
"Aku Menolak....."
Grim Reaper merobek Cek pemberian Putri Erina
Putri Erina di buat ketakutan oleh Grim Reaper namun dia berusaha untuk tetap tenang
"Mengapa aku harus melakukan apa yang kau suruh? bahkan aku saja tidak mengenal diri mu..."
Ucap Grim Reaper
Putri Erina semakin gemetaran dan para pengawal nya bersiap untuk mengangkat senjata mereka
Putri Erina mengambil nafas dan menghembuskan nafas nya secara perlahan sebelum mulai berbicara lagi
"S-saya ingin anda untuk tidak bersikap kasar kepada mereka bertiga... Anda adalah orang yang kejam.... dan saya tidak bisa membiarkan Anda menyiksa mereka bertiga.... jadi Tolong--"
"Master....."
Ucapan Putri Erina terpotong saat ada seseorang yang memanggil
Kemudian Grim Reaper berbalik Arah dan melihat Airi yang berlari menghampiri nya, Airi terlihat lebih tenang daripada sebelum nya saat pertama kali bertemu dengan Grim Reaper
Lalu Grim Reaper berlutut kemudian mengangkat dan menggendong Airi, Kemudian Queen, Wako dan Emio juga ikut keluar dari Sauna
"Kalian sudah selesai?"
Ucap Grim Reaper
"Kami sudah selesai Master...."
Ucap Wako dan Emio secara bersamaan
Wako dan Emio juga terlihat lebih tenang dan terasa lebih nyaman saat berbicara dengan Grim Reaper berbanding terbalik daripada saat mereka pertama kali bertemu dengan Grim Reaper
"Apa kamu melakukan sesuatu pada mereka?"
Ucap Grim Reaper
Queen Tersenyum
"FuFuFu.... Entahlah.... Siapa yang tau~?"
Ucap Queen
Grim Reaper tak tau apa yang telah Queen lakukan pada Mereka bertiga, namun Grim Reaper merasa lebih baik karena mereka bertiga sudah tak terlalu takut lagi kepada nya
"Seperti nya Suamiku sedang menerima tamu~"
Ucap Queen
Grim Reaper hampir melupakan Putri Erina yang ada di sana, Kemudian Grim Reaper berbalik dan melihat wajah Putri Erina yang terlihat sedikit terkejut
"Jadi.... Tadi kau bicara apa?"
Ucap Grim Reaper
"Ehhh.... Emmm... Tidak... Tidak ada... Maaf Karena sudah mengganggu Anda...."
Ucap Putri Erina
Kemudian Putri Erina pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun
"Wanita yang aneh...."
Ucap Grim Reaper
Setelah nya, Mito dan Gina berkeliling di Pasar Gelap, Mito juga membelikan Pakaian Pakaian baru untuk Airi, Wako dan Emio serta mengajak mereka Makan di Restoran, Sedikit demi Sedikit namun pasti, Pandangan Airi, Wako dan Emio mulai berubah terhadap Mito
...****************...
Malam Hari
Hari sudah semakin larut dan Mito memutuskan untuk kembali ke Hotel
Namun saat Mito ingin pergi melewati pintu keluar, Mito di tahan oleh beberapa Penjaga Pasar Gelap
"Tuan.... Anda di minta untuk datang ke tempat Pimpinan kami...."
Ucap Salah Satu Penjaga
Seperti nya masalah pembunuhan yang Mito lakukan akan di bahas saat itu juga
Kemudian Beberapa Penjaga tersebut mengantarkan Mito dan Gadis Gadis nya ke sebuah Ruangan VIP
Mito masuk ke Ruangan tersebut di ikuti oleh Gina, Wako dan Emio, sementara Airi tetap dalam Gendongan Mito
Di Ruangan tersebut, terlihat seorang pria yang sedang duduk di sebuah Kursi di temani 10 Orang Penjaga nya yang berjaga di setiap sudut
Jelas sekali dia adalah Pimpinan Dari Pasar Gelap tersebut
"Apakah Anda Adalah Grim Reaper?"
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Kau sudah tau tapi masih bertanya....?"
Ucap Grim Reaper
"Silahkan duduk....."
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
Kemudian Grim Reaper duduk dan mendudukkan Airi di pangkuan nya, sedangkan Queen, Wako dan Emio berdiri di sisi Grim Reaper
"Sekarang.... Bisa Anda katakan mengapa Anda membunuh 5 Orang Di Lobby?"
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Apa aku harus punya alasan untuk membunuh seseorang yang mencoba menggoda istri ku?"
Ucap Grim Reaper
Pimpinan Pasar Gelap cukup terkejut karena Grim Reaper dengan santai nya memanggil Queen sebagai Istri nya
"Jadi.... Queen benar benar istri mu?"
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Ya.... Itu benar.... Aku adalah Wanita nya sekaligus Istri nya"
Ucap Queen
Queen menjawab pertanyaan Pimpinan Pasar Gelap sambil memeluk Grim Reaper dari belakang
Pimpinan Pasar Gelap menghela nafas nya
"Apakah kalian sedang bermain permainan?"
Kemudian Grim Reaper mengangkat Airi dan mendudukkan nya di Sofa
"Apa kau Bercanda?"
Ucap Grim Reaper
"Kurasa Tidak...... Bagaimana mungkin Queen bisa jatuh cinta Kepada Bocah seperti mu?"
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
Langsung saja Grim Reaper berdiri dan membidik kepala Pimpinan Pasar Gelap dengan kedua D-Eagle nya
Dan Para Penjaga langsung membidik ke Arah Grim Reaper dengan AK-47 yang di lengkapi dengan Laser Merah untuk mengancam Grim Reaper
Semua Laser Merah tertuju ke Tubuh Grim Reaper namun itu tak menggoyahkan niatan nya ataupun menurunkan senjata nya sedikit pun
"Bocah?"
Ucap Grim Reaper
"Dilihat dari penampilan mu.... Sudah bisa kupastikan...."
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Apakah kau bisa memastikan peluru ku akan bersarang di Otak mu?"
Ucap Grim Reaper
"Kurasa Tidak....."
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Akhiri ini dan biarkan aku pergi.... sebagai hadiah nya akan ku biarkan tempat ini tetap utuh...."
Ucap Grim Reaper
Kemudian Pimpinan Pasar Gelap mengangkat tangan nya untuk memberi Isyarat pada bawahan nya untuk menurunkan senjata mereka
Semua bidikan laser Merah yang sebelum nya membidik ke arah Grim Reaper telah hilang sepenuh nya
Kemudian Grim Reaper menyimpan senjata nya kembali lalu mengangkat dan menggendong Airi kemudian meninggalkan Ruangan tersebut di ikuti oleh Queen, Wako dan Emio
Lalu seorang penjaga menghampiri Pimpinan Pasar Gelap
"Apa yang harus saya lakukan Boss?"
Ucap Bawahan Pimpinan Pasar Gelap
"Tidak ada..... Jika melihat dia di Pasar Gelap lagi.... Biarkan saja segala sesuatu yang berhubungan dengan nya dan jangan pernah mencampuri nya..."
Ucap Pimpinan Pasar Gelap
"Baik Boss....."
Kemudian Semua penjaga keluar dari Ruangan Tersebut
"Menarik....."
...****************...
Hotel
Mito menyewa Ruangan lain untuk Airi, Wako dan Emio dan mereka bertiga di tempatkan di Ruangan tersebut
Gina sedang menemani Airi, Wako dan Emio
Ruangan Mito
Mito menelfon seseorang untuk memastikan sesuatu
...****************...
Kota A
Sebuah Restoran
Bu Ming Fei sedang makan bersama Seorang teman wanita nya
Tiba tiba ponsel Bu Ming Fei yang ada di meja berdering
Teman Bu Ming Fei melihat siapa yang menelfon sebelum Bu Ming Fei sempat mengambil telfon nya
"Wahh.... Kenapa nama nya ada banyak sekali emoticon love nya?"
Ucap Teman Bu Ming Fei
Bu Ming Fei langsung mengambil Ponsel nya
"Tidak.... I-ini hanya teman ku.... aku permisi sebentar ya...."
Ucap Bu Ming Fei
Kemudian Bu Ming Fei pergi dari meja nya dan mencari tempat yang sepi
"Tidak kusangka ternyata dia memiliki kekasih..."
Ucap Teman Bu Ming Fei
Di Luar Restoran
Bu Ming Fei mengangkat panggilan telfon dari Mito
"H-halo...."
Ucap Bu Ming Fei
"Maaf sudah mengganggu Bu Ming Fei....."
Ternyata Yang Menelfon Bu Ming Fei adalah Mito
"T-tidak apa Mito... A-ada perlu apa menghubungi ku malam malam begini?"
Ucap Bu Ming Fei
"Saya hanya ingin tau keadaan mereka bertiga saat di sekolah... Mereka tidak membuat masalah kan?"
Ucap Mito
Ucap Bu Ming Fei
"Baiklah... Terima Kasih Bu Ming karena sudah mau mendengarkan permintaan ku..."
Ucap Mito
"T-tidak apa apa..."
Ucap Bu Ming Fei
"Kalau begitu.... Baiklah.... Sekali lagi saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Anda..."
Ucap Mito
"Tidak apa apa"
Ucap Bu Ming Fei
Kemudian Bu Ming Fei mengakhiri panggilan dari Mito dan menghela nafas panjang lalu kembali ke dalam Restoran dan kembali duduk di meja nya
"Jadi.... siapa dia? apakah dia kekasih mu?"
Ucap Teman Bu Ming Fei
"B-bukan.... dia bukan kekasih ku.... dia hanya murid ku di sekolah...."
Ucap Bu Ming Fei
"Lalu mengapa ada banyak emoticon love di nama nya?"
Ucap Teman Bu Ming Fei
"I-i-itu....."
Ucap Bu Ming Fei
Teman Bu Ming Fei tersenyum
"Mau itu murid mu atau kekasih mu.... aku akan mendukung hubungan kalian...."
Ucap Teman Bu Ming Fei
"Ettoo.... T-terima kasih"
...****************...
Mito menaruh ponsel nya di meja dan duduk di tepi tempat tidur
Tak Lama kemudian, Gina masuk ke dalam Ruangan dan langsung melepaskan semua pakaiannya kecuali kaus kaki nya dan berjalan ke arah Mito kemudian duduk di pangkuan Mito lalu memeluk Mito dengan erat
"Seorang diri mampu menekan Pimpinan Pasar Gelap.... Suamiku benar benar hebat~"
Ucap Gina sambil menyandarkan kepala nya di dada Mito
"Untuk saat ini aku hanya mampu melakukan hal itu... Di lain hari akan kupastikan bahwa Tempat Itu akan Rata dengan Tanah...."
Ucap Mito
Gina tersenyum
"Harus nya aku tidak usah berpakaian terlalu Rapi..... Dan aku malah menyebabkan masalah untuk mu...."
Ucap Gina
"Tidak... Itu bukan salah mu.... Jika aku bisa menahan diri untuk tidak membunuh pengawal si Idiot itu... Mungkin hal ini tidak akan terjadi..."
Ucap Mito
Kemudian Gina mendorong Mito jatuh ke tempat tidur dan secara perlahan membuka Jas milik Mito
"Sebagai permintaan maaf.... Malam ini biarkan aku melayani mu...."
...****************...
Markas Pembunuh Bayaran Kota B
Delta, Demion dan Leon sedang berada di Ruang Rapat
"Niatan mu untuk menjalin hubungan dengan Grim Reaper tidak berhasil ya....?"
Ucap Demion
"Diamlah....."
Ucap Delta
Delta marah karena Demion mengejek diri nya
"Apa kau tidak melihat nya? Grim Reaper mampu membunuh 5 Orang dalam waktu yang sangat singkat.... apakah aku harus mempertaruhkan nyawa ku hanya untuk mengobrol dengan nya?"
Ucap Delta
"Aku melihat nya.... Dia menunjukkan kemampuan nya di hadapan semua orang yang ada di sana.... yang pasti.... ada 1 hal yang akan terjadi.... Yaitu akan semakin banyak orang yang ingin menjalin hubungan dengan nya...."
Ucap Demion
Demion dan Delta saling mengobrol sementara Leon sibuk membaca buku nya
Kemudian Demion mengambil sebotol Alcohol dari Tas nya yang berada di samping kursi nya
"Bisakah kau berhenti minum untuk 1 hari saja?"
Ucap Delta
"Tidak bisa..... Memang nya kau ini siapa? sampai harus mengatur hidup ku..."
Ucap Demion
Demion membuka botol alcohol nya dan meneguk isi nya
"Dasar kau ini....."
Ucap Delta
Kemudian Delta berdiri dari kursi nya dan pergi dari tempat tersebut
"Uaaahh..... Kalau Begitu... Aku juga akan pergi...."
Ucap Demion
Kemudian Demion mengambil tas nya dan berdiri lalu pergi dari tempat tersebut meninggalkan Leon sendirian dengan buku nya
"Payah...."
...****************...
Villa Putri Erina
Putri Erina sedang berbaring di kamar nya sambil berbicara sendirian
"Grim Reaper ternyata tidak sekejam itu..... Aku bisa memastikan hal itu setelah melihat langsung dari sisi kebaikan nya.... semoga ketiga gadis itu baik baik saja saat bersama nya...."
Ucap Putri Erina
Kemudian Putri Erina membenamkan wajahnya nya ke bantal
...****************...
Keesokan Hari Nya
Gina sedang berada di Ruangan sebelah sedangkan Mito sedang berada di Ruangan nya
Mito sedang membersihkan senjata miliknya nya agar terhindar dari masalah saat menggunakan nya
30 Menit kemudian
Akhirnya Mito selesai membersihkan Senjata milik nya dan menyimpan nya ke Inventory
Tak lama kemudian, Pintu ruangan Mito terbuka dan Gina masuk ke dalam
Kemudian Gina menghampiri Mito yang sedang duduk di tepi tempat tidur dan duduk di pangkuan Mito lalu memeluk Mito
"Bisakah kamu berhenti bersikap manja?"
Ucap Mito
"Tidak Bisa~"
Ucap Jina sambil menggesekkan kepala nya di dada Mito
"Apakah seekor Peliharaan tidak boleh bersikap Manja kepada Majikan nya?"
Ucap Gina
"Hah.....?"
Ucap Mito
"Collar ini adalah bukti bahwa aku adalah Peliharaan mu bukan?"
Ucap Gina
Gina memperlihatkan Collar yang ada di leher nya kepada Mito
"Kenapa kamu juga bersikap seperti itu..."
Ucap Mito
"Terserah.... Yang penting aku bisa tetap Manja seperti ini selama yang aku mau~"
Ucap Gina
Gina tak mau melepaskan Mito dan Mito hanya bisa membiarkan Gina melakukan hal yang dia inginkan
"Oiya.... Ngomong Ngomong siapa 4 orang yang kamu temui di Pasar Gelap kemarin?"
Ucap Mito
Mito bertanya kepada Jina
"Ohh..... Mereka adalah anggota inti dari Organisasi Pembunuh Bayaran di Kota ini...."
Ucap Gina
"Organisasi pembunuh bayaran?"
Ucap Mito
"Iyaa...."
Ucap Gina
"Bisa kau jelaskan?"
Ucap Mito
Kemudian Gina melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Mito dengan penuh senyuman
"Cium Aku Dulu~"
Ucap Gina
Gina menginginkan sebuah ciuman sebagai Syarat agar dia mau menceritakan tentang Organisasi Pembunuh Bayaran yang ada di Kota itu
Mito tak punya pilihan lain dan hanya bisa mengikuti kemauan Gina, Kemudian Mito Mencium bibir nya
Setelah itu, Gina menceritakan semua hal tentang Organisasi Pembunuh bayaran yang ada di kota tersebut
Tak beda jauh tentang Organisasi yang pernah Mito hancurkan di Kota A
"Sudah kukatakan semua nya.... Apa suamiku punya hal lain yang ingin di tanyakan?"
Ucap Gina
"Tidak.... Tidak ada...."
Ucap Mito
Kemudian Gina mendorong Mito jatuh ke tempat tidur dan melepaskan semua pakaian milik nya kecuali kaus kaki nya
"Entah kenapa hari ini aku sangat menginginkan mu~"
Ucap Gina
Nafas Gina Mulai Terengah engah Saat melepaskan semua pakaian Mito dan saat Baju Mito di berhasil di lepaskan oleh nya, Gina benar benar tidak tahan saat melihat Tubuh Ideal yang di miliki suami nya
"Tubuh Suamiku Adalah Yang Terbaik~"