
( Ilustrasi Untuk Istri Mito Yang Ke 11, Inari)
( Sumber: ~ )
...----------------...
Kota S, Hotel White Lotus
Hotel White Lotus menjadi salah satu dari sekian banyak nya Hotel Bintang 5 yang di miliki oleh Menara Langit
Hotel ini adalah salah satu Hotel yang Di Kelola langsung Oleh Elise
Ruangan CEO
Elise Tengah duduk di Kursi CEO dan mencatat beberapa dokumen
Beberapa waktu Kemudian
Elise selesai mencatat dokumen yang tengah dia kerjakan
Kemudian Elise menyimpan Dokumen nya ke Laci meja
Setelah itu, Elise Menghela Nafas nya
"Aku harus bekerja keras... Demi Tuan Muda..."
Ucap Elise
Kemudian Elise berdiri lalu menghampiri sebuah Cermin Besar yang ada di sudut Ruangan
Elise melihat bayangan nya yang ada di Cermin
Kemudian Elise melepaskan Seluruh Pakaian Maid nya Kecuali Pakaian Dalam, Kaus Kaki dan Sarung Tangan nya
Terlihat Pantsu dan Bra milik Elise yang berwarna Putih
Selain itu, Terlihat juga Perlengkapan Elise yang tersembunyi di balik Pakaian nya
Terlihat 2 Buah Sabuk Pistol dengan berisi 2 Pistol Jenis Desert Eagle dan 2 Klip peluru di Masing Masing sabuk yang ada di Kedua Paha Elise yang terbungkus oleh Sepasang Kaus Kaki berwarna Putih
Di bagian bawah Pusar Elise terdapat sebuah Sabuk yang berisi dengan berbagai Macam Pisau dan Perlengkapan Pertarungan jarak Seperti Knuckle dan juga beberapa jarum suntik dengan Cairan Berwarna merah di dalam nya
Sementara di Bagian Gunung Elise hanya terdapat 2 Buah Gunung Berukuran Besar yang di tutupi oleh Bra milik Elise
Kemudian Elise melepaskan seluruh Perlengkapan nya dan menjatuhkan nya ke Lantai
Setelah itu, Elise memandangi Bayangan Tubuh nya yang ada di Cermin
"Aku Harus Menjaga Kesempurnaan Tubuhku... Agar Tuan Muda Bisa Senantiasa Menggunakan Tubuhku Sesuka Hati nya..."
Ucap Elise
Kemudian Elise menatap ke arah Balkon
"Tubuhku Hanya Milik Tuan Muda... Aku Tidak Akan Membiarkan Laki Laki Manapun Menyentuh Tubuh ini..."
Ucap Elise
Kemudian Elise mulai memakai seluruh perlengkapan dan pakaian nya
Setelah selesai memakai seluruh pakaian nya, Elise berjalan pergi ke arah Balkon dan memandangi Langit Malam yang indah
"Tuan Muda... Aku Benar Benar Merindukan Dirimu... Kuharap Suatu Saat Nanti... Aku Bisa Melayani Mu Untuk Selamanya..."
Ucap Elise
...****************...
Keesokan Hari nya
Pusat Organisasi Menara Langit
Elise berjalan menuju ke Ruangan Lumi
Setelah melewati Koridor yang cukup panjang, Akhirnya Elise sampai di depan Pintu Ruangan Lumi
Setelah itu, Elise mengetuk Pintu Ruangan Lumi
"Nyonya Lumi..."
Ucap Elise
"Elise? Masuklah..."
Terdengar Suara Lumi dari dalam Ruangan
Kemudian Elise membuka Pintu dan masuk ke dalam Ruangan
Di dalam Ruangan, Terlihat Lumi yang tengah duduk di sebuah Sofa dan memandangi sebuah Bingkai Foto
Kemudian Lumi mengarahkan pandangan nya ke arah Elise
"Apa yang membawamu Kemari Elise?"
Ucap Lumi
Elise tampak Ragu Ragu untuk mengatakan Niatan nya yang sebenarnya
Tapi Rasa Ragu itu langsung di buang Oleh Elise dan setelah nya, Elise langsung mengatakan Niatan nya yang sebenarnya
"Nyonya Lumi... Apakah saya boleh pergi ke Kota A untuk bertemu dengan Tuan Muda?"
Ucap Elise
Lumi terlihat tidak terkejut ataupun marah saat Elise mengucapkan hal tersebut
Kemudian Lumi Menghela Nafas nya
Ucap Lumi
Elise terlihat seperti sangat sedih saat mendengar Ucapan Lumi
Elise mencoba menahan Air mata nya yang hampir terjatuh
"Saya... Saya mengerti nyonya... Meskipun Saya hanya Melayani Tuan Muda selama 1 Tahun Tapi... Tapi Saya Sangat Mencintai Tuan Muda... Tuan Muda adalah Cinta Pertama Yang Saya Miliki... Dan impian yang sangat saya inginkan adalah bisa melayani Tuan Muda selama nya..."
Ucap Elise
Kemudian Lumi berdiri dari Sofa lalu menghampiri Elise dan langsung memeluk Elise dengan erat
"Elise... Jangan khawatir... Saat semua ini berakhir... Kita akan menemui Putraku bersama sama... dan kamu akan bisa melayani sebagai seorang Istri dan kamu juga akan bisa mengandung anak nya seumur hidup mu..."
Ucap Lumi
Air Mata Elise mulai berjatuhan
Kemudian Elise membalas pelukan Lumi
"Terima Kasih... Nyonya..."
Ucap Elise
...****************...
Kota A
Lion Star Hotel
Gina dan Mashiro tengah berbincang di dalam Ruangan Manager Hotel
"Gina... Apa kamu pernah memikirkan laki laki lain selain suamimu?"
Ucap Mashiro
Gina cukup terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh Mashiro
"Apa maksud mu?"
Ucap Gina
"Seperti yang aku bilang... Apa kamu pernah memikirkan Laki Laki lain selain suamimu?"
Ucap Mashiro
Gina menghela nafas nya
"Semua Saudariku tau bahwa Memikirkan Laki Laki Lain selain Mito adalah Dosa Besar Yang Tidak Akan Pernah Bisa Di Maafkan... Maka dari itulah aku lebih baik mati daripada harus memikirkan Laki Laki lain selain Suamiku"
Ucap Gina
Mashiro cukup terkesan dengan apa yang Gina ucapkan
"Lalu... Bagaimana dengan Ayah mu yang kejam itu?"
Ucap Mashiro
Gina terlihat tak suka saat Mashiro menanyakan hal itu
"Untuk apa aku memikirkan B*jingan itu...? Dia telah Menodai ku dan Mengambil Keperawanan ku saat aku berusia 15 Tahun... B*jingan itu memperkosa ku selama berhari hari dan bahkan menjual ku beberapa kali untuk mendapatkan uang... Aku beruntung karena aku bisa kabur dari Rumah... B*jingan seperti itu tak layak di sebut sebagai Seorang Ayah... Dia hanyalah Laki Laki Gendut, Bau dan Menjijikkan... Jika bukan karena dia... Sudah pasti aku akan memberikan Kesucian ku kepada Suamiku"
Ucap Gina
Kemudian Mashiro mengambil Gelas Teh yang ada di meja dan meminum Teh nya
"Kurang lebih aku sama seperti mu... Aku di jebak oleh seorang Dokter saat aku masih bekerja sebagai seorang Dokter di Rumah sakit... Dia mengambil Kesucian ku dan terus mengancam ku dengan Video yang memperlihatkan ku yang sedang Bermain dengan nya... alhasil aku hanya bisa melayani nya... Dia bahkan mengajak 4 orang teman nya untuk memperkosa ku"
Ucap Mashiro
Gina penasaran mengapa Mashiro tidak membunuh Dokter yang menjebaknya itu
"Mengapa kau tidak membunuh nya?"
Ucap Gina
Mashiro tersenyum
"Ada beberapa alasan mengapa aku tidak membunuh nya..."
Ucap Mashiro
"Apa alasan nya?"
Ucap Gina
Mashiro Kembali tersenyum
"Setiap Orang Memiliki Rahasia Mereka Masing Masing Bukan?"
Ucap Mashiro
Kemudian Gina menghela nafas nya
"Kurasa Kau Memang Benar..."
Ucap Gina
Mashiro kembali tersenyum
"Baiklah... Karena pekerjaan kita sudah selesai, Ayo kita kembali... Aku masih Harus Merawat Shina..."
Ucap Mashiro
Kemudian Gina tersenyum
"Baiklah..."