THE FEELINGS

THE FEELINGS
EPISODE 4



"Audina?" tanya Deno, yang seketika membuat Dimas dkk, saling bertukar pandang.


"JADI LO MASIH BELUM TAU AUDINA ITU SIAPA?!


Deno mengernyitkan dahinya saat Dimas dkk, berteriak ke arahnya.


Oh ya, cewek semalem namanya Audina.


"Tau."


"Jadi tadi muka lo kok kaya orang bloon gitu?"


"Baru ingat."


"Kalau lo sampe lupa nama kita bertiga, kepala lo gue timpuk pake batu, biar syarafnya jalan semua!" ucap Dimas, yang dijawab Deno dengan bergumam.


"Heh! Gue beneran, Denok!"


...Sehabis Dimas berbicara, ada seseorang yang menabrak tubuh Deno dengan cukup kuat. Secara refleks Deno menahan tubuh orang itu....


betapa terkejutnya Deno saat mengetahui siapa yang telah menabraknya."Deno sayang!"


Beuh, rasanya isi perut Dimas ingin keluar.


...Deno membantu Poppy berdiri, lalu melirik beberapa siswi yang sudah berkumpul mengelilingi Deno dan teman temannya, kelompok Poppy, serta kelompok Audina....


"Deno sayang! Makasih, ya!" ucap Poppy yang sudah memeluk Deno, lantas membuat Deno seketika melepaskan pelukan tersebut. Lalu, matanya jatuh menatap sepatu nike yang ada di tangan Poppy.


kemudian mata Deno beralih menatap kaki Dina yang sudah menggunakan sepatu--sepatunya sendiri.


"Balikin sepatu---"


"Balikin?" potong Poppy sambil tertawa, lalu dengan santai tangannya melempar sepatu itu ke lantai dasar. Hebatnya, sepatu tersebut langsung masuk ke dalam tempat pembuangan sampah.


"Deno--" ucap Dina sambil menatap wajah Deno yang mulai tidak bersahabat.


"Itu---itu sepatu Deno?!" teriak Poppy saat melihat kedua kaki Deno yang tidak memakai sepatu.


"Guys! Ayo ambil sepatu Deno! Buruan!" ucap Poppy yang ikut berlari mengambil sepatu Deno yang sudah masuk di tempat pembuangan sampah yang terletak dipinggir lapangan basket.


...Deno menatap Dina dengan tatapan yang tidak bisa Dina mengerti. Bahkan Alya sudah gigit jari sambil menerla nerka apa yang akan dikatakan oleh Deno selanjutnya....


"No, gue minta ma---"


"Al, gue pulang," potong Deno, kembali melanjutkan langkahnya menuju IPS-1 untuk mengambil tasnya.


...Dina menatap punggung Deno yang lama lama menghilang dari pandangannya saat ia sudah masuk ke ruangan kelas IPS-1, "AL, GUE HARUS GIMANA?!"...


...****************...


"Denok, ada pulpen dua, gak?" bisik dimas ke arah Deno yang sedang menelungkup di atas meja.


"Di mana?"


...Deno mengeluarkan satu pulpen dari saku celananya, lalu meletakkan pulpen tersebut di atas meja tanpa mengangkat kepalanya sedikit pun....


Hari ini ia masuk kelas karena ada ulangan. Akhirnya ia juga harus mengikuti pelajaran Mr. Tanto, guru yang paling membosankan. Mata Deno tidak tahan untuk tertutup.


"Gue sih suka sama Nera!" terdengar bisikan Putra cengengesan. Ariz menaikkan sebelah alisnya.


"Nera yang sering selfi sama Audina dilapangan?"


...Mendengar Nama Audina disebutkan, kening Deno mengernyit mengingat kejadian tadi malam saat sedang iseng memeriksa akun media sosialnya....


Audinas12 add you as a friend!


...Ya, mendapatkan notifikasi pertemanan dari Dina membuat Deno seketika bertanya tanya. Apa sebenarnya tujuan Dina yang seakan akan ingin menjalin pertemanan dengan orang seperti Deno yang jarang berbicara, dingin, dan bahkan tidak peduli dengan hal hal semacam media sosial?...


"De---Denovani, dipanggil ke ruangan Ketua Yayasan."


...Mendengar namanya disebut, Deno bangun perlahan lahan dan mengangkat kepalanya dari meja. Lalu, matanya menatap siswi yang telah memanggilnya.Tebakan Deno benar....


...Dina, dengan wajah yang tidak bisa diartikan, berdiri di depan kelas bersama Mr. Tanto....


"Gue ikut ya, No?" tanya Putra, yang dijawab dengan gelengan Deno.


"Kan cuma gue," ucap Deno, membuat Putra mengerti cuma Deno yang dipanggil oleh Miss Ririn--Mama Deno


...Deno berjalan keluar dari kelas tanpa menunggu Dina yang sedang pamit pada Mr. Tanto....


...Koridor sekolah yang sepi membuat Dina yang sedang berjalan dibelakang Deno berkeringat dingin. kebiasaannya jika sedang gugup....


"Deno?" panggil Dina, yang hanya di jawab dengan Deno yang bergumam.


"kita mau ke mana?"


...Deno sontak menghentikan langkahnya, membuat Dina yang berjalan dibelakangnya menabrak punggung Deno, lalu meringis....


...Deno membalikkan tubuhnya, alisnya naik sebelah, pertanda dia sedang bingung atau meminta penjelasan....


"Lo sendiri yang manggil gue ke ruangan Ketua Yayasan, bukan?" tanya Deno, yang dijawab Dina dengan mengangguk.


"Tapi udah kelewatan,No!" jawab Dina sambil mendongak, menatap mata Deno yang menyipit, bingung.


...Mata Deno beralih menatap ruangan dengan pintu berwarna cokelat, yang jaraknya tidak jauh dari tempat mereka berdiri, "Itu ruang kepala sekolah, bukan Ketua yayasan," ucap Deno, lalu berbalik dan melanjutkan langkahnya, membuat Dina seketika terbelalak....


...ANJIR GUE BUAT MALUUU!! Batin Dina berteriak sambil memejamkan matanya....


...Dia benar benar memalukan...