THE FEELINGS

THE FEELINGS
EPISODE 5



Deno masuk ke dalam ruangan ketua yayasan, begitu juga Dina. Deno bertanya tanya, mengapa ia juga ikut masuk ke dalam?


Bukannya duduk di kursi yang tersedia, Deno malah bersandar di pintu. Tidak dengan Dina yang sudah duduk di hadapan Miss Ririn. Deno menaikkan alisnya saat melihat Poppy sudah duduk di sebelah Dina. Miss Ririn menatap Deno, yang malah membuat Deno memalingkan wajahnya.


Dina yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap guratan kesedihan di wajah Miss Ririn, tapi langsung berganti saat Miss Ririn berbicara, "Deno, disini masih banyak kursi, kenapa harus berdiri?"


Yang ditanya hanya diam. Ia tidak menoleh sedikit pun, membuat Dina bertanya tanya apa yang telah terjadi di antara mereka berdua. Miss Ririn menghela napasnya, lalu beralih menatap Dina dan Poppy yang sedari tadi telah duduk di hadapannya.


"Jadi alasan apa lagi hingga kalian bisa bertengkar?"


Deno yang mendengarkan akhirnya mengerti mengapa Dina bisa berada di sini.


"Tidak ada yang ingin menjawab?"


Deno mendengus kesal. Ia tahu betul bahwa Miss Ririn akan terus bertanya hingga ia mendapatkan jawaban yang logis.


"Dia menuduh saya suka sama Deva, Miss," jawab Dina membuat Deno semakin kesal.


Kalau sudah bersangkutan dengan Deva, mood Deno semakin memburuk.


"Jadi masih itu alasannya?" tanya Miss Ririn, yang dijawab Dina dengan mengangguk. Poppy hanya menunduk.


"Cuma karena cowok?" tanya Miss Ririn lagi. Mereka mengangguk bersamaan.


"Kamu suka Deva?" tanya Miss Ririn ke arah Poppy. ia menatap Miss Ririn dengan takut


"Anu Miss, saya---"


"Bicara yang jelas!" Miss Ririn berkata dengan nada tegas.


Poppy berdeham, "Iya, Miss"


"Dan kamu Audina, kamu suka Deva?"


Yang ditanya seketika membelalak, "Ya enggak lah, Miss!" bantah Dina spontan. Kalau gak mikir di depan gue ini mamanya deva, pasti gue udah muntah seketika, batin Dina sambil memejamkan matanya.


"Jadi kenapa harus bertengkar?"


Miss Ririn menekan pelipisnya, seketika pusing melandanya melihat dua siswi yang selalu bertengkar dan berakhir di ruangannya dengan alasan yang sama. Yang selalu sama.


"Kalian berdiri," perintah Miss Ririn yang membuat mereka secara bersamaan bangkit dari kursi, "Berdiri di sebelah saya, sampai jam pulang sekolah, baru kalian boleh pulang."


Wajah Dina berubah seketika, mulutnya terbuka, matanya berkedip kedip tidak percaya ia akan mendapatkan hukuman semenakutkan itu.


Ditatap sama Miss Ririn aja udah merinding, apalagi berdiri di sebelah Miss Ririn?! Bisa bisa mandi keringat dingin gue ini!


"Cepat!" suruh Miss Ririn. lalu Dina berjalan dan berdiri di sebelah kiri dan Poppy di sebelah kanan Miss Ririn.


"Deno, duduk," perintah Miss Ririn, yang ditanggapi Deno dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Gak usah basa basi, to the point mau ngamong apa?"


"Deno, ini sekolah!"


"Gak ada bedanya."


"Mama gak mau kita bertengkar disini!"


"Siapa yang mau?"


"Denovano!" Panggil Miss Ririn dengan tegas, yang membuat Deno mendengus kesal, lalu melihat jam tangan yang dipakainya.


Cuma 5 menit, terus cabut, batin Deno. Miss Ririn langsung mengerti apa yang sedang Deno pikirkan.


"10 menit!" tawar Miss Ririn yang hafal betul tabiat Deno.


Dina mendengus kesal saat melirik ke arah Poppy, yang ternyata tidak lepas menatap wajah Deno. Dina harus mengakui Jika Deno termasuk ke dalam kategori Cogan--cowok ganteng--perwira. Bahkan, ia mengakui, Deno ada diperingkat pertama kategori tersebut.


Dua duanya diembat, sekalian aja Alya ikutan digebet! Biar pas kembar tiga digebet semua! batin Dina dengan kesal.


"Sudah berapa hari kamu cabut?" tanya Miss Ririn.


Orang yang ditanya hanya diam, karena ia merasa dirinya tidak melakukan hal tersebut.


"Deno!"


"Siapa yang bilang saya cabut sekolah?"


"Saya sendiri yang melihat di buku absen IPS-1!"


"Anda bisa tanya sendiri siapa pun itu, selama seminggu ini saya sekolah," ucap Deno dengan dingin, yang membuat Dina kembali merasakan aura negatif sedang mengelilingu mereka.


"Kamu memang sekolah. Tapi kamu tidak mengikuti jam belajar yang berlaku," ucap Miss Ririn, yang membuat Deno seketika terdiam, lalu membuang muka.


"Kapan kamu mau berubah, Dek?"


Yang ditanya malah bangkit, lalu berjalan keluar dari ruangan tanpa pamit. Dina lagi lagi terbelalak. Entah keberanian dari mana, refleks Dina memanggil,


"Deno!"


Dan entah kemauan dari mana, Deno menghentikan langkahnya, laly menoleh ke arah Dina yang sedang menatapnya dengan pandangan bingung, "Kok keluar, kan Miss Ririn belum selesai ngomong? Gak sopan tau!"


Miss Ririn seketika terkejut, baru kali ini ia melihat ada siswi yang berani menegur Deno. Sedangkan Deno, matanya menyipit, Dengan santainya kembali melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan panggilan panggilan Dina.


Miss Ririn menahan air matanya yang hampir jatuh. Dina menatap Miss Ririn, batinnya kembali bertanya tanya.


Apa yany sebenarnya terjadi diantara Deno dan Miss Ririn


LANJUT NANTI MALAM Y


SEE YOU❤