The Great Star System

The Great Star System
Eps 44




( Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 11, Inari)


( Sumber: ~ )


...----------------...


Kota S, Hotel White Lotus


Hotel White Lotus menjadi salah satu dari sekian banyak nya Hotel Bintang 5 yang di miliki oleh Menara Langit


Hotel ini adalah salah satu Hotel yang Di Kelola langsung Oleh Elise


Ruangan CEO


Elise Tengah duduk di Kursi CEO dan mencatat beberapa dokumen


Beberapa waktu Kemudian


Elise selesai mencatat dokumen yang tengah dia kerjakan


Kemudian Elise menyimpan Dokumen nya ke Laci meja


Setelah itu, Elise Menghela Nafas nya


"Aku harus bekerja keras... Demi Tuan Muda..."


Ucap Elise


Kemudian Elise berdiri lalu menghampiri sebuah Cermin Besar yang ada di sudut Ruangan


Elise melihat bayangan nya yang ada di Cermin


Kemudian Elise melepaskan Seluruh Pakaian Maid nya Kecuali Pakaian Dalam, Kaus Kaki dan Sarung Tangan nya


Terlihat Pantsu dan Bra milik Elise yang berwarna Putih


Selain itu, Terlihat juga Perlengkapan Elise yang tersembunyi di balik Pakaian nya


Terlihat 2 Buah Sabuk Pistol dengan berisi 2 Pistol Jenis Desert Eagle dan 2 Klip peluru di Masing Masing sabuk yang ada di Kedua Paha Elise yang terbungkus oleh Sepasang Kaus Kaki berwarna Putih


Di bagian bawah Pusar Elise terdapat sebuah Sabuk yang berisi dengan berbagai Macam Pisau dan Perlengkapan Pertarungan jarak Seperti Knuckle dan juga beberapa jarum suntik dengan Cairan Berwarna merah di dalam nya


Sementara di Bagian Gunung Elise hanya terdapat 2 Buah Gunung Berukuran Besar yang di tutupi oleh Bra milik Elise


Kemudian Elise melepaskan seluruh Perlengkapan nya dan menjatuhkan nya ke Lantai


Setelah itu, Elise memandangi Bayangan Tubuh nya yang ada di Cermin


"Aku Harus Menjaga Kesempurnaan Tubuhku... Agar Tuan Muda Bisa Senantiasa Menggunakan Tubuhku Sesuka Hati nya..."


Ucap Elise


Kemudian Elise menatap ke arah Balkon


"Tubuhku Hanya Milik Tuan Muda... Aku Tidak Akan Membiarkan Laki Laki Manapun Menyentuh Tubuh ini..."


Ucap Elise


Kemudian Elise mulai memakai seluruh perlengkapan dan pakaian nya


Setelah selesai memakai seluruh pakaian nya, Elise berjalan pergi ke arah Balkon dan memandangi Langit Malam yang indah


"Tuan Muda... Aku Benar Benar Merindukan Dirimu... Kuharap Suatu Saat Nanti... Aku Bisa Melayani Mu Untuk Selamanya..."


Ucap Elise


...****************...


Keesokan Hari nya


Pusat Organisasi Menara Langit


Elise berjalan menuju ke Ruangan Lumi


Setelah melewati Koridor yang cukup panjang, Akhirnya Elise sampai di depan Pintu Ruangan Lumi


Setelah itu, Elise mengetuk Pintu Ruangan Lumi


"Nyonya Lumi..."


Ucap Elise


"Elise? Masuklah..."


Terdengar Suara Lumi dari dalam Ruangan


Kemudian Elise membuka Pintu dan masuk ke dalam Ruangan


Di dalam Ruangan, Terlihat Lumi yang tengah duduk di sebuah Sofa dan memandangi sebuah Bingkai Foto


Kemudian Lumi mengarahkan pandangan nya ke arah Elise


"Apa yang membawamu Kemari Elise?"


Ucap Lumi


Elise tampak Ragu Ragu untuk mengatakan Niatan nya yang sebenarnya


Tapi Rasa Ragu itu langsung di buang Oleh Elise dan setelah nya, Elise langsung mengatakan Niatan nya yang sebenarnya


"Nyonya Lumi... Apakah saya boleh pergi ke Kota A untuk bertemu dengan Tuan Muda?"


Ucap Elise


Lumi terlihat tidak terkejut ataupun marah saat Elise mengucapkan hal tersebut


Kemudian Lumi Menghela Nafas nya


Ucap Lumi


Elise terlihat seperti sangat sedih saat mendengar Ucapan Lumi


Elise mencoba menahan Air mata nya yang hampir terjatuh


"Saya... Saya mengerti nyonya... Meskipun Saya hanya Melayani Tuan Muda selama 1 Tahun Tapi... Tapi Saya Sangat Mencintai Tuan Muda... Tuan Muda adalah Cinta Pertama Yang Saya Miliki... Dan impian yang sangat saya inginkan adalah bisa melayani Tuan Muda selama nya..."


Ucap Elise


Kemudian Lumi berdiri dari Sofa lalu menghampiri Elise dan langsung memeluk Elise dengan erat


"Elise... Jangan khawatir... Saat semua ini berakhir... Kita akan menemui Putraku bersama sama... dan kamu akan bisa melayani sebagai seorang Istri dan kamu juga akan bisa mengandung anak nya seumur hidup mu..."


Ucap Lumi


Air Mata Elise mulai berjatuhan


Kemudian Elise membalas pelukan Lumi


"Terima Kasih... Nyonya..."


Ucap Elise


...****************...


Kota A


Lion Star Hotel


Gina dan Mashiro tengah berbincang di dalam Ruangan Manager Hotel


"Gina... Apa kamu pernah memikirkan laki laki lain selain suamimu?"


Ucap Mashiro


Gina cukup terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh Mashiro


"Apa maksud mu?"


Ucap Gina


"Seperti yang aku bilang... Apa kamu pernah memikirkan Laki Laki lain selain suamimu?"


Ucap Mashiro


Gina menghela nafas nya


"Semua Saudariku tau bahwa Memikirkan Laki Laki Lain selain Mito adalah Dosa Besar Yang Tidak Akan Pernah Bisa Di Maafkan... Maka dari itulah aku lebih baik mati daripada harus memikirkan Laki Laki lain selain Suamiku"


Ucap Gina


Mashiro cukup terkesan dengan apa yang Gina ucapkan


"Lalu... Bagaimana dengan Ayah mu yang kejam itu?"


Ucap Mashiro


Gina terlihat tak suka saat Mashiro menanyakan hal itu


"Untuk apa aku memikirkan B*jingan itu...? Dia telah Menodai ku dan Mengambil Keperawanan ku saat aku berusia 15 Tahun... B*jingan itu memperkosa ku selama berhari hari dan bahkan menjual ku beberapa kali untuk mendapatkan uang... Aku beruntung karena aku bisa kabur dari Rumah... B*jingan seperti itu tak layak di sebut sebagai Seorang Ayah... Dia hanyalah Laki Laki Gendut, Bau dan Menjijikkan... Jika bukan karena dia... Sudah pasti aku akan memberikan Kesucian ku kepada Suamiku"


Ucap Gina


Kemudian Mashiro mengambil Gelas Teh yang ada di meja dan meminum Teh nya


"Kurang lebih aku sama seperti mu... Aku di jebak oleh seorang Dokter saat aku masih bekerja sebagai seorang Dokter di Rumah sakit... Dia mengambil Kesucian ku dan terus mengancam ku dengan Video yang memperlihatkan ku yang sedang Bermain dengan nya... alhasil aku hanya bisa melayani nya... Dia bahkan mengajak 4 orang teman nya untuk memperkosa ku"


Ucap Mashiro


Gina penasaran mengapa Mashiro tidak membunuh Dokter yang menjebaknya itu


"Mengapa kau tidak membunuh nya?"


Ucap Gina


Mashiro tersenyum


"Ada beberapa alasan mengapa aku tidak membunuh nya..."


Ucap Mashiro


"Apa alasan nya?"


Ucap Gina


Mashiro Kembali tersenyum


"Setiap Orang Memiliki Rahasia Mereka Masing Masing Bukan?"


Ucap Mashiro


Kemudian Gina menghela nafas nya


"Kurasa Kau Memang Benar..."


Ucap Gina


Mashiro kembali tersenyum


"Baiklah... Karena pekerjaan kita sudah selesai, Ayo kita kembali... Aku masih Harus Merawat Shina..."


Ucap Mashiro


Kemudian Gina tersenyum


"Baiklah..."