Yang Terjadi Di Beberapa Wilayah Di Kota A, Semua Korban Yang Hilang Merupakan Pelajar Perempuan Dari Beberapa Sekolah Menengah Atas Yang Ada Di Kota A, 2 Di Antara Nya Adalah Murid Dari SMA Vitres Yang Ada Di Kota A, Hingga Saat Ini, Polisi Masih Menyelidiki Tentang Kasus Penculikan Yang Terjadi
Ucap Presenter Berita yang ada di TV
Kemudian Mito menghela nafas nya
Inari mengarahkan pandangan nya ke arah Mito yang tengah tidur di Paha nya
"Suamiku... Ada Apa...?"
Ucap Inari
"Tidak... Tidak ada apa apa..."
Ucap Mito
Kemudian Mito bangkit dari Paha Inari dan duduk di Sofa
"Rasanya... Akhir Akhir ini menjadi semakin berbahaya..."
Ucap Mito
Kemudian Inari menggenggam Tangan Kanan Mito dengan kedua tangan nya
"Suamiku... Apa ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk membantu mu?"
Ucap Inari
Mito tersenyum
Kemudian Mito membelai Pipi Inari dengan tangan Kiri nya
"Kamu tidak perlu melakukan ataupun mengkhawatirkan apapun... Karena Aku akan selalu melindungi mu dan Putri Kecil kita..."
Ucap Mito
Inari tersenyum bahagia dan menikmati Sentuhan yang Mito berikan
"Terima Kasih Suamiku..."
Ucap Inari
Walaupun Mito memiliki Drone yang hampir Mencakup seluruh Kota A, tapi itu masih tidak cukup untuk bisa melindungi Semua Istri dan Putri Kecil nya
Apalagi melindungi Sumi yang saat ini berada jauh dari kota A
Mito tak bisa menerbangkan lebih banyak Drone Capung, Invisible Drone atau memasang Lebih Banyak Automatic-Turret dan CCTV karena hal itu bisa saja di ketahui oleh seseorang
Meskipun Mito bisa menjaga banyak tempat sekaligus, namun itu masih sangat Kurang, apalagi Tempat yang di Jaga oleh Drone milik Mito hanyalah Tempat yang sering di kunjungi Oleh Istri Istri nya, Seperti Sekolah, Supermarket dan beberapa tempat lain nya
Mito memikirkan cara yang paling Efektif untuk bisa meningkatkan Perlindungan nya terhadap Semua Istri dan Ke 4 Putri Kecil nya
Kemudian Mito menghela nafas nya
"Kurasa... Hanya ada 1 cara..."
Ucap Mito
...****************...
Rumah Sakit Kota A
Mashiro berjalan menyusuri sebuah Lorong di Rumah sakit
Beberapa saat setelah nya, Mashiro sampai di sebuah Ruangan
Kemudian Mashiro langsung masuk ke dalam Ruangan tersebut
Di dalam Ruangan, Terlihat seorang Pria berambut Kuning dan mengenakan kacamata
Pria itu mengarahkan pandangan nya ke arah Mashiro yang baru saja masuk ke dalam Ruangan
"Ohh... Akhirnya kamu datang juga..."
Ucap Pria tersebut
Mashiro menggerakkan gigi nya dan tampak marah kepada Pria tersebut
"Dokter Alex... Apa Maksud mu...? Dan kenapa kau mengirim ancaman kepadaku...?"
Ucap Mashiro
Pria berambut kuning itu adalah Alex, Seorang Dokter Ahli Bedah yang telah menjebak Mashiro
Alex tersenyum
"Ayolah Mashiro... Bukankah Hubungan kita sudah bertahan cukup lama? Apakah kamu tidak memiliki Perasaan Kepadaku?"
Ucap Alex
Mashiro kembali menggerakkan gigi nya
"Aku tidak akan pernah memiliki Perasaan apapun Kepada B*jingan seperti dirimu... yang ada hanyalah Perasaan Jijik, Muak dan Benci kepadamu..."
Ucap Mashiro
Alex tertawa
"Hahahaha... Mashiro... Apapun yang kau lakukan dan yang kau katakan... aku tidak pernah peduli sedikit pun..."
Ucap Alex
Kemudian Alex menatap Mashiro dengan tatapan yang Tajam
"Tapi... Ingatlah... Bahwa Adikmu Masih Berada Di Tangan Ku... Jika Kau Berani Macam Macam... Maka Adikmu Akan Menderita..."
Ucap Alex
Alex mengancam Mashiro menggunakan Adik Mashiro yang masih berada dalam genggaman nya
Mashiro tampak sangat marah namun dia tak bisa melakukan apapun, karena jika dia bertindak secara gegabah, Alex tidak akan segan untuk melukai Adik Mashiro
"Cih... Dasar B*jingan... Jika Kau Melukai Adikku... Maka aku tidak akan pernah memaafkan mu"
Ucap Mashiro
Alex kembali menatap Mashiro dengan tatapan Tajam
"Maka Dari Itu... Turuti Ucapan Ku... Dan Adik Mu Akan Baik Baik Saja..."
Ucap Alex
"Cepat Lepaskan Pakaian mu..."
Ucap Alex
Mashiro menghela nafas nya dan hanya bisa menuruti kata kata Alex demi keselamatan Adik nya
Kemudian Mashiro mulai melepaskan seluruh pakaian nya kecuali Pakaian Dalam dan Sepasang Kaus Kaki Panjang Yang Menutupi Paha Sampai Ujung Kaki Nya
Alex menjilati bibir nya
"Tubuhmu Sangat indah seperti biasanya"
Ucap Alex
Mashiro menatap Alex dengan tatapan yang menunjukkan Rasa Jijik
"Aku muak mendengarnya..."
Ucap Mashiro
Kemudian Alex mendekati Mashiro dan langsung menggenggam salah satu Gunung Mashiro dengan kuat
"Hehehe... Mau Tidak Mau... Kau Akan Mendengar Nya Selama Sisa Hidup Mu..."
Ucap Alex
Mashiro hanya terdiam saat Alex memainkan Gunung nya dan mencium bibir nya
"B*jingan ini... Aku Pasti Akan Membuat nya Mati Dengan Sangat Mengenaskan..."
...****************...
SMA Vitres, Ruangan Kepala Sekolah
Terdapat 2 Orang Tentara Wanita yang tengah duduk di Sofa yang ada di Ruang Kepala Sekolah dan Mimi juga berada di sana untuk di Mintai keterangan oleh Kedua Tentara Wanita tersebut
2 Tentara adalah Alice dan Asisten nya, Fuuka
Alice dan Fuuka di Pindah Tugaskan dari Kota Z ke Kota A, yang mana Alice di bebas tugaskan dari Misi nya di Kota Z dan beralih untuk menangani Kasus Orang Hilang di Kota A
Alice mengecek dokumen dan Biodata dari 2 orang Siswi yang Hilang
"Apakah mereka berdua pernah terlibat suatu masalah dengan orang asing?"
Ucap Alice
Mimi menggelengkan kepala nya
"Saya tidak tau pasti mengenai hal itu, tapi mereka berdua adalah Murid Teladan yang tidak pernah terkena masalah apapun, baik dari keluarga maupun teman sekelas nya"
Ucap Mimi
Kemudian Alice menaruh Biodata Siswi yang ada di tangan nya ke atas Meja
"Ini akan menjadi semakin sulit... Tidak ada saksi atau apapun yang berguna... Rekaman CCTV juga tidak mencakup semua tempat di Luar Sekolah..."
Ucap Alice
Kemudian Alice berpikir sejenak
"Apa besok bisa tidak di adakan Jam Pelajaran? Kami ingin melakukan sedikit Interogasi Kepada Semua Murid yang ada di sekolah ini"
Ucap Alice
Mimi mengangguk
"Bisa... Itu bisa di lakukan"
Ucap Mimi
Kemudian Alice mengarahkan pandangan nya ke arah Fuuka, Dan mereka berdua mengangguk secara bersamaan
"Baiklah... Kalau Begitu... Mohon Kerja sama nya, Bu Kepala Sekolah"
Ucap Alice
Mimi mengangguk
"B-baik..."
Ucap Mimi
...****************...
Keesokan Hari nya
Tidak ada Mata Pelajaran yang berlangsung selama Sekolah
Satu Per Satu Murid di panggil ke 2 Ruangan Berbeda untuk di Interogasi dan juga mereka akan di mintai beberapa keterangan mengenai Kejadian yang telah terjadi
Bukan hal yang mudah bagi 2 Orang mengurus Seluruh Murid yang ada di sebuah Sekolah
Namun, Alice dan Fuuka tetap menjalankan Tugas mereka dengan penuh Tanggung Jawab
SMA Vtires adalah Sekolah Ke 2 yang telah di Selidiki oleh Alice dan Fuuka
Pertanyaan yang sama namun dengan jawaban yang berbeda terus datang dari Murid baru yang di Interogasi
Waktu terus berjalan dan Proses Interogasi telah selesai di lakukan
Ratusan Jawaban terkumpul dari Murid Kelas 1 Hingga Kelas 3
Namun tidak ada 1 pun dari mereka yang bersifat mencurigakan
Dengan begitu, Alice dan Fuuka dapat menyimpulkan 1 hal, Yaitu, Hilang nya Siswi dari berbagai Sekolah merupakan sebuah Kejadian Yang Di Rencakan atau bisa di bilang sebagai Penculikan
Kesimpulan dasar yang bisa di ambil dari Kejadian yang telah terjadi
Penculikan yang menargetkan Berbagai Gadis yang masih berstatus Pelajar menjadi catatan utama di buku laporan Alice
...****************...
Di Hari Yang Sama, Malam Hari
Lion Star Hotel, Ruangan Alice
Alice dan Fuuka menginap di Lion Star Hotel untuk beberapa hari ke depan
Alice tengah memeriksa Dokumen yang Berisi Jawaban yang di berikan oleh seluruh Murid di SMA Vitres
Beberapa saat kemudian, Fuuka menghampiri Alice
"Alice... Seperti nya ini memang ada hubungannya dengan Organisasi yang akhir akhir ini membuat kekacauan di Kota Z"
Ucap Fuuka
Alice mengarahkan pandangan nya ke arah Fuuka
"Aku memang sudah menduga hal itu... Tapi... itu hanyalah sebuah Dugaan sementara..."
Ucap Alice
Kemudian Fuuka duduk di samping Alice
"Aku masih tidak bisa menebak apa Motif mereka yang sebenarnya..."
Ucap Fuuka
Alice menghela nafas nya
"Sebenarnya... Aku menemukan 1 hal yang sangat berbeda dari Seorang Murid..."
Ucap Alice
Fuuka menjadi sedikit bersemangat setelah mendengar ucapan Alice
"Apa itu?"
Ucap Fuuka
Kemudian Alice memberikan sebuah Biodata seorang murid kepada Fuuka
"Namanya adalah Mito... Dia memang terlihat seperti Murid biasa Tapi... Aku sama sekali tidak bisa melihat Celah dari diri nya... dia seperti seorang Ahli Yang Sudah Melewati Ratusan Pertarungan... Ketika aku menginterogasi nya... Rasanya... Aku seperti sedang berhadapan dengan Tembok Beton... Tembok Beton yang sangat kokoh dan tidak ada Celah sedikit pun untuk merobohkan nya..."
Ucap Alice
Kemudian Fuuka melihat ke arah Biodata Mito dan melihat Foto Mito yang ada di sana
"Kita bisa memastikan nya nanti... Di sini tertera Alamat Rumah nya... Besok kita bisa ke Rumah nya dan mengecek langsung seperti apa dia dan apa yang dia sembunyikan di Rumah nya... Mungkin dia adalah Tersangka yang sedang kita cari..."
Ucap Fuuka
"Baiklah... Jika dia memang tersangka yang kita cari... Maka tidak ada alasan lain untuk tidak menangkap nya..."
Ucap Alice