
Keesokan Harinya
Apartemen Bu Ming Fei
Bu Ming Fei sedang berada di Ruang Tengah dan merapikan Foto Foto Mito yang dia punya
Kemudian Bu Ming Fei menghela nafas nya
"Dari sekian banyak orang.... Kenapa Aku harus jatuh cinta dengan murid ku sendiri....? Aku adalah Guru.... Sedang Kan Mito adalah Murid ku... Hubungan Guru dan Murid di larang di Sekolah...."
Ucap Bu Ming Fei
"Jika aku tau lebih awal.... maka aku tidak akan pernah mau menjadi Guru.... Dengan begitu... Mungkin aku bisa berhubungan dengan Mito...."
Ucap Bu Ming Fei
Kemudian Bu Ming Fei kembali merapikan Foto Foto Mito yang berserakan
Setelah merapikan Foto Foto Mito yang dia punya, Bu Ming Fei pergi ke kamar nya dan menyimpan Foto Mito yang dia punya di lemari yang ada di kamar nya
Kemudian Bu Ming Fei menjatuhkan diri ke Tempat Tidur nya dan memeluk Guling nya yang terdapat Foto Mito
"Dunia Memang tidak adil....."
...****************...
Rumah Mito
Mito sedang menonton TV bersama ketiga Putri kecil nya
Chia berada di pangkuan kanan Mito, Airi berada di pangkuan kiri Mito, Sementara Aria Berada di tengah tengah Chia dan Airi
Semua Istri Mito tengah mengerjakan pekerjaan Rumah dan melakukan hal lain nya
Reina, Liyu dan Myu sedang mencuci piring
Jina dan Sybil sedang mengobrol di Ruangan Mereka
Wako dan Emio sedang belajar di kamar nya
Remi dan Seira sedang menikmati malam yang indah dari balkon rumah
Sementara Inari sibuk mempelajari hal hal yang suami nya sukai
Waktu berlalu dan sudah menunjukkan Jam 21:00, yang artinya adalah Agenda Harian Mito besama para Istri nya sudah harus di mulai
Kemudian Istri Istri Mito menuju ke Ruangan Yang Menjadi Tempat Pembuahan Bagi mereka
Setelah mereka semua masuk ke dalam Ruangan, Mereka Segera melepaskan semua pakaian mereka kecuali kaus kaki panjang mereka yang mempunyai beragam warna, Karena Mito menyukai Kaus Kaki Panjang yang selalu mereka kenakan
Alhasil, Istri Istri Mito selalu memakai Kaus Kaki Panjang Mereka di manapun dan kapanpun karena itu adalah Kesukaan Mito
Warna Kaus Kaki Panjang Istri Istri Mito beragam
Kaus Kaki Reina Berwarna Putih Polos, Liyu Berwarna Hitam, Myu Berwarna Putih, Seira Berwarna Putih, Sybil berwarna Biru, Gina Berwarna Merah, Remi Berwarna Hitam, Wako dan Emio Berwarna Putih, Dan Inari Berwarna Putih
Di sisi Lain
Chia, Airi dan Aria menunggu Mito selesai di Ruangan Mito
Sementara Mito membuahi Istri Istri nya di Ruangan Pojok alias Ruangan Seira, Gina, Sybil dan Remi
Ada 4 Kamar yang tersedia di Lantai 2 Rumah Mito
Ruangan Mito dan Ketiga Putri Kecil nya Berada Tepat di Depan Tangga
Di sebelah Kanan Ruangan Mito atau di ruangan Kedua dari Ruangan Mito adalah Ruangan Yang Di Tempati oleh Reina, Liyu, dan Myu
Di Sebelah Kanan Ruangan Reina, Adalah Ruangan Emio, Wako dan Inari
Lalu, Di Kanan Ruangan Emio adalah Ruangan yang di Tempati oleh Seira, Gina, Sybil dan Remi atau Ruangan Tempat Mito membuahi para Istri nya
Ruangan Mito
Chia, Airi dan Aria sedang menunggu Mito sambil menggambar bersama
"Airi... Aria.... Apa Kalian berdua juga sangat menyayangi ayah?"
Ucap Chia
"Iya... Aku sangat menyayangi Master.... Aku tidak akan pernah mau berpisah dari Master...."
Ucap Airi
"Papa sangat mencintai kita semua.... Itu adalah hal yang Mutlak.... Dan Aku juga Sangat Mencintai Papa.... Karena Papa adalah orang yang bisa membuat Mama Bahagia...."
Ucap Aria
Sesaat setelah nya, Airi terlihat sedih
Chia yang menyadari hal itu langsung berhenti menggambar
"Airi....? Ada apa....?"
Ucap Chia
Kemudian Airi menghapus air mata yang hampir jatuh dari mata nya
"Tidak... Tidak apa apa..."
Ucap Airi
Kemudian Chia melihat ke arah Aria dan Aria juga memandang ke arah Chia dan kemudian Mereka berdua menganggukkan kepala mereka secara bersamaan seperti memberi isyarat satu sama lain
Kemudian Chia dan Aria memeluk Airi secara bersamaan
"Airi.... Jangan Bersedih.... Kita semua adalah keluarga... Kita semua akan tetap bersama selama nya...."
Ucap Chia
Chia memeluk dan mencoba menenangkan Airi
"Itu Benar Airi.... Kita adalah keluarga... Tidak peduli apapun yang terjadi.... Kita akan selalu menjadi keluarga...."
Ucap Aria
Kemudian Air Mata Airi mulai berjatuhan dari mata nya dan membalas pelukan Chia dan Aria
"Hiks.. Hiks.. Terima Kasih... Terima Kasih.... Chia.... Aria...."
Ucap Airi
Dengan Begitu, Ikatan Keluarga dari Ketiga Putri Kecil Mito sudah tidak bisa di Patahkan
...****************...
Keesokan Hari Nya
Sebuah Restoran
Bu Ming Fei sedang menunggu teman nya di Sebuah Meja yang ada di Restoran Tersebut
"Mimi....."
Terdengar seseorang Seseorang memanggil
Langsung saja Bu Ming Fei tersedak saat meminum kopi nya
Kemudian datang lah teman Bu Ming Fei ke Meja nya dan duduk di seberang meja Bu Ming Fei
"Uhuk... Uhuk Uhuk... Sudah ku bilang.... Jangan Panggil aku dengan nama yang memalukan itu..."
Ucap Bu Ming Fei
Wajah Bu Ming Fei terlihat memerah Karena malu
Teman Bu Ming Fei tersenyum
"Memang nya ada apa? Lebih Imut kalau memanggil Mu Mimi...."
Ucap Teman Bu Ming Fei
Bu Ming Fei hanya bisa pasrah kepada nama Imut nya tersebut
Kemudian Mereka berdua mengobrol tentang ini dan itu
"Jadi.... Kamu ingin solusi untuk masalah rasa cinta mu ini?"
Ucap Teman Mimi
"Iya... Itu benar... Sebenarnya aku sangat ingin sekali menjadi kekasih nya... Tapi dia adalah Murid ku... Hubungan Guru dan Murid di larang di sekolah...."
Ucap Mimi
Kemudian Teman Mimi berpikir sejenak
"Kalau begitu, kenapa tidak berhubungan di luar sekolah saja?"
Ucap Teman Mimi
Sesaat setelah nya, Mimi terlihat terkejut atas saran yang di berikan oleh teman nya
Mimi tidak pernah memikirkan ide itu sebelum nya yang membuat nya hampir menyerah atas cinta nya kepada Mito dan hanya bisa memandangi orang yang sangat dia cintai dari kejauhan
"Soal itu.... Mungkin bisa aku coba.... Terima kasih atas saran mu..."
Ucap Mimi
Kemudian Teman Mimi tersenyum
"Tidak Masalah"
...****************...
Kota Z
Perang Antar Gangster Terjadi hampir di Setiap Sudut Kota
Dengan Di Jual Nya Armor Anti Peluru oleh Organisasi Rahasia yang tersembunyi di Kota Z
Kini Perang Antara Kelompok Gangster dan Kelompok lain nya menjadi lebih hebat dan ganas daripada sebelum nya
Polisi segera bertindak namun mereka masih belum bisa mengatasi Ratusan Kelompok Gangster yang saling bertarung memperebutkan Wilayah dan Kekuasaan
Kelompok Gangster Serigala Darah Hampir Menguasai Seperempat Kota sedangkan Kelompok Gangster Blue Moon adalah Rival Terkuat dari Gangster Serigala Darah yang juga menginginkan Wilayah yang di Taklukkan Oleh Kelompok Serigala Darah
Adapula Kelompok Gangster Kecil yang juga ikut memperebutkan wilayah namun jangkauan mereka lebih kecil daripada Kelompok Gangster Besar
Walikota Kota Z sudah meminta bantuan ke Pihak Kota Lain dan berharap ada yang mau membantu Kota Z dalam menghadapi Krisis Kekacauan yang sedang terjadi di Kota Z
Kota S dan Kota D mengirimkan Bantuan Berupa Angkatan Bersenjata untuk membantu Kota Z dalam mengatasi Kelompok Gangster yang telah mengancam kedamaian
Kota S mengirim Komandan Khusus Bernama Alice, Seorang Tentara Wanita dan salah satu dari 5 Komandan Elite yang Di Miliki Kota S
Sedangkan Kota D mengirim kan Wang Ze, Seorang Komandan Pasukan Biasa sebagai Bantuan yang akan di Berikan kepada Kota Z
Alice dan Wang Ze akan bekerja sama dalam Rencana Pembasmian Gangster yang ada di Kota Z
...****************...
1 Minggu kemudian
Kota S, Pusat Pertemuan Antara Bala Bantuan Kota D dan Kota S, Devisi Alpha
Alice dan Asisten nya berjalan menyusuri Koridor dan masuk ke sebuah Ruangan
Di Ruangan tersebut terdapat Seorang Pria yang tak lain adalah Wang Ze
Pada saat pertama Kali Wang Ze bertemu dengan Alice, Wang Ze langsung tertarik dengan Wajah Cantik dan Postur Tubuh Indah yang di Miliki Alice dan langsung berniat untuk menjadikan Alice sebagai Mainan nya
"Selamat Pagi.... Maafkan saya karena sedikit terlambat"
Ucap Alice
Kemudian Alice duduk di sebuah kursi
Sesaat setelah nya, Alice dan Wang Ze mulai membahas Rencana Pemusnahan Gangster yang ada di Kota Z yang di buat oleh Alice
Namun pandangan dan fokus Wang Ze hanya tertuju pada Kedua Gunung milik Alice
Alice menyadari hal itu dan merasa terganggu karena nya
"Ekhem.... Tuan Wang Ze... Bisakah anda fokus kepada Rencana yang sedang saya persiapkan?"
Ucap Alice
"Ohh... Maaf... Tolong lanjut kan..."
Ucap Wang Ze
Kemudian Wang Ze menjilati bibir nya
Alice memasang muka masam karena jijik dengan perilaku Wang Ze
"Tcih.... Menjijikkan...."
Ucap Alice dalam hati nya
...****************...
Kota A, Apartemen Bu Ming Fei
Bu Ming Fei berbaring di Tempat tidur nya sambil memeluk Guling nya yang terdapat Foto Mito dan memikirkan hal ini dan itu
"Mungkin saran nya bisa ku coba.... Di Luar sekolah Status Guru dan Murid tidak berlaku... Dan Mungkin itu bisa menjadi kesempatan ku untuk bisa berhubungan dengan Mito... Jika Itu bisa terjadi.... Jika Itu bisa terjadi...."
Ucap Bu Ming Fei
Kemudian Bu Ming Fei menenggelamkan wajah nya ke Foto Mito yang ada di guling nya
"Jika Itu Bisa Terjadi.... Maka Aku Ingin Sekali Mengandung Anak Nya Mito....."
Ucap Bu Ming Fei
Sesaat setelah nya, Bu Ming Fei merasa malu dengan apa yang baru saja dia ucapkan
Kemudian Bu Ming Fei menarik wajah nya dari Foto Mito
"Aku benar benar ingin mengandung anak nya Mito...."
Ucap Bu Ming Fei
...****************...
Kamp Pelatihan Personil Kota S
Wang Ze sedang melatih bawahan bawahan nya, Begitu pula dengan Alice
Lapangan Latihan Mereka Di Pisah karena Alice tidak ingin di ganggu oleh Wang Ze
Meskipun Begitu, Lapangan Latihan Alice berada di samping Lapangan Latihan Wang Ze
Jarak yang begitu dekat, Membuat Wang Ze terus menerus menatap Alice dengan pandangan bejat nya
Gunung milik Alice terus bergoyang naik, turun, kiri, kanan, ke sana dan kemari saat Alice bergerak
Sudah bisa di tebak bahwa Alice tidak memakai Pakaian Dalam
Wang Ze tidak pernah berhenti memandangi Tubuh Indah milik Alice dan terus berhayal tentang memainkan Tubuh Alice sesuka hati nya
Alice menyadari Wang Ze terus melirik ke arah nya
"Tcih.... Menjijikkan.... ingin sekali aku menghancurkan pria bejat itu...."
Ucap Alice
...****************...
Kota A, Rumah Mito
Sumi dan Syra berada di depan Rumah Mito setelah Sumi berhasil melacak keberadaan Ponsel yang Mito Gunakan
"Jadi.... Di sini adalah Rumah Kekasih kakak?"
Ucap Syra
"Benar.... Dan jangan lupakan tentang apa yang aku katakan tadi..."
Ucap Sumi
"Aku mengerti.... Lagipula dia akan menjadi kakak ipar ku suatu saat nanti.... Meskipun dia sudah memiliki wanita lain selain dirimu... Tapi... apa kakak tidak masalah dengan hal itu?"
Ucap Syra
Kemudian Sumi mencubit pipi adik nya tersebut
"Tidak peduli dia punya berapa banyak Istri.... Jadi jangan mengungkit masalah ini lagi.... Mengerti?"
Ucap Sumi
"Haaikk... Mwengwerti"
Ucap Syra
Kemudian Sumi melepaskan cubitan nya dari pipi adik nya
"Aku benar benar tidak mengerti kenapa kakak sangat mencintai nya.... apalagi kakak juga sangat ingin untuk mengandung anak nya.... Bisakah kakak memberitahu ku alasan nya?"
Ucap Syra
Kemudian Sumi mengelus kepala adik nya
"Itu Rahasia...."
Ucap Sumi sambil membentang kan jari telunjuk nya di depan mulut nya
Kemudian Sumi menarik tangan Syra dan masuk ke pekarangan Rumah Mito lalu berjalan menuju ke Pintu Depan
Kemudian Sumi segera menekan Bel Pintu Rumah Mito
Suara Bel Rumah Mito berbunyi
"Iya Sebentar...."
Terdengar suara seseorang dari dalam Rumah
Tak Lama setelah nya, Pintu Rumah Mito terbuka dan Liyu keluar untuk melihat siapa yang datang
"Ehh....?"
Liyu mendapati 2 Orang Gadis yang memakai Baju Maid yang tengah berada di depan Pintu Rumah
"Perkenalkan.... Nama Ku Sumi.... Aku adalah Istri Ke 10 Mito...."
Ucap Sumi dengan nada penuh percaya diri dan penuh kebahagiaan
10 Menit kemudian
Sumi dan Syra duduk di Sofa yang ada di Ruang Tamu dan mereka di sambut dengan hangat oleh seluruh Istri Mito
Syra tidak bisa percaya bahwa kekasih kakak nya memang benar benar memiliki banyak Istri
"Jadi.... Kalian berdua adalah Istri Mito?"
Tanya Gina
"Ahh Bukan... Hanya Aku... Tidak dengan adik ku..."
Ucap Sumi
Syra hanya bisa terdiam dan tidak mengatakan apapun
"Oiya... Dimana Mito?"
Ucap Sumi
Sumi mempertanyakan dimana Mito berada karena Sumi tidak melihat Mito sejak dia datang ke Rumah Nya
"Ohh... Mito sedang keluar... Mungkin dia akan kembali saat malam...."
Ucap Gina
"Ohh... Baiklah...."
Ucap Sumi
Kemudian Sumi dan Syra mencoba untuk menjadi lebih dekat dengan Istri Istri Mito yang lain dan Melakukan Berbagai hal yang bisa mereka lakukan di rumah Mito
Meskipun awal nya Syra tidak terlalu dekat dengan Istri Istri Mito, namun dengan Perlahan Syra mulai dekat dengan semua Istri Mito dan memahami Perasaan Mereka dan Alasan Mengapa Mereka Mau Menjadi Istri Mito
Syra telah mengetahui Fakta Bahwa Kakak Ipar nya tersebut adalah Orang Yang Penuh Kasih Sayang, Lemah Lembut dan Penuh Cinta terhadap semua yang dia sayangi terutama kepada Ketiga Putri Kecil nya