THE FEELINGS

THE FEELINGS
EPISODE 1



Honda jazz berwarna hitam melaju dengan kencang saat si pemilik mobil melihat pintu gerbang SMA PERWIRA sudah hendak ditutup oleh satpam yang menjaga.


Mobil tersebut menderu saat berhasil memasuki gerbang sekolah dengan mulus, berlari terbirit-birit saat bodi mobil hampir mengenai tubuhnya.


..."Deno! Setiap hari kamu begini bisa buat saya jantungan,tau !" ucap pak tirta saat melihat DENOVANO atau yang biasa di panggil DENO, keluar dari mobilnya....


..."Sorry, Pak," ucap Deno, lalu berjalan meninggalkan pak tirta yang sudah hafal dengan sikap Deno yang seperti itu. Deno selalu memasang wajah datar dan hanya berbicara seperlunya....


Deno mulai berjalan memasuki lobi SMA PERWIRA, yang membuat semua murid murid perempuan menggigit dasi mereka saat melihat sosoknya. Dia berjalan santai, tidak seperti murid lainnya yang sudah berlari menuju kelas dengan panik kalau datang terlambat


Bagi deno,sekolah adalah hal yang paling membosankan dan membuang-buang waktu. Maka dari itu,ia lebih memilih untuk datang terlambat.


...tapi ternyata sedari tadi seseorang guru piket memperhatikan Deno. "Cuma karena dia anak ketua yayasan, suka-suka dia aja datangnya. penampilannya juga kayak gak niat mau sekolah!" gumamnya....


Deno yang sedang berjalan di lobi masih dapat mendengar gumaman tersebut.Deno berhenti berjalan, lalu menoleh kebelakang. "Saya memang gak niat, Miss," ucap Deno sambil melirik guru tersebut dengan tatapan datar. Guru piket tersebut terlonjak kaget lalu menunduk malu.


Deno melanjutkan langkahnya dan menginjakkan kakinya dilapangan. Sebelumnya, mata Deno melihat sekeliling lapangan untuk menemukan dimana teman-temannya berkumpul.


DI SMA PERWIRA ada 4 kelompok murid yang berpengaruh. Yang paling mempunyai pengaruh tersebut adalah Deno dan kelompoknya, yang beranggotakan empat orang.


kelompok 1


DENO, DIMAS, ARIZ, DAN PUTRA.


Kebanyakan murid menyebut mereka geng, tapi tidak untuk Deno. Untuk Deno perkumpulan mereka adalah sahabat, bukan geng.


yang kedua adalah kelompok Deva, yang beranggotakan


kelompok 2


DEVA, GIO, RIAN, DAN RIZKY.


Berbeda dengan Deno,Deva malah menganggap perkumpulan mereka adalah sebagai geng.


yang ketiga adalah kelompok Audina,


kelompok 3


AUDINA, CACA, ALYA, DAN NERA.


Dan terakhir adalah kelompok Poppy, cewek yang mengejar-ngejar Deva juga Deno dari kelas X, hingga sekarang menginjak kelas XII.


kelompok Poppy selalu bertengkar dengan kelompok Audina.seisi sekolah juga mengetahui peperangan sengit diantara mereka yang tidak pernah berakhir.


sama halnya dengan Deno dan Deva. Entah apa yang mereka permasalahkan,tetapi seisi sekolah juga tahu bahwa mereka berdua sudah berperang dingin sejak kelas X.


"DENOK!" sapa Dimas dengan semangat saat melihat Deno yang kembali datang terlambat sedang berjalan ke arah mereka.


mendengar sebutan itu Deno lantas menaikkan sebelah alisnya.


..."Hobinya telat mulu,makanya lo telat punya pacar,kan!" ucap Ariz sambil menatap Deno yang sudah duduk di bangku lapangan yang biasa digunakan untuk menonton pertandingan....


..."Ngomong sama Denok, sampai hari raya gajah juga gak akan direspons Riz," ucap Dimas, yang dijawab Ariz dengan mengangguk setuju....


...Putra yang sedari tadi hanya menatap Deno dengan penasaran kemudian nyeletuk, "Deno, udah ngerjain PR Fisika belum?"...


...Deno yang tadinya hanya memandangi murid-murid yang berlalu-lalang disekitar lapangan seketika menoleh ke arah Putra. "Serius?"...


Putra, Dimas, dan Ariz seketika tertawa🤣 terbahak-bahak melihat ekspresi kaget Deno.Deno mendengus kesal.


..."Gak sampai hari gajah kan, Dim? Buktinya omongan gue direspons!" ucap Putra yang membuat dimas mencibir....


..."kembaran lo datang tuh!" ucap Dimas, yang membuat Deno menoleh ke arah Alya yang sudah tersenyum cengengesan ke arahnya....


Deno yakin ada yang tidak beres dibalik senyuman kembarannya tersebut.


"Bang, nanti mau kan jemput gue?" tanya alya, yang membuat Deno menaikkan sebelah alisnya, lalu membuang muka--- yang artinya menolak.


..."Gue yang jemput mau, gak?" tanya Dimas cengengesan, yang dijawab alya dengan menjulurkan lidahnya....


..."Ogah!" ucap alya....


..."Pak tono kan lagi pulang kampung Gak ada yang jemput Alya di mal, Bang," ucap Alya merengek, membuat Deno menghela napasnya....


"Hm," jawab Deno, yang membuat Alya seketika berteriak heboh, lalu memeluk Deno dengan erat. Para murid perempuan yang berada disekitar lapangan mendengus kesal melihat Alya yang bisa memeluk Deno dengan bebas.


..."Ya ampun, temen temen kembaran lo memang cantik-cantik, Nok!" ucap Dimas, yang tidak ditanggapi oleh Deno....


..."Eh, lo tau gak cewek yang di ujung, yang di sebelah Audina, namanya siapa, ya?" tanya Putra kepada Deno, yang dijawab dengan deno yang mengedikkan bahunya tak peduli....


..."Nanya kok ke Deno. Gue yakin yang namanya Audina aja Deno gak tau. Apalagi kalau lo nanya orang yang disebelah Audina, tau orangnya yang mana aja udah syukur!" jawab Dimas yang ditanggapi Deno dengan bergumam....


..."Hm." ucap Deno....


..."Kan, bener!" ucap Dimas....


..."Tapi kan Alya kembaran Deno. Otomatis Deno tau lah temen-temennya Alya!" ucap Putra....


..."Ya ampun Tra,kayak gak tau Deno aja! Lo tanya aja siapa Ketua Kelas IPS-1, pasti dia gak tau!" ucap Dimas, yang membuat Putra dan Ariz sontak tertawa terbahak-bahak....


..."Deno, lo tau gak siapa ketua kelas kita?" ucap putra....


Dimas seketika memukul kepala Putra dengan gemas,


..."Anjir, beneran lo tanya?"...


..."Pertanyaan lo lucu," jawab Deno....


yang membuat Putra, Ariz, dan Dimas lagi-lagi tertawa dengan keras.


"Gue yakin, Deno udah emesh liat kita!" ucap Putra--- ketua kelas IPS-1. Tiba tiba Deno bangkit,lalu berjalan menuju kelas mereka.


..."Mati lo, Dim. Deno marah!" ucap Ariz yang sudah berlari menyusul Deno dan diikuti Putra....


Hal tersebut lantas membuat Dimas terdiam seketika.


..."Denok!Tunggu!" panggil Dimas,lalu ikut berlari mengejar Deno dan yang lainnya....


Sebenarnya Deno bangkit dari bangku lapangan bukan marah karena ejekan Dimas. Tetapi karena ia malas dan tidak suka saat matanya menangkap sosok Deva, yang menatapnya dengan tajam di seberang lapangan.


Deva yang sedang duduk di seberang lapangan mendengus pelan saat melihat Deno melangkah pergi dari lapangan.


..."liat, dia udah ngambil kasih sayang bokapa-nyokap,terus sekarang Alya," ucap Deva, yang membuat tangan Rizky terulur menepuk pundak Deva....


"Sabar, Dev. Istirahat nanti lo kan masih bisa ngehajar Deno,"


...****************...


Deno merapikan dasinya sambil melangkah keluar dari toilet. tapi langkahnya terhenti saat seseorang menarik seragam sekolahnya dengan sekali hentakan. Deno mendengus kesal---karena simpulan dasinya kembali rusak.


..."Lo gak kapok juga ya, No! Lo udah ngambil--" ucap Deva...


..."Gue gak ada waktu," potong Deno,lalu kembali berjalan tapi lagi-lagi ditahan oleh Deva....


"Lo mau rahasia terbesar lo gue sebar sekarang juga?" mata Deva menatap tajam ke arah Deno. "KEMBARAN TERBUANG?"


Deno hanya menaikkan sebelah alisnya,lalu menghempaskan tangan Deva, "SILAHKAN," ucap Deno, lalu berjalan meninggalkan Deva yang menggeram kesal.Deno tampak terlalu santai dan terkesan tidak peduli jika rahasia terbesarnya akan terbongkar.


Tahan Dev, kalau lo ngebuka rahasia itu,lo sendiri juga yang bakalan malu, batin Deva


sambil menatap punggung Deno yang lama-lama menghilang dari pandangannya.


"Kak Deno lewat!"


"Sumpah, lo? Ya ampun!"


"Ganteng banget, anjir!"


"Kapan ya Kak Deno jadi pacar gue?"


Deno hanya diam dan tetap melanjutkan langkahnya, bahkan tidak repot repot menoleh untuk melihat siapa yang sedang membicarakannnya secara terang-terangan seperti itu.


Karena memang itulah sifat Deno, tidak peduli dan tidak ingin tahu


MAAF YA GUYS CERITANYA KURANG BAGUS KARENA BARU REVIEW


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA