The Great Star System

The Great Star System
Eps 36




(Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 3, Myu)


(Sumber: Pixiv)


...----------------...


Lion Star Hotel, Kantor General Manager


Gina dan Mashiro tengah mengurus berkas berkas yang berserakan di Meja


"Sudah ku ingatkan berkali kali untuk menyimpan dokumen di Laci.... Tapi kenapa masih terus menerus berantakan seperti ini?"


Ucap Mashiro


"Aku hanya tidak sempat untuk menyimpan nya... itu saja...."


Ucap Gina


Mashiro menggelengkan kepala nya karena sudah tidak sanggup lagi untuk mengingatkan Gina


"Ngomong Ngomong bagaimana kondisi suami mu?"


Ucap Mashiro


"Suamiku baik baik saja.... Kata dokter, besok Suamiku sudah bisa pulang ke rumah...."


Ucap Gina


"Walaupun dia sudah pulang ke rumah, kau juga harus mengendalikan nafsu mu.... Aku ingat terakhir kali kau lah yang terakhir pingsan dari semua Istri nya...."


Ucap Mashiro


"Soal itu aku juga tidak bisa menyangkal nya... karena aku benar benar ingin mengandung anak dari Suamiku...."


Ucap Gina


"Ngomong ngomong apa di antara kalian semua sudah ada yang hamil...?"


Ucap Mashiro


"Tidak.... Belum ada...."


Ucap Gina


"Mengapa...?"


Ucap Mashiro


Mashiro pemasaran mengapa belum ada satupun dari mereka yang hamil, Baik Gina maupun Istri Mito yang lain nya


"Kau seharusnya tau bahwa ada urutan untuk kehamilan kami.... Yang harus pertama kali Hamil adalah Istri pertama dari Suamiku yaitu Reina.... Lalu di susul oleh murid ku Liyu... kemudian ada Myu dan seterusnya sampai giliran ku..."


Ucap Gina


Mashiro hanya mendengarkan apa yang Gina ucapkan


Mashiro Sekarang tau bahwa akan butuh waktu untuk bisa melihat penampilan Gina yang tengah Hamil


Kemudian Gina dan Mashiro melanjutkan membereskan Berkas Berkas yang ada di Meja dan melanjutkan pekerjaan mereka yang tersisa


...****************...


Kota S, Ruang Rahasia Di Pusat Organisasi Menara Langit


"Elise...."


Ucap Seorang Wanita Yang sedang duduk di sebuah Sofa kepada Maid nya


"Saya di Sini Nyonya Lumi...."


Wanita yang sedang duduk di Sofa bernama Lumi, sedangkan Maid Pribadi nya bernama Elise


"Apa kamu benar benar mencintai putra ku?"


Ucap Lumi


"Saya Mencintai Tuan Muda Lebih Dari Apapun Yang Ada Di Dunia Ini..."


Ucap Lumi


"Apa Kamu benar benar menyayangi Putra Ku?"


Ucap Lumi


"Saya Menyayangi Tuan Muda Lebih Dari Apapun Bahkan Lebih Dari Nyawa Saya Sendiri....."


Ucap Elise


"Dan apakah kamu bersedia menjadi Istri dari Putra ku dan Melahirkan anak untuk nya?"


Ucap Lumi


"Saya Selalu Siap Dan Sedia Untuk Hal Itu Nyonya.... Karena Saya Mencintai Tuan Muda Lebih Dari Siapapun...."


Ucap Elise


Kemudian Lumi mengambil segelas Wine dari Meja


"Itu Bagus... Kuharap kamu bisa memiliki 47 Anak dengan Putra Ku...."


Ucap Lumi


Lumi memuji dan berharap kepada Elise agar Elise bisa melahirkan 47 anak dengan Putra nya


"Jangan Khawatir Nyonya... Saya Akan Mengandung Dan Melahirkan Anak Sebanyak Yang Tuan Muda Inginkan...."


Ucap Elise


Kemudian Lumi mengambil sebuah Bingkai Foto yang ada di Meja


"Aku Berharap semua ini segera selesai.... agar aku bisa segera bertemu dengan Putra Kesayangan ku...."


Ucap Lumi


...****************...


Malam Hari, Rumah Sakit di Kota A


Ruangan Mito


Mito sedang berbaring di Ranjang Rumah Sakit dan menjelajahi semua yang ada di System nya


"Aku selalu berpikir..... kenapa dan mengapa aku di berikan System ini.... pasti ada sebuah alasan untuk semua ini.... AV.... bisakah kamu memberitahu ku?"


Ucap Mito


[ Semua Ini Memang Ada Alasan Tertentu Master, Jawaban Yang Anda Inginkan Akan Anda Dapatkan Saat Waktu Nya Sudah Tiba, Maafkan Saya Karena Tidak Bisa Membocorkan Hal Itu ]


"Di balik semua ini... semua yang kuhadapi saat mendapatkan System ini terasa lebih mudah seakan akan itu hanyalah sebuah Tutorial.... Masa depan memang tidak bisa di prediksi...."


Ucap Mito


Kemudian Mito beranjak dari Ranjang Rumah Sakit dan pergi ke arah jendela lalu membuka nya


Mito memandangi Langit Malam Yang Di Penuhi Bintang Bintang yang bersinar Terang dan membuat Langit Malam terlihat sangat indah


"Sesuatu.... Mungkin akan datang sesuatu di masa depan.... jika memang itu akan terjadi.... maka aku juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi nya.... Yang akan datang maupun yang sudah terjadi.... semua pasti akan aku lalui...."


Ucap Mito


Sesaat setelah nya, Pintu Ruangan Mito terbuka


"Mito...?"


Seseorang memanggil Mito


Kemudian Mito mengalihkan pandangan nya ke arah seseorang yang memanggil nya


Mito mendapati Istri Pertama, Kedua dan Ketiga nya yaitu Reina, Liyu dan Myu, Lalu Mereka bertiga memasuki Ruangan Mito


Mito menghampiri Ketiga Istri nya dan memberikan HeadPat kepada Mereka bertiga


"Mito.... Kami membawakan mu makanan... aku tau makanan Rumah Sakit terasa sedikit tidak enak.... jadi aku, Liyu dan Myu memutuskan untuk membawakan mu makanan yang kami masak sendiri...."


Ucap Reina


Kemudian Reina memberikan Mito sebuah Kotak Bekal yang lumayan besar


Mito tersenyum


"Terima Kasih...."


Ucap Mito


Reina, Liyu dan Myu tersenyum bahagia


Kemudian Mito dan Ketiga Istri nya duduk di Kursi yang ada di Ruangan tersebut


Mito membuka Kotak Bekal yang di bawakan Ketiga Istri nya


Kotak Bekal itu terisi penuh dengan Sajian Makanan Rumahan yang di Buat Oleh Reina, Liyu dan Myu


Kemudian Reina mengambil sebuah Sumpit dan mengambil sebuah Potongan daging dan menyuapi Mito


"Mito.... Makanlah...."


Ucap Reina


Liyu dan Myu cemburu dengan Reina, Kemudian mereka berdua mengambil Sumpit dan ikut menyuapi Mito dengan Sepotong daging


"Mito....."


Ucap Liyu dan Myu secara bersamaan


Kemudian Mereka bertiga saling bertatapan karena merasa cemburu satu sama lain


Mito menghela nafas nya


Kemudian Mito memakan semua daging yang di berikan Oleh Reina, Liyu dan Myu


"Lihat... Sudah kumakan semua... jadi jangan bertengkar, Okey?"


Ucap Mito


Reina, Liyu dan Myu tersenyum bahagia karena Mito selalu menikmati Makanan Yang mereka buat dengan sepenuh hati


Lalu, Reina, Liyu dan Myu melanjutkan Menyuapi Mito secara bergantian sampai semua makanan yang ada di Kotak Bekal habis tak tersisa


Mito melihat Senyuman Kebahagiaan dari wajah Ketiga Istri nya


"Selama ini menjadi yang terbaik.... maka semua masalah yang datang tidak akan pernah jadi yang terburuk...."


Ucap Mito dalam hati nya


"Jika semua ini bisa melindungi senyuman dan kebahagiaan semua orang yang kusayangi.... maka.... dengan senang hati aku akan menerima nya..."


Ucap Mito dalam hati nya dan dengan senyum yang memancar dari wajah nya


...****************...


Multiverse


Bagian Paling Belakang Dari Pesawat Induk Pasukan Luxer


Luxer berjalan menyusuri Lorong yang cukup panjang


Kemudian Luxer sampai di sebuah Pintu yang cukup besar yang terletak di Unit Paling Belakang Dari Pesawat Induk Pasukan nya


Pintu Besar yang ada di Hadapan Luxer perlahan terbuka


Sebuah Ruangan yang Cukup gelap berada di balik Pintu tersebut


Luxer melangkahkan kaki nya dan masuk ke dalam Ruangan


Dan saat lampu Ruangan menyala, terlihat di dalam Ruangan Tersebut terdapat Seorang Gadis yang tampak Masih Muda dengan Kedua Tangan Gadis Itu Di Rantai dengan sangat kuat


Tubuh nya di penuhi oleh luka memar dan lebam


Dengan Wajah nya yang tertutup Rambut nya yang berwarna Merah


Gadis itu mengenakan Seutas Kain yang berwarna Putih kotor menutupi semua bagian tubuh nya dan Sepasang Kaus Kaki Panjang yang berwarna Putih Kotor yang menutupi Bagian Paha sampai Ujung kaki nya


Luxer mendekatkan diri nya ke arah Gadis Tersebut


"Bagaimana Tidurmu Shina.....? Apa kau tidur dengan nyenyak....?"


Ucap Luxer


Gadis yang menjadi tawanan Luxer itu bernama Shina


Kemudian Shina mencoba mengarahkan pandangan nya ke arah Luxer walaupun dia hampir tak bisa menggerakkan anggota tubuh nya


Shina menatap Luxer dengan Raut Wajah yang penuh dengan kebencian


"Bagaimana....? apa kau sudah mau mengatakan Rahasia Dibalik Penerobosan Dimensi yang kau Gunakan....?"


Tanya Luxer


"Makhluk... Sialan...."


Ucap Shina dengan Nada Yang Lemah


Luxer Murka dengan Shina yang terus menerus bersikap Keras Kepala selama lebih dari 50 Tahun dan tak kunjung memberikan apa yang Luxer Inginkan


Kemudian Luxer memukul Shina dengan Keras


Shina hampir terpental karena pukulan Luxer, kemudian Shina memuntahkan darah dari mulut nya


"Sungguh Gadis yang keras kepala.... sama seperti ayah nya...."


Ucap Luxer


Kemudian Luxer menarik Rambut Shina dan menatapkan wajah Shina ke hadapan nya


"Bicara lah dan penderitaan mu akan berakhir..."


Ucap Luxer


Shina mencoba menahan Rasa Sakit yang dia alami dan terus berpegang teguh pada diri nya sendiri


"B-bunuh.... saja.... aku....."


Ucap Shina dengan terbata bata


Luxer kembali Murka


Kemudian Luxer melempar Shina hingga mengahantam tembok


Shina terjatuh dan terkapar setelah diri nya menghantam tembok


"Jika bukan karena apa yang aku inginkan.... aku pasti sudah membunuh mu sejak dulu...."


Ucap Luxer dengan nada yang penuh dengan amarah


Kemudian Luxer pergi dari Ruangan itu


Pintu Ruangan kembali tertutup dan lampu lampu Ruangan kembali padam


Shina kembali berada di sebuah Kegelapan tanpa dasar


"Cih.... Makhluk Sialan..."


Ucap Shina


...****************...


Keesokan Hari Nya


Akhirnya Mito di perbolehkan Pulang dari Rumah sakit


Mito segera pulang ke Rumah dan Menemui Istri Istri nya yang sudah sejak Dini Hari menunggu kepulangan nya


Ketiga Putri Kecil Mito Turut Bahagia Tak Terhingga saat Mito sudah kembali Ke Rumah


Kebahagiaan Kembali memenuhi Rumah Mito


Seharian Penuh Aktivitas Mito di lakukan dengan para Istri nya, apalagi Jika bukan untuk memenuhi Hasrat Para Istri nya yang sudah di tahan selama 1 minggu dan mengisi R*him Istri Istri nya yang sudah kosong selama 1 minggu penuh


...****************...


Malam Hari


Seperti Biasa, Setelah selesai membuahi Istri Istri nya, Mito menonton TV bersama ketiga Putri Kecil nya


Ketiga Putri Kecil Mito terus menempelkan diri Mereka kepasa Mito dan tak pernah melepaskan Mito walaupun hanya sesaat


...****************...


Pusat Organisasi Menara Langit


Elise sedang berjalan jalan mengitari Koridor yang ada di Gedung Menara Langit


Kemudian Elise tiba di sebuah belokan


Saat Elise hendak berbelok, Langkah nya langsung terhenti


"Heehhh.... Kau tidak akan tau betapa Gila nya si Pelayan Rendahan itu.... Dia selalu mengatakan bahwa diri Nya Hanya Milik Tuan Muda nya...."


Ucap Pria 1


"Aku sudah tau itu bodoh.... dia mengatakan hal itu hampir setiap saat.... Kurasa Tuan Muda nya itu sama Gila dan Bodoh nya sama seperti Pelayan Rendahan itu...."


Ucap Pria 2


HAHAHAHAHAHAHA


Kedua nya tertawa terbahak bahak


"HAHAHAHAHAHA..... HA.... HA..... ehhh....."


Tiba Tiba Pria 2 berhenti tertawa dan gemetaran tanpa henti


"Hey kau ini kenapa....?"


Ucap Pria 1


Namun Pria 2 Tetap bergetar tanpa henti saat melihat sesuatu yang ada di belakang teman nya


"Apa Yang Kau--"


CKLEK


Pria 1 melihat kebelakang dan ingin tau apa yang di lihat oleh teman nya


"Ehh....."


DOR


Kepala Pria 1 langsung berlubang


Jasad Pria 1 itu langsung terjatuh ke lantai dengan darah yang mengalir dari bekas tembakan yang ada di kepala nya


"HIIIIIIIIHHHHH......"


Pria 2 menjadi lebih ketakutan dan jatuh ke lantai karena kehilangan keseimbangan nya


Kemudian Elise membuang Pistol nya dan menghampiri Si Pria Ke 2


Kemudian Elise Mencengkram Keras Baju Si Pria 2 dengan sangat kuat


Setelah nya, Elise Menghajar Pria itu dengan Tinju nya


"BERANI NYA....."


"KAU....."


"MENGHINA...."


"TUAN MUDA KU!!!!!!"


Ucap Elise yang terus melayangkan Pukulan Kuat Di Setiap Jeda Kalimat nya


Elise menghajar Si Pria 2 karena telah Menghina Tuan Muda nya


Wajah Pria itu hancur dan nyawa nya sekarat


Kemudian Elise melepaskan pria itu dari genggaman nya, Lalu Elise berdiri dan menatap ke arah Pria 2


"Aku tidak pernah mempermasalahkan apapun jika kalian hanya menghina diri ku.... Tapi... Jika kalian Berani Menghina Tuan Muda ku.... AKAN KU BURU KALIAN HINGGA KE DASAR NERAKA!!!"


Ucap Elise dengan Nada Penuh Amarah


Kemudian Elise mengambil Pistol lain dari Bawah Rok nya dan membidik ke Arah Kepala Si Pria 2


DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR


Elise menembak Kepala Pria itu berkali kali hingga amunisi nya habis


Kkemudian Elise kembali membuang Pistol nya dan pergi dari Tempat tersebut


"Tuan Muda.... Tidak akan kubiarkan siapapun menghina dirimu...."


Ucap Elise


...****************...


Multiverse


Seorang Bawahan Luxer berlari dengan cepat menuju ke tempat Luxer Berada


"YANG MULIA.... GAWAT.... TAHANAN ANDA BERHASIL KABUR!!!!"


Sesaat setelah bawahan Luxer mengatakan hal itu, Luxer meledakkan Bawahan nya tersebut


Bawahan nya langsung meledak dan hanya menyisakan beberapa debu dari bekas ledakan nya


"KEJAR DAN TANGKAP DIA KEMBALI!!!!"


Ucap Luxer Dengan Nada Penuh Amarah


...****************...


Di Sebuah Pesawat Tempur


Shina berhasil melarikan diri dari Pesawat Induk milik Pasukan Luxer, namun, dengan hal itu pula, Diri nya di kejar Ribuan Pesawat Tempur milik Pasukan Luxer


"Makhluk Sialan....."


Ucap Shina


Kemudian Shina Melihat ke sekeliling jalur yang dia lewati dan berharap menemukan apa yang dia cari


Sungguh beruntung, Shina menemukan Harapan nya tersebut


Kemudian Shina memacu Pesawat Nya hingga batas kecepatan Maksimal


Shina menempuh Jalur yang sangat Lurus ke Arah Tujuan nya


Sebuah Celah atau yang lebih bisa di sebut dengan Retakan muncul


Shina terus memacu pesawat nya hingga berhasil masuk ke dalam Retakan tersebut


Retakan itu menelan Pesawat Shina dan perlahan mulai menutup


"SIALAN.... JANGAN BIARKAN DIA LOLOS ATAU YANG MULIA AKAN MEMBUNUH KITA!!!"


(Notes: Mohon maaf yang sebesar besar nya karena Baru Bisa Update Sekarang, Karena Badan saya Nge Drop Lagi alias Sakit Lagi, jadi mau ga mau Proses Update eps ini jadi ketunda tunda, mungkin karena Saya terlalu Overworked sama kesibukan yang ada jadi ya begini deh jadi nya, Di karenakan saya lagi sakit dan juga harus kerja di saat sakit dan juga sekolah saat sakit, Jadi Eps kali ini cuma bisa nyicil 1 atau 2 kata perhari, Saya Selaku Author Dari Novel Ini Mengucapkan Permintaan Maaf Yang Sedalam dalam nya dan Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanannya, Sekian Dan Terima Kasih)