
"Deno sama Deva sudah kembar, ganteng ganteng pula!"
"Tapi lebih ganteng Deno, tau!"
Deno tetap berjalan dan membuka lokernya. Kali ini, sedang berusaha mengabaikan ucapan yang membanding- bandingkan dirinya dengan Deva itu.
Baru saja Deno membuka lokernya, puluhan surat dan cokelat langsung luruh ke lantai. Sambil mundur selangkah, Deno menghela napas. Lagi-lagi lokernya penuh cokelat dan surat.
"Yas! Denok bagi-bagi cokelat!" ucap Dimas yang tiba tiba datang, lalu mengambil salah satu cokelat dan memakannya.
"Gue bagi ya,No?" tanya Putra, yang dijawab dengan gumaman Deno. "Lo gak mau, Riz?" tawar Putra.
"Lo tau gue alergi cokelat, Tra," ucap Ariz sambil memperhatikan Deno yang sedang mengambil salah satu buku pelajaran yang tersusun rapi didalam lokernya.
"Bagusan lo diem, daripada ntar lo yang ditonjok, Riz," ucap Dimas sambil mengambil cokelat yang berserakan di lantai, lalu mengumpulkan cokelat-cokelat tersebut dan memasukkan ke dalam tasnya.
"Gue duluan," ucap Deno seraya menutup pintu lokernya. Beberapa murid perempuan menarik napas menahan histeris saat mendengar suara Deno.
Ya, Deno.
Deno yang dingin dan jarang berbicara.
π² DENO: "Gue udah di depan."
π² ALYA: "Oh iya! Y ampun Bang, gue lupa! Bang De naik
mobil apa?"
π² DENO: "Pajero?"
π² ALYA: "Sabar ya, ya ampun! Gue lupa!
Deno menaruh ponselnya asal asalan sambil berdecak malas. Tempat parkir mal tidak terlalu ramai, tapi ia malas keluar.Ia lalu membenamkan kepalanya dikemudi.Parkirannya melayang layang dan jatuh pada kejadian yang membuatnya mencengkeram kemudi mobil lebih kuat. Tiba tiba pintu depan mobil terbuka.
"Cepetan lah Ngga. Gara gara lo gue jadi--- LOH, LO SIAPA?!"
Deno sontak membetulkan posis duduknya, lalu menoleh ke arah kiri. seketika matanya menyipit bingung
MUKANYA FAMILIER, TAPI GUE GAK TAU NAMANYA, batin Deno.
"LO KOK BISA MASUK KE MOBIL ABANG GUE? ABANG GUE MANA, HAH?!" ucap AUDINA
Deno seketika mengernyitkan dahinya sambil menatap cewek yang sedang duduk disampingnya, berteriak histeris seakan Deno ingin menculiknya.
"LO---LO KAN DENO?!"
Deno semakin mengernyitkan dahinya.Telinganya terasa panas mendengar teriakan cewek yang tidak ia ketahui namanya itu, tetapi anehnya mengetahui nama Deno.
"LO--- ASTAGA!" ucap cewek tersebut, lalu membenturkan kepalanya ke atas dashboard mobil dengan wajah merah padam. Deno semakin bingung melihat tingkah cewek tersebut.
ini gue yang salah bawa mobil atau dia yang salah masuk mobil? batin Deno.
cewek itu membetulkan posisi duduknya. Deno dengan tidak sengaja menatap mata cewek tersebut serta wajahnya yang sudah merah padam menahan malu, "Maaf, gue salah mobil--mobil lo sama mobil abang gue sama," ujar cewek tersebut sambil tersenyum cengengesan menahan malu. kedua ujung sudut bibir Deno berkedut menahan tawa.
"Terus, kenapa masih di sini?" tanya Deno yang sukses membuat cewek tersebut terdiam.lalu menggaruk tengkuknya---salah tingkah.
Kemudian pintu mobil kembali terbuka dan muncul Alya sambil menunduk dengan napas yang tersengal sengal.
"Bang De! Tadi gue ke to---Dina?" tanya Alya yang bingung saat melihat cewek yang duduk di sebelah Deno.
sepertinya Alya seketika mengerti apa yang sedang terjadi dan malah tertawa terbahak bahak, "jangan bilang kalau lo salah mobil lagi, Din?
wajah cewek itu--Audina--yang tadinya sudah merah padam, semakin memanas saat Alya melontarkan kalimat tersebut. jadi sebelumnya kejadian ini pernah terjadi dan sekarang kembali?
"Eh, itu bang Rangga udah nunggu," ucap Alya yang melihat Rangga, abang Audina, sedang bersandar di mobil pajero yang sama persis dengan yang dikendarai Deno.
Audina yang biasa dipanggil Dina, menoleh ke arah Deno dengan senyum cengengesannya,"Maaf sekali lagi ya, No," ucapnya lalu turun dari mobil dengan kikuk, yang membuat Alya lagi lagi tertawa.
Dina berbisik sebelum keluar dari mobil Alya, "Sumpah, gue gak tau lagi harus naroh muka di mana, Al! Dan kali ini sama kembaran lo pula, malu banget anjir!" bisiknya lalu dengan cepat berlari menghampiri abangnya.
Alya tertawa cekikikan sambil masuk ke dalam mobil.
"Itu temen lo?" tanya Deno secara tiba tiba, yang dijawab Alya dengan mengangguk.
"Dina memang sering kayak gitu, udah tiga kali dia salah masuk mobil dalam seminggu ini," ucap Alya yang terkekeh mengingat kelakuan sahabatnya yang satu itu. "Lo tau dia, Bang De?!"
Deno menggelengkan kepala, "Gue udah berapa kali nglarang lo buat manggil gue dengan sebutan 'abang'."
Alya terkekeh kecil, "Kan Bang de lebih dulu lahir daripada gue!" ucap Alya, yang hanya di balas Deno dengan bergumam.
"Tapi Bang de serius gak kenal dia?"
"Hm."
"Temen yang sering gue bawa ke rumah loh!--- Ah ya, Bang De kan pelupa!" ejek Alya, yang membuat Deno mendengus pelan karena yang diucapkan Alya memang benar.
"Namanya siapa?" tanya Deno yang membuat Alya tersenyum jahil menatap Deno.
"AUDINA SCERAVA FELLANO. Naksir, ya?!"
Mendengar hal tersebut, Deno lantas mendengus pelan,
"Gak," ucapnya, yang membuat Alya seketika mencebik.
Audina, batin Deno berusaha untuk mengingat nama cewek itu.
minta maaf ya guys author baru up hari ini π soalnya author lagi sibuk hari ini karena harus mengurusi 3 hari nenek nya author meninggal kemarin sabtu
tinggalkan jejak y guys likeπ vote β€ dan komen y
makasih udah membaca novel author
selamat menjalankan ibadah sholat maghrib